Perjodohan yang dilakukan dua keluarga yang memiliki ikatan persahabatan yang kuat menghantarkan kehidupan baru bagi anaknya.
Pernikahan dua insan yang bahkan belum mengenali karakter masing-masing dengan ego dan pendirian mereka yang berbeda pula.
"Promise? apa kau akan memegang janjimu?" ~ Disa.
"Kau tau bukan melupakan itu tidak mudah," ~ Aby.
Bagaimana jalan pernikahan mereka ?
Akankah mereka bisa saling mencintai ?
Akankah mereka tetap bersatu atau malah sebaliknya ?
Ikuti terus ceritanya ya 🤗
Boleh di follow juga IG author 😉
IG : indishia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 29 ~ Nightlife - 2
"Tenang aja, kaos dengan kain ini tidak akan membuatmu kegerahan," ucap Disa, ia menyerahkan kaos itu ke penjualnya.
"Berapa kak?" tanya Disa.
"Empat puluh ribu aja kak," jawab penjual tersebut dengan ramah. Aby mengernyitkan dahinya.
"Empat puluh ribu?" ulangnya pelan. Sungguh ini adalah kaos termurah yang pernah ia beli, namun bahannya sama seperti kaos-kaos di lemarinya.
"Kalau kamu belanja di pasar tradisional harganya pasti jauh beda dari mall," sahut Disa berbisik, ia tentu saja mendengar kebingungan Aby. Aby mengangguk, harga bukanlah problem, yang penting kualitas barang yang ia beli.
Mereka kembali menyusuri kios-kios lainnya, hingga pandangan Disa teralihkan di kios yang menjual pakaian bayi dan juga beberapa mainan.
Disa masuk ke kios tersebut dan memilih beberapa pakaian "Kau akan memberikannya pada siapa?" tanya Aby heran, perasaan kakak iparnya belum menikah.
"Untuk baby Chloe, sudah lama aku tidak bertemu dengannya," jawab Disa, Aby mengangguk. Sama halnya dengan Disa, sebuah sepatu kecil mencuri perhatiannya.
Aby mendekat dan melihat sepatu berwarna biru itu, pikirannya seketika melayang membayangkan jika dirinya menjadi seorang Daddy. Aby menggeleng dengan senyum tipisnya, ada-ada saja bayangan yang memasuki otaknya.
"By bagus nggak?" tanya Disa memperlihatkan jumpsuit bayi berwarna peach. Aby mengangguk.
Disa memilih beberapa pakaian dan juga mainan, karena ia juga akan memberikannya pada anak-anak di panti.
Disa menyetor belanjaannya pada penjual, Aby tiba-tiba ikut menyodorkan sepasang sepatu bayi perempuan yang berwarna senada dengan jumpsuit yang di perlihatkan tadi oleh Disa.
"Titip untuk baby Chloe," ucap Aby lebih ramah, namun dengan wajah yang tetap datar.
Setelah membayar belanjaannya, Disa dan Aby kembali menyusuri pasar malam itu. Aby memperhatikan barang-barang yang ia dan Disa beli yang hanya berisi belanjaan untuk dirinya dan anak-anak panti.
"Sa, kamu nggak belanja buat kamu sendiri?" tanya Aby, biasanya wanita akan membeli banyak barang untuk dirinya, begitu yang Aby tau.
"Nggak," jawab Disa menggeleng.
"Pakaianku masih menumpuk di lemari, lagi pula skincareku belum habis," sambung Disa.
"Beneran kamu nggak mau belanja buat kamu sendiri?" tanya Aby lagi yang heran dengan gadis didepannya ini, tidak seperti wanita yang sering ia kenal. Disa menggeleng.
"Nggak, akan lebih baik jika kita belanja untuk kebutuhan bukan keinginan semata. Lagi pula minggu lalu aku sudah membeli pakaian baru," jawab Disa.
"Dan pakaian di lemari belum semua aku pakai," sambung Disa.
"Akan terasa lebih menyenangkan saat kita belanja untuk kebutuhan dan untuk memberikannya pada orang yang lebih membutuhkan. Itu lebih okay bukan? kita dapat setidaknya membuat senyum di wajah mereka, walau sederhana," lanjut Disa menatap lurus ke depan.
"Apa kau sering melakukan ini?" tanya Aby lagi, sifat gadis ini sangat menarik baginya.
"Tidak terlalu sering, hanya saat aku sempat," jawab Disa.
"Apa kau menyukai anak-anak?" tanya Aby lagi.
"Tentu, mereka malaikat kecil yang selalu mengisi rumah dengan keceriaan dan selalu mengukir senyum di wajah banyak orang," jawab Disa tersenyum.
"Ice cream!!" seru Disa. Aby mengedarkan pandangannya mencari dagang es krim yang dimaksud Disa.
"Kau mau es krim?" tanya Aby yang berhasil menangkap keberadaan penjual es krim.
"Yeah," jawab Disa. Mereka menghampiri penjual es krim tersebut dan memesan dua porsi.
"Sa, tunggu disini," ucap Aby, kemudian beranjak menuju salah satu kios.
Disa pun menunggu Aby sambil memakan es krimnya. Tak lama Aby pun datang dan duduk di sebelah Disa "Ini es krimmu," ucap Disa menyodorkan es krim pada Aby.
"Thanks," sahut Aby.
Tepat pukul 21.15 mereka meninggalkan pasar malam tersebut. Kini Aby dan Disa berada dalam mobil dan dalam perjalanan menuju resort mereka.
"Kamu nggak mau belanja gitu dulu, mumpung belum malam banget. Beberapa mall kayaknya belum tutup," ucap Aby tanpa menoleh.
"Nggak By" sahut Disa.
"Kalau kamu mau belanja, aku temenin," sambung Disa.
"terbalik," balas Aby. Disa terkekeh, memang terbalik juga baginya. Seharusnya perempuan yang belanja dan laki-laki yang menemani, tapi ini malah terbalik.
Tak sampai menempuh waktu lama, Disa dan Aby sampai di resort yang mereka pesan. Disa segera membersihkan dirinya, sedangkan Aby menunggu Disa dengan memainkan laptopnya, tiada hari tanpa kerja, begitulah pria tersebut.
Disa telah menyelesaikan ritual mandinya dan di lanjutkan dengan ritual skincare malamnya. Tiba-tiba ponsel Disa berdering, ia beranjak dan segera menyambar ponselnya. Senyumnya mengembang ketika melihat nama penelepon.
"Halo kakak," sapa Disa
"Halo adik, how's life?" tanya sang kakak.
"Very good," jawab Disa dengan suara cerianya yang menandakan hati dan moodnya sedang baik.
"Hmm, sepertinya mama benar," ucap Dika.
"Hah? maksudnya?" tanya Disa.
"Kau tau, mama selalu berpesan untuk tidak menghubungimu malam-malam, katanya akan mengganggu," jawab Dika.
"Owh... jadi itu sebabnya mama selalu menghubungiku sebelum jam malam," sahut Disa. Mamanya rutin menelepon Disa, namun selalu di bawah jam tujuh malam.
"Dari suaramu, ku tebak kau pasti sedang berlibur kan dengan adik iparku," goda sang kakak. Ia tau itu melalui Devan yang mengatakan bahwa kedua bosnya sedang pergi bersama saat akan berkunjung ke rumah mereka.
"Apaan sih kak, cuma menikmati indahnya malam saja," sahut Disa.
"Kau sangat menyukai nightlife, katakan tema apa yang kau ambil," ucap Dika.
"Nothing spesial, sederhana saja," ucap Disa.
"Hahahaha, itu lah dirimu, simple. Ku harap kau tidak membuat adik iparku tidak nyaman dengan kebiasaan nightlife mu," sahut Dika jahil.
"Tidak, kalau kau tidak percaya tanyakan saja padanya!!" galak Disa.
"Astaga, mode galaknya on," tawa Dika.
"Oh ya, dimana adik iparku?" tanya Dika masih dengan tawanya.
"Apa urusanmu mencarinya," ucap Disa ketus.
"Apa aku tidak boleh menghubungi adik iparku sendiri hmm?" goda Dika dengan tawa yang sangat jahat bagi Disa.
"Aby," panggil Disa saat Aby sudah keluar dari kamar mandi dan sudah mengenakan pakaian. Aby mengangkat alisnya, ada apa dengan Disa? mengapa memangilnya dengan wajah yang galak.
"Pria bernama Andika ingin bicara denganmu," ucap Disa. Tawa Dika semakin pecah.
"Kau mencampahkanku adik," ucap Dika. Disa mengabaikan ucapan sang kakak dan menyerahkan ponselnya pada Aby.
"Halo kak," sapa Aby.
"Halo, what's up bro," tanya Dika.
"Very good kak," jawab Aby.
"Same answer," kekeh Dika.
"Oh ya, apa tadi adikku merepotkan mu?" tanya Dika.
"Tidak kak," jawab Aby.
"Hey, kenapa suaramu tegang sekali. Tenang saja aku tidak makan manusia, jadi santai saja denganku," ucap Dika kembali terkekeh.
"I iya kak," sahut Aby.
~ Bersambung ~
jdi pengen cepat2 nikah 🤣🤣
Welcome back Kakak Author..☺️
Harapan Aby seolah kembali lagi, karena photo2 yang dibawa Ray, membuktikan kalau Disa masih hidup..🤗
Semoga Aby bisa segera menemukan Disa ya..
Ditunggu kelanjutannya ya Kakak 🤗
Sehat, bahagia & sukses selalu ya 🥰
Semangat ⭐🌹⭐🌹⭐🌹⭐🌹⭐
waaah .... aby suami yang over protektiv banget ya... mungkin terlalu takut kehilangan Disa. ayo disa bujuk suamimu biar gk gak ngambek lg