Alina Anastasya gadis cantik berumur 23th yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tiba tiba orang tuanya menghubungi nya untuk cepat pulang.
"hallo Alin ini ibu cepat kamu pulang kakak mu sedang kritis" mendengar ibunya yang sangat panik
"hallo ibu ada apa bicara pelan pelan kak Andin kenapa Bu?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 13
Perjalanan yang cukup jauh mengantarkan Alina dan Tio ke pantai deburan ombak dan semilir angin yang terasa menembus tulang,kalau tau dia mau ngajak gue ke pantai gini gue bawa jaket ini dingin sekali ya tuhan.
Tapi seolah tau Alina kedinginan Tio memberikan jaket nya kepada Alina
"Kak kenapa kamu ngasih jaket nya ke aku nanti kamu kedinginan?" ucap Alina
"Gapapa baju ku lebih tebal dari baju kamu,dari pada kamu yang sakit nanti siapa yang jagain Ezra"
"Oh biar aku gak sakit biar Ezra ada yang jagain gitu"
"Bukan begitu Alina aku gak mau kamu sakit"
"Iya aku tau kak aku hanya penjaga Ezra aja kok"
"Alina bukan seperti itu"tio bingung sendiri karena mood Alina sudah berantakan
"Udah jangan dibahas lagi kita kesini mau ngapain"
"Gapapa Alina biar kamu gak suntuk aja harus setiap hari mengurus Ezra sekali sekali kamu juga harus jalan jalan"
"Hmmm"
"Ayo kita kesana"
Tio menggandeng tangan Alina,apa apaan lagi ini kenapa dia sekarang suka sekali bersentuhan meskipun begitu tapi Alina tidak menolak nya.
Mera duduk di pinggir pantai menatap laut yang gelap gulita hanya terdengar deburan ombak.
"Kenapa sih kak ngajak aku kesini malam malam mana gak bisa liat apa apa"
"Gapapa tadinya aku mau ngajak kamu tadi sore tapi melihat mood kamu yang tidak bagus aku takut kamu menolak nya"
"Terus ini mau ngapain,lebih baik baik kita pulang aja kak" saat Alina ingin berdiri tapi tangan Alina ditarik oleh Tio dan kembali duduk
"Apaan sih kak kok di tarik"
"Alina boleh duduk dulu dengan tenang,Alina dulu sebelum aku di jodohkan dengan kakak mu aku pernah menjalani hubungan dengan seseorang yang sangat aku cintai tapi saat kita akan ke jenjang yang lebih serius dia mengkhianati aku,dari situ aku tidak pernah percaya lagi sama seorang perempuan hingga suatu saat mamah tiba tiba menjodohkan aku dengan kakak kamu"
Alina tidak menyela pembicaraan Tio dia mendengarkan nya baik baik
"Awalnya aku menolak karena aku tidak ingin menyakiti nya karena aku tidak bisa membuka kembali hati aku yang sudah tidak dapat mempercayai lagi siapapun,karena mama bersikeras aku menerima nya setiap hari aku selalu sibuk dengan pekerjaan ku untuk menghindari kakak kamu. Bukan karena aku ingin menyakiti nya tapi aku takut ada perkataan atau perilaku aku yang akan menyakiti nya karena aku belum bisa menerima nya,tapi kakak kamu selalu bersikap biasa melayani aku meskipun aku bersikap dingin terhadap nya"
Kasihan sekali kakak ku ternyata dia sangat kesepian sekali kok kakak gak pernah cerita ya kenapa dia memendam nya sendiri.
"Hingga suatu malam saat aku pulang larut malam,dia masih terjaga baru pertama kali dia mengungkapkan isi hatinya dia mengeluhkan semuanya,dan aku mulai tersadar aku berjanji akan belajar mencintai nya.Tapi sebelum cinta itu di mulai Andin lebih dulu meninggalkan aku"
Tidak terasa air mata Alina menetes teringat kakak nya yang ekspresif ceria tapi saat menikah ia menjadi orang pendiam mungkin ini alasan nya.
"Jadi Alina aku tidak ingin mengulang kesalahan aku lagi jika ada yang kamu tidak sukai dalam diri aku kamu boleh bicara sama aku supaya aku bisa memperbaiki nya"
Alina hanya diam memandang ke depan ia tidak harus bicara apa karena semuanya begitu mengejutkan bagi nya.
"Alina"Tio memegang tangan Alina
"Ya aku tidak tau kak kalau kamu mau berubah itu atas dasar keinginan kamu bukan karena orang lain"
"Iya aku tau Alina tapi kalau ada sesuatu yang kamu tidak suka kamu boleh bicara sama aku"
"Iya kak"
"Alina sampai kapanpun aku akan menunggumu sampai kamu siap untuk menjadi istri aku"
"Tapi kak kalau kamu sudah punya cewek lain jangan menunggu aku"
"Aku tidak pernah dekat dengan wanita lain saat andin sudah meninggal,aku ingin kamu menjadi istriku bukan karena Ezra ini karena aku menginginkan kamu menjadi pendamping aku Alina"
Ya tuhan bolehkah aku baper kok kata kata nya manis sekali dia belajar dari mana sih biasanya dia dingin kaya gunung es kok sekarang udang mencair.
"Iya kak tapi aku perlu menyelesaikan masalahku dulu"
"Aku akan tetap menunggu mu Alina sampai kapanpun"
"Sekarang kita pulang dulu ya kak disini dingin aku gak kuat dingin sekali"
"Apa aku peluk hmmm"
"Apaan sih kak kok jadi mesum ayo cepet aku mau pulang"
Alina dan Tio pergi meninggalkan pantai dan pergi menuju mobil nya saat Alina memasuki mobil dia lupa belum memakai seat belt,Tio ingin memesan kan nya tapi jantung Alina berdebar kencang sekali sepertinya Tio juga mendengar nya.
Tapi kenapa lama sekali Alina memejamkan matanya tapi saat Alina membuka matanya Tio sudah ada di hadapannya,Alina tegang sekali melihat Tio dari jarak dekat sekali membuat Alina gugup sekali dan menahan nafas nya dan tiba tiba cup Tio mengecup bibir Alina sekilas.
Alina membelalakkan matanya,ciuman pertama nya Tio mencuri nya dan Tio langsung memasangkan seat belt nya dan duduk kembali.alina baru tersadar dari keterkejutan nya
"Kakak kenapa mesum sekali itu ciuman pertama aku kenapa kakak mengambilnya" Alina marah mencubit tangan Tio dengan kasar
"Ampun Alina maafkan aku"Tio senang dengan marah nya Alina dia tertawa lepas baru kali ini Alina bisa melihat Tio tertawa seperti ini
"Aku gak mau tau kakak harus tanggung jawab itu ciuman pertama aku dan kakak mencuri nya"
"Memangnya sama pacar kamu belum pernah hmm"
"Diam kak! meskipun aku pacaran aku pacaran sehat ya dan aku menjaga nya buat suami ku nanti"
"Beruntung nya suami mu nanti"
"Iya dia gak beruntung karena ciuman pertamaku dicuri sama kamu kak"
"Gapapa toh yang akan menjadi suami kamu itu adalah aku"
"PD sekali anda belum tentu juga aku menerima nya"
"Kalau kamu gak mau aku akan memaksa nya"
"Apaan sih kak kamu kok jadi pemaksaan gitu"
Tio mengusap rambut Alina,apaan sih nih orang kenapa jadi romantis seperti ini kan aku jadi baper alina melupakan kesedihannya dan masalah nya dengan Aryan.
"Awas ya kak kalau kamu tiba tiba lagi seperti itu"
"Memangnya kenapa Alina hmm"
"Ihhh kak awas aja aku bakal pergi dari rumah kakak biarin Ezra kamu sendiri aja ang urus"
"Ihh kok gitu ancaman nya sayang"
"Apaan sayang sayang aku bukan kekasih kamu ya kak"
"Gapapa kalau kamu gak mau menganggap aku kekasih kamu, tapi mulai sekarang kamu kekasih aku Alina"
"Dasar pemaksa"Alina sudah sangat kesal sekali pada Tio