Erika Putri seorang office girl dan pelayan kafe bekerja keras membiayai pengobatan ibunya yang sakit kanker usus.
kehilangan ibu, dan mendapat ayah...
menemukan cinta lalu kehilangan cinta...
memilih antara menjadi musuh atau seorang istri, kisah tentang mencintai orang yang tepat...
selalu ada kata terlambat untuk cinta, miliki sekarang atau kehilangan selamanya...
cintai lah orang yang mencintai kamu berjuang dan kembali ke sisi nya. selalu ada pilihan bertahan atau pergi...
lalu kembali di saat yang tepat,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anggrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bertemu lagi
Erika dan Dita tiba dikantor nya dan langsung menyelesaikan gambar desain nya.
" Erika pak Arya minta gambar 3d nya selesai dalam 3 hari, desain luar udah kelar" kata Dita
" tapi aku baru siap untuk lantai 1, ya udah Erika siapin
Erika kerja lembur menyelesaikan tugasnya... hari ini Erika pulang sangat malam kantornya sudah sepi, Erika berdiri ditepi jalan menunggu taksi. dan sebuah mobil berhenti didepannya
" ah pak Arya...
" kenapa kamu mengharap yang lain? saya antar pulang
" nggak pak terima kasih, saya naik taksi aja
" mas aja yang antar ini udah malam,
Erika pun membuka pintu belakang mobil
" eh memangnya saya taksi...
" anggap aja gitu" kata Erika dan memilih duduk di belakang, Arya pun jalan dengan wajah kesal
" kalau gini harus bayar!
" iya nanti Erika bayar
" bayar traktir mas kopi
" nanti ya kapan kapan, pak Arya sudah menikah?
" kenapa kamu kecewa?
" nggak...
" belum, lalu vila itu katanya untuk pasangan suami istri
" iya, kan boleh siapin dulu
" pak Arya sengaja mendekati Erika? mau menyelidiki Erika...
" mas hanya butuh 1 telpon untuk mendapat info tentang kamu Erika,
" ah udah Erika nggak mau dengar itu berhenti disana. kapan kapan Erika bayar
Erika turun dari mobil dengan wajah kesal.. Arya hanya tersenyum dan langsung pergi. Erika jalan dan duduk dulu ditaman di depan apartemen nya...
" mas Juna... apa rumah itu masih milik Erika? Erika menunduk dan menangis...
besoknya pagi pagi sekali Erika sudah sampai di kantornya dan melanjutkan pekerjaannya.
" besok jam 9 pagi pak Arya udah nungguin kita dikantor nya" kata Dita
" Erika harus lembur lagi malam ini, pak Hari akan marah jika ini tidak selesai"
" pelan pelan aja nanti Dita bantu...
" makasih
dan benar saja Erika lembur lagi, tak terasa udah jam 11 malam, Erika naik taksi dan melewati gedung nya Arjuna
" pak berhenti disini aja,
Erika turun dan duduk ditaman di depan kantornya Arjuna, taman tempatnya bertemu kakek Arif..., masih banyak kendaraan yang lewat jadi Erika berani. Erika duduk menikmati suasana disana lalu seseorang berdiri di samping Erika
" mas Juna, air mata Erika mengalir, Erika menahan dirinya untuk memeluk Arjuna. Erika memalingkan wajahnya dari Arjuna dan menghapus air matanya . Arjuna hanya diam dengan tatapan dingin,
" pak Arjuna, apa kabar? ah .... saya permisi dulu, Erika berdiri dan mau pergi
" saya antar pulang
" ahh nggak usah pak terima kasih
" ayo,
Erika pun mengikuti Arjuna ke mobilnya, Arjuna membukakan pintu untuk Erika
" terimakasih mas...ah pak Juna
Erika hanya diam melihat keluar jendela mobil. ia tidak berani menatap wajah Arjuna
" kamu terlihat baik baik aja" kata Arjuna tiba tiba
" iya, Erika harap pak Juna juga baik baik aja
mereka lalu terdiam lagi sampai didepan apartemen Erika, Erika turun, Arjuna hanya melihat kedepan saja
" terimakasih pak Juna
Erika lalu duduk lagi ditaman di depan apartemen nya dan menangis,
" mas Juna sepertinya rumah itu bukan milik Erika lagi..
Arjuna melihat Erika menangis dari kejauhan.
" padahal kita berdua sama sama sakit Erika,
pagi hari pun tiba, Erika terlihat tidak semangat hari ini, Erika agak terlambat tiba dikantornya
" Erika pak Hari cariin kamu... kata Dita
" ah iya Erika ke ruangan pak Hari dulu
" bapak cari saya? tanya Erika
" iya , jam 9 ini ke perusahaan xxxx rapat sama pak Arya
" iya pak semua sudah siap
" kamu harus dapatkan proyek ini, pak Arya bukan orang sembarangan, nama perusahaan ini akan naik bila kita dapat proyek ini,
" baik pak saya ngerti, jam 9 saya dan Dita akan menemui pak Arya
" saya tunggu kabar baiknya
Erika keluar dengan lemah...
" kamu kenapa? tanya Dita
" bisa nggak kamu aja yang temuin pak Arya?
" ya nggak lah, kamu nggak mau ke perusahaan pak Arya? kenapa? itu tempat kamu kerja dulu ya?
" iya..
" kan bagus orang tau sekarang kamu bukan office girl lagi
" bukan itu, ada yang harus Erika hindari disana
" udah Pokoknya siap siap, sebelum jam 9 kita harus sampai disana..