Seorang gadis remaja berusia 18 tahun bernama Delia. Dia masih duduk di bangku SMK kelas tiga. Dia gadis yang tomboy karena dia terbiasa hidup dengan kakaknya yang semuanya laki-laki. Dia tidak begitu percaya cinta tapi suatu ketika dia punya cinta pertamanya.
Di suatu ketika, dia melakukan praktik kerja di tempat kakaknya. Dia merasa kagum dengan salah satu teman kakaknya. Hingga akhirnya dia menyukainya. Dia mencintai lelaki yang berusia 38 tahun. Lelaki itu adalah Kak Aldi teman kakaknya. Kak Aldi bekerja di salah satu perusahaan yang sama dengan kakak Delia. Kak Aldi adalah laki-laki yang sibuk dengan karirnya.
Kak Aldi tidak pernah memikirkan percintaan. Kesehariannya disibukkan dengan pekerjaan. Tanpa disadari karena terbiasa berkomunikasi dan bertemu dengan Delia, membuat cinta pun tumbuh di hatinya.
Hingga suatu saat, datanglah Clara sebagai teman kerja Kak Aldi yang baru. Clara menyukai Kak Aldi dan berusaha mendekatinya. Dan akhirnya Kak Aldi mulai dekat dengan Clara.
Suatu ketika Delia pun tahu tentang kedekatan mereka. Delia pun berusaha melupakan Kak Aldi.
Setelah Lulus SMK, Delia melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi Negeri dengan mengambil jurusan ekonomi. Delia pun bekerja di salah satu perusahaan yang sesuai bidangnya.
Setelah 2 tahun Delia bekerja. Delia bertemu kembali dengan kak Aldi dalam sebuah acara kantor.
Akankah Delia dan Kak Aldi dapat bersatu?
Simak terus dikelanjutan ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e'Rmaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31# Tanya ayah
Setelah mereka semua selesai berwudhu, mereka pun berkumpul di mushola keluarga. Dan tak lupa bibi pun ikut berkumpul untuk sholat berjamaah.
“Dan, ayah ingin dengar suara kamu beradzan. Sekarang kamu adzan dulu ya,” perintah ayah pada Kak Dandi.
“Iya yah,” jawab Kak Dandi.
Kak Dandi pun segera melaksanakan perintah ayahnya untuk beradzan. Suara Kak Dandi Ketika beradzan, suaranya sangat merdu. Dan setelah kak Dandi beradzan lalu ayah menyuruh Kak Doni untuk iqomah.
“Sekarang giliran kamu Doni. Kamu yang iqomah. Ayo segera, Don. “ perintah ayah pada kak Doni.
“Iya yah,” jawab Kak Doni.
Kak Doni langsung berdiri untuk iqomah. Dan setelah Kak Doni selesai untuk beriqomah, maka semuanya pun berdiri untuk segera memulai sholat isya’ yang dipimpin ayah Delia.
Setelah lima belas menit berlalu. Mereka pun selesai sholat isya’. Dan setelah itu, bibi keluar terlebih dahulu. Tinggalah keluarga inti Delia. Ayah berdoa untuk Ketiga anaknya agar kelak menjadi anak yang sukses. Dan setelah selesai berdoa, ayah bertanya kepada ketiga anaknya.
“Delia, ayah berdoa supaya kamu nanti bisa lulus dengan nilai yang baik. Sehingga kamu bisa diterima kuliah di Perguruan Tinggi Negeri yang kamu inginkan,” ucap ayah pada Delia.
“Iya yah. Terima kasih atas doa ayah untuk Delia. Dan Delia akan berusaha yang terbaik yah,” jawab Delia pada ayahnya.
“Doni, ayah harap kamu bisa mengurangi kerjaan kamu yang suka nongkrong itu. Ayah berharap kamu bisa lebih fokus dengan tugas kuliahmu. Sebenarnya ayah tidak melarang kamu untuk bergaul dengan teman-teman kamu tapi ayah harap kamu bisa mengurangi untuk nongkrongnya. Kamu mengerti dan paham kan, Don.” Ucap ayah pada Kak Doni.
“Iya ayah. Doni mengerti,” jawab Kak Doni.
“Dandi, ayah dan bunda berharap kalau kamu bisa segera menikah karena mengingat umur kamu sudah semakin bertambah. Ayah sama bunda kan juga ingin menimang cucu,” ucap ayah pada Kak Dandi.
“Iya yah tapi Dandi gak ingin terburu-buru memilih pasangan hidup karena Dandi tidak mau salah pilih. Dandi ingin menikah satu kali dan untuk selamanya,” jawab Kak Dandi sambil tersenyum.
“Iya ayah tau itu, Dan. Tapi apakah saat ini tidak ada cewek yang dekat dengan kamu,” lanjut tanya ayah pada Kak Dandi.
“Saat ini Dandi memang dekat dengan seseorang tapi Dandi ingin mengenal dia lebih jauh lagi sih yah,” jawab Kak Dandi pada ayahnya.
“Kalau begitu coba bawa perempuan itu ke rumah. Ayah dan bunda ingin kenal juga dengan perempuan itu. Nanti ayah dan bunda kan juga bisa kasih saran buat kamu, Dan.” Jelas ayahnya Delia.
“Iya yah. Dandi akan segera ajak dia ke rumah biar ayah dan bunda bisa kenal sama dia,” jawab kak Dandi.
“Oke Dan. Ayah dan bunda tunggu kabar kita bisa ketemu dan kalau bisa sesegera mungkin ya, Dan. Ayah dan bunda gak sabar ingin ketemu calon menantu hehehe…” ucap ayah sambil tertawa.
“Ya sudah. Anak-anak kalau kalian mau istirahat silakan. Setelah ini ayah dan bunda juga mau istirahat,” ucap ayah pada ketiga anaknya.
“Iya yah,” jawab Delia, Kak Doni dan Kak Dandi serentak.
Delia, Kak Doni dan Kak Dandi merapikan peralatan sholatnya dan segera keluar meninggalkan mushola. Tinggallah ayah dan bunda Delia yang ada di dalam mushola.
“Bun, dari kata Dandi tadi. Ayah merasa senang sekali kalau sekarang Dandi sudah dekat dengan seorang wanita. Semoga wanita itu bisa cocok dengan Dandi dan bisa menyatu dengan keluarga kita ya, bun.” Ucap ayah pada bundanya Delia.
“Iya yah. Bunda juga berharap seperti itu. Dan bunda juga gak sabar ketemu dengan pacar Dandi,” jawab bundanya Delia.
“Kita hanya bisa berdoa yang terbaik untuk Dandi ya bun,” lanjut ayah.
“Iya yah. Ya sudah ayo kita istirahat yah. Bunda tau kalau ayah sekarang capek,” ucap bunda.
“Iya bun. Ayo kita istirahat,” jawab ayah.
Ayah dan bunda pun keluar dari mushola dan segera beristirahat di kamar.
👑👑👑👑
Di ruang keluarga.
Delia, Kak Doni dan Kak Dandi duduk Bersama di ruang keluarga untuk menonton acara televisi karena besok adalah hari libur mereka. Ketika mereka sedang duduk Bersama, Delia pun bercerita pada Kak Dandi.
“Kak Dandi tadi pas Delia pulang dari sekolah, Delia tuh kan jalan-jalan ke mal. Dan pas kita selesai makan, Delia ketemu sama Kak Aldi dan teman ceweknya lagi jalan tapi bukan satu kali Delia lihat cewek itu sama Kak Aldi. Ini yang kedua kalinya. Dan yang pertama itu Delia ketemu pas siang juga sama cewek itu. Apakah itu pacar Kak Aldi ya kak?,” tanya Delia pada Kak Dandi.
“Kakak juga gak tau pastinya sih, Del. Tapi yang pasti cewek itu adalah anak baru yang kerja di kantor dan yang kakak tau, cewek itu kalau gak salah adalah teman sekolah Aldi waktu di SMU,” jelas Kak Dandi pada Delia.
“Oh begitu ya kak. Soalnya kata teman-teman tadi si cewek itu kegenitan sama Kak Aldi hehehe…” lanjut Delia.
“Kalau kakak lihat sih begitu. Soalnya selama ini si cewek itu yang selalu mendekati Aldi,” jelas Kak Dandi.
“Pantesan dari tadi tuh Kak Aldi diam tapi ceweknya yang ngomong terus gitu sih kak,” ucap Delia.
“Tapi ngomong-ngomong kenapa kamu sampai sebegitunya memperhatikan Aldi. Jangan-jangan kamu cemburu ya, Del. Hayo ngaku sama kakak,” ucap Kak Dandi menggoda Delia.
“Ah..kakak ini ngomong apaan sih. Gak mungkin lah kak kalau aku cemburu. Lagian aku kan Cuma murid praktiknya Kak Aldi saja,” jawab Delia menutupi perasaan cemburunya pada Kak Dandi.
“Delia itu kan memang suka sama Kak Aldi jadinya pasti cemburu lah kalau Kak Aldi sama cewek lain,” lanjut Kak Doni yang menggoda Delia.
“Kalian berdua tuh mesti deh fitnah aku terus sih,” ucap Delia.
“Sudah…sudah..kasihan Delia tuh sampai wajahnya merah hehehe…” ucap Kak Dandi.
“Kak Dandi nih nambah-nambah aja. Sebaiknya Kak Dandi itu mikirin ucapan ayah tuh untuk kenalkan ceweknya ke ayah dan bunda,” ucap Delia mengalihkan pembicaraan.
“Mungkin besok setelah aku selesai acara ulang tahun kantor, aku akan ajak dia ke rumah ketemu ayah dan bunda.” Ucap Kak Dandi.
“Lho memang besok kakak ada acara kantor ya,” tanya Delia.
“Iya Del. Besok sore ada acara kantor,” jawab Kak Dandi.
“Aku gak sabar tunggu calon kakak ipar dating besok nih. Ya sudah sekarang ma uke kamar dulu kak. Delia ngantuk banget karena seharian jalan-jalan,” ucap Delia.
“Iya Del. Kakak juga mau istirahat juga,” jawab Kak Dandi.
Delia, Kak Dandi dan Kak Doni pun masuk ke kamar untuk beristirahat.
calonnya Doni siapa Thor? jangan2 Rizka atau Win lagi.. hehehehe
rasanya kalo di Jakarta tak mungkin dehh, bisa begini wong macet bener gitu .