Assalamualaikum sahabat
Salam bahagia...
Kisah romantis dibumbui dengan kisah-kisah yang lucu, seru dan menyebalkan. Yuk nikmati kisahnya...
Cekidot...
Adalah Dio, seorang mahasiswa semester akhir. Cerdas, ganteng penuh tanggung jawab. Idola para mahasiswi. Sifatnya yang terlalu baik, membuat mahasiswi banyak yang GeEr. Gelar Sholeh melekat padanya karena kesehariannya.
Sofi adalah seorang gadis yang mandiri, cerdas dan lembut. Kehidupannya penuh dengan Lika-liku yang sungguh menakjubkan. Banyak peristiwa aneh yang dialami berkat kesholehahannya. Sofi berasal dari keluarga sederhana. Bersama ibu dan kakak satu-satunya. Hidup damai dan bahagia. Ayahnya sudah meninggal saat usia Sofi lima tahun.
Rubby gadis manja, berasal dari keluarga tajir. Papahnya seorang pengusaha yang sukses. Semua yang diinginkan pasti dikabulkan. Keras kepala, mau menang sendiri. Mungkin karena anak tunggal dan orang tuanya kaya raya.
Iqbal, seorang dokter spesialis anak, dia cerdas, ganteng, menarik, Sholeh. Dia mencintai Sofi.
Noval, kakak Sofi yang mencintai keluarga. Orangnya sabar, baik dan penyayang.
Siapa yang dipilih Dio?
Siapakah jodohnya?
Apakah keduanya...?
Yuk simak kisah selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah Palupi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Pengakuan Alexa
Rejeki, jodoh dan mati sudah ditetapkan oleh Allah. Ketika saatnya tiba, tak ada yang bisa menolaknya.
Om Rudy sudah dirawat selama sepuluh hari. Hari ini beliau diperkenankan pulang, dengan syarat, harus istirahat total. Tidak boleh memikirkan yang berat-berat
Setelah Om Rudy pulang, masalah yang menimpa Dio dan Rubby harus segera diselesaikan. Siang itu di rumah Rubby.
Om Rudy bersantai dengan kucing kesayangannya bernama Moly. Moly adalah kucing anggora berwarna putih, matanya bulat. Rubby juga sangat menyayangi.
Rubby menghidangkan secangkir teh dan sepiring pisang goreng. Mereka menikmati kebersamaan yang indah.
"Rubby, kamu percaya dengan foto-foto mesra yang dikirim ke Dio??"
"Foto mesra??? foto apa Pah...?"
"Coba kamu ambil amplop coklat di bufet."
Rubby mengambil amplop berwarna cokelat dan memberikan pada papanya.
"Lihatlah semua ini. Kamu percaya???"
Rubby melihat satu per satu foto bersama Irfan.
"Astaghfirullahaladzim... ya Allah... demi Allah Pah... Rubby tidak melakukan semua ini."
"Papa sangat percaya sama kamu. Tapi kemarin papa kaget, sampai serangan jantung. Aku Yaqin kamu tidak melakukan. "
Papah Rudy membelai jilbab Rubby.
"Pah, Bagaimana dengan mas Dio??"
"Itulah, papah khawatir, apakah dia berubah pikiran?"
"Coba papah telepon, barangkali mau menerima nasehat papah."
Om Rudy menekan no wa Dio. Tidak ada jawaban, akhirnya Om Rudy chat.
Tring...
Sementara itu, Dio di rumah. Merenung sendiri, sambil melihat-lihat foto yang dikirim oleh orang yang tidak dikenal. foto-foto kebersamaan Rubby dengan Irfan. Dadanya gemuruh penuh rasa cemburu. Tangannya mengepal dan giginya gemerutuk.
Tring...
Ada chat masuk lagi.
[Nak Dio, kemarilah. Da sesuatu yang harus diselesaikan]
[Ini, aku yang memaksa kamu ke rumah.]
[Ada apa Om? Apakah perlu dijelaskan lagi???]
[Aku bersumpah atas nama Allah. Rubby tidak serendah itu.]
[Baiklah Om, saya langsung ke rumah]
Dio bergegas pergi setelah berpamitan dengan ibunya. Sepeda motor Honda Vario mengantarkan Dio ke rumah Rubby.
Tak butuh waktu lama, lima belas menit sudah sampai. Sampai di rumah Rubby, Dio langsung masuk. Kebetulan Om Rudy masih di teras bersama Moly.
"Assalamualaikum..."
"Wa Alaikum.salam..."
"Bagaimana kabarnya Om, sudah sehat?"
"Alhamdulillah Dio, berkat doa kalian semua Om sudaj sehat kembali. Lihat ini..."
Om Rudy berdiri dan memeluk Dio.
"Ayo masuk dulu, kita ngobrol-ngobrol di dalam."
Dio dan Om Rudy masuk ke ruang tamu. Mereka duduk berhadap-hadapan.
"Dio, saya percaya pada kamu. Saya akan menitipkan Rubby padamu."
"Om Rudy mau kemana???"
"Nggak kemana-mana. Om kangen sama Tante."
"Bukannya Tante sudah ..,"
Meoong.... meoong...
Tiba-tiba Moly meronta-ronta memeluk Om Rudy. Kucing itu memang sudah sejak bayi dirawat keluarga rubby, jadi sudah seperti keluarga sendiri.
"Moly kenapa Om..."
"Ndak tahu nih. Rubby...sini..."
Rubby bergegas menuju ruang tamu.
"Ada apa Pah...lhoh...Moly kenapa pah..??"
Moly kelihatan sedih banget. Matanya berlinang. Tak seperti biasanya Moly seperti itu. Sepertinya takut ditinggalkan.
Om Rudy mengelus Moly. Rubby bergegas ke dalam mengambil air minum. Beberapa saat Rubby datang membawa nampan berisi tiga cangkir teh dan pisang goreng hangat.
"Ayo diminum Dio, pisangnya juga mumpung masih hangat..."
Dio menyesap teh hangat... dan mengambil sebuah pisang. Dikunyahnya pelan. Matanya menatap Rubby. Rubby tertunduk malu.
"Om, besok malam Minggu, kami akan datang ke sini."
"Baiklah, kami akan sangat bahagia menunggu. Tapi, masalah kalian sudah selesai."
Dio memandang Rubby.
"Dik, saya percaya....kamu tidak melakukan semua itu."
Tiba-tiba ponsel Rubby berdering Irfan memanggil.
"Assalamualaikum Rubby..."
"Wa Alaikum salam...ya Irfan...."
"Kamu sudah lihat foto-foto kemarin..
"Sudah, tapi ..papahmu jadi korban."
"Apa...?? Papahmu kenapa???"
Dio mengambil ponsel di tangan Rubby.
"Biar aku yang bicara ya Dik..."
Dio langsung bicara dengan Irfan.
"Maaf, saya Dio. Calon suami Rubby. Bisakah ke rumah Rubby sebentar, biar semua masalah selesai."
"Maaf, saya langsung ke rumah... saya juga mau menjelaskan semuanya."
" Baiklah, kami tunggu."
Suasana jadi agak tegang. Mereka berada di perasaan masing-masing. Rubby tampak terlihat tenang, Om Rudy juga. Dio sedikit gelisah.
Lima belas menit berlalu, sebuah mobil warna silver masuk di halaman rumah. Rupanya Irfan datang bersama seseorang.
"Alexa???"
"Irfan?? Kenapa Alexa kau ajak kemari?"
"Assalamualaikum, maaf Rubby, Om"
Irfan masuk sambil menggandeng Alexa. Wajah Alexa tertunduk malu.
Mereka semua duduk di ruang tamu. Irfan menjelaskan semuanya.
"Maaf, fan. Mbak Alexa itu siapa?"
"Dia kakakku Dio, makanya dia berupaya menghancurkan hubungan kalian. Saya terkejut saat kamu menanyakan soal foto-foto."
Irfan berhenti bicara. Matanya memohon pada Dio, Rubby dan Om Rudy.
"Om, saya mohon maaf. Semua salah kakak saya."
"Om sudah memaafkan, kamu sudah jujur saja, Om sudah bisa menerima."
"Rubby, maafkan saya. Maafkan kakak saya..."
Irfan memohon kepada Rubby. Rubby mengangguk pelan.
"Rubby, sa... saya minta maaf..."
Alexa menubruk Rubby, memeluk sambil menangis. Rasa bersalah, karena cinta buta. Alexa terobsesi memiliki Dio, sehingga dia gelap mata.
"Sudahlah mbak, saya sudah memaafkan. Sekarang semuanya sudah jelas."
"Eh, minumnya mana ini. ada tamu koq dianggurkan... Rubby, ambil teh lagi..."
Om Rudy mencairkan suasana.
"Ayooo, dimakan cemilannya dulu, sambil nunggu minumnya. Gimana produksi ayam goreng kremes nya..."
"Alhamdulillah Om, tambah outlet lagi om..."
"Syukurlah, semoga makin sukses."
"Aamiin..."
Teh hangat sudah dihidangkan, mereka semua menikmati dengan penuh rasa syukur. Masalah sudah bisa diatasi. Kesalahan Alexa sudah diakui. Semuanya sudah terang dan jelas. Tidak ada ganjalan lagi untuk melaju ke jenjang pernikahan.
"Om, saya dan Mbak Alexa mohon pamit, sekali lagi mohon maaf. atas semua kesalahan kami. Dio, Rubby, selamat ya...jangan lupa mengundang kami."
"Pasti kami undang Fan."
Dio menjawab dengan tegas, matanya memandang ke arah Rubby. Rubby tersenyum.
Kami semua mengantarkan Irfan sampai pintu gerbang. Dio melanjutkan pembicaraan yang sempat terjeda.
"Om, saya Minggu depan akan datang ke sini bersama ibu."
"Baiklah, kami akan bahagia menunggu kehadiran keluargamu."
"Baiklah Om, saya mohon pamit dulu. Dik, mas pamit dulu ya..."
Rubby dan papahnya mengantarkan Dio sampai di pintu gerbang. Suasana jadi sangat menyenangkan. Rona bahagia terpancar dari wajah Rubby. Rubby cantik sekali. Seperti perhiasan yang indah dan cantik.
"Assalamualaikum..."
"Wa Alaikum salam..."
Mobil Dio melaju dengan kecepatan sedang. Lagu favorit mengiringi kepulangan Dio. Wajahnya penuh kebahagiaan. Senyumnya selalu mengembang.
🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶
Aku akan mencintaimu selamanya
Aku akan menyayangimu selamanya
Aku cinta padamu
Aku sayang padamu
kekasihku...
🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶
Minggu depan rencananya, Dio akan melamar Rubby. Semuanya sudah disampaikan pada ibunya. Detik-detik menuju pernikahan banyak sekali ujian.
Ujian apalagi yang akan dialami Dio.
Masih bersambung
🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃
Happy reading...
Makasih sahabat semua
Tanpa kalian apalah saya
Kehadiran kalian adalah semangatku..
Jangan lupa tinggalkan jejak ya
Like, komentar dan rate 5
Syukur-Syukur vote
Makasih..,.
cinta segitiga
cinta dalam diam
feedback totok pembangkit kk
⚘⚘⚘Pria Idola n Menikahi
pria Urakan⚘⚘⚘⚘
⚘⚘⚘Pria Idola n Menikahi
pria Urakan⚘⚘⚘⚘
⚘⚘⚘Pria Idola n Menikahi
pria Urakan⚘⚘⚘⚘
swmangat kakak ku
maaf...
makasih admin
semoga menghibur