Seorang wanita bernama Aulia, ia mencoba untuk melanjutkan sekolah di Surabaya dekat dengan pondok pesantren karena dengan begitu, ia bisa belajar agama. Namun diam diam, ia menyukai seseorang. Ya, orang itu adalah guru yang mengajar di sekolahnya. Aulia tak bisa mengungkapkan isi hatinya dan hanya bisa mencintainya dalam diam. Sedangkan di sisi lain, seorang ustad yang mengajar agama di pondok pesantren juga menyimpan rasa kepada Aulia.
Akankah ustad itu bisa menjadikan Aulia sebagai pendamping hidupnya atau Aulia bisa bersatu dengan guru yang ia cintai dalam diam. Aulia hanya bisa pasrah. Namun tanpa ia duga, kedua orang tua Aulia malah sudah menjodohkan dirinya dengan seseorang. Siapakah orang itu? Akankah Aulia menerima perjodohan itu mengingat hatinya kini sudah di miliki oleh orang lain.
Jika ia menerima, lalu bagaimana kehidupan pernikahannya? Apakah berjalan mulus atau penuh lika liku. Bagi kalian yang penasaran, yuk intip cerita kehidupan Aulia dan ambil sisi positifnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengen punya Dede Bayi
Kini Aulia kuliah di salah satu Universitas Ternama di Daerah Jakarta sedangkan suaminya bekerja di kantor mengurus Mall miliknya, mengurus Resto yang kini berkembang pesat di kota kota besar di seluruh Indonesia dan juga di kota besar yang ada di beberapa negera. Tak hanya itu saja, Sofyan juga harus mengurus hotel yang kini terus berkembang pesat.Setiap Aulia berangkat kuliah dan pulang kuliah, Sofyan selalu setia mengantarkan istrinya tapi jika ia sibuk. Maka ia akan meminta salah satu sopir untuk jemput Aulia karena Sofyan tak ingin Aulia kenapa napa.
Kehidupan Aulia sampai detik ini sangat sangat bahagia. Tak ada pertengkaran antara dia dan suaminya karna setiap kali ada masalah, Aulia dan Sofyan akan berusaha untuk membicarakan masalah itu dengan kepala dingin apalagi Sofyan lebih banyak mengalah karena ia tak ingin jika istrinya sedih.
Di Jakarta Aulia dan Sofyan tinggal di rumah tidak terlalu mewah tapi cukup untuk mereka berdua dan 10 ART + Sopir pribadi Aulia. Kenapa Sofyan sampai memperkerjakan ART sebanyak itu karena Sofyan gak ingin jika Aulia sampai lelah bersih bersih dan melayani keperluan dirinya seperti menyiapkan ini dan itu. Sofyan gak mau Aulia sakit karena baginya sakitnya Aulia seperti hantaman batu keras untuknya. Semua yang di makan oleh Aulia selalu dipantau oleh Sofyan bahkan sebelum Aulia makan, ia akan meminta salah satu asistennya untuk mencicipinya dahulu.
Bahkan Sofyan juga menyuruh 2 orang untuk mengikuti kemanapun Aulia pergi dan tentu itu tanpa sepengetahuan Aulia karena jika Aulia sampai tau pasti dia akan mendiamkan Sofyan dan tidak memberikan jatah malam. Haddechhhhhh susah deh. Padahal Sofyan seperti ini karena ia sangat sangat menyayangi dan mencintai Aulia. Bahkan Sofyan sampai membuka bengkel depan rumahnya. Bukan apa apa, karena mobil yang ia pakai dan yang Aulia pakai harus di periksa dulu sebelulm berangkat. Siapa tau kan tiba tiba rem blong atau mesin rusak atau hal lainnya yang akan membuat mereka celaka. Berhati hati kan gak masalah demi keselamatan dirinya dan juga istri tercinta.
Rumah Aulia Dan Sofyan di Jakarta
Sofyan juga selalu mewanti wanti agar Aulia tidak dekat dengan lelaki manapun jika ada di kampus karena Sofyan sangatlah pencemburu. Entahlah semakin ke sini, Sofyan semakin mencintai Aulia. Ia tak ingin kehilangan Aulia, bahkan kadang Sofyan sesekali pergi ke kampus Aulia hanya karena ingin melihat wajah istrinya itu. Sedangkan Aulia tadinya sih merasa risih tapi ia sadar kalau suaminya sangatlah mencintai dirinya jadi Aulia selalu berusaha untuk memahami perasaan suaminya yang sangat pencemburu dan juga posesif.
Di kampus Aulia hanya dekat dengan Sinta, sahabat lamanya pas di Aliyah. Sinta sengaja satu kampus dengan Aulia karena ternyata dirinya gak bisa jauh jauh dari Aulia dan Aulia sangat senang akan hal itu. Aulia jarang sekali bisa menemukan teman yang cocok seperti Sinta jadi bagi Aulia Sinta sangatlah berharga bahkan ia sudah menganggap Sinta sebagai saudaranya sendiri. Begitupun dengan Sinta, saat dia pindah sekolah, ia merasa tidak senang menjalani hari harinya di sekolahnya yang baru.
Teman temannya tidak ada yang seperti Aulia, yang tulus dan pengertian. Semua temannya kebanyakan bermuka dua bahkan Sinta sampai gak bisa membedakan mana teman yang tulus dan teman yang gak tulus. Untuk itulah Sinta memilih kuliah di kampus yang sama dengan Aulia apalagi Sinta juga akan mengambil jurusan yang sama dengan Aulia. Sinta dan Aulia sangat bahagia dan mereka harap, mereka tak lagi saling berjauhan seperti dulu lagi karena itu sangaat menyakitkan buat mereka berdua.
Oh ya sampai detik ini Aulia juga belum hamil padahal Aulia gak ikut KB atau apapun yang mencegah kehamilan jadi tertunda. Malah Aulia berharap agar ia dan suami bisa segera mendapatkan seorang anak karena Aulia dan Sofyan sudah tak sabar untuk menggendong bayi. Walaupun Aulia masih kuliah dan masih muda, tetep saja menurut Aulia, ia sudah pantas jadi seorang ibu. Toh kalau dirinya hamil dan usia kehamilannya sudah 8 bulan. Ia akan cuti sampai anaknya umur satu tahun. Mungkin ia akan terlambat lulus kuliah tapi paling tidak, ia bisa jadi sarjana + punya anak yang akan selalu jadi penyemangat hidupnya dan juga suaminya.
Rasanya kalau cuma berdua kadang merasa ada rasa bosan makanya Aulia dan Sofyan selalu berdoa tiap malam agar segera di karuniani seorang anak dalam waktu dekat.
meskipun hidup pas²an jika saling berbagi gak ada salah nya rezeki jodoh sudah ada disurat an takdir jika kamu ditipu karena uang itu adalah ujian yang harus dihadapi yaitu ikhlas sabar, semoga bisa digantikan jauh lebih baik ☺️
.nga ap2 insya ALLAH aku ikhlas😃
Walau Imamku sudah dipanggil Illahi (02092021), namun aku bisa ambil hilmahya, kelak bisa menjadi bekal anak2ku di kemudian hari.
Semoga bisa dipraktekan di kehidupan nyata.
Aamiin.