Adelia yang sedang mencari teman masa kecilnya tidak menyadari bahwa yang ia cari ada didepan matanya.
Devan!
Pria yang menyelamatkan Adel 12 tahun lalu
"Akhirnya aku menemukanmu,"
Adel benar-benar bahagia, tapi tidak sampai saat dia tau bahwa laki-laki yang ia cintai sudah dijodohkan belasan tahun yang lalu.
Kini Adel frustasi dan pergi meninggalkan laki-laki itu dan memulai hidup baru di negeri orang.
Apakah mereka akan bertemu kembali?
Apakah rasa yang mereka miliki sebelumnya akan kembali?
Apakah mereka benar-benar ditakdir kan untuk bersama?
Baca kelanjutannya agar rasa penasaran kalian terbayar.
Jangan lupa like, vote dan tambahkan sebagai favorite.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nilam Hayatul Husni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali
Sudah satu bulan sejak pembahasan cita-cita kemarin di kantin. Sekarang Adel, Devan dan yang lainnya tengah berada di sebuah Villa di suatu tempat.
Tempat yang begitu indah, begitu sejuk dengan ditambah pemandangan yang memanjakan mata.
Udara yang tidak bisa dihirup bebas di Ibukota. Udara yang hanya bisa dihirup di daerah pegunungan.
Ya! Sekarang mereka tengah berlibur dan berada disebuah Villa milik keluarga Mia. Mereka berlibur untuk merayakan Ujian Nasional (UN) yang telah berlalu dan membuat kenangan sebelum mereka benar-benar terpisah olah jarak dan waktu.
***
Adel tengah membereskan barang-barang yang dibawanya namun Dina mengajak Adel dengan terburu-buru untuk melihat pemandangan diluar.
Suasana pegunungan yang sunyi yang membuat suara air mengalir terdengar sangat jelas ditambah sekarang didepan mereka terdapat cahaya berwarna orange menandakan matahari akan surup. Pemandangan yang indah yang susah didapat di Ibukota.
"Del, liat deh! Indah banget tau." ucap Dina seraya menunjuk kesana kemari.
Adel hanya mengangguk mengiyakan, sungguh keindahan yang tiada duanya.
Saat Dina memejamkan mata untuk menghirup dalam-dalam udara disana, tiba-tiba Kribo datang mengangetkan Dina yang membuatnya hampir terjatuh.
"Dorr!" suara lantang Kribo mengagetkan Dina. Tak lupa juga dia memegang kedua tangan Dina agar tidak jatuh ke jurang dihadapannya.
"Ahh!" teriaknya kaget dan setelah itu Kribo berlari untuk menghindari pukulan tajam Dina dan kini Dina pun mengejarnya meninggalkan Adel sendirian disana.
Adel hanya tersenyum manis melihat kelakuan kedua orang itu dan ketika dia sedang menikmati alam disekitarnya tiba-tiba seorang pria datang dari belakangnya.
Pria itu memegang pundak Adel dengan lembut setelahnya dia membuat Adel jatuh dalam pelukannya. Pelukan hangat dengan suasana yang hangat pula.
Sekarang Adel ditemani Devan menikmati keindahan alam didepannya. Namun itu semua tidak berjalan lama sejak Adit datang memghampiri mereka berdua.
Adel membuat Devan melepaskan tangannya dari tangan Adel. Dia mengubah suasana canggung menjadi lebih canggung dengan meninggalkan mereka berdua. Karena Adel tau bahwa ada sesuatu yang ingin Adit sampaikan pada Devan terlebih dia tau masalah kekasihnya itu dengan Adit.
"Kamu jangan sia-siain kesempatan ini. Perbaiki hubungan kamu sama Adit. Semangat sayang," ucap Adel berbisik lalu pergi
Adit yang melihat itu langsung mendekati Devan, dia duduk disebuah bangku yang terbuat dari akar besar.
Adit sudah berusaha dengan mengatakan bermacam-macam tapi itu tidak membuat Devan tergerak sedikitpun hingga akhirnya
"Kalo ini yang lo mau, gue gak bisa maksa. Tapi inget Dev gue gak pernah lupain persahabatan kita." perkataan Adit sebelum dia benar-benar meninggalkan Devan sendiri.
Selangkah dua langkah Adit pergi namun tetap tidak ada jawaban apapun dari Devan.
Adit pergi dengan kegagalan lagi, dia sudah berjuang agar persahabatannya kembali namun jika seperti ini terus Adit akan lelah dan kini dia sudah pasrah dengan Devan.
***
"Ahh.. Akhirnya, kenyang juga." ucap Mia setelah selesai makan malam
Kini semua orang sibuk dengan kegiatan masing-masing, Bianca dan Adel tengah membereskan sisa makan malam tadi, Kribo dan Dina tengah asik menonton film horor, Fathur dan Mia sibuk pacaran dengan menikmati keindahan malam di luar.
Adit?
Dia tengah menikmati malam yang sunyi di depan Villa, dia duduk di bangku yang terbuat dari akar. Dia sedang menjernihkan pikirannya namun semua itu terhenti tatkala seorang pria mulai mendekati Adit dari belakang
"Gue inget, selain lo suka fisika lo juga suka astronomi," ucap pria itu duduk di dekat Adit
Dia memberikan secangkir coklat panas pada Adit.
"Lo juga suka coklat panaskan?" tambahnya mengingat masa lalu
Dengan mendengar semua perkataan itu Adit mulai tersenyum, Devan yang dia kenal sudah kembali.
semangat
lanjut thor...sering2 UP ny