NovelToon NovelToon
Bulan Yang Terbelah

Bulan Yang Terbelah

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:106.2k
Nilai: 5
Nama Author: Luna Hanayuki

Bulan adalah lambang kecantikan seorang wanita. Bulan yang terbelah menceritakan tentang perjuangan seorang laki-laki bernama Arzie yang mencari keluarganya. Dia sejak kecil di adopsi oleh seorang keluarga kaya raya di Kota. Setelah dia menyelidiki latar belakang keluarganya, ternyata dia mempunyai dua orang adik kembar perempuan. Dan pada salah satunya Arzie jatuh cinta kepadanya sebagai seorang laki-laki dan perempuan. Bagaimana dia menyatukan lagi kedua adik kembarnya yang berbeda karakter. Kirani dan Keren, yang dibesarkan oleh keluarga yang berbeda latar belakang negara dan budaya. Jepang dan Indonesia. Arzie harus menempatkan diri bukan saja sebagai seorang laki-laki tegar namun juga seorang kakak yang penyayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luna Hanayuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Yang Sesungguhnya

Minggu pagi Kira dan Kakak nya berada dirumah saja. Mereka menghabiskan waktu berdua di halaman belakang. Kira membawakan sepiring bakwan hangat yang baru di gorengnya, serta secangkir coklat panas buat menemani mereka.

"Ini minum nya, Kak"

"Terima kasih, sayang ..."

Kira duduk bersisian dengan kakaknya. Dia menyandarkan kepalanya pada lengan kakaknya. Mengobrol dan menghabiskan waktu santainya berdua.

"Keren tak bisa dihubungi, Kak?"

"Iya, ponselnya dari tadi pagi tidak aktif"

"Kamana dia ini? Apa dia jadi pulang ke Indonesia? Sekolahnya libur kan, Kak? Apa kemarin dia tidak mengatakan sesuatu pada Kak Arzie?"

Hahahhahaa.... Arzie tertawa mendengar rentetan pertanyaan adiknya.

"Iiih... Kenapa malah tertawa sih, Kak?"

"Habisnya pertanyaanmu berentet sekali? Panjang dan banyak seperti gerbong kereta api"

"Malah meledek ... "

Kira ngambek lalu menggeser duduknya dari kakaknya. Dia kesal sekali diledek seperti itu, padahal dia benar-benar mengkhawatirkan Keren. Arzie mendekat dan memeluk adiknya yang sedang merajuk.

"Maaf, sayang... Jangan merajuk begitu dong. Jelek tahu"

"Biar saja!!"

"Kak Arzie tahu kamu khawatir sama ,Keren. Sabar saja mungkin dia sedang men-charge handphone nya"

"Hmm ..."

"Senyum dong, sayang. Jelek tahu kalau merenggut begitu!"

Kira tersenyum lalu memeluk kakaknya. Baginya kakaknya adalah laki-laki paling hebat didunia ini.

******

Drrr... Drr...

Posel Kirani berbunyi. Dia baru saja selesai membersihkan diri dan ganti pakaian saat itu. Dia melihat layar ponselnya.

"Keren??!"

"Hei, aku sudah di bandara. Jemput aku ya"

"Haah... Kenapa kamu tidak bilang dari tadi padi, Keren. Ya, sudah aku bilang Kak Arzie dulu. Tunggu saja disitu"

"Jangan lama-lama"

"Sabar. Salahmu sendiri memberi tahu mendadak"

Kirani menuju kamar kakaknya. Dia memberitahu Arzie tentang kedatangan Keren.

Tok... Tok...

"Kak ..."

Cekreeeeekkk ...

"Ada apa, Dek?"

"Barusan Keren menelepon, dia sudah di bandara"

"Dibandara?"

"Ya, benar, Kak"

"Ya, sudah ayo kita jemput dia. Tunggu dibawah ya, Kak Arzie ganti pakaian sebentar"

Kira menuju lantai bawah, menunggu kakaknya berganti pakaian. Tak lama Arzie turun dan mereka langsung berangkat menuju bandara.

Sore ini jalanan agak macet, berbarengan dengan orang-orang yang pulang kerumah menghabiskan akhir pekannya. Satu jam setangah jam kemudia baru mereka sampai di halaman parkir bandara.

"Aku di ruang tunggu"

Begitu pesan yang masuk pada ponsel Kira saat mereka di perjalananan tadi. Mereka menuju ruang tunggu, Kira mempercepat langkahnya menuju ruang tunggu. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti. Dia terdiam.

"Ada apa, Dek", tanya Arzie yang berada dibelakangnya.

Kira tak menjawab dia hanya diam dan menundukkan kepalanya. Dari arah ruang tunggu, Arzie melihat Keren sedang bersenda gurau dengan Alexi. Mereka terlihat akrab sekali. Mereka duduk berdekatan. Sangat dekat. Melihat itu Arzie paham apa yang terjadi. Kira pergi menjauh dari sana. Arzie mengejarnya. Dia memeluk adiknya, mentransfer kekuatan pada hati adiknya yang rapuh ini.

Kira menangis dalam pelukan kakaknya. Arzie hanya bisa menenagkan nya saja, memeluk adiknya lebih erat. Dia tahu Kira merasa sakit hati melihat kedekatan Keren dan Alexi. Setelah tenang, Arzie menghapus bekas airmata pada kedua pipi adiknya. Dia mengantarkan Kira ke depan pintu toilet untuk membersihkan wajahnya.

"Cuci wajahmu, jangan sampai Keren melihat bekas airmata mu", kata Arzie.

Setelah mencuci mukanya dan memoles sedikit bedak tipis dan liptint, Kira keluar dari toilet. Mereka menemui Keren yang saat ini sudah sendirian menunggunya.

"Keren..."

"Kak Arzie, Kira ... Hampir karatan pantatku menunggu disini"

"Maaf ya, Dek. Sore ini jalanan mecet sekali. Kamu juga mendadak memberi kabarnya"

"Niatnya buat suprice, Kak"

"Ya sudah, yuk ... Kita pulang"

Arzie berada dibelakang kemudi. Kirani duduk di bangku sebelahnya, sedangkan Keren duduk dibangku tengah mobil. Sepanjang perjalanan Kira hanya diam. Dia tak banyak bicara.

"Kamu sudah sembuh, Ra?. Ko tumben diam saja. Apa masih kurang sehat?"

Arzie melirik pada Kira. Kira menoleh kebelakang, dia tersenyum.

"Alhamdulillah ... Sudah baikan ko. Cuma agak capek saja hari ini, sedang banyak tugas dari sekolah"

"Lupakan dulu tugasmu itu. Yang penting jaga kesehatanmu, jangan sampai sakit lagi. Bukan kah sebentar lagi sekolahmu akan ujian?"

"Iya..."

"Kita makan malam diluar saja, ya Dek ... Mumpung sekalian kita sedang di perjalananan"

"Boleh juga", jawab Keren. Kira menganguk.

Mereka makan malam disebuah restoran mewah. Untuk seukuran pengusaha muda yang sukses seperti Arzie, ini bukan perkara sulit. Yang sulit baginya adalah menyatukan hati kedua adik kembarnya yang ternyata menyukai orang yang sama.

"Dek, bersikaplah sebiasa mungkin di hadapan, Keren. Kak Arzie tahu perasaanmu, tapi Keren tak bersalah dalam hal ini. Dia pun mungkin tak tahu perasaan mu itu. Jadi Kak Arzie minta kamu bersikap bijaksana, ya... Dek"

"Iya, Kak"

Arzie membujuk Kirani saat Keren pergi ke toilet restoran. Arzie berharap keduanya bisa saling mengerti dan memahami satu sama lainnya.

******

1
Henym
Luar biasa
Erni Wati
ceritanya bagus ,menginspirasi
🌻Ruby Kejora
Hai kaka aku mampir
Salam kenal 💐💐
Rini Apriyanti
Selalu bagus n konfliknya g berbelit2
sendok garpu
arzie gak ada jodoh nya..aduh sayang banget laki2 sebaik dia gada tambatan hati..atw belum nemuin kali yaa.
tambatan hatinya..tp best buat author nya.ceritanya sedeeep beneeerrr
Luna Hanayuki: terima kasih kk
total 1 replies
sendok garpu
degdegan tp sedep..bikin tegang
sendok garpu
terjemahannya dipisah jd aku agak loading🤭
💫✰✭𝓜𝓾𝓻𝓽𝓲𓅓 𓆊 𝕽𝖈⃞⃟〠
good luck kak Luna👍, dpt pljrn baru bahasa asing'a juga, semangat trs kak luna
Luna Hanayuki: ashiiaaap
total 1 replies
Niyusa Bina 💝💝
mmpir
Tri Purwantii
keren dan Kirani saudara kembar dan arzie kakanya
Luna Hanayuki: yuhuuu, 100
total 1 replies
Didit Pindo
bagus tapi agak terganggu dgn bahasa asing ygterjemahannyaterpisah gimana kalau langsung d bawahnya
Luna Hanayuki: do it next
total 1 replies
N I A 🌺🌻🌹
selalu suka ama karya2 mu thor yg selalu beda dg novel2 lainnya dan pastinya keren2 karyamu2
sukses selalu thor
Luna Hanayuki: terima kasih kakak. maaf kalau banyak cerita yang membosankan.
total 1 replies
Yusniar Zebua
lanjut
Fitri Ainin Mudawamah
yaa mereka tiga brsaudars arzir kirani kerren
Rina Widiyanti
napa aku nebak alexi itu abang kira
Kiki Oktavia
bingung cerita nya ada 2 alur
Ratmi Cikino
coba bhsa jpang dan artinya jgn dpisah...jd bs ngerti ceritanya lbih gampang...
Rusnah Madani
Terima kasih thor cerita Nya bagus, nggak ribet2 amat
Luna Hanayuki: terimakasih kk
total 1 replies
Darah Biru (Bangsawan)
rate bintang ⭐⭐⭐⭐⭐🤗 saling mendukung ya Thor
Ellaa🎭
izin ya thor 🙏🌹

mampir juga yukk ke karyaku judulnya
'Kay and Say'🥰🥰
jangan lupa mampir ya siapa tau suka 🤗🥰

semangat terus kak author nya 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!