pokoknya baca ajah ya gais
semoga suka!!!
hao chen adalah anak satu-satunya dari walikota hao yang selama kepemimpinannya sangat disukai oleh masyarakat karna tegas dan adil kepada rakyannya
tapi karna suatu kejadian di mana mafia yang ingin mengedarkan narkoba di wilayahnya,walikota hao mengerahkan semua keamanan kota untuk meringkus semua orang- orang yang terlibat
akibat itu pula lah malam berdarah di keluarga hao terjadi pembantaian dan pembakaran kediaman dari walikota hao
dan anak satu-satunya berjuang untuk membalaskan dendam dari keluarganya
Apakah dendam hao chen dapat terwujud ataukah hao chen gagal dan melepaskan dendamnya kita lihat saja nanti
Dan apa yang akan terjadi setelah hao chen mati apakah dewa akan bermurah hati kepada hao chen atau dia akan langsung terlempar di alam baka....
tetep baca terus ceritaku ya kawan ada kultivator nya hehehe...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhiinda Rohma Dinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30 : Gadis misterius
"sudah sampai"terdengar suara lembut yang menggema di hutan suara yang sangat lembut seperti alunan musik
...----------------...
Hao chen dengan sigap mengambil ancang-ancang siap bertarung
"kemarilah" ucap suara lembut itu lagi
"keluarlah" ucap hao chen sedikit berteriak
"aku di goa sebelah selatanmu" ucap suara lembut itu hao chen dengan sikap waspada mengarah ke arah utara hutan tanah kematian
setelah berjalan lumayan jauh benar saja di sana ada gua di samping air terjun yang sangat cantik
"masuklah ke gua" ucapnya lagi
saat baru sampai di mulut gua seperti ada suatu penghalang di mulut gua saat hao chen menyentuhnya terdapat simbol-simbol aneh transparan di sana
"darahmu, teteskan darahmu tuan" ucap suara lembut itu lagi
"siapa sebenarnya kau" ucap hao chen tentu saja dia tak bodoh dia khawatir saat dirinya melepaskan wanita itu dari dalam gua dia akan menyerangnya
"hamba xian yin tuan pengikutmu" ucapnya dengan suara lembut
"teteskan darahmu di simbol-simbol itu" kali ini bukan suara lembut itu ataupun hao chen melainkan dari sisi lain dari dirinya atau si gelap hao chen
"apa kau yakin" tanya hao chen pada dirjnya sendiri
"ya"
dengan cepat hao chen menggigit jarinya dan meneteskannya di simbol-simbol kuno tersebut
Wussssss
angin kencang menerpa dan goncangan dari goa pun sangat hebat pertanda pelindung yang melindungi goa sangat kuat
cahaya emas transparan semakin memudar dan kemudian menghilang dari mulut gua
hao chen masuk kedalam gua dan lebih dalam lagi hingga dia menemukan sebuah aliran air dan batu-batu besar di dalam gua
"tuan" suara lembut itu kembali terdengar dan tiba-tiba saja sosok serba putih muncul dari balik batu
seorang gadis yang sangat cantik hampir mirip seperti hao chen memiliki rambut seputih salju
"siapa kau kenapa kau memanggilku ke sini" tanya hao chen kepada gadis yang ada di hadapannya
"saya pengikutmu ijinkan hamba mengikuti tuan lagi" ucap suara lembut itu
"hao chen biarkan dia ikut aku mengenalnya dengan sangat baik gadis itu" ucap sosok gelap hao chen
"halo gege" ucap gadis putih itu ke pada sosok gelap hao chen
"kenapa kau memanggilnya gege sedangkan kau memanggilku tuan" ucap hao chen bingung
"tak usah banyak tanya sekarang cepat cari naga menyusahkan itu" ucap sisi gelap hao chen karena hao chen harus menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu sebelum usianya menginjak usia 18 tahun atau semuanya akan sia-sia
setelah beberapa saat akhirnya gadis putih yang mengaku sebagai xian yin itu akhirnya mengikuti hao chen
"tuan di kehidupan tuan kali ini siapa nama tuan" ucap gadis putih itu
"hao chen. tunggu kehidupan kali ini memang aku sudah hidup berapa kali gadis putih" tanya hao chen kali ini dia berhenti dan berbalik menghadap gadis putih itu. sekarang hao chen benar-benar percaya bahwa kehidupannya sungguh sangat banyak teka teki
"maaf tuan hamba belum bisa menjawabnya" ucap xian yin yang hao chen ubah menjadi gadis putih itu
xian yin hanya mentap punggung hao chen dengan tatapan sendu
'kau masih sama seperti dulu memanggilku gadis putih' batin xian yin
"dimana naga menyusahakan itu sebenarnya" gumam hao chen yang masih terdengar oleh gadis putih itu
"tuan naga menyusahakan itu berada di lapis 9 lapisan terakhir dan terdalam di hutan ini" ucap xian yin
dengan cepat hao chen berhenti dan berbalik ke arah xian yin namun sesuatu yang tak di inginkan terjadi xian yin tak sengaja menabrak hao chen dan memeluknya
"chen" ucap gadis putih itu namun dengan cepat dia menjauh dari hao chen dan melewati hao chen begitu saja
"siapa kau sebenarnya" ucap hao chen dingin
sebenarnya tanpa sadar tadi saat gadis putih itu memanggilnya dengan sebutan chen hal itu memunculkan sebuah ingatan samar tentang mereka
"maaf tuan xian yin tak bisa mengatakannya" dengan nada sedih dirinya berjalan menjauh meninggalkan hao chen
.
.
.
**like
like
like**
pantes nie novel sepi