"Jika kau tau aku akan menyakitimu? kenapa kau masih mau menikah denganku" ucap Agung
"Karena aku tau apa yang dilakukan Ayahku telah dipikirkannya dengan matang"
"Kalau begitu, selamat datang di keluarga RInjadi nona Sellly Atmajaya"
Selly pun tersenyum datar
Selly Anjani Atmajaya. Gadis muda yang harus menikah dengan mantan kekasih ibunya Agung Andhika Rinjadi. Pernikahan dilakukan atas permintaan sang ayah. Hal itu dilakukan sang ayah untuk melindungi putrinya dari jahatnya mantan kekasih sang ayah yaitu nyonya Alice Raharjo
Ia harus berjuang seorang diri menghadapi sadis dan dinginnya sang suami dan jahatnya Alice Raharjo padanya. Namun kecantikan wajah dan hati serta kegigihannya dalam banyak hal, membuat Ia mampu bertahan dari segala serangan yang ditujukan pada dirinya.
Bukanlah Selly Anjani Atmajaya jika Ia menyerah dengan keadaan. Dialah Selly Rinjadi
mari kita berkenalan lebih jauhhh
Ig @mrs.anna19
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohana hartono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah 4
‘Xel,, apa kau tahu dimana Selly saat ini” sembari duduk ke arah Axel
“Di rumahnya barangkali” jawab Axel dengan datar
“Aku ingin bicara sama dia”
“Bicara apa”
“Emang kau tidak tau gossip terbaru dan ter up to date “
“Ohh,, pak fathir dengan Selly” ucap axel dengan nada datar dan cuek
“Iya..Fathir om kita, dan aku tidak mau Selly dekat dekat dengannya” sembari menatap ke arah Axel
“Kalau ternyata yang mendekati Selly itu adalah fathir sendiri bagaimana?”
“Kau membela dia?!” dengan menatap ke arah Axel
Axel hanya diam saja. Sebenarnya Ia tahu selly bukan perempuan yang dengan gampang jatuh hati pada lelaki, tapi kali ini Ia agak sedikit kecewa dengan Selly. terlebih yang Ia dekati adalah fathir Omnya Ia dan Mevi. Axel dan Mevi adalah sepupu yang secara otomatis Fathir adalah om mereka berdua.
*******
“Kebakaran,, kebakaran,,!!!!”
Andra yang baru sampai di depan galeri panik melihat api telah menyala besar di belakang galeri. Orang-orang yang berada disekitar dengan cepat membantu menyiram api yang mulai meninggi dengan peralatan seadanya. Sepuluh menit kemudian tibalah mobil pemadam kebakaran, dengan cepat petugas menyiram dengan selang panjangnya. Namun besarnya api ternyata telah menghanguskan lebih dari setengah bangunan tersebut. Andra terduduk lemas menyaksikan usahanya telah hilang seiring memadamnya api, koleksi lukisan milik Selly hangus terbakar, Koleksi foto miliknya telah hilang tanpa bekas. Kamera canggih ikut terbakar. Ia hanya sempat menyelamatkan satu buah kamera. Karena tempat penyimpanan barang barang pentinglah yang menjadi titik awal api berkobar.
“yang sabar ya nak andra” ucap seorang warga yang ikut membantu penyiraman
Andra hanya sedikit menganggukkan kepalanya
********
Perlahan Selly membuka kedua matanya. Ia melihat Agung tertidur di sofa. Ia berpikir hendak kabur dari rumah sakit ini.
“Haduhh dompetku dimana, bagaimana aku bisa kabur kalau tidak membawa uang”.
Matanya tertuju pada dompet dan handphone suaminya yang terletak di meja. Dengan perlahan Selly melangkahkan kaki untuk menuju dompet yang tergeletak. Ia membuka dan dilihatnya ada beberapa lembar uang ratusan ribu. Dengan cepat Ia mengambil semua yang ada dalam dompet tersebut kemudian keluar dari ruangan VIP yang Ia tempati. Agung yang terlelap tidur tidak sadar jika istrinya telah meninggalkan ruangan itu
Pukul tiga sore, agung tersadar dari tidurnya. Ia membuka mata dan dilihatnya tempat tidur telah kosong, Ia menuju kamar mandi, dan ternyata Selly tidak berada disitu.
“Suster istri saya mana sus” ucap Agung pada seorang suster yang berada di meja piket
“Rian, tolong kirim orangmu untuk mencari Selly,,dia kabur” ucapnya dalam telpon
“Jangan bodoh kamu selly,, perutmu masih luka” dengan perasaan bingung dan cemas Agung melangkahkan kakinya menuju mobil
“Anak itu tidak mengerti kalau aku begitu sayang dan mencemaskan dirinya”
********
“Mana suamimu” Ucap Agung pada Anggita
“Aku sudah mengusirnya”
“Dimana dia sekarang”
‘Kau mencari fathir atau mencari istrimu?” sahutnya dengan sinis
“Dua duanya, Dimana Fathir berada?”
“Aku tidak tau dimana dia berada, tapi dia memiliki rumah di Safira Residence”
“Oke,,terimakasih”
“Kalau aku jadi dirimu Agung Rinjadi , sudah aku buang seorang istri yang telah selingkuh” ucap anggita dengan ketus
Agung hanya diam saja, Ia seolah tak menghiraukan apa yang barusan dikatakan anggita padanya. Dengan cepat Ia melajukan mobil menuju safira residence.
“Rian,,, ada perkembangan?”
“Iya ada pak,, ada ibu ibu yang melihat ibu Selly menaiki bus menuju luar kota”
“Apa”
“Iya pak Agung,, ini kita sedang mengejar bus tersebut”
Bukan rian namanya jika orang orangnya tidak mampu mengejar bus dan menyuruhnya berhenti. Di kilo meter delapan selly berhasil diturunkan dan dipindahkan ke dalam mobil yang Rian kemudikan.
“Rian aku mohon padamu, tolong lepaskan aku” ucap selly dengan mengiba di kaki Rian. Merasa nyonya besarnya bersimpuh dihadapannya Ia ada perasaan tidak enak,
“Tapi bu Selly, pak Agung sangat mengkhawatirkan ibu”
“Aku mohon Rian,, aku mohon”
“Kau tahu bagaimana Ia memperlakukanku sangat sangat buruk “ sembari menatap mata Rian memohon agar Ia dibiarkan pergi
Rian bersama timnya saling tatap tatapan
“Bagaimana ini” pikirnya dalam hati
Hampir saja Rian melepaskan Selly untuk kembali ke dalam bus tersebut, tetapi mobil Agung lebih dulu sampai sebelum Rian mengambil keputusan untuk melepaskan selly. Tanpa banyak bicara Agung dengan cepat memindahkan selly ke dalam mobilnya.
“Jalan pak”
Sopir pun melajukan mobilnya menuju rumah kediaman Agung. Sepanjang perjalanan Agung dan Selly diam membisu.
“Sialan” ucap Selly dalam hati
Agung yang melihat muka Selly masih pucat karena Ia belum sembuh, diraihnya Selly dan mendekapnya di dalam pelukan. Selly yang masih lemah untuk memberontak dibiarkan saja apa yang dilakukan suaminya terhadap dirinya. Hingga akhirnya Ia terlelap tidur dipelukan suaminya.
*******
“Istirahatlah Sell,, aku akan menemanimu disini”, sembari menarik selimut untuk menutupi selly yang terbaring di tempat tidur.
Agung membaringkan tubuhnya di sebelah Selly. Letih badan dan pikiran kini menghinggapi Agung rinjadi. Sebelum Ia memejamkan matanya, dilihatnya Selly yang masih pulas sejak dari mobil tadi.
Dret,, drett. Panggilan masuk dari Imelia
Agung mematikan panggilan masuk, Namun panggilan terus saja berbunyi. Hingga akhirnya terpaksa Ia mengangkat panggilan dari wanita itu
“Kenapa” Tanya Agung dengan kasar
“Pak agung,, kenapa tidak ada lagi kabar akan menikahi ku?”
“Jangan pernah kau menelpon ku lagi”
“Datang kerumah tidak boleh, nelpon tidak boleh! Nanti lama lama akan aku sebarkan ke media, baru anda paham ya pak agung!” ucap Imel mengancam
“Kau mengancamku”
“Iya “
Agung langsung mematikan Hp nya.
“Aarghhh Sialan”
********
‘Maaf cari siapa pak’ ucap bi timah yang sedang menyapu halaman depan
“Agung rinjadi’ ucap fathir sembari berdiri di depan mobilnya
Tidak berapa lama muncullah Agung dari arah samping
“Kau mencari ku”
“Iya…. Dimana Selly?”
“Apa kepentingan mu mencari istri orang”
“Aku hanya ingin bertemu dengannya sebentar saja, setelah itu aku akan pergi dari sini”
“Aku tidak mengizinkannya meskipun hanya sedetik!”
“Oh,, pantas istrimu berpaling darimu,, seorang Agung yang sangat posesif tidak tentu arah”
Bughhh. Tinjauan keras menghantam rahang Fathir dengan tiba-tiba. Namun dibalas oleh fathir hingga akhirnya satpam dan bodyguard Agung melerai mereka
“Baiknya bapak pergi dari tempat ini” ucap seorang satpam
Fathir melangkahkan kakinya menuju mobil dan pulang.
*****
“Pak Agung, Ini sedikit agak gawat pak”
“Kenapa lila” Ucap Agung ditelpon
“Tadi Imelia ke kantor dan Dia mengancam Rian, Dia Bilang akan memberitahukan media jika bapak tidak menikahinya?”
“Iya,, tadi dia juga menelpon dan mengancam saya”
“Jadi Bagaimana pak ?”
“Biarkan Saja apa mau Dia?”
Agung langsung mematikan telponnya.
Mari slng mendukung