NovelToon NovelToon
Gagal Miskin Karena Sistem

Gagal Miskin Karena Sistem

Status: tamat
Genre:Fantasi / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Bagi orang lain, mendapat warisan adalah jalur cepat menjadi kaya. Namun, berbeda dengan Budiman. Warisan yang ia dapat, malah membuat hidupnya nelangsa karena mendapat warisan toko kelontong yang mau bangkrut karena hutang warga yang tak kunjung dibayar.

Lelah menagih dan kesal setiap hari ditipu janji manis, Budiman justru berharap warung itu bangkrut saja. Ia ingin menutupnya dan bekerja sebagai karyawan biasa, hidup tanpa pusing memikirkan hutang orang lain.

Namun, takdir berkata lain.

Saat ia benar-benar mencoba menghancurkan warung peninggalan orang tuanya dengan menjual murah semua, menolak pembeli, bahkan membiarkan stok habis, sebuah suara aneh tiba-tiba muncul di kepalanya:

[ Sistem Kompensasi Finansial 'Makin Bangkrut Makin Kaya' Resmi Diaktifkan! ]



Bagaimanakah kisah Budiman yang berusaha bangkrut tetapi tak kunjung sukses? Ikuti alur cerita ini yah ....

#kehidupandidesa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Salah Paham yang Menyesakkan

"Jelaskan apa maksudnya!" tanya Hartanto terlihat bingung.

"Coba kita lihat kembali pada poin pertama: 'Budiman Mart siap menyetor lima puluh miliar tunai secara instan.' Saya rasa ini sebuah gertakan yang bertujuan untuk memamerkan kelancaran kas mereka! Intinya, mereka sedang mengejek kita, ini Pak."

"Mereka sedang menunjukkan bahwa kas mereka tidak terbatas hingga uang lima puluh miliar bagai uang receh saja bagi mereka!"

"Poin kedua: 'Menyerap seluruh stok mati gudang kita dengan harga dua kali lipat.' Ini penghinaan yang sangat kejam untuk kita, Pak! Dia sedang menyindir bahwa sistem manajemen logistik kita ini, bobrok dan gudang kita sudah penuh oleh barang busuk, makanya dia mau 'bersedekah' kepada kita dengan membelinya dengan harga dua kali lipat!"

Asisten utama Hartanto ikut menimpali dengan suara gemetar. "Lalu poin terakhir, Pak ... 'Ia menawarkan pengambilalihan kendali operasional 19 cabang mereka secara cuma-cuma.' Ini taktik Hostile Takeover (akuisisi paksa) yang paling brutal! Budiman tahu kalau kita mengambil 19 cabang itu, legalitas retail kita di Sumatera Barat akan terjebak dalam tuntutan hukum dari masyarakat lokal yang sangat loyal pada mereka."

"Seluruh penduduk di provinsi itu akan menduduki toko kita, merusak reputasi saham kita di bursa efek Jakarta, dan menghancurkan nilai pasar kita dalam semalam!"

Brak!

Hartanto langsung berdiri dari kursinya. Keringat dingin mengucur deras membasahi kemeja seolah pendingin udara tak bekerja sebagaimana semestinya. Bayangan di dalam kepalanya berputar dengan hebat. Pikirannya dipenuhi gambaran mengerikan tentang kebangkrutan total perusahaan ini di tangan seseorang yang baru muncul bernama Budiman.

"Aku tak menyangka tikus kecil itu bisa jadi sekejam itu! Dia sengaja membiarkan kita memboikotnya. Ternyata agar dia memiliki alasan legal untuk menghancurkan seluruh ekosistem retail kita dari dalam!" desis Hartanto dengan napas memburu, matanya merah karena ketakutan yang besar.

"Dia tahu kita sedang sekarat karena boikot balik dari masyaramat di sana, makanya dia langsung mengirimkan pukulan maut ini!"

"Lalu apa yang harus kita lakukan, Pak? Jika kita menolak surat ini, dia mungkin akan segera merilis produk 'Budiman Pure' ke seluruh gerai nasional dan menghabisi produk air mineral kita!" tanya para direksi dengan wajah panik secara massal.

Hartanto meremas rambutnya yang semakin memutih, lalu menarik napas pasrah dengan tangan yang gemetar hebat.

"Batalkan boikotnya ... Batalkan sekarang juga!" perintah Hartanto dengan suara parau setengah menangis.

"Kirim surat balasan ke Tarusan. Katakan pada Budiman ... kita memohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahpahaman logistik ini. Mulai besok pagi, kita akan memasok sembako terbaik ke seluruh cabang Budiman Mart dengan diskon khusus delapan puluh persen dari harga pabrik! Katakan pada dia ... tolong jangan hancurkan perusahaan kami!"

.

.

Kembali ke Tarusan, Pesisir Selatan. Pada keesokan paginya, Budiman baru saja terbangun dari tidur singkatnya di atas kasur lipat yang disiapkan khusus untuk kantor. Saat dia berjalan ke area depan toko sambil menguap, mendadak terganggu karena tiba-tiba muncul hologram yang memancarkan cahaya keemasan yang sangat menyilaukan mata.

[ Ding! ]

[ Keberhasilan Diplomasi Korporat Tingkat Dewa! Ultimatum tak terlihat Anda berhasil membuat Ritel Raksasa Jakarta bertekuk lutut dan ketakutan! ]

[ Hasil Negosiasi: Boikot yang dilancarkan, kini telah dibatalkan. Musuh telah resmi menyerah dan bersedia menjadi pemasok budak logistik Anda dengan memberikan diskon produk sebesar 80% langsung dari pabrik utama! ]

[ Bonus Sistem: Karena margin keuntungan Anda kini melonjak naik sebanyak 500% akibat modal barang yang terlalu murah, Sistem meningkatkan kapasitas Gudang Utama Tarusan menjadi super-gudang otomatis berteknologi Jerman secara gratis! ]

Budiman mematung dalam keadaan mulut yang semakin terbuka di tengah toko. Belum sempat ia mencerna informasi yang ia dapat, di luar ruko terdengar suara klakson bertalu-talu dari iring-iringan dua puluh truk tronton besar bernomor polisi asal Jakarta sedang membawa ribuan ton mi instan dan minyak goreng murah.

Anto yang baru saja selesai merasakan indahnya malam bersama istrinya, langsung keluar dari kamar mandi karena Imar menjerit kegirangan melihat puluhan truk itu melintasi desa kecil di kecamatan ini.

"Abaaang ... Itu kayaknya kiriman dari korporat yang memboikot kedai kita kemarin, Bang!" sorak Imar, istri sekaligus Asisten Anto yang berdiri di depan rumah mereka.

Dengan cepat, Anto membuka email. Saat mengecek pesan, ternyata matanya melebar begitu saja saat membaca balasan permohonan maaf dari pihak mereka.

"Abang ke tempat Uda Diman dulu." Anto mengusap punggung istrinya dan mengedipkan mata.

"Nanti Imar akan masak besar syukuran, Bang. Setelah itu baru ke kedai," ucapnya sembari melambaikan tangan.

Anto langsung berlari menuju Budiman Mart yang berada tak jauh dari rumah pengantin baru itu. Dengan wajah girang, di depan Budiman, ia bersujud syukur di pelataran parkir toko.

"Uda! Taktik surat kemarin berhasil!' sorak Anto langsung memeluk Budiman yang masih melongo. Dia melompat kegirangan sembari memeluk sang kakak ipar.

"Musuh kita sudah menyerah kalah, Da! Bahkan, mereka mengirimkan sembako termurah sepanjang sejarah! Uda bener-bener genius, Da!"

Budiman perlahan menutup mulut, dan memegangi dada yang kembali sesak. Matanya teralih pada Roni yang baru terbangun berdiri di pintu sembari mengucek mata.

Budiman hanya bisa menatap langit langit yang cerah dengan air mata keputusasaan yang tumpah ruah.

'Tuhan ... Kenapa Tuhan? Awak hanya minta ingin bayar denda biar uang awak habis dan rekening awak minus ... kenapa mereka malah minta maaf dan kasih barang murah?!' jerit Budiman dalam batinnya.

.

.

Sementara itu, di lantai atas kantor pusat NagariShop di wilayah pecinan Kota Padang, atmosfer ruangan terasa begitu sunyi sampai sebuah dering telepon pintar memecah keheningan.

​Vilmey yang sedang memeriksa sampel kain untuk proyek hio estetik berikutnya, mengangkat alis saat melihat nama salah satu kolega bisnis kelas kakapnya dari Jakarta tertera di layar. Setelah tombol hijau digeser, suara panik langsung meledak dari seberang sana.

​"Vilmey! Kamu kenal dengan pria bernama Budiman dari Pesisir Selatan itu, kan?! Tolong katakan pada pasanganmu itu untuk menahan diri! Surat gertakan finansial lima puluh miliarnya kemarin sukses membuat Hartanto terkena serangan panik dan dewan direksi retail Jakarta gemetaran setengah mati! Mereka sampai membatalkan boikot nasional dan mengemis maaf!"

​Mendengar laporan itu, ponsel di tangan Vilmey hampir saja merosot. Mata sipitnya mengerjap tidak percaya. Dengan cepat, ia menyuruh sekretarisnya untuk meretas informasi resmi mengenai pergerakan logistik di perbatasan Tarusan pagi ini.

​Saat layar tablet menampilkan laporan bahwa dua puluh truk tronton dari Jakarta justru datang membawakan sembako dengan diskon gila-gilaan delapan puluh persen untuk Budiman Mart, dada Vilmey berdesir hebat. Senyuman tipis yang penuh rasa bangga perlahan terukir di wajah cantiknya.

​Vilmey menyandarkan punggungnya di kursi kerja, menggenggam kipas tradisionalnya dengan erat. Pikirannya langsung melayang pada sosok Budiman yang selalu berpenampilan sederhana dengan kaus oblong putih polosnya.

Pria itu selalu saja mengeluh pening seolah memikul beban dunia, tetapi ternyata diam-diam menyembunyikan kemanpuan otak dengan strategi tingkat dewa. Meski sendirian tanpa bekingan pengusaha lain, ia sanggup mengguncang ibu kota.

​'Saudara Budiman ... kamu sengaja mempertaruhkan lima puluh miliar dan sembilan belas cabangmu ... hanya untuk mematahkan boikot mereka?"

"Kamu melakukan semua perang finansial sekejam ini ... demi melindungi proyek kerja sama kita? Demi melindungiku?' batin Vilmey yang salah paham sepenuhnya. Pipinya mendadak merona merah akibat letupan romansa yang tak terbendung.

Bagi Vilmey, pria sekaya, se-genius, sekaligus se-protektif Budiman tidak boleh dibiarkan lepas ke tangan wanita lain. Hubungan bisnis ini sudah terlalu sempit untuk menampung percikan di antara mereka.

​Vilmey langsung berdiri tegak, memancarkan aura tegas seorang wanita mandiri yang tahu persis apa yang diinginkannya.

​"Siapkan gaun Cheongsam merah terbaikku sekarang juga," perintah Vilmey pada asistennya.

"Dan panggil tim pengacara keluarga. Hari ini juga, aku yang akan pergi ke Tarusan untuk melamar Budiman menjadi suamiku!"

[ bersambung ]

1
Alken 7.2
sudah bab 1
SoVay: isi ceritanya apa alken?
total 1 replies
Akbar_7.1
bab 1
SoVay: oke akbar, 1 bab aja per hari. tapi emanya isinya ap?
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
mampus kalian malah bikin mcnya tambah kaya terimakasih sampai pura pura pingsan
Etijelita
sudah sampai bab 1
SoVay: bab 1 tentang apa? ini siapa ya?
total 1 replies
Etijelita
sudah sapai bab1
Mohd Harmizi
baru aku faham, budiman yang tolol
SoVay: 🤣🙈 ya bgitu lah krakternya
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
ko pingsan terharu membantu budiman malah menjadi kaya terimakasih kalian semua hahahaha bikin season 2 thor bikin mereka mengira ini semua rencana mcnya
SoVay: kayaknya ceritaku kurang seru bang 🤣 banyak yg berhenti di tengah jalan. jadi nanti cerita lain mau aku bikin, semoga berikutnya banyak yg mau baca smpai selesai 🤲
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
Hakim ketuanya baik loh bikin budiman menjadi semakin kaya terimakasih hakim ketua hahahaha
adib
proses kreatif.. butuh sabar.. semangat thor
SoVay: terima kasih bang, nanti ikuti cerita yg baru aku ya. 🤣
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
Terima baik sekali kalian membuat mcnya tambah marah pura pura pingsan hahahaha
SoVay: skali2 versi terbalik🤣🤣🤣
total 1 replies
MomyWa
budiman, kau dpt uang dgn cara mudah bgt itu berkah
MomyWa
ini gak jadi nikah kah?
MomyWa
omaigat thor, sibuk dikit dah banyak aja up nya
Fajar Fathur rizky
bikin mcnya menang malah ambil alih semua toko musuhnya bikin musuhnya mengira ini startegi mcnya
Fajar Fathur rizky
bikin mcnya semakin kaya thor
SoVay: okay, nanti bisa d luar nurul kak 🤣
total 1 replies
Aku Rajin Membaca
ada hawa2 tak enak bagi budiman, tp bagi kita psti bikin ngakak
arielskys
apakah semudah itu? 😭
Aku Rajin Membaca
udah filing buruk dluan
Aku Rajin Membaca
wkwkwkw...budiman jd barang lelang
Aku Rajin Membaca
kasih lah visual macam.mana budiman kita yg jd rebutan ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!