Kehidupan setiap orang tidak sama, jodoh, maut rezeki. Semua orang mendapatkan kadar yang berbeda.
Syaren, terpaksa menikah dengan Dimas, demi melindungi kakaknya, Yumna. Dia tahu, pernikahan ini bukan hal yang indah, Dimas hanya menginginkanya, hanya untuk bersenang-senang.
Bagaimana nasib Syaren? Apakah dia bisa menua bersama Dimas? Atau garis kehidupannya mengujinya lebih kejam lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31. Operasi
Dimas, Joan dan Reyhan hanya diam tanpa bicara menunggu operasi Syaren, yang masih berjalan. Sedang Yumna mulai sadar, dari pingsannya. Reyhan langsung memeluk adiknya.
"Kak Rey ... maafkan aku, semua ini terjadi karena salahku." pekik Yumna, dia menangis dalam pelukan Reyhan.
"Apa yang terjadi, sehingga Syaren jatuh dari mobil kalian?" Tanya Reyhan.
"Di perjalanan dari Hotel menuju rumahku, ban mobil kami bocor saat melaju di jalananan, Joan memperbaikinya, aku dan Syaren berdiri di pinggir jalan, menunggu Joan selesai, mengganti ban. Saat itu ada orang yang ingin menembakku, aku dan Joan tidak menyadari, hanya Syaren yang melihat itu, Syaren menyelamatkanku dari peluru. Dia terluka, kami langsung membawanya kerumah sakit Wisma." lirih Dimas.
Dimas menarik nafasnya begitu dalam, mengumpulkan energinya. Untuk melanjutkan ceritanya.
"Saat di Rumah sakit, aku menembakkan peluru rasa sakit pada hatinya,"
( Dimas bercerita kejadian di rumah sakit hingga Syaren menjalani tes keperawanan)
Bugghhh!!
Boghhh!!!
Berulang kali tinjuan dari Reyhan, mendarat telak wajah Dimas. Wajah Dimas mengeluarkan darah.
Joan tak tahan lagi berdiam diri, ia ingin memisahkan Reyhan yang terus meninju Dimas. Namun Joan juga, kena Pukulan telak dari Reyhan, yang mendarat di wajahnya.
Sedari tadi Joan ingin membalas. Namun Dimas memberi Isyarat, "jangan."
Reyhan berhenti melayangkan Bogem mentahnya.
"Teruskan! Aku pantas mendapatkannya, bahkan ini tidak seberapa dengan penderitaan Syaren!" Teriak Dimas.
Perawat yang lalu lalang di sana hanya diam, mereka tidak berani menegur, karena tahu siapa Dimas.
Keadaan hening, hanya deraan nafas yang terdengar, keheningan itu berubah, saat Ponsel Dimas berdering. Dimas memeriksa ponselnya, terlihat Citra yang menelponnya, Dimas langsung mengangkat panggilan telepon dari Citra.
"Iya mah."
"Sayang, di mana kalian? Kenapa belum sampai?" Tanya Citra.
"Syaren kecelakaan mah, dia sedang di Operasi di Rumah Sakit Kelana, mah." lirh Dimas.
Citra sangat syok, dia langsung mematikan ponselnya. Citra langsung meminta adik-adik Dimas, mengantarnya, menuju Rumah Sakit, di mana Syaren di rawat.
******
Semua anggota keluarga Dimas, sudah ada di rumah sakit, mereka semua masih menunggu Operasi Syaren.
"Yumna, kita Sholat dan Do'a buat Syaren ke mushalla." bisik Reyhan.
Yumna pun mengangguk, dia mengikuti langkah kaki Reyhan.
"Kemana kalian?" Tanya Citra.
"Mendo'a kan Syaren." sahut Yumna dingin.
"Tante ikut." lirih Citra.
Reyhan, Yumna dan Citra menuju Mushalla.
Dimas hanya memandangi kepergian tiga orang itu.
"Joan ... tolong segera kabari aku, jika ada kabar dari Syaren, aku ingin ikut mereka." lirih Dimas.
Gleggghhh!
Amel, Aira dan Aleeta saling pandang. Baru kali ini, mereka melihat kakaknya ingin Sholat. Selama ini, Kakaknya terkenal sebagai penjahat wanita dan gemar mabuk.
Saat Dimas sampai Mushalla, Reyhan Yumna dan Citra sudah selesai Sholat. Mereka bertiga, mengaji dan Ber do'a, untuk kesembuhan Syaren.
Dimas masih mematung, dia merasa tidak berdaya, matanya memandangi tempat Wudu, perasaannya begitu sesak, ia lupa, entah kapan terakhir dia menyentuh air, untuk wudu.
Dimas menangis sejadi jadinya di tempat Wudhu. Reyhan langsung beranjak dari tempatnya, dia memeriksa sumber isakan itu.
Hatinya iba, ketika melihat Dimas begitu hancur. Dengan tangan yang masih gemetaran Dimas mengambil Air Wudhu, lalu ber Wudhu.
Perlahan, ia melangkahkan kakinya masuk Mushalla. Citra sangat terkejut melihat Dimas berdiri untuk Sholat. Hatinya sangat terharu, ini pengalaman yang terindah, yang ia lihat dalam 7 tahun ini. Namun juga pengalaman yang buruk, melihat wanita yang baru dinikahi Dimas kemaren, tengah terbaring di ranjang Operasi.
Dimas masih gemetaran.
Namun ia mantapkan. Selesai salam dari mana rasa sejuk yang datang masuk ke hatinya, yang selama ini gersang. Lalu ia bermunajat memohon kesembuhan buat istrinya itu.
Drett dret drett!
Ponsel Dimas bergetar. Ia angkat, namun ia tak bersuara, karena itu dari Joan.
"Pak Dimas, operasi nona berjalan lancar." seru Joan
Dimas langsung menutup teleponnya, dan langsung berdiri.
"Operasinya sudah selesai." ucap Dimas lemah.
Reyhan dan Yumna pun segera meletakkan Al Qur'an yang mereka baca, ketempat semula.
Dimas sudah berjalan lebih dulu. Yumna, Reyhan, dan Citra, segera menyusul Dimas.
"Nona ada di ruangan." Joan menyebutkan nama ruangan Syaren, saat Dimas menghampiriny.
***
Dalam ruang perawatan Syaren, ada si kembar dan Aleeta, mereka terus menangis melihat keadaan Syaren, keadaan yang sangat memilukan, bermacam selang yang melekat, pada badan Syaren.
"Pasien sudah selesai melalui tahap Operasi, kita lihat, bagaimana kemajuan Pasien, kedepannya." sapa Perawat.
gampil bingittt