Devano Garendra, merasa bosan dengan pernikahannya bersama sang istri hingga membuatnya bermain perempuan di luar sana.
Sebagian Alice, yang baru saja memulai kehidupannya yang baru harus kembali di pertemukan dengan sosok yang cukup lama bersamanya.
Akankah mereka kembali mengulang masa lalu yang pernah di lewati bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 10
Rendra bahkan meninggalkan meetingnya begitu saja saat mendapatkan kabar dari asisten-nya jika orang suruhannya datang.
Brak!
Rendra membanting pintu ruangan kerjanya begitu saja dan langsung membuka amplop coklat yang di bawa orang tersebut.
Dia membukanya tergesa-gesa, dan membaca semua itu dengan singkat.
Mengetahui apa isinya membuat Rendra meremas kertas tersebut. Tatapannya benar-benar terlihat mengerikan.
"7 tahun lalu, Alice pernah menggugurkan kandungannya. Kamu sudah menyelidiki semua ini dan bahkan dokternya juga sudah kami temukan. Apa bapak mau bertemu dengan dokter tersebut?" tanya orang bayarannya.
Mendengar hal itu membuat Rendra menatap kearahnya, dan mereka langsung berangkat saat itu juga. Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.
Jika sampai memang benar, bahwa wanita itu pernah mengandung, dan menggugurkan kandungannya. Demi Tuhan, Rendra tidak akan pernah memaafkannya.
Dia sangat yakin jika anak yang digugurkan itu adalah anaknya. Karena waktunya terlalu singkat, setelah perpisahan mereka dan berita tentang menggugurkan kandungan tersebut.
"Bawa aku menemui dokter tersebut! dia harus mempertanggungjawabkan semua ini jika memang benar bahwa wanita itu menggugurkan kandungannya!" kata Rendra yang terlihat marah.
Bagaimana jika wanita itu benar-benar menggugurkan kandungannya? itu artinya dia telah membunuh anaknya.
"Baik, Pak." jawab di mana suruhan tersebut.
Mereka langkah menuju tempat di mana dokter tersebut berada. Melihat ada beberapa orang yang datang ke rumahnya membuat dokter tersebut sedikit panik.
Siapa mereka, pikirnya.
"Apa benar anda pernah membantu seorang gadis menggugurkan kandungannya?" tanya Rendra yang sudah tidak bisa menahan perasaannya lagi.
Dia benar-benar sangat penasaran dengan berita ini. Apakah memang benar atau tidak.
"Maksud anda?" tanya dokter tersebut yang ingin memastikan semuanya.
Banyak orang yang telah ditolong yang selama ini, dan banyak pula yang menggugurkan kandungannya.
"7 tahun lalu, gadis ini pernah datang pada anda untuk menggugurkan kandungannya!" kata Rendra menyerahkan bukti ke rumah sakit, dan juga foto Alice waktu itu.
"Saya tidak mengingatnya. Begitu banyak pasien yang pernah saya tolong. Dari mulai anak sekolah, wanita simpanan, atau bahkan wanita yang berasal dari dunia malam. Jadi saya tidak bisa mengingat satu persatu pasien yang datang pada saya waktu itu." jawabnya jujur karena memang itu kenyataannya.
Mendengar jawaban dari daftar ini membuat Rendra merasa marah. Dia tidak mendapatkan jawaban apapun di sini. Tapi hatinya sakit sekali saat mengetahui bahwa wanita itu ternyata pernah menggugurkan kandungannya.
Itu artinya, dia membutuhkan dagingnya sendiri. Tidak! Rendra tidak akan pernah memaafkannya.
"Cari tau lebih banyak lagi!" titahnya kepada orang suruhannya, membuat mereka langsung pergi meninggalkan rumah dokter tersebut.
Sementara itu, dokter tadi masih mengingat dengan jelas. Siapa perempuan yang berada di dalam foto tersebut. Bahkan namanya saja dia masih ingat.
"Elisa, kamu benar. Dia datang, setelah 7 tahun berlalu." gumamnya menyadari apa yang pernah mereka bicarakan dulunya.
Ya, Elisa atau Alice memang pernah ingin menggugurkan kandungan waktu itu. Tapi dia tidak jadi melakukannya, setelah mendengar suara detak jantung bayinya untuk pertama kali.
Disanalah dia menangis sejadi-jadinya, dan merasa sangat berdosa karena telah berpikir untuk menggugurkan kandungan yang waktu itu.
"Dimana kamu sekarang, Nak? Ayah dari anak mu sudah datang." gumamnya lagi, setelah mengingat apa yang pernah terjadi di masa lalu.
Dia sempat mengatakan pada Elisa waktu itu, jika suatu saat dia akan bahagia dengan kehidupannya bersama dengan anaknya. Dia ya, karena hal itu pula dia tidak jadi menggugurkan kandungannya..
"Semoga kamu baik-baik saja dengan anak kamu, Nak." ucap dokter tersebut mendoakan hal baik untuk sosok yang sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri.
Sedangkan Rendra, dia semakin terlihat matah dan emosi karena tidak mendapatkan kabar apapun.
"Cari! aku ingin kalian membawanya padaku! Aku akan membuat yang menyesal karena berani membunuh anakku!"
"Baik, Pak. Kami mengerti!" sahut dua orang yang berada di depannya saat ini.
***