Elsya seorang mahasiswi cantik di salah satu kota besar di Indonesia. Dia tak sengaja bertemu dengan seseorang yang menurutnya sangat menyebalkan di suatu mall saat ia dan temannya sedang menonton bioskop
Karena ia telat pulang, ia diberikan hukuman bekerja di kantor teman Papanya. Ternyata bosnya itu adalah orang yang sama dengan dosennya. Yaitu seseorang yang sangat menyebalkan bagi Elsya
Bagaimana Elsya menghadapi perilaku bos sekaligus dosennya itu? Akankah Elsya sanggup untuk bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atanade, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecurigaan Niko
Setelah selesai meminum kopi, Arlan kemudian melanjutkan pekerjaannya. Ia terlihat sangat serius melihat komputer dan berkas berkas yang ada di mejanya
"Sya, sepertinya kita ga bisa melanjutkan kerja sama dengan W Entertaiment"
"Kenapa pak?" Elsya menghampiri Arlan dan duduk di depan Arlan
"Kamu lihat disini, produk kita tidak berkembang pesat ketika bekerja sama dengan mereka" Arlan memperlihatkan data data yang ia pegang
"Lalu kita mau ganti ke perusahaan apa pak? Atau sebaiknya kita minta ganti model saja pada mereka?"
"Saya ga bisa bekerja sama dengan perusahaan mereka karena saya melihat mereka tidak serius. Kita ganti saja Sya, kamu ada rekomendasi siapa model yang cocok untuk kita pakai?"
Tok tok tok
"Pagi bos, kayanya lagi ngobrol serius nih" Niko menghampiri Arlan dan duduk di sebelah Elsya
Arlan pun menceritakan apa yang ia utarakan pada Elsya. Dan Niko memberikan ide yang cemerlang
"Aku rasa aku punya kandidatnya bos"
"Oh ya? Siapa Ko? Dari perusahaan mana?"
"Dia bukan orang yang bekerja di dunia Entertaiment. Aku rasa kita bisa mencoba terobosan baru ini"
"Lalu siapa yang kamu maksud?" tanya Arlan penasaran
"Tak lain dan tak bukan rekan kerjaku bos"
Arlan mengerutkan keningnya. "Maksudmu dia dari perusahaan kita?"
"Bisa dibilang gitu, bisa dibilang tidak juga"
"Siapa sih mas Niko? Aku jadi penasaran"
"Kamu" Niko menjawab pertanyaan Elsya dan itu membuat Elsya mematung
"A.. Aku?" Elsya menunjuk dirinya sendiri
"Iya kamu. Aku rasa kamu cocok untuk menjadi model di perusahaan ini Sya"
"Kenapa aku mas?"
"Coba lihat dirimu, kulit wajahmu sangatlah sehat, kamu kan cantik, lalu terkenal dan jumlah followermu di media sosial itu banyak. Makanya aku kepikiran seperti itu. Lagipula produk kita cocok denganmu Sya. Gimana bos?"
Arlan tampak berpikir sejenak. Dia menimang nimang apa yang dikatakan oleh Niko. Lalu setuju dengan pendapat Niko
"Gimana menurutmu Sya?" tanya Arlan
"Hmm aku harus diskusi dengan orang tuaku dulu pak. Karena dari awal mereka jelas jelas melarangku terjun ke dunia Entertaiment"
"Baiklah. Coba kamu jelaskan situasinya. Aku juga akan bilang pada om Budiman"
"Iya Sya, mudah mudahan mereka setuju"
"Setuju bos kalau yang bilang calon mantunya langsung"
"Biar Elsya dulu yang menjelaskan pada orang tuanya" ungkap Arlan
"Sebentar sebentar. Ada apa ini? Kenapa bos ga berkomentar tadi saat aku menyebut calon mantu?"
"Kamu mau memancingku lagi? Ga pengaruh" jawab Arlan
"Sudahlah mas. Ga usah diteruskan. Kita fokus saja sama pekerjaan kita, ok?" pinta Elsya
"Kalian ini aneh hari ini, apa jangan jangan ada sesuatu diantara kalian berdua yang aku ga tau?"
"Sstt. Sudah ga usah diteruskan" jawab Arlan
"Baiklah kalau begitu aku akan selidiki sendiri"
"Ga usah diselidiki juga kali mas. Kaya apa aja pake acara diselidiki segala" Elsya terkekeh mendengar ucapan Niko
"Baiklah baiklah"
"Oiya apa tugasmu sudah selesai Ko?" tanya Arlan
"Tugas yang mana bos?"
"Yang kemarin sore saya minta"
"Belum, masih proses. Sedang diselidiki oleh anak buahku"
"Baiklah saya tunggu kabar baiknya"
"Siap pak bos"
"Oh iya mas Niko"
"Apa Sya?"
Elsya menghela napasnya. "Mas, aku ga mau lho ya kena masalah sama istrinya mas karena mas tadi muji muji aku"
"Muji kamu? Kapan?"
"Yang mas bilang kalau aku cantik, kulit wajahku sehat" Elsya belum selesai bicara tapi sudah dipotong oleh Niko
"Oh itu bukan pujian untukmu. Itu bagian dari pekerjaanku dan juga untuk menyadarkan bosmu yang tampan ini" Niko terkekeh
"Pokoknya awas aja mas Niko kalau istrinya mas sampai marah sama aku karena hal ini"
"Ga Sya, ga akan. Aku janji. Lagian istriku bukan tipe yang cemburuan"
"Kalau ga cemburu, ga sayang dong?" jawab Elsya asal
"Enak aja. Ga cemburu bukan berarti ga sayang. Biar aku tebak, kamu pasti tipe wanita yang cemburuan ya?"
Elsya mengangkat bahunya. "Entahlah"
"Tunggu tunggu, kalau misalnya papaku membolehkan aku untuk menjadi model produk kita, aku ga mau lho ya pak pakai baju yang terbuka dan beradegan aneh aneh"
"Hahahahaha emang apa yang ada dipikiranmu?" Arlan terbahak mendengar permintaan Elsya
"Bos bos.Aku baru pertama lihat bos tertawa seperti itu. Sering sering gitu dong bos. Biar anak buahnya ga takut"
Arln mengubah wajahnya menjadi datar lagi. "Sudahlah, ga usah dibahas. Selesaikan saja pekerjaanmu sebelum kamu mutasi"
"Siap bos siap. Kayanya bos ini pengen cepet cepet aku mutasi biar bisa berduaan sama Elsya ya. Kalau gitu sekalian saja diresmikan bos. Kan enak kalau sudah halal" Niko terkekeh dan beranjak pergi meninggalkan ruangan Arlan
"Sya. Makan siang diluar yuk" Arlan langsung mengubah sikapnya 180° ketika sedang berdua dengan Elsya saja. Dia berubah menjadi lebih santai ketika bersama dengan wanita yang dicintainya
"Boleh" Elsya memperlihatkan senyuman yang membuat Arlan tergila gila padanya
Arlan bangkit dari kursi kebesarannya dan berpindah tempat ke samping Elsya. "Kamu mau makan siang dimana?"
"Terserah bapak aja"
Arlan mengerutkan keningnya. "Sya boleh aku minta sesuatu?"
"Apa itu pak?"
"Kalau kita lagi berdua aku ga mau dipanggil bapak. Usiaku belum setua itu lho"
Elsya terkekeh mendengar ucapan Arlan. "Terus maunya dipanggil apa?"
"Terserah kamu aja. Boleh panggil kakak, mas, abang, sayang"
Elsya merona ketika Arlan menyebutkan kata terakhir. "Aku panggil mas aja"
"Kenapa kamu menyamakan panggilanku dengan yang lain? Aku mau sesuatu yang berbeda dari mereka"
"Jadi maunya apa dong?"
"Kata terakhir yang aku berikan?"
"Ish itu mah maunya bapak aja. Lagian aku cuma mau manggil kaya gitu ke suami aku nanti" Elsya memukul lengan Arlan dan itu membuat Arlan tertawa
"Baiklah baiklah aku ga akan memaksamu memanggil itu padaku. Kamu boleh manggil mas ke aku kalau kita lagi berdua gini. Tapi kalau lagi kerja, kita harus bersikap seperti sebelumnya"
"Siap laksanakan komandan"
"Yuk kita jalan"
"Tapi ini kan baru jam 11 pak eh mas"
"Ya gapapa. Kan sekali kali kita keluar lebih awal. Lagian ga akan ada yang berani komplain ko"
"Ya iyalah kan bosnya serem. Mana ada yang berani komplain selain aku"
"Ish kamu itu" Arlan mendelik kesal pada Elsya
"Ayo kita berangkat"
"Bentar pak eh mas. Aku ke toilet dulu"
"Baiklah. Aku tunggu"
Sekitar 10 menit kemudian, mereka pun keluar dari ruangan Arlan dan Niko melihat mereka berdua dan menghampiri mereka berdua
"Bos. Mau kemana?"
"Lho kamu masih disini?"
"Memang aku mau kemana bos?" Niko terkekeh melihat Arlan yang sedikit kaget
"Baiklah aku ga akan bilang siapa siapa kalau kalian pergi berdua" ucap Niko
pdhal awalnya bagus banget lo