"Rin mau kemana? kenapa diam-diam membawa koper begitu?" Tanya Aga merasa curiga pada istrinya, mendadak istrinya pamit pergi, padahal dia baru saja pulang dari pasar. Arin diam saja dan tetap memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. "Rin aku nanya sama kamu? Kalau mau pergi, aku antar" "Tidak perlu mas, di dalam masih ada tamu" "Tamu Istimewa" Imbuh Arin dalam hati. Arin menyerah. Sejak kecil dia sudah mengabdi di keluarga suaminya karena mereka telah di jodohkan sejak kecil. Arin kira pengorbanan dan kesabarannya akan membuat suaminya luluh, namun dia salah. Suaminya bahkan membawa wanita idamannya ke dalam rumah. Arin sudah tidak tahu apa yang ingin dia pertahankan di rumah ini, bahkan setelah satu tahun menikah, tak sekalipun dia di sentuh. "Tunggu aku sebentar, keluarkan kopermu. Masukkan ke mobil ku, aku akan mengantarmu" Pinta Aga, namun Arin sudah mati rasa, dia langsung meminta supir melajukan mobilnya.Arin tak memperdulikan Aga yang berteriak sambil berlari mengejarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Aga dan Dewa di sidang di ruang tengah, wajah mereka sama-sama lebam.
"Kalian merebutkan foto ini?" Tanya Bu Emi pada kedua lelaki itu.
"Di figura itu istri saya Tante"
Dewa langsung melengos kesal, sekarang saat Arin pergi Aga baru menyadari kalau Arin istrinya, kemarin-kemarin dia di mana? Saat Arin di tinggal di toko swalayan sendirian.
Saat Arin membawa banyak barang, saat Arin menangis di depan rumah sakit sendirian. Semua luka Arin dia penyebabnya, bukannya sadar dia justru terus membuat Arin takut.
"Istri tidak di akui ma"
"Aku mau mengakuinya, kamu saja yang menyembunyikan dia"
"Siapa yang menyembunyikan Arin?"
"Kamulah! Aku tahu dia di sini"
Bu Emi jadi pening sendiri mendengar perdebatan mereka. Mereka kembali adu mulut. Jika tetap di biarkan pasti ujung-ujungnya berkelahi lagi.
"Sudah sudah sudah! Jangan bertengkar lagi. Jadi kamu di sini mau mencari istri kamu Ga?"
"Iya Tante, lokasi terakhir dia ada di rumah ini, saya yakin Arin pasti di sini"
Bu Emi menatap putranya, jadi Dewa jauh-jauh dari luar negeri hanya untuk mengejar cinta dari istri orang? Apa wanita yang di ceritakan para pembantu di rumah ini itu istrinya Aga?
Padahal Bu Emi jauh-jauh terbang dari luar negeri karena penasaran dengan wanita Idaman Dewa, wanita yang selalu di pajang di ruang tamu mereka. Ternyata wanita itu istri Aga. Tapi kenapa Mbak Tina tidak pernah cerita kalau Aga sudah menikah?
"Kamu yakin dia di sini?"
"Yakin sekali Tante"
"Kalau begitu, ayo kita temui dia. Tapi......Tante penasaran kenapa dia sampai bersembunyi di sini"
Aga langsung diam, dia tidak mungkin menceritakan kisah rumah tangganya yang berantakan karena ulahnya sendiri pada Tante Emi. Dia harus menyelesaikan salah paham ini dulu, yang penting dia bisa bertemu dengan Arin dan bicara dengan nya.
Dewa sudah mulai takut kalau Arin di temukan, dia pasti akan di marahi mamanya jika tahu menyembunyikan istri orang di rumah ini. Tapi dia adalah wanita yang dia cintai sejak dulu, Dewa tidak mau Arin terjebak lagi dengan Aga. Dewa tidak mau Arin di sakiti lagi.
"Semoga saja Arin sudah bersembunyi" Batin Dewa. Dia mengikuti Mamanya dan juga Aga, mencari keberadaan Arin di seluruh rumah ini.
Satu persatu kamar mereka geledah, semua ruangan mereka cari, bahkan sampai ke gudang. Semua tidak luput dari pencarian Aga, namun Arin tidak ada di sana. Dewa juga sempat heran, kenapa Arin tidak ada di mana-mana? Apa dia sudah pergi?
"Tidak ada kan? Sekarang kamu pergi dari rumah ku!" Usir Dewa.
Dia juga penasaran di mana Arin sekarang, Dewa ingin sekali menelfon Arin dan bertanya di mana dia sekarang.
"Aku akan mencarinya sekali lagi"
Dewa memilih berhenti mengikuti Aga, biar mamanya saja yang ikut mencari. Dia akan menghubungi Arin saja.
Begitu Aga dan mamanya sudah tidak terlihat, Dewa mengirimkan sebuah pesan untuk Arin.
'Kamu di mana? kenapa kamar kosong?'
pesan tidak terkirim, sepertinya Arin mematikan ponselnya.
"Sial! kalau saja Aga tidak datang, Arin pasti masih di sini"
Rasanya Dewa ingin sekali meninju lelaki itu, lelaki tidak bertanggung jawab, selalu saja membuat Arin menangis.
Dewa memutuskan ke ruang tamu, menunggu Aga selesai menyisir rumahnya.
Setelah satu jam berlalu, Aga baru terlihat kembali bersama Mamanya.
"Mana Arin? Ada dia?" Sindir Dewa. Aga berdecak kesal karena tidak menemukan Arin di rumah ini,tapi jelas-jelas semalam istrinya ada di sini.
Lokasi ponselnya yang dia lacak ada di tempat ini, dia tidak mungkin salah.
"Sana pulang! malas sekali aku lihat wajah kamu"
"Biarkan dia sarapan dulu di sini Dewa"
"Ma...mama nggak lihat anak mama babak belur gara-gara dia?"
"Mama tahu, dia juga babak belur Wa. Tapi kalian itu masih saudara, jangan sering bertengkar. Ayo masuk Ga, kita sarapan dulu"
"Tidak Tante, Aga pamit dulu Tante, maaf sudah merepotkan Tante Emi"
Aga akan mencari istrinya, dia pasti belum pergi jadi dari sini.
"Tidak masalah nak, lain kali mampir ke sini ya?"
"Iya Tante"
Aga langsung pergi, dia terus menengok ke kanan dan kirinya berharap menemukan Arin di sekitar sini.
*****
"Jadi wanita yang selalu kamu kagumi itu istrinya Aga?"
Bu Emi mengintrogasi putranya, dia kira Arin masih single, ternyata dia sudah menikah, dengan keluarga dekatnya pula. Suaminya dan ayah Aga adalah saudara kandung. Tapi mereka jarang berinteraksi sejak keluarganya pindah ke luar negeri.
"Dewa juga baru tahu ma saat Aga pertama ke sini"
"Astaga Dewa! kenapa kamu masih mengejarnya? kalau dia sudah punya suami ya lupakan. Kenapa kamu bawa dia ke sini? Kamu tahukan kamu bisa di tangkap kalau sampai ketahuan menyembunyikan istri seorang Letnan?"
Dewa terkejut, bukannya mamanya tidak melihat Arin? kenapa mamanya tahu kalau Arin ada di sini?
"Dewa tidak...."
"Tidak apa? Mau mengelak? Mama tahu dia di sini, mama punya banyak mata-mata di sini, Untung saja mama tadi sudah minta satpam menghapus cctv malam tadi. Kalau tidak Aga pasti sudah melaporkan kamu ke polisi"
Dewa langsung tertunduk, dia tahu menyembunyikan seseorang itu salah, tapi baginya ini bukanlah sebuah kesalahan, ini adalah sebuah perhatiannya pada Arin, dia ingin melindungi Arin dari Aga, dia ingin membawa Arin pergi dengannya, dia akan membahagiakan Arin,hingga Arin melupakan semua deritanya.
"Ma...Arin tidak bahagia bersama Aga ma, Aga bahkan tidak mau mengakui Istrinya di depan teman-temannya, dia bahkan punya wanita lain"
Dewa memperlihatkan foto Aga dan Rahma yang pernah dia potret.
Bu Emi melihat foto itu dengan seksama, sepertinya Bu Emi pernah melihat wanita di foto itu, tapi dia lupa.
Jika memang mereka ada hubungan, tapi tidak seharusnya juga Dewa mendekati Arin. Walau bagaimanapun dia masih istri orang.
"Perselingkuhan Aga bukan urusan kamu Dewa, ini masalah rumah tangga mereka, selama Arin masih belum bercerai dengan Aga, mama minta kamu jangan ikut campur"
"Tapi ma...Aga cinta benget sama Arin, Aga juga sakit ma saat melihat Arin menangis. Aga tidak akan biarkan Arin menderita sendirian"
Bu Emi memijat kepalanya yang pening, dia sudah lama ingin memiliki mantu, dia ingin segera .melihat putranya menikah dan punya anak. Tapi tidak dengan istri orang juga.
"Nak lupakan Arin, dia istri orang sayang, mama akan carikan wanita lain yang lebih baik dan lebih cantik dari dia"
Dewa menatap kesal pada Mamanya, dia tidak pernah menentang kemauan Mamanya selama ini, dia bahkan ikut ke luar negeri meski dia tidak mau, dia juga terjun ke dunia bisnis sejak muda dan harus kuliah sambil bekerja di perusahaan Papanya. Dia tidak menolak saat mamanya meminta ini dan itu, tapi untuk Arin, dia tidak akan mencari wanita lain.
"Jika mama tidak merestui kami, Anggap saja Dewa bukan anak mama lagi"
Bu Emi terkejut sekali mendengar betapa gigihnya putranya untuk mendapatkan Arin.
"Tapi sayang dia istri orang"
"Dewa tidak perduli ma, Dewa tetap memilih dia"
Dewa pergi begitu saja, dia ingin mencari di mana Arin. Bu Emi langsung terduduk di sofa, kepala ya rasanya ingin pecah saja memikirkan kehidupan asmara putranya.
Buruan Ga segera kejar si Arin smg blm sempat terbang pesawatnya
kl kabur beneran pasti kluar kota Naik bus ganti kapal pesiar pasti gk Ada yg nemuin. ntah Arin itu goblok apa tolol jd wanita. pdhl dah dewasa dah pernh kawin tp ttp oon.
niat kabur Dr awal pergi jauh ganti nmr jng hub orang rumah lagi. kemarin mncing hub mertua oalah alah. cewek plin plan.
terus aja Rin keraskan hatimu buat dirimu sama ky si Aga yg suka menyimpan dendam jd kamu ga ada bedanya sama si Aga kan
heran koq bisa si Dewa tau2 nongol bawa bunga bawa cincin, ntar pas mereka lg pandang2 an ato pegangan tangan si Aga nongol tuh, lanjut lg salah pahamnya gitu aja terus ga kelar2