NovelToon NovelToon
Lovely Savage! (Bodyguard Kesayangan)

Lovely Savage! (Bodyguard Kesayangan)

Status: tamat
Genre:Komedi / Action / Cinta Seiring Waktu / Raja Tentara/Dewa Perang / Karir / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Wachid Tiara

Aarav Baskara Darma, seorang jaksa yang harus menyewa jasa bodyguard untuk melindunginya dari teror yang terus saja menghampirinya, setiap dia berhasil menyelesaikan satu kasus. Dia tidak menyangka jika bodyguard cantik itu selalu bisa menarik perhatiannya, hingga hatinya merasa nyaman dengannya dan perlahan-lahan mulai menyukainya, walaupun gadis itu sangat dingin dan bahkan kejam padanya, dia juga sangat mata duitan. Dan jelas selalu saja membuat Aarav dengan mudahnya naik darah.

Bagaimana perjalanan kisah manis mereka?

Yuk! ikuti ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31

.

31

.

Erza melihat Asrav yang sudah rapi berjalan mendekatinya.

"Kenapa tidak masuk?!" tanya Aarav yang kini sudah berdiri di depannya saat ini.

"Tidak perlu! Jika sudah siap, sebaiknya kita segera berangkat!" jawab Erza dengan begitu dingin.

"Erza....." Aarav menatap Erza dengan penuh tanda tanya

"Erza... Ada yang salah? Kamu baik-baik saja?" tanya Aarav

"Tidak ada apa-apa! Berangkat sekarang atau kamu masih akan mempersiapkan yang lainnya?" tanya Erza lagi, yang terkesan acuh.

melihat tatapan mata Erza yang sama seperti Olivia, dimana mereka berdua sepertinya sama-sama tidak nyaman berada di rumahnya itu. Atau justru berada di dekatnya.

Aarav menghela nafasnya.

"Baiklah ayo." jawab Aarav, "aku akan mengambil tasku dan beberapa pekerjaan ku."

Erza melihat ke arah Adrian yang sedang terus memperhatikannya.

"Aku masuk ke dalam mobil dulu tuan Adrian... " ucap Erza dengan begitu sopan pada Adrian.

"Erza.... Setidaknya berikan aku senyuman lebar dan manis seperti yang biasanya kamu tunjukan padaku. Boleh?" pinta Adrian.

Mendengar itu erz bahkan dengan sendirinya tersenyum lebar dan begitu manis.

"Itu sangat tulus. Aku menyukainya." ucap Adrian seraya mengusap lembut rambut panjang Erza.

"Apapun yang akan kamu lakukan, dan akan kamu pilih kedepannya, aku tidak merasa keberatan. Aku justru akan menjadi pendukung terbaik mu." ucap Adrian lagi.

Erza kembali tersenyum manis, rasanya beban yang tertanam di hatinya kini perlahan-lahan mulai menghilang, hanya karena ucapan sederhana dari Adrian.

"Terimakasih Adrian..." ucap Erza.

"Mm. Sama-sama."

"Kalau begitu, aku akan masuk ke dalam mobil dulu." Erza melambaikan tangannya pada adrsn, rasanya tidak perlu lagi bersikap kaku seperti itu lagi padanya. Saat ini dia merasa sangat nyaman dan lega.

Erza berjalan mendekati mobil Aarav yang sudah terparkir di sana. Di sebelahnya ada mobil yang seharusnya adalah miliknya, tapi dia mengembalikannya.

"Erza! kita pakai mobil baru." perintah Aarav yang sudah kembali ke sana. Terlihat jelas jika Aarav sudah benar-benar siap untuk berangkat bekerja.

"Iya tuan Aarav." jawab Erza dengan patuh.

"Ambil pedangmu dulu yang masih ada di mobil ku." perintah Aarav lagi.

"Iya tuan Aarav." jawab Erza seraya mengikutiku apa yang Aarav katakan.

Kini keduanya sudah duduk dengan tenang di kursi depan yang ada pada mobil baru.

"Erza... Kamu masih berhutang padaku bukan?" ucap Aarav sebelum Erza mulai menyalakan mesin mobilnya.

"Aku? Berhutang? Padamu?" tanya Erza yang tidak mengerti apa yang sebenarnya ingin Aarav katakan padanya.

"Satu ciuman lagi..." jawab Aarav seraya tersenyum lebar yang terlihat begitu manis.

Wajah Erza memerah seketika melihat itu.

"Aku akan memukulmu, jika kamu berani menciumku!" ancam Erza yang masih terlihat malu-malu, walaupun dia sudah bersikap begitu galak.

"Erza... kembalilah menjadi Erza yang biasanya. Maka aku tidak perlu mencium-mu." Aarav menatap Erza penuh harap.

"Aku tidak akan memintamu untuk menjadi kekasih pura-pura ku lagi. Mama Bellan juga sepertinya sudah tidak mempermasalahkannya lagi." tambahnya.

"Asalkan, jangan bersikap dingin seperti itu padaku. Aku lebih suka Erza yang merepotkan, Erza yang berisik dan mengesalkan. Jadi, tetaplah menjadi Erza yang seperti itu. Apapun alasannya, yang jelas, di sini mungkin... Bukan mungkin, tapi memang salahku. Aku minta maaf untuk itu. Jadi, jangan bersikap dingin seperti itu lagi. Bersikaplah hangat, mata duitan, ceria dan menyebalkan seperti biasanya. Aku sangat ingin di panggil Tuan Aaraaavvv yang bodoh, seperti biasanya kamu memanggilku.... Boleh?"

Aarav tersenyum manis pada Erza yang terlihat masih berfikir.

cup!

Aarav dengan cepat mencium pipi Erza. Karena itu, Erza benar-benar terkejut dan refleks memukul lengan Aarav dengan kuat.

"Ouch! Erza! lenganku pasti patah..." ucap Aarav yang terlihat begitu kesakitan.

"Hei! Dasar berandal mesum! Aku benar-benar akan membunuhmu!" sungut Erza yang tidak peduli dengan kesakitan Aarav.

Melihat itu Aarav tertawa terbahak-bahak.

"Ha ha ha ha..." Aarav mengusap air matanya yang sampai keluar dari sudut matanya karena tertawa tadi.

"Erza... tetaplah bersikap seperti itu, aku menyukaimu yang seperti itu."

deg!

Hanya ucapan sederhana seperti itu tadi, Erza merasa jika Aarav seolah-olah sedang menyatakan perasaannya padanya.

"Boleh?" Tanya Aarav lagi.

"Berisik! Lama-lama aku bisa menarik lidahmu keluar dari mulut mu!" jawab Erza seraya mendengus pada Aarav.

Mendengar itu Aarav justru tersenyum lebar.

"Terimakasih Erza...." ucapnya.

"Tidak bisakah kamu diam! Aku sedang fokus untuk mencoba mengemudikan mobil baruku!" sungut Erza seraya mulai menyalakan mesin mobilnya.

"Sejak kapan itu jadi mobilmu? Kamu sendiri yang tidak mau." tanya Aarav

"Karena aku sudah kembali menjadi yang kamu mau, jadi mobil ini adalah milikku! Anggap saja sebagai bayarannya." jawab Erza seraya tersenyum lebar pada Aarav yang juga kini ikut tersenyum lebar.

"Kalau begitu kamu harus tetap menjadi kekasih pura-puraku." Aarav tersenyum menang pada Erza yang segera mendengus saat mendengarnya.

"Sudahlah aku juga hanya bercanda... Aku sudah sangat senang melihat senyuman manis mu lagi. Aku memberikannya padamu tanpa syarat. Apa kamu puas?" Erza menganggukan kepalanya. Dia juga tersenyum lebar walaupun tatapan matanya terus menatap jalanan yang ada di depannya.

Aarav benar-benar senang melihat itu.

'Dia masih sangat mudah untuk di bujuk.... syukurlah... Setidaknya dia sudah kembali tersenyum lebar padaku.' ucap Aarav dalam hatinya

Erza melirik ke arah Aarav yang terlihat begitu bahagia.

'Entahlah... Rasanya sangat bahagia seperti ini. Sebaiknya aku nikmati saja apa yang aku dapatkan dan akan aku dapatkan kedepannya. Tidak perlu repot-repot melakukan sesuatu yang pada akhirnya sia-sia seperti tadi... Aku akan menjadi seperti apa yang dia inginkan, selama aku berada di sampingnya.' batin Erza.

"Erza.... Apa kamu potong rambut?" tanya Aarav saat melihat rambut panjang Erza sepertinya ada yang kurang

"Oh... Itu tadi, aku tidak sengaja membakarnya. Aku ingin mengangkat panci dari atas kompor. tapi aku lupa mematikan kompornya dulu. Jadi rambutku terbakar. untungnya hanya sedikit, tapi baunya ternyata sangat enak. seperti ayam bakar..." jelas Erza, "ciumlah... Aroma barbeque nya masih terasa.."

Erza mengarahkan rambutnya pada wajah Aarav, agar dia bisa mencium aroma daging panggang dari sana.

"Dasar bodoh! Bisa-bisanya kamu sampai seperti itu. Saat memasak ada baiknya jika kamu mengikat rambut mu seperti kemarin saat pertama kalinya aku datang ke apartemen mu."

"Aku tidak sempat. Tadi pagi aku juga sangat terburu-buru, karena aku sudah terlambat. Aku bahkan sarapan pagi tanpa memakai pakaian ku." jawab Erza.

"Astaga Erza! Aku masih anak-anak, kenapa kamu mengatakan hal seperti itu?" Aarav menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Otaknya berkeliaran bebas saat mendengar apa yang Erza katakan tadi.

"Aku memakai handuk di tubuh ku! Aku tidak telanj*ng bulat! dasar jaksa cabul! otakmu kemana-mana!" gerutu Erza.

Aarav tertawa kecil, dia memang tidak memikirkan hal itu. Dia langsung berfikir entah kemana.

"Tuan Aaraaavvv yang tampan... sebaiknya kamu cari peretas komputer yang paling handal!" ucap Erza dengan begitu manis, walaupun kata-kata yang dia katakan penuh penekanan.

"Untuk apa?" tanya Aarav.

"Untuk meretas otak-mu. Supaya bisa di reset ulang, kembali sesuai dengan setelan pabrik!" jawab Erza.

"Sialan!"

.

1
~Daf r r
p
~Daf r r
hahhaha aarav Erza versi 2
~Daf r r
kok Erza jadi kek gini gk suka gw sama sikap Erza seakan gk menghargai perjuangan aaravv
Junae Daenk Ady
erza emang best..jdi semangat bacanya
desakpadna
ga ad otak emnk ish gk mikir aj gk paham bahasa manusia cih😩😁
desakpadna
wah gk jera🥴bz" jd musuh erza lama"
desakpadna
bangke sama" koplak😂😂 jd bengek😂
desakpadna
tante bellan lebih savage😂🤣
desakpadna
gila mama mertua lebih savage girl🤣😂🤭
desakpadna
erza koplak😁😁
desakpadna
kok nyesek dsni lebih skit Adrian prgi dr pd aarav nyesek ny bnget" emnk hub perasaan rumit n kompleks bkin gk karuan efeknya dalem bngt😔
desakpadna
ank gada akhlak😁
desakpadna
kok sakit perut bacanya ya part mreka jd kocak, oliv jd bego mendadak😁
desakpadna
cb ad visual Bimo oliv penasaran😁
desakpadna
bodoh kesel jengkel jd satu gk guna otak pinter tp bodoh😩gak ad otak jd ny d situasi kaya gtu
desakpadna
yg diem" it yg bhya menghanyutkan wlo kelihatan dr luar cantik anggun sesuai kriteria tp asli ny bli kejut gk nyangka pny pemikiran gtu, gada rasa syukur😩 aarav emnk bodoh
desakpadna
sakit jiwa breng😂
desakpadna
jd yg bos siapa😂
desakpadna
asem ngakak sumpah pen nampol zi aarav 😂😂😂
Ahlam Khoiry Al-adil
bingung di bilang kecewa tpi..mau nya erza sama Aarav saja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!