NovelToon NovelToon
Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully

Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Murni / Dikelilingi wanita cantik / Nikahmuda
Popularitas:554
Nilai: 5
Nama Author: Daesy.Rf

Burhan menikahi Tania karena perjodohan, Tapi ini adalah awal neraka untuk Tania, menikahi Burhan yang tak pernah mencintai dirinya, har-hari Tania dilalui dengan hinaan, cacian dan perselingkuhan Burhan.

Bagaimana perjuangan Tania untuk kembali bangkit, ikuti kelanjutan ceritanya di novelku ya. Berjudul "Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully di Novel Toon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 GODAAN SANTI

Burhan melajukan mobilnya ke klinik agar Tania segera mendapatkan pertolongan yang sudah mulai meringis kesakitan. Sesampainya di klinik, Burhan mengendong Tania,Tania pasrah dalam dekapan Burhan yang nampak kuatir akan kondisinya. Para perawat langsung menyambut kedatangan Burhan dan Tania, mereka langsung mengarahkan Burhan keruangan perawatan dokter.

Tania di tidurkan di hospital bed, Burhan diminta menunggu diluar bersama Santi, karena dokter segera menangani Tania. Diluar Burhan duduk di kursi pojok Klinik tersebut,sementara Santi masih barada di pintu perawatan, melihat Burhan Santi mendekatinya dan duduk sisinya.

"Aku benaran ngak sengaja melihat Tania jalan dengan buru-buru." Santi berusaha membela dirinya. Burhan melihat kearah Santi yang sedari tadi,sejak dia datang ke cafe dan tidak berinisiatif membawa Tania yang sudah melepuh ke klinik sekarang membela diri, membuat dia muak melihat perempuan itu.

"Mengapa kamu jalan disana, Tania terburu-buru jelas itu jalur jalannya membawa makanan dari chef melayani pembeli, sedangkan kamu mengapa membawa minyak penggorengan keluar bukankah dapur kitchen penampungan dibelakang, kenapa kamu harus keluar dari jalur yang seharusnya tak perlu kamu tampilkan ke orang banyak membawa minyak bekas penggorengan keluar." Burhan bertanya dengan serius kepada Santi. Apa yang ada dipikiran Santi.

"Iyya Pak... Mas'" Santi nampak gugup menjawab pertanyaan Burhan. "Dapurnya terkunci, jadi saya memutar keluar" Santi mencari alasan disuguhi pertanyaan oleh Burhan yang benar ingin tahu kasus ini sebenarnya.

"Kan ada jalan di pintu dekat gudang semua bisa lewat sana, ufff.. kamu tidak ada maksud apa-apakan ke Tania"

"Apa Maksud Mas, Tania itu sudah saya anggap adik, kenapa Mas menuduh saya yang bukan-bukan jangan karena dia sudah menolong ibu Mas, Mas membela dia dan saya dipojokan" Air mata Santi mulai keluar siasat permainan dimulai kata hatinya.

Burhan yang melihat Santi menangis kelinglungan, karena dia tidak menyangka Santi akan menangis. "Kenapa kamu menangis, aku Bos Kamu wajar aku bertanya, hal aneh yang kamu lakukan sampai membuat Tania terluka"

Santi semakin menangis tak perduli perawat ada disana. "Sudah Mas saya tahu Mas menyukai Tania, Tapi tidak seharusnya saya dipojokan begini" Santi terisak-isak sambil mengelap pipinya..

"Sudah jangan menangis malu dilihat orang aku hanya bertanya kepada kamu Santi, karena aneh saja bagiku perilaku kamu hari ini, padahal kamu tahu peraturan resto" Santi terdiam dia tetap terisak-isak karena cara itu untuk menutupi rencananya agar tidak terus diselidiki oleh Burhan.

Tiba-tiba Santi memegang tangan Burhan,Burhan sedikit kaget dengan Keagresifan Santi, yang memang dia tahu sejak kenal Santi, tapi cara itu pula dia menarik pelanggan resto Mamanya."Mas kamu sudah lama mengenal aku, apa kamu meragukan aku, apa untungnya aku mencelakai Tania" Santi semakin menggenggam tangan Burhan.

Berlahan Burhan melepaskan tangan tersebut karena ada perawat yang melirik, "wanita ini cukup berani" ucap Burhan dalam hati. "Sudah Santi malu dilihat orang kamu tidak usah pegang-pegang tangan saya, saya percaya dengan kamu semoga ini memang hanya kecelakaan kerja"

Santi melepaskan tangannya ke Burhan sekali lagi Santi merasa kecewa Burhan seakan menolak dirinya secara halus, tapi dia tidak bisa melanjutkan rencananya karena banyaknya perawat berlalu lalang didepan mereka.

Cukup lama Tania ditangani diruangan dokter, Karena ada kulit Tania dipaha yang melepuh sedikit untung Tania mengunakan celemek tebal. sehingga siraman minyak yang Santi Bawa tidak mengenai tubuhnya seluruhnya. Setelah Tani diberi obat dan salep Tania diperbolehkan pulang oleh dokter.

"Keluarga ibu Tania" suster memanggil keluarga Tania diluar. Burhan langsung mendekati suara tersebut. "Pasien sudah bisa pulang ya Pak" ucap suster setelah melihat Burhan. Burhan dan Santi masuk kedalam. Tania masih duduk ditempat tidur pasien.

"Mari aku Bantu Tania" ucap Senti menawarkan Diri, Santi memegangi Tania turun dari tempat tidur, Tania masih meringis tapi dia berusaha kuat. Sini Aku gendong, dengan Spontan Burhan mengangkat Tania. " Tidak Usah Pak, Saya bisa jalan kok"

"Gimana bisa jalan tuh kaki kamu sudah melepuh, sudah ngak usah banyak ngomong, toh aku yang gendong, walau kamu berat tapi aku kuat kok" Antara tertawa dan kesakitan Tania berusaha mengontrol dirinya dan tidak sengaja mencubit Burhan dengan lembut.

"Gitu dong Terima saja, syukur-syukur aku mau gendongin kamu" Dada Santi terasa sesak melihat adegan itu didepan matanya. "Sial.... sial, mereka malah mesra didepanku" hati Santi bergejolak iri kepada Tania.

"Santi tolong buka pintu mobil mobilnya" Santi yang berada dibelakang mengiringi Burhan berlari kedepan dan membuka pintu mobil Burhan. Burhan mendudukan Tania dibelakang. Lalu Burhan duduk didepan siap melajukan mobilnya.

"Kamu saya antar pulang, hari ini kamu tidak mudah kerja kamu boleh libur beberapa hari sampai kamu sehat, nanti saya bilang ke Mama"

"Tapi Pak...saya ngak Apa-apa" Tania berusaha menyembunyikan rasa sakitnya karena dia tak ingin libur dan gajinya dipotong, dia tak ingin manja, karena dia butuh uang untuk sehari-hari.

"Ngak Apa-apa gimana, jalan aja kamu susah sudah jangan pikirkan kerjaan yang pasti pikirkan kesehatan kamu dulu, soal gaji kamu jangan kwatir, ngak ada pemotongan malah nambah ntar, kamu kecelakaan saat kerja, ntar saya bilang dengan Buk Seno"

Tania tak tahu harus bicara Apa-apa lagi, Santi

yang mendengar perkataan Burhan sedikit menggerutu dihatinya" Sial benar, malah keberuntungan didapatnya, ihhhh.... awas kamu Tania kamu sudah merayu Burhan didepan aku"

Tania sungguh tidak menyangka accident ini akan terjadi pada dirinya hari ini, tapi dia pasrah, mungkin ini sudah jalannya, tapi dia sedikit malu digendong oleh Burhan saat ke klinik, karena kaki memang terasa tegang dibawa berjalan dan perih

Sesampainya dirumah Ibu Karti yang sudah kembali dari berjualan kaget saat mobil yang sangat dihafalnya masuk ke dalam halaman rumahnya. Saat mobil berhenti nampak Burhan, Santi, dan disusul oleh Tania yang dipapah oleh Santi. Kekagetan Bu Karti semakin bertambah saat putrinya pincang berjalan dan meringis kesakitan, sekejap Bu Karti berlari kearah mobil, "Astaga Tania, kenapa kamu Nak_" Bu Karti nampak terkejut dan sedikit Shock melihat kondisi putri.

Berlahan akhirnya Tania sampai dirumah didudukan diruang tamu yang seadanya. Burhan menjelaskan peristiwa ke Bu Karti atas apa yang terjadi resto Mamanya. "Santi minta Maaf Bibi, Aku tidak sengaja dan tidak melihat Tania lewat"

"Jadi untuk beberapa hari ini biar Tania beristirahat dirumah saja Bu, sampai di kuat bekerja lagi"

"Iya Nak Burhan Terima kasih sudah membawa Tania ke klinik dan mengantarnya pulang. "Itu sudah kewajiban saya ibu tidak perlu berterima kasih, semoga Tania cepat sembuh ya Bu" Tania hanya terdiam terpaku karena masih menahan perih di paha dan tangannya yang terkena minyak panas.

"Kalau begitu kami permisi dulu Bu, saya harus balik resto". Burhan pamit kepada Bu Karti dan Tania untuk kembali mengantar Santi ke resto, karena jam kerja yang masih ada. Setelah mobil Burhan menghilang dari pandangan, Bu Karti melihat luka Tania yang melepuh, "Duh Nak ada saja ujian kamu, kamu mesti sabar ya Nak".

"Iya Bu, Tania tidak mau lama-lama sembuh Tania harus kerja, biar bisa ngumpulin uang"

"Kamu sabar ya Nak,pasti sembuh kamu harus istirahat yang cukup biar pulih segera"

"Iya Bu.. InshaAllah pasti sehat" Tania tidak ingin ibu juga merasa cemas kepada dirinya. Dia berusaha menutupi sakit yang berasa panas di kulitnya. Setelah mengantar Tania kekamarnya Bu Karti memasakkan bubur untuk Tania.

Sementara Santi yang pulang berdua dengan. Burhan tak banyak bicara karena dia tidak. ingin terjebak perkataan dengan Burhan yang nampaknya sudah membaca isi pikirannya untuk. menyingkirkan Tania. Dan dia tidak ingin rencananya akan merugikan pekerjaannya, diam

lebih baik sekarang daripada mengiring pikiran Burhan kepada kejadian tadi.

1
Delsi Irma
Hai singgah di ceritaku ya... 😍 jangan lupa komen dan like nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!