NovelToon NovelToon
Cinta dari GIA

Cinta dari GIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erlin A Vidiany

Gia azimaika, seorang anak gadis yang terlahir dari keluarga yang berkecukupan namun sederhana. Dia adalah salah satu mahasiswa dari universitas X, keluarganya ketat dalam agama, gia anak yang sudah pasrah akan semua nasib yang dipilihkan keluarganya untuknya. Dari pendidikan, pasangan hidup bahkan semuanya.Dia dicintai oleh dosen di kampusnya tetapi gia tetap menahan diri karena gia tau bahwa percuma memiliki rasa kepada seseorang yang tak akan bisa dimilikinya, karena gia tau orang tua nya pasti sudah menjodohkan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erlin A Vidiany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 (Pertemuan Singkat)

Beberapa jam setelah mereka berbincang , Meira berpamitan

untuk pulang karena merasa tak enak dengan Gia.

Gia berjalan menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya.

Gia mengganti sprei tempat tidurnya.

Naufal ingin segera merebahkan tubuhnya.

“Kok ini sih Gi sprei nya,” keluh Naufal karena Gia sengaja

mengganti spreinya dengan nuansa minion itu.

“Kenapa? Kamu nggak suka? Lucu loh ini,” jawab Gia.

“Kita udah nikah loh Gi, masak iya spreinya beginian, aduuuh

kamu nih ah,” ucap Naufal dengan nada kesal.

“Ya udah aku ganti,” kata Gia singkat dengan memonyongkan

mulutnya.

“Tuh kan mulai ngambek,” ejek Naufal.

“Enggak, siapa yang ngambek coba,” bantah Gia.

Naufal meraih kedua pipi Gia, Naufal mengecup kening Gia.

“Ya udah dong kalo gak mau diganti gak usah marah gini, iya

iya pake ini aja spreinya,” tutur Naufal dengan sangat lembut.

Gia tersenyum pada suaminya dan langsung melingkarkan

tangannya di pinggang Naufal, Gia memeluk erat suaminya.

Keesokan harinya, setelah mereka sholat shubuh, seperti

biasa Gia selalu memasak makanan untuk suaminya sarapan.

Setelah sarapan, mereka langsung pergi bekerja.

***(di Rumah Sakit)

Gia pergi ke ruang periksa karena ada pasien yang ingin

diperiksa olehnya.

Sampai di ruang periksa, Gia melihat tubuh Meira terlentang

lemas di atas bed pasien.

“Mbak Meira!” panggil Gia.

“Ada apa Mbak? Mbak kenapa?” tanya Gia panik.

“Tifus saya kambuh Dok,” jawab Meira dengan lemas.

“Ya udah ya bentar saya periksa tekanan darah kamu dulu,”

tutur Gia.

“Ini Mbak harus di rawat inap,” tutur Gia setelah memeriksa

keadaan Meira.

“Iya Dok, saya udah lemes banget nggak kuat,” keluh Meira.

Perawat telah memasangkan infus pada tangan Meira. Tiba-tiba Meira menarik tangan Gia.

“Iya ada apa Mbak?” tanya Gia.

“Dok tolong hubungi tunangan saya ya, ponsel saya lowbat,”

ucap Meira.

“Oh iya silahkan,” Gia menyodorkan ponselnya ke Meira.

Setelah Meira mencatat nomor ponsel tunangan nya, Meira

memberikan kembali ponsel Gia.

“Dok, kali ini saya bener-bener minta tolong banget sama

Dokter, tolong hubungi tunangan saya karena dia pasti nyari saya di rumah,” perintah Gia.

“Iya Mbak, habis ini segera saya hubungi tunangan Mbak ya,”

jawab Gia.

Meira dipindahkan ke ruang rawat inap, sedangkan Gia mencoba menghubungi tunangan Meira.

Tut…..tut…..tut.

“Hallo Assalamua’alaikum,” salam Gia.

“Iya Wa’alaikumsalam,” jawab tunangan Meira.

Deggggggg. Sepertinya Gia pernah mendengar suara ini.

“Hallo, ini dengan siapa ya?” tanya tunangan Meira.

Gia masih tetap melamun dan mengingat-ingat suara yang

sepertinya pernah di dengar olehnya.

“Hallo,” ucap tunangan Meira lagi.

“Maaf ini saya Dokter dari rumah sakit ***\, ingin memberi

tahu kepada anda, Mbak Meira sekarang sedang di rawat di rumah sakit ini Pak,” ucap Gia.

“Oooo iya Dok, terima kasih atas informasi nya, saya segera menyusulnya kesana,” kata tunangan Meira.

“Baik Pak terima kasih,” ucap Gia langsung mematikan

telfonnya.

“Seperti suara dia,” gumam Gia dalam hatinya.

Gia tak ingin berlarut-larut memikirkan siapa tunangan Meira, Gia segera kembali pergi bertugas.

Setelah beberapa jam Gia selesai melakukan pekerjaannya,

begitu juga Naufal.

Hari juga sudah sore, tiba-tiba ponsel Gia bergetar dalam

sakunya.

Gia membuka ponselnya, ternyata telfon dari tunangan Meira.

“Hallo Dok, Assalamu’alaikum,” salam tunangan Meira.

“Iya Wa’alaikumsalam,” jawab Gia.

“Ruangannya dimana ya Dok, soalnya saya baru pertama kali

kesini,” tanya tunangan Meira.

“Bapak dimana sekarang biar saya antarkan sekarang,” ucap

Gia.

“Saya masih di depan admin Dok,” jawab tunangan Meira.

“Bapak lurus aja, ini saya di depan ruang operasi saya

memakai jilbab putih Pak,” ucap Gia.

Tunangan Meira bergegas menemui Gia.

“Ini saya sudah di depan ruang operasi Dok, saya memakai

kemeja abu-abu,” kata Tunanagan Meira.

Gia melihat pria yang sedang membelakanginya memakai kemeja abu-abu sambil menelfon seseorang, jarak

mereka kurang lebih 10 meteran.

“Bapak coba lihat ke belakang ada saya Pak,” tutur Giia.

Tut….tut…tut.

Naufal menelfon Gia yang sedang berada di panggilan lain.

“Kemana sih anak ini,” ucap Naufal kesal.

Naufal mencari-cari Gia.

“Tuh dia anaknya,” ucap Naufal setelah menemui Gia, tapi

langkahnya terhenti seketika melihat istrinya tangah menelfon seseorang. Naufal mengintip di balik dinding ruang operasi.

Tuanangan Meira membalikkan badannya, mereka saling berjalan berhadapan sampai langkah mereka hanya berjarak 2 meter saja.

Gia syok dan sangat sangat kaget melihat Tunangan Meira itu,

begitu juga dengan Tunangan Meira yang kaget dengan Dokter yang sedari tadi di telfonnya.

Mereka terpaku disana, mereka menjadi kaku seketika

Mata Gia mulai berkaca-kaca melihat Tunangan Meira yang

ternyata dosen di masa lalunya yaitu Pak Kevin.

Tepat di tengah-tengah lorong depan ruang operasi mereka

saling menatap hingga beberapa menit.

Pak Kevin tau sepertinya Gia memandangnya dengan raut muka yang sepertinya membencinya.

Pak Kevin mencoba bertanya pada Gia tapi Gia membantahnya.

“Eeemm ak…” ucap Pak Kevin di potong oleh Gia.

“Maaf saya tidak bisa mengantarkan anda!” ucap Giasingkat

sambil meneteskan air matanya.

Gia langsung berlari dengan tangisannya, Naufal yang melihat

hal itu merasakan rasa sesak di dadanya karena sakit hati melihat istrinya bertatapan dengan laki-laki lain.

Naufal langsung pergi ke mobilnya.

“Siapa sih laki-laki itu?” gumam dalam hati Naufal.

Gia melihat ponselnya dan tau bahwa tadi Naufal menelfonnya.

Gia membereskan meja kerja nya dan mengusap air matanya,

lalu pergi ke parkiran.

Di dalam mobil Gia hanya diamdan melamun karena tidak

menyangka bahwa tunangan Meira adalah Pak Kevin.

“Kamu tadi telfon siapa?” tanya Naufal dengan sinis.

“Oh tadi, tadi keluarga dari pasien aku,” jawab Gia kaku.

Naufal lebih memilih diam karena jika terus membahas hal itu

hatinya sangat sangat hancur.

***(di Rumah)

Sampai di rumah, Gia langsung menuju kamarnya tanpa basa

basi, Gia teringat semua tentang masa lalunya.

Gia bergegas untuk mandi.

Ponsel Gia bergetar di atas Kasur, Naufal mencoba menjawab

telfon dari nomor tanpa identitas itu.

Naufal hanya diam ketika menerima telfon itu.

“Hallo,” ucap Pak Kevin.

Naufal sangat syok mendengar suara priadi dalam ponsel Gia.

Deggggggg.

Naufal langsung mematikan telfon tersebut. Rupanya kali ini

dia sangat marah dengan Gia.

“Gia selingkuh dari aku,” gerutu dalam hati Naufal.

Selesai Gia mandi, Gia berniat untuk menghubungi Susi karena

ingin menceritakan kejadian di rumah sakit tadi.

Sedangkan Naufal yang ada di dalam kamar mandi rupanya

menguping pembicaraan Gia dan Susi.

“Hallo Assalamu’alaikum,” salam Gia.

“Wa’alaikumsalam, ada apa Gi,”jawab Susi.

“Si, aku mau cerita,” ucap Gia.

“Cerita apa?” tanya Susi.

“Aku tadi ketemu Pak Kevin Si,” jawab Gia.

“Whaaaat sumpah demi apa Gi kamu ketemu sama Pak Kevin,”

kata Susi kaget.

Gia menceritakan semuanya pada Susi mulai dari dia bertemu

dengan Meira sampai pada akhirnya bertemu dengan Pak Kevin.

“Aku jadi keinget semuanya Si,” keluh Gia dengan nada suara

sedih.

“Gia, kamu harus inget sekarang kamu udah punya suami, cinta

kamu cuman buat Naufal kan,” tutur Susi.

“Bukan masalah cinta nya Si, cuman kalo aku lihat Pak Kevin

tiba-tiba rasanya hati aku sakit banget Si, kayak kesel gitu sama beliau,” keluh Gia.

Dari awal Gia dan Susi telfonan sampai pada akhirnya Gia

menutup telfonnya, Naufal mendengarkan semua apa yang telah mereka bicarakan.

“Pak Kevin, Pak Kevin siapa?” gumam dalam hati Naufal di

dalam kamar mandi.

Hal itu membuat Naufal semakin penasaran siapa Pak Kevin

tersebut.

Bersambung........

Jangan lupa like, comment dan vote yang banyak ya🙏😁

Tunggu episode selanjutnya readers

terima kasih sudah setia sampai sejauh ini🖤

1
Akmal Ramadhan
pengen nya enggak tamat thoor terasa ada ganjelan dari masalah dr Naufal yg belum lurus 😁
tapi alhamdulillah dah sampai akhir aja ceritanya semangat sukses terus thor
Asribasir
akhirnya tamat juga
moedah
bagus...
lanjut dog kak .....
Uswatun
tolong segera up...ini sdh sangat lama
Uswatun
lanjut thor
Giyono Yon
pak Kevin mulai bucin nih
Asribasir
thor kapan up lagi
Prapti Muakhiroh
alur critanya tmbh rumiy
Ude Iir
hampir satu tahun hiatus Thor.......
Any Yustiwi
ini ceritanya kog gk ada lanjutannya ya
ngegantung gini
Mmh Zahra
ko...ceritanya jd nyebelin gini sih😢mudah"an akhirnya happy🤲🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Noer Anisa Noerma
lanjuuutttttt
Noer Anisa Noerma
siapa lgi tuh tamu
Noer Anisa Noerma
😭😭😭😭😭😭
Noer Anisa Noerma
gia langsung menangis
Noer Anisa Noerma
jadi sedih'
Noer Anisa Noerma
rupa nya gia cemburu3
Noer Anisa Noerma
pa Naufal nlpn sama siapa ya
Noer Anisa Noerma
jangan banyak pikiran gia
Noer Anisa Noerma
semangat authooorr 💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!