NovelToon NovelToon
Urban Deity;The Sorvergein'S Return

Urban Deity;The Sorvergein'S Return

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:240
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

​Di dalam sebuah kamar sewaan yang sempit dan berbau lembap, seorang pemuda tiba-tiba tersentak bangun. Napasnya memburu, matanya yang tajam memancarkan kilatan cahaya keemasan sebelum akhirnya meredup dan berubah menjadi hitam pekat.

​"Ini... di mana?"

​Fang Yuan melihat kedua telapak tangannya. Halus, kurus, dan tidak ada bekas luka. Ini bukan tubuh kedagingan seorang Sovereign yang bisa menghancurkan galaksi dengan satu pukulan.

​Dia menoleh ke meja belajar. Sebuah ponsel jadul menunjukkan tanggal: 20 Juni 2016.

​Fang Yuan tertegun, lalu tawa pelan keluar dari tenggorokannya. Tawa itu semakin lama semakin keras, menggema di dalam kamar sempit tersebut.

​"Hahaha! Kesengsaraan Surgawi sembilan warna ternyata tidak menghancurkanku! Aku, Fang Yuan, Sang Penguasa Surgawi Cangqiong, justru kembali ke masa usiaku delapan belas tahun?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18.Undangan Dari ibukota

Satu minggu berlalu sejak Provinsi Jiangnan sepenuhnya jatuh ke dalam genggaman Fang Yuan. Dengan bersatunya Konsorsium Su dan sisa-sisa kejayaan Keluarga Wei di bawah panji tunggal Tang Xiu, ibu Fang Yuan kini secara de facto dinobatkan sebagai "Ratu Bisnis" baru di wilayah selatan. Namun, bagi Fang Yuan, semua kekayaan fana itu tak lebih dari sekadar tumpukan batu bata yang membosankan.

Di dalam ruang meditasinya yang terletak di paviliun belakang *Vila Naga Langit*, kabut spiritual putih yang tebal berputar-putar seperti naga kecil yang mengitari tubuh tegap Fang Yuan.

Rambut biru keputih-putihannya berkilau redup, bergaung selaras dengan detak jantungnya yang lambat namun bertenaga.

*KRETEK!*

Sebuah suara retakan halus terdengar dari dalam dantiannya. Fang Yuan perlahan membuka matanya. Mata kirinya memancarkan kilatan emas murni yang begitu pekat hingga sanggup menembus kegelapan ruangan, sementara mata kanannya sedalam samudra tanpa dasar.

"Tahap Pengumpulan Qi Tingkat Empat... akhirnya tercapai," gumam Fang Yuan dengan suara merdu namun dingin.

Dengan kenaikan tingkat ini, indra spiritualnya kini tidak hanya mencakup radius beberapa kilometer, tetapi dia juga telah membuka kemampuan untuk berjalan di atas udara (*Sky Walking*) dalam jarak pendek tanpa bantuan alat apa pun.

*TOK! TOK! TOK!*

Pintu kayu cendana ruang meditasi diketuk dengan sangat hati-hati.

"Tuan Muda Fang, ini Ruyi. Ada sesuatu yang mendesak yang harus saya laporkan," suara lembut Su Ruyi terdengar dari luar, nadanya dipenuhi dengan sedikit kecemasan.

"Masuk," perintah Fang Yuan pendek.

Pintu terbuka, memperlihatkan Su Ruyi yang tampil sangat menawan dengan pakaian kerja formal berupa kemeja putih ketat dan rok pensil hitam yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang proporsional. Namun, ekspresi wajah cantiknya tampak sangat serius saat dia memegang sebuah surat undangan berwarna merah darah dengan cap emas berbentuk kepala harimau.

"Tuan Muda Fang," Su Ruyi melangkah mendekat, memberikan penghormatan dalam sebelum menyodorkan surat tersebut. "Baru saja ada utusan khusus yang datang langsung dari Ibukota menggunakan helikopter pribadi. Mereka meninggalkan ini untuk Anda dan Nyonya Besar Tang Xiu."

Fang Yuan mengambil surat itu. Hanya dengan sekali sentuh, dia bisa merasakan sisa-sisa energi *Qi* yang sengaja ditinggalkan oleh pengirimnya untuk mengintimidasi penerima surat. Sisa energi itu terasa panas dan agresif—tipikal teknik beladiri tingkat tinggi dari keluarga militer.

Fang Yuan membuka surat tersebut dengan santai, matanya membaca deretan huruf yang ditulis dengan kaligrafi yang tajam:

> *"Kepada Tang Xiu dan anaknya, Fang Yuan.

> Tiga hari lagi adalah perayaan ulang tahun ke-80 Tuan Besar Keluarga Tang di Ibukota. Sebagai garis keturunan yang telah lama diasingkan, kalian diwajibkan hadir untuk menyerahkan seluruh aset Provinsi Jiangnan yang baru saja kalian rampas sebagai hadiah ulang tahun leluhur. Jika kalian mangkir, Keluarga Tang akan menganggap ini sebagai tindakan makar dan akan meratakan Jiangnan tanpa sisa."*

>

Membaca isi surat yang penuh dengan nada kesombongan mutlak itu, Su Ruyi yang berdiri di sampingnya tidak bisa menahan rasa geramnya. "Mereka benar-benar keterlaluan! Mereka yang membuang Anda dan Nyonya Tang, dan sekarang setelah kita menguasai Jiangnan, mereka ingin merampasnya dengan kedok hadiah ulang tahun?!"

Fang Yuan justru tidak marah sama sekali. Senyum nakal yang sangat dingin terukir di sudut bibir tampannya, melahirkan aura arogansi yang jauh lebih mengerikan daripada isi surat tersebut.

"Menyerahkan aset Jiangnan?" Fang Yuan meremas surat merah darah itu di dalam genggamannya. Sedetik kemudian, *Api Jiwa Cangqiong* berwarna biru keperakan membakar surat itu hingga menjadi abu dalam sekejap tanpa menyentuh kulit jarinya.

"Aku memang berniat pergi ke Ibukota untuk menghitung utang lama mereka terhadap ibuku. Tidak disangka, mereka justru mengirimkan sendiri undangan kematian mereka," ucap Fang Yuan datar, bangkit berdiri dari posisi bersilanya.

Rambut biru keputih-putihannya bergerak sedikit ditiup angin yang berembus dari jendela. Dia menatap ke arah langit utara yang mulai ditutupi oleh awan hitam mendung.

"Su Ruyi, siapkan jet pribadi. Tiga hari lagi, kita akan pergi ke Ibukota." Fang Yuan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, matanya berkilat penuh antisipasi yang kejam. "Keluarga Tang ingin sebuah hadiah ulang tahun dari Jiangnan? Bagus... Aku akan membawakan mereka sebuah hadiah yang tidak akan pernah mereka lupakan seumur hidup mereka: kehancuran total dari seluruh silsilah keluarga mereka."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!