Mengisahkan Perjalanan kisah cinta Adel Emanuella Sanjaya anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Max Sanjaya dan ibu Jenny Andreas. Kisah ini berawal ketika Adel berkenalan dengan seorang polisi yang identitasnya sengaja di rahasiakan karena tugas negaranya. Di pertemukan lagi ketika Adel sudah menjadi seorang dokter. Saat itu Adel Emanuella Sanjaya baru tahu bahwa Karel Imanuel Barnabas seorang perwira Kepolisian berpangkat Iptu. Apakah cinta mereka bisa bertahan menembus segala cobaan dengan profesi Karel yang adalah seorang intel??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tahun Baru di Paris
Sehari sebelum perayaan misa natal, Kami sekeluarga pergi ke konser natal di katedral Arktik. Disana mereka menikmati berseluncur dengan kereta seluncur anjing, memberi makan rusa dan melihat budaya dari masyarakat sami, yang adalah Masyarakat asli setempat. Setelah bermain dan menikmati suasana di sekitar Katedral itu. Kami berbelanja. Karena malam natal kita akan makan bersama. Karel, Kaleb dan orangtua serta tante Nunik sudah sepakat untuk tukar - tukar kado natal. Dan mereka menyiapkan kado itu buat semua.
Pagi hari di tanggal dua puluh empat, kami sudah menyiapkan makan malam natal, rencana pulang gereja kami akan makan bersama dan dilanjutkan dengan tukar kado. Sore hari semua hidangan natal sudah tersedia.
Pulang dari Gereja mereka menikmati makan malam natal. Adel ingin merasa wine. Namun Karel batasi. Memang dia sudah beli khusus buat ibu hamil. Namun hanya sedikit yang Karel berikan. Akhirnya dia juga tidak minum wine yang banyak.
Mereka berdoa bersama dan saling bersalaman natal, tiba acara tukar kado. Resa dan Simeon yang me dapat kado banyak dari kami. Karena kami semua memberi kepada mereka berdua. Namun jumlah kado yang banyak masih dipegang oleh Adel Emanuella Sanjaya. Mertuanya memberi dua hadiah masing - masing jadi total empat. Tante Nunik dua, kakak Kaleb juga dua. Dan suaminya sendiri memberi kalung dan cincin daimon yang sudah dia beli waktu di Dubai.
"Mewah baget???"
"Untuk orang spesial di hati mas." Adel memberi ciuman di bibir suaminya namun oleh Adel di tutup oleh tangannya waktu mencium suaminya. Namun Karel melepas tangan istrinya.
"Dasar laki - laki napsu. Maksudnya??"
"Biar kalian kaum Adam disini iri."
Kaleb langsung melempar batal kursi kearah adeknya. Resa dan Simeon hanya geleng - geleng kepala melihat tingkah komandan mereka.
Tanggal dua puluh lima, kota Tromso sepi tidak ada aktivitas sampai tanggal dua puluh enam. Tanggal dua puluh tujuh mereka kembali ke kota Oslo dan melakukan penerbangan ke Prancis. Mereka akan menikmati malam tahun baru di kota ini. Suhu udara di Perancis tidak sedingin di Norwegia.
Keluarga menyewa satu apartemen mewah yang dekat dengan menara eiffel di kota Paris. Sengaja mereka menyewa apartemen agar mereka semua bersama. Suhu di kota ini berkisar empat derajat. Karena masih dalam suasana natal, masih ada pasar natal. Dan Karel membawa istrinya berjalan- jalan di sana sambil mencari kuliner khas kota ini.
"Mas.... Sepertinya aku perempuan beruntung yang menikah dengan kamu?? Padahal dulu kamu usil sekali." Karel tersenyum.
"Baru sadar kamu sayang. Kamu itu diratukan, bukan oleh aku saja tetapi seluruh keluargaku. Karena berbeda, kamu sopan, ramah dan tidak sombong. Aku itu beruntung punya kamu. Karena kamu tidak melihat orang dari hartanya."
Seperti biasa Karel bersama dua anggotanya akan membuat laporan keberadaan mereka di kota ini. Malam hari disebuah restoran, Karel tidak menyangka akan bertemu dengan keluarga dari Jack Omar.
"Dokter Adel.... Senang bertemu dengan dokter. Selamat natal dokter."
"Terima kasih Ethan. Selamat natal juga ya. Ethan sehat kan??"
"Puji Tuhan Ethan sehat dokter. Dan sekarang sudah menjadi pengawal mami dan Eliana adikku."
"Dokter senang mendengarnya."
Lalu kami semua mengucapkan selamat natal satu dengan yang lainnya. Keluarga Omar membayar makan malam bagi kami sekeluarga. Ucapan terima kasih, atas pertolongan Adel bagi Ethan anak mereka. Bukan hanya itu, Elisabeth bersama Ethan ke toko barang branded yang ada di sebelah restoran membeli hadiah natal buat Adel.
"Ini sangat banyak sekali. Pekerjaan saya melayani orang sakit. Yang menyelamatkan itu Tuhan bukan saya Ethan."
"Iya. Tuhan sayang kepada Ethan lewat tangan dokter Adel."
"Sekali lagi terima kasih ya Ethan dan keluarga."
Ketulusan Adel dan kerendahan Adel terlihat. Dia tidak sombong. Itu yang membuat Karel jatuh cinta, bahkan jatuh hati kepada seorang Adel Emanuella.
"Sa, benar Karel suka sama Adel dari dia masih mahasiswa kedokteran. Kamu kan sering bersama dia."
"Iya kak. Dari Adel masih praktek. Kami sudah ditugaskan mencari informasi tentang Adel."
Malam tahun baru, Adel dan Karel tidak bisa ke gereja, karena perut Adel sedikit keram. Mungkin kelelahan. Pagi tadi, Karel sudah membawa berobat ke dokter kandungan. Dan disarankan Adel harus beristirahat, agar bisa terbang dengan pesawat lagi.
Akhirnya Karel menemani istrinya menikmati pergantian tahun lewat jendela kamar mereka di apartemen. Ada pesta rakyat semua pergi menikmati, hanya Adel dan Karel.
"Mas....."
"Ya sayang..... Kamu tidak sedihkan merayakan tahun baru di kamar."
"Tidak, aku akan sedih jika terjadi sesuatu sama kamu sayang. Keselamatan kamu itu yang penting. Itu kebahagiaan mas."
"Terima kasih suamiku."
"Selamat tahun baru sayang Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita berdua selalu."
"Amin. selamat tahu baru suamiku."
Pukul dua belas lewat lima menit. Mertua Adel bersama tante, kakak dan kedua ajudan Karel sudah kembali ke apartemen. Pesta rakyat itu sangat meriah. Mama mertua dan tante Nunik membeli barang - barang menarik buat Adel.
"Adek..... Istrimu sayang."
"Sudah tidur ma."
"Tidak ada masalah."
"Puji Tuhan aman ma."
Barang - barang yang dibeli mama dan tante sudah disimpan di kamar mereka. Di ruang keluarga apartemen para lelaki membahas tentang seorang Jack Omar. Waktu pertemuan mereka kemarin. Karel masih memperhatikan Jack yang selalu curi pandang kepada istrinya. Hal yang sama juga dilihat oleh Kaleb dan papa juga dua ajudan Karel.
"Kakak curiga, macam dia mendapat banyak informasi tentang Adel."
"Atau jangan penculikan Adel waktu itu ada hubungannya dengan dia??"
"Aku juga curiga. Karena waktu aku di Bali, aku sadar bahwa laki - laki yang menatap Adel di pantai waktu itu adalah Jack. Karena baju yang dia kenakan di Bali sama dengan di Afrika padang savana."
"Kita harus jaga Adel baik - baik??"
"Kalian jangan buat mama takut ya."
"Ini baru tindakan waspada."
"Kalian tahukan, waktu peristiwa itu Adel trauma, apalagi dia mengalami keguguran. Mama ngak mau kejadian itu terjadi."
"Kaleb akan berangkat ke Jakarta dulu. Satu minggu disana. Baru kembali ke Amerika."
Penerbangan kembali ke Jakarta mereka lakukan pada tanggal tiga Januari. Setelah masa istirahat Adel selesai dan mendapat surat ijin terbang. Dan tanpa di duga. Keluarga Jack Omar juga terbang dengan pesawat yang sama menuju ke Dubai. Dan dari bandara Doha di Dubai, mereka akan terbang ke bandara Soekarno Hatta di Jakarta.
"Hallo dokter." Ethan datang menghampiri Adel karena melihat dokternya di kuris roda.
"Hai Ethan."
"Dokter sakit??"
"Tidak dokter sehat, hanya sudah engap kalau jalan. Terasa lelah."
"Iya kan dokter lagi hamil. Sehat - sehat ya dokter. Saya sangat berutang budi sama dokter. Atas kebaikan dan pelayanan dokter buat Ethan. Tidak bisa saya lupa." Adel hanya tersenyum dan mengucapkan terima kasih.
Ketiga laki - laki Barnabas menjaga putri mereka. Bahkan tidak ada cela bagi laki - laki buaya darat itu melihat Adel. Karena Adel menggunakan kursi roda maka dia yang di utamakan naik ke pesawat bersama keluarga. Mereka semua ada di bisnis kelas.