NovelToon NovelToon
Dicampakkan Suami, Aku Jadi Pengusaha Sukses

Dicampakkan Suami, Aku Jadi Pengusaha Sukses

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Orang Disabilitas
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Kania mengira pernikahannya dengan Firman adalah takdir bahagia. Selama dua tahun, Firman menjadi suami sempurna sekaligus pahlawan yang menyelamatkan ekonomi keluarganya.

Meski hidup dengan disabilitas pada kaki kirinya akibat sebuah kecelakaan, Kania tak pernah menyerah menjalani hidup. Ia percaya, selama Firman tetap berada di sisinya, semua kekurangan itu bukanlah penghalang untuk meraih kebahagiaan.

Namun, saat perusahaan Firman bangkrut, badai besar menghantam rumah tangga mereka.

Pria yang pernah berjanji akan terus menggenggam tangannya mendadak berubah dingin. Lalu, seorang wanita dari masa lalu Firman datang menawarkan suntikan dana untuk menyelamatkan perusahaan dengan satu syarat, Firman harus membuang Kania dari hidupnya.

Demi mengembalikan kejayaan dan mempertahankan ambisinya, Firman tak ragu mengkhianati janji suci pernikahan mereka.

Terluka hebat, Kania memutuskan pergi meraih kebahagiaannnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22 Kamu Wanita Cacat!

"Kamu ini kenapa sih, Kania?! Sekarang jadi bawel banget! Tiap aku pulang, selalu curiga, selalu menuduhku yang tidak-tidak!" bentak Firman dengan urat leher menonjol.

Kania menatap suaminya dengan mata yang mulai berkaca-kaca, namun ia menahan air matanya agar tidak jatuh.

"Tidak-tidak bagaimana, Mas? Wangi parfum perempuan di kemejamu setiap malam, pesan-pesan yang masuk di jam dua pagi. Mas pikir aku bodoh? Aku istrimu!"

"Itu Mawar, Kania! Astaga, otakmu itu isinya cuma cemburu buta!" bantah Firman tak mau kalah, ia mengusap wajahnya kasar. "Kalau memang aku dekat dengan Mawar, sering ketemu, ya wajar dong! Dia investor! Dia yang membantu bisnisku yang hampir bangkrut itu! Kalau bukan karena suntikan dananya, kita sudah makan batu sekarang. Harusnya kamu bersyukur dan berterima kasih sama dia!"

Mendengar pembelaan suaminya yang begitu mengagungkan wanita lain, Kania tidak lagi menangis. Perlahan, ujung bibirnya tertarik, membentuk sebuah senyuman kecut yang penuh dengan kepahitan. Luka di hatinya sudah terlalu dalam hingga rasanya kebas.

Melihat senyum sinis istrinya, ego Firman tersentil. "Kenapa responsmu begitu? Nggak suka aku dibantu Mawar?! Nggak suka melihat suamimu bangkit lagi?!"

Kania menghela napas panjang, melepaskan lipatan tangannya. Tatapannya berubah dingin, sedingin balok es.

"Terserah kamu lah, Mas," ucap Kania dengan nada datar yang justru membuat suasana terasa semakin mencekam.

"Lakukan saja apa yang menjadi keinginan kamu. Silakan puji dia, silakan habiskan waktumu dengan pahlawan bisnismu itu. Aku sudah tidak peduli."

Firman mengernyitkan dahi. Respons Kania yang tiba-tiba menyerah ini di luar dugaannya.

Sebelum Firman sempat membuka mulut, Kania kembali berbicara dengan nada penuh ketegasan yang baru.

"Oh iya, ada satu hal lagi yang perlu kamu tahu. Mulai besok pagi, aku mulai bekerja. Aku sudah diterima di sebuah butik ternama sebagai desainer."

Hening sejenak merayapi ruang tamu itu. Tiga detik kemudian, tawa Firman meledak. Suara tawanya terdengar sangat meremehkan, menggema memantul di dinding ruangan.

"Kerja? Hahaha! Ya Tuhan, Kania... kamu bermimpi terlalu tinggi!" Firman memegangi perutnya, seolah ucapan istrinya adalah lelucon paling lucu abad ini.

Meski dalam hati Firman sangat tahu bahwa sejak dulu fashion design adalah bidang keahlian Kania yang brilian. Bahkan Kania adalah lulusan terbaik di kampusnya. Firman tidak akan pernah sudi mengakuinya. Ia butuh Kania tetap berada di bawah kendalinya.

"Kamu pikir dunia kerja itu gampang? Perusahaan mana yang mau menerima kamu, hah?!" ejek Firman, tawanya mereda digantikan senyum merendahkan. Ia melangkah maju, menatap istrinya dari atas ke bawah dengan tatapan menghina.

"Dengar ya, Kania... kamu itu sudah bertahun-tahun cuma jadi ibu rumah tangga. Kemampuanmu sudah tumpul. Lagipula..." Firman sengaja menjeda kalimatnya, mengarahkan pandangannya pada kaki Kania yang sedikit pincang akibat kecelakaan tragis dulu.

"Kamu itu cacat, Kania. Kakimu pincang. Kamu nggak punya prestasi apa-apa. Siapa yang mau mempekerjakan desainer pincang yang jalan saja harus diseret? Jangan bikin malu dirimu sendir—"

Plak!

Bunyi tamparan itu terdengar luar biasa keras. Wajah Firman seketika terlempar ke samping. Pipi kirinya memanas, terbakar oleh jejak lima jari Kania yang mendarat tanpa ragu.

Firman mematung. Matanya melotot lebar. Ia menyentuh pipinya yang kebas, tak percaya bahwa wanita yang selama ini penurut dan selalu mengalah itu berani menamparnya.

Kania berdiri dengan dada naik turun. Air mata yang sedari tadi ditahannya akhirnya lolos, namun itu bukan air mata kelemahan, melainkan air mata amarah yang mendidih. Tangannya yang baru saja menampar Firman bergetar hebat.

"Jahat kamu, Mas!" desis Kania, suaranya bergetar menahan isak tangis yang tertahan di tenggorokan. "Kecelakaan ini terjadi karena aku berusaha membantumu dulu! Dan sekarang, kamu menggunakan bekas lukaku ini untuk menginjak-injak harga diriku?! Kamu bukan suami, kamu monster!"

Tanpa menunggu balasan suaminya, Kania berbalik. Meski langkah kaki kirinya sedikit terseret, ia berjalan dengan dagu terangkat, meninggalkan Firman yang masih diam membeku di tengah ruang tamu, dan masuk ke dalam kamar tamu lalu mengunci pintunya rapat-rapat.

Firman masih berdiri di tempatnya. Rasa panas di pipinya seolah menjalar hingga ke telinga. Ia mengusap wajahnya kasar, mendengus pelan.

"Sial! Aku salah bicara," gumam Firman dalam hati. Penyesalan setitik sempat melintas di benaknya karena telah membawa-bawa kekurangan fisik istrinya yang ironisnya disebabkan oleh kelalaiannya sendiri di masa lalu.

Namun, penyesalan itu hanya bertahan tiga detik. Ego lelakinya yang beracun kembali mengambil alih. Ia mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Wajahnya mengeras, menatap tajam ke arah pintu kamar tamu yang terkunci.

"Tapi memang kenyataannya begitu, kan? Aku ini bicara fakta!" desis Firman membenarkan dirinya sendiri.

Di dalam lubuk hatinya yang paling gelap, Firman sebenarnya dilanda ketakutan yang luar biasa. Ia merasa sangat insecure. Bisnisnya hampir hancur, ia harus bergantung pada wanita lain seperti Mawar, dan harga dirinya sebagai laki-laki sedang berada di titik terendah.

Jika Kania benar-benar bekerja, memiliki penghasilan sendiri, dan kembali bersinar menjadi desainer hebat seperti dulu, Firman tahu ia akan kehilangan kendali.

"Aku nggak mau dia kerja," geram Firman, meremas ujung jasnya. "Kalau dia punya uang sendiri, dia pasti bakal sok-sokan! Dia akan semakin berani melawanku, merasa tidak butuh aku lagi. Wanita itu seharusnya di rumah! Mengurus suami, memasak, bukan keluyuran cari uang dan menyaingi suaminya!"

Mata Firman memicing licik. Otaknya mulai menyusun rencana kotor.

Ia tidak akan membiarkan Kania berangkat bekerja besok. Apa pun caranya. Entah dengan menyembunyikan kunci rumah, merusak portofolio desainnya, atau bahkan mengurungnya di kamar. Firman bertekad, Kania tidak boleh menjadi wanita mandiri. Sampai kapan pun, Kania harus tetap berada di bawah telapak kakinya.

1
Itin
disini saya melihat seorang kakak yang menyayangi adiknya dan mau mendidiknya. walaupun dengan cara yang menyakitkan.
Itin
nikmatilah pilihanmu....
Deasy Suryandari
wuuiihh mantap
Dede Maesaroh
keren abiyu🥰
tinie
apakah mawar adik tiri🤔🤔
TPI dia bilang adik satu satunya

dari awal fillingku itu menggunakan firman pasti ingin merebut sesuatu dari sang Abang
hemm
Nice1808
bagus abi biar mawar gk sok lagi🤣🤣merebut suaminya kania dan skrg kania bersama kakaknya mawar🤣😂
Nice1808
hahhaha Firman distir oleh mawar mampuskan gara2 uang milyaran buat perusahaannya
Heni Setiyaningsih
/Rose/
Heni Setiyaningsih
dasar suami pecundang
Heni Setiyaningsih
semoga pita suara nya rusak bisr gak bisa teriak lg 🤣🤣🤣🤣
MamDeyh
Lanjuuut
Nice1808
biarkn firman dgn mawar kania, km dgn abngkya si boss abimanyu🤣🤭🤭
tinie
semangaat Kania
kamu pasti bisa bangkit kembali😭😭
MamDeyh
Lanjuuut lagi kak
Ma Em
Semoga Kania jadi sukses setelah diterima kerja , firman kamu pasti akan menyesal karena sdh membuang Kania istri yg baik dan berbakti meskipun selalu dihina dan direndahkan sama Bu Tuti sang mertua .
Nice1808
org tua sinting si tuti, ntar klo kania jd kaya kau ngemis2 krna mawar adiknya abimanyu bossnya kania🤭🤣
tinie
orang tua gila
kamu gak tau KLO mawar ingin menjadikan firman sebagai budak catur
yg harus kerja rodi
siap siap lembur stiap hari dan istri barumu akan menghabiskan uang perusahaan
dan Bu Tuti akan kehilangan jatah bulananmu
ahay
MamDeyh
Lagi kak...

Nah betul nih si 🌹 berduri adiknya si kulkas. Eng ing eng...
Dew666
Syukurlah langsung talak 3, kok aku malah hepi ya wkwk
Dede Maesaroh
amit"😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!