NovelToon NovelToon
Malaikat Pelindung

Malaikat Pelindung

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:81.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Sariyah

Arifah yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar seringkali mendapatkan kenakalan teman-temannya bahkan gurunya sendiri pernah sesekali mempermalukannya.

Puncaknya, Aska sebagai saudara kandung Arifah tidak memberitahunya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan sebuah pesawat. Tidak sampai disitu, Aska sebagai keluarga satu-satunya yang ia punya pun juga pergi meninggalkannya. Belum lagi menghadapi anak angkat Mami yang ternyata seseorang yang datang hanya untuk mengambil keuntungan dari keluarganya.

Lalu mampukah Arifah berdamai dengan takdir yang telah digariskan? Dan apakah dengan hadirnya malaikat pelindung disisinya mampu membuatnya menjadi pribadi kuat dan tangguh?

Saksikan kisah selengkapnya ya, jangan lupa like dan vote juga. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 31 Tampil Maksimal

"Non makan malam sudah siap." ucap Bu Aminah.

"Teman Non sudah pulang?" tanyanya lagi setelah tahu Arifah sendirian didepan.

"He'em, aku sudah mengajaknya makan malam disini tapi dia menolak. Ya sudah tidak masalah. Ayo masuk Bu." Jawab Arifah sembari mengajak Bu Aminah masuk.

Arifah dan Bu Aminah pun masuk kedalam rumah, apalagi saat itu sudah maghrib. Sebenarnya Arifah ingin melarang Tama yang pulang maghrib, tapi Tama bilang orang tuanya sudah menunggunya dirumah. Kalau sudah berurusan dengan orang tua Arifah tidak akan melarangnya, lagi pula rumahnya dan rumah Tama tidak begitu jauh. Semoga dia selamat sampai tujuan.

Arifah pun melaksanakan shalat maghrib, terselip doa untuk kedua orang tua dan untuk keselamatan Aska. Arifah sangat menyayangi keluarganya, baginya merekalah harta sesungguhnya yang ia punya. Usai shalat Arifah menuju belakang rumah dimana Pak Damang dan Bu Aminah ditempatkan disana.

"Bu Pak kita makan sama-sama yuk." ajak Arifah pada Bu Aminah dan Pak Damang sesampainya disana.

"Tidak Non kami makan disini saja. Lagi pula tidak sopan kalau kami ikut makan bersama majikan." ucap Pak Damang menolak halus.

"Pak Damang dan Bu Aminah sudah saya anggap keluarga. Jadi ayolah temani saya makan, masak Pak Damang tega melihat saya makan sendirian.." Ucap Arifah memanyunkan bibirnya.

Pak Damang dan Bu Aminah saling tatap, Bu Aminah pun mengangguk-angguk tanda setuju.

"Baik, mari Non" ucap Pak Damang.

Arifah tersenyum sumringah Pak Damang dan Bu Aminah mau menemaninya makan.

Sesampainya dimeja makan, Bu Aminah menata makanan diatas meja dengan hati-hati.

"Silahkan Non" ucap Bu Aminah.

"Mari makan!" ucap Arifah bersemangat.

Selama kepergian Aska, Arifah selalu makan sendirian. Namun sekarang ia sangat senang ada Pak Damang dan Bu Aminah yang menemaninya.

Usai menyantap makanan, Arifah mengajak Pak Damang dan Bu Aminah dibelakang rumah menikmati indahnya suasana malam ditepi kolam.

"Pak Damang dan Bu Aminah apa tidak rindu dengan anak-anak?" ucap Arifah menatap langit, seolah ia melihat Mami dan Papi yang sedang melihatnya dibumi.

"Tentu kami rindu Non." jawab Pak Damang.

"Kunjungilah anak-anak Pak Damang setelah Mas Aska pulang."

Pak Damang dan Bu Aminah saling tatap, seolah ada sesuatu yang mereka tutupi.

"Kenapa diam? Ada sesuatu?" tanya Arifah menyelidik.

"Tidak Non, hanya saja bukan waktunya menjenguk mereka." ucap Pak Damang menunduk.

Arifah tidak ingin bertanya lebih jauh. Biarkan suatu saat Pak Damang atau Bu Aminah sendiri yang bercerita. Ia hanya mengangguk-angguk saja.

"Oh ya aku ada hafalan dialog Bahasa Inggris. Aku kekamar ku ya Pak Bu." ucap Arifah yang tiba-tiba teringat tugas kelompok tadi.

"Silahkan Non" ucap Bu Aminah dan Pak Damang bersamaan.

Arifah pun berlari kecil menaiki anak tangga menuju kamarnya dan mengambil secarik kertas hasil diskusinya dengan Tama tadi sore.

"Ini dia!" gumamnya.

Arifah mulai menghapal hingga pukul 24.00 ia pun tertidur dengan kertas yang masih dalam genggamannya. Ia tidak ingin mengecewakan Tama besok, mereka harus tampil maksimal seperti harapan Tama.

Lonceng berbunyi, tanda masuk kelas pertama dimulai.

"Kamu sudah hafal?" tanya Tama pada Arifah yang sedang komat-kamit.

"He'em"

"Maya, duduklah dengan Januar disana. Aku hendak diskusi dengan Arifah" pinta Tama.

Dengan senang hati Maya segera menuju tempat duduk dimana Januar berada.

Sontak Januar kaget dengan kehadiran Maya disampingnya.

"Ngapain kamu disini!" tanya Januar.

"Kita ini kan satu kelompok, lagi pula ini kan jam Pak Deni. Udah jangan kaget gitu, kita harus sukses membawakan dialog ini nanti didepan. Jangan sampai kalah jauh nilainya dengan Arifah dan Tama." ucap Maya santai.

Januar melihat Arifah dan Tama duduk berdampingan, mereka sedang serius memperagakan dialog. Sial! Januar tidak bersemangat kali ini, ia sibuk mengawasi Tama, awas aja kalau sampai dia pegang-pegang Arifah. Arifah itu milikku!

"Kamu itu kenapa sih! Fokus dong, kalau nilai kita nanti jelek gimana!" ucap Maya dengan nada tinggi. Semua mata pun menuju kearah mereka.

"Cieee" sorak mereka beramai-ramai.

"Udah jadian yaa?" ucap yang lain.

"Jangan galak-galak, kasian Januar" ledek yang lain.

"HAHAHAHAA.." suara tawa riuh bergemuruh didalam kelas.

Januar sangat malu, wajahnya memerah. Sedangkan Maya senang-senang saja karena memang ini yang ia inginkan.

"Jadian! Jadian!" sorak mereka semua beramai-ramai.

"Bu Wiji! Bu Wiji!" ucap salah satu siswa lari terbirit-birit melihat Bu Wiji menuju kelasnya.

Mereka pun tenang kembali, Tama yang tadinya duduk disamping Arifah kembali ketempatnya demikian juga Maya.

"Selamat pagi anak-anak!" sapa Bu wiji.

"Pagi Bu!" jawab anak-anak serempak.

"Pak Deni hari ini tidak masuk, jadi Ibu yang mengisi kekosongan, sekaligus menginformasikan bahwa hari minggu seluruh kelas VII akan mengikuti lomba memasak. Adapun bahan utama yang akan diperlombakan nanti adalah daging ayam. Ibu harap kalian semua fokus dengan perlombaan ini, apalagi hadiahnya sangat menggiurkan.." jelas Bu Wiji terpotong.

"Apa hadiahnya" potong salah satu siswi.

"Iya Bu, apa hadiahnya!" tanya siswa yang lain.

"Untuk juara pertama uang tunai delapan juta, juara kedua lima juta dan juara ketiga dua juta. Adapun harapan satu dua dan tiga masing-masing nilainya sama yaitu 500 ribu rupiah. Sekarang kalian tunjuk kelompok masing-masing yang terdiri dari empat orang. Kalian paham!" tanya Bu Wiji kesal karena siswa siswi sibuk masing-masing.

"Paham Bu!" jawab mereka serempak.

"Bagus, Ibu akan kekelas yang lain memberitahukan perlombaan ini." ucap Bu Wiji bergegas meninggalkan kelasnya.

"Kita satu kelompok saja dengan Januar dan Tama" ajak Maya pada Arifah.

Arifah mengangguk-angguk menyetujui permintaan Maya.

Dengan semangat 45 Maya menuju meja Tama dan Januar.

"Kita satu kelompok!" ucap Maya melirik Januar.

"Oke!" jawab Tama senang, karena satu kelompok lagi dengan Arifah.

Maya dan Tama bercakap-cakap, sedangkan Januar tidak memperdulikan mereka.

"Kenapa kamu diam saja?" tanya Tama pada Januar setelah Maya pergi meninggalkan mereka.

Januar hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Ikut aku" ucap Januar pada Tama.

Tama pun mengikuti Januar dari belakang. Mereka duduk dibangku taman.

"Ada apa?"

"Aku bisa minta tolong?" tanya Januar menatap Tama penuh harap.

"Apa?"

"Bagaimana kalau kelompok Bahasa Inggris kita tukar posisi. Kamu bersama Maya sedangkan aku bersama Arifah" ucap Januar penuh harap. Ia sudah sangat malas jika setiap hari harus selalu bersama-sama dengan Maya.

"Tidak bisa bro, sudah lama aku ingin dekat dengan Arifah. Jangan-jangan kamu cemburu ya aku satu kelompok dengannya?" tanya Tama menyelidik.

"Bukan itu, aku hanya malas dengan ledekan teman-teman sekelas. Apalagi satu kelompok dengan Maya, aku tidak suka dengan dia".

"Lalu sukanya dengan Arifah?" tanya Tama penuh selidik.

Januar mengangguk.

"Kamu menyukainya?" tanya Tama lagi.

Lagi-lagi Januar mengangguk.

Tama kesal, ternyata Januar menyukai Arifah bukankah dia bilang waktu itu mereka hanya berteman?

"Kita tanyakan nanti pada Arifah, dia memilih siapa." tantang Tama.

.

.

.

Jangan lupa like dan vote nya ya 😊

1
Novellette (akun thor hiatus)
bc lg judulnya" Pacarku super Idol " cr aja dikolom pencarian dn bc juga karyaku judulnya, "Wu lan zhang" cek diprofilku maaf gak sopan ttp sukses
Novellette (akun thor hiatus): tunggu,ya
total 2 replies
Novellette (akun thor hiatus)
udh mampir
Irena Marsha
stlh skian lama,terucap juga..lanjuut thor. 😁😁
🍬🧀Kara
Terus berkarya Thor😘
Author Rie: makasih yakk 💪
total 1 replies
Kohaku
mantab
Author Rie: makasih 😊
total 1 replies
YouTrie
Ok lanjut..support buat author..
Author Rie: maaciw budhe 🤗
total 1 replies
Ria Diana Santi
Wah, selamat!🥳🥳🥳 Sukses terus!
Author Rie: aamiin, maaciw 🤗
total 1 replies
alisha
rate 5 dan vote
Author Rie: maaciw 🤗
total 1 replies
Anindyta
semangat terus ya thorr
jangan lupa jaga kesehatan jugaa
like nya sudah mendarat
Yuniarti Muskan Sanir: udah habis ya Thor ??
total 2 replies
Yuniarti Muskan Sanir
lanjut
ͼӈªȋϩȧ
semangat up
Syl_Vien
RYU hadir ka👍🥰

lanjut dan semangat selalu💪😍💜
Ria Diana Santi
Semangat up-nya Thor.
Ferly Ina
6 like mendarat 🤗🤗
🍬🧀Kara
Dukungan mendarat
Semangat tuk karyanya ya kak 🤗❤️
HIATUS
Like it 💕 semangat thor 💪 salam dari novel Cinta Beda Status Sosial 😘
HIATUS
Like 💞like 💞 like 💞
HIATUS
Like it 💕
HIATUS
Jempolll 👍
HIATUS
Like thor ❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!