NovelToon NovelToon
MY HOT KILLER LECTURER

MY HOT KILLER LECTURER

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Cinta Terlarang / CEO
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

"Aku memaafkan pengkhianatanmu demi nama baik keluarga, tapi hatiku sudah mati."

Arga, CEO 30 tahun, terjebak nikah bisnis dengan istri yang hamil anak orang lain. Hatinya dikunci rapat.

Sampai Queen, mahasiswi bar-bar 20 tahun + pewaris universitasnya, datang dan menantang semua aturan.
Satu ciuman di club malam meruntuhkan tembok esnya.

Sekarang Arga harus pilih: Tetap di neraka pernikahan, atau terbakar dalam gairah terlarang dengan mahasiswinya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KILAU BAJAK LAUT DI ATAS PISAU TAJAM

Udara di ruang keluarga penthouse mewah keluarga Adhitama di Menteng mendadak berubah menjadi medan perang yang sunyi namun mematikan.

Aroma ketegangan bercampur dengan keringat dingin menguar di udara.

Di hadapan Queen, Clara berdiri dengan senyuman kemenangan yang terukir sinis di sudut bibirnya.

Perangkat pengendali jarak jauh di tangan wanita itu berkedip-kedip dengan cahaya merah kecil, memancarkan aura ancaman yang nyata.

Queen tidak bergeming.

Meski jantungnya berdegup kencang seirama deru ombak badai, insting keibuannya mengambil alih seluruh rasa takutnya.

Ia tahu, jika ia menunjukkan kelemahan sedikit saja, Clara akan memanfaatkan celah itu untuk menghancurkan apa yang paling berharga dalam hidupnya: Ganta dan keluarganya.

"Kamu pikir dengan datang ke sini sendirian, kamu bisa mengendalikan segalanya, Clara?"

suara Queen terdengar tenang, dingin, namun penuh dengan ketegasan yang mengejutkan wanita bermata tajam itu.

Queen melangkah maju satu langkah, menatap lurus ke dalam netra Clara tanpa ada secercah keraguan.

"Kamu meremehkan keluarga Adhitama.

Dan yang lebih penting... kamu meremehkan suamiku."

Clara mendengus rendah, tawanya terdengar hambar.

"Suamimu?

Arga saat ini sedang sibuk memikirkan bagaimana cara menyelamatkan perusahaannya yang sedang kacau di SCBD akibat gangguan kecil yang kubuat.

Dia tidak akan sempat tiba di sini tepat waktu, Queen.

Dan begitu aku menekan tombol ini..."

Clara mengangkat perangkat di tangannya sedikit lebih tinggi,

"...seluruh sistem keamanan dan jalur keluar dari rumah ini akan terkunci secara permanen.

Tidak ada yang bisa masuk, dan tidak ada yang bisa keluar."

"Termasuk kamu," balas Queen cepat, suaranya menusuk tajam.

Sebelum Clara sempat bereaksi atas ucapan telak itu, Queen dengan gerakan kilat yang tidak disangka-sangka sebuah sisi cegil bar-bar yang dulu sering ia tunjukkan saat menghadapi preman kampus langsung melompat menerjang ke depan, menghantamkan tubuhnya ke arah Clara untuk merebut perangkat pengendali jarak jauh tersebut.

'Bruk!'

Kedua wanita itu terjatuh di atas karpet beludru tebal.

Clara, yang tidak menduga Queen yang sedang hamil besar akan bertindak sebrutal itu, kehilangan keseimbangan.

Perangkat di tangannya terlepas, terpental jauh ke bawah kolong sofa besar di sudut ruangan.

"Argh!

Sialan kamu, Queen!"

maki Clara geram, wajah dinginnya berubah murka.

Ia segera mencengkeram rambut Queen dengan kuat, berusaha membalas serangan tersebut.

Queen meringis kesakitan saat kulit kepalanya ditarik, namun ia tidak melepaskan cengkeramannya dari pergelangan tangan Clara.

Dengan sisa tenaga yang ia miliki, ia menendang perut Clara menggunakan lututnya sekuat tenaga.

'Bugh!'

"Uhuk!"

Clara terpekik kaget, tubuhnya terdorong ke belakang dan terjerembab di atas lantai marmer dingin.

Belum sempat Clara bangkit kembali, pintu kaca penghubung taman mendadak pecah berkeping-keping dengan suara dentuman yang memekakkan telinga.

'Prang!'

Di luar halaman, dalam waktu yang bersamaan, mobil sport hitam milik Arga melesat bagai roket menembus gerbang utama kediaman Adhitama yang pintunya sudah jebol akibat hantaman truk pengangkut sampah sewaan suruhan Clara.

Arga bahkan tidak mematikan mesin mobilnya saat kendaraan mewah itu berhenti mendadak di depan teras utama.

Ia melompat keluar dengan napas memburu, rahangnya mengetat kaku, dan matanya memerah menyala bak bara api.

Para pengawal profesional keluarga Adhitama yang sempat dilumpuhkan oleh gas bius di pos depan kini sudah mulai sadar dan berusaha bangkit, namun Arga tidak menunggu mereka.

Pria itu berlari kencang menerobos masuk ke dalam rumah utama.

Pemandangan pertama yang ia tangkap saat mendobrak pintu ruang keluarga adalah Clara yang sedang berusaha mencengkeram leher Queen yang terengah-engah di lantai.

Darah Arga mendidih hingga ke ubun-ubun.

Batas kewarasannya putus seketika.

"CLARA!"

bentak Arga, suaranya menggelegar dahsyat, mengguncang seluruh isi rumah mewah tersebut hingga memantul di dinding-dinding marmer.

Clara menoleh dengan wajah pucat pasi begitu melihat sosok Arga berdiri di ambang pintu hancur dengan sorot mata membunuh yang belum pernah ia saksikan sebelumnya.

Pria itu tidak lagi terlihat seperti seorang CEO berpendidikan tinggi; ia tampak seperti predator buas yang siap merobek-robek siapa saja yang berani menyukai mangsanya.

Sebelum Clara sempat berdiri atau meraih pisau lipat yang terselip di balik saku jasnya, Arga sudah melompat menerjang.

Dengan kecepatan kilat, Arga mencengkeram kerah jas Clara, mengangkat tubuh wanita itu dengan satu tangan, lalu membantingnya dengan keras ke atas lantai marmer.

'Brak!'

"Argh!"

Clara menjerit kesakitan, tulang punggungnya terasa remuk seketika, dan napasnya langsung terhenti akibat hantaman brutal tersebut.

Arga berlutut di atas tubuh Clara, menindihnya dengan berat badan yang penuh intimidasi.

Tangan kekarnya mencengkeram kuat kedua pergelangan tangan Clara hingga terdengar bunyi retakan kecil, membuat wanita itu menangis histeris karena kesakitan yang luar biasa.

"Dengar baik-baik, perempuan keparat!"

bisik Arga tepat di depan wajah Clara, suaranya sangat pelan namun terdengar begitu mengerikan, berdarah-darah, dan penuh ancaman maut.

"Jika kamu berani menyentuh istriku...

atau anakku...

bahkan sekadar bernapas di udara yang sama dengan mereka...

aku pastikan kamu tidak akan pernah melihat matahari terbit lagi di dunia ini.

Penjara seumur hidup milik Keysha akan terasa seperti surga dibandingkan dengan apa yang akan kulakukan padamu!"

Clara, yang wajahnya sudah basah oleh keringat dingin dan air mata ketakutan, hanya bisa mengangguk lemah dengan tubuh gemetar hebat.

Ia tahu, kali ini ia berhadapan dengan monster sesungguhnya yang tidak akan pernah memberi ampun.

Beberapa detik kemudian, suara sirine mobil kepolisian dan kendaraan medis mulai terdengar menderu memasuki halaman depan kediaman Adhitama.

Para pengawal profesional bersama tim kepolisian khusus langsung masuk ke dalam ruangan, mengamankan Clara yang sudah tak berdaya dan memborgolnya secara kasar untuk digiring keluar dari rumah tersebut.

Arga segera melepaskan cengkeramannya, bangkit berdiri dengan napas yang masih memburu hebat, lalu berbalik mendapatkan sosok Queen yang terduduk lemas di atas karpet.

"Queen...!"

panggil Arga panik.

Ia berlutut di hadapan istrinya, menangkup wajah baby face Queen dengan kedua tangannya yang masih bergetar hebat.

"Kamu tidak apa-apa?

Ada yang terluka?

Katakan padaku, bagian mana yang sakit?"

Queen menatap mata suaminya yang dipenuhi oleh rasa takut kehilangan yang begitu mendalam.

Ia menggeleng pelan, lalu menarik napas panjang untuk menenangkan dadanya sendiri.

"Aku tidak apa-apa, Mas...

Aku baik-baik saja.

Ganta... di mana Ganta?"

tanyanya tiba-tiba teringat putranya.

"Ganta aman di luar bersama Kakek Handoko dan para pengawal," jawab Arga cepat, lalu menarik tubuh Queen ke dalam dekapannya yang sangat erat, seolah ingin menyatukan kembali jiwa istrinya ke dalam tubuhnya sendiri.

"Maafkan aku...

Maafkan aku karena terlambat melindungimu dari teror keparat ini."

Queen memeluk leher Arga erat-erat, menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya yang hangat.

Rasa takut yang sempat mencekam perlahan-lahan mencair, digantikan oleh rasa aman yang luar biasa begitu ia berada di dalam dekapan pria itu.

"Kamu tidak terlambat, Mas," bisik Queen tulus di tengah pelukan.

"Kamu selalu datang tepat waktu...

saat aku paling membutuhkanmu."

Di luar jendela, matahari siang terus bersinar terang, menyapu sisa-sisa badai yang sempat mencoba merusak kebahagiaan mereka.

Di pelukan Arga, Queen menyadari satu hal: selama mereka bersama, tidak ada satu pun kekuatan di dunia ini yang mampu meruntuhkan benteng cinta yang telah mereka bangun dengan penuh air mata dan pengorbanan.

Dan kisah mereka perjalanan panjang dari sebuah skandal terlarang hingga menjadi keluarga yang utuh masih akan terus berlanjut, abadi dan tak terkalahkan.

1
atik
Bagus
putri auliza
baguss bangettt
recom lah pokoknyaa
putri auliza
thorr yang panjang lagi dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!