NovelToon NovelToon
RISA Si Manis Penjual Seblak

RISA Si Manis Penjual Seblak

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:367k
Nilai: 5
Nama Author: Nurrul P.

Risa Saraswati, gadis manis yang duduk di bangku kuliah semester 6 selalu dicari oleh siapapun penghuni kampus, tidak lain karena ingin membeli seblak buatan Risa dan harus pesan lebih dulu 2-3 hari sebelum pesanan diterima oleh mereka. Seblak Risa memang terkenal rasanya enak dengan berbagai pilihan toping, sehingga tidak sulit baginya untuk memasarkan di lingkungan kampus.

Hingga pada suatu saat kehidupan Risa berubah menjadi seorang pengusaha kuliner dan dinikahi oleh seorang CEO dari perusahaan ternama di ibukota.

Adit, pria tampan yang memiliki karir cemerlang sebagai CEO perusahaan besar. Dia memiliki seorang kekasih berprofesi sebagai model cantik yang hanya memikirkan karirnya saja dan mengutamakan dirinya sendiri. Walaupun demikian pada akhirnya Adit berjumpa dengan gadis manis penjual seblak yang akhirnya mampu mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.

Apakah kehidupan rumah tangga Risa akan bahagia serta karirnya semakin cemerlang setelah berumah tangga ? Readers kesayangan silahkan simak kisah Risa selanjutnya ya. Jangan lupa beri like, komentar serta vote untuk author … Supaya author selalu semangat dalam menulis kelanjutan kisahnya.

Happy reading … :-)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurrul P., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31. Saatnya Untuk Jujur

Hari ini kota C nampak begitu panas cuacanya. Adit dan Bara mengadakan meeting penting dengan para manager semua divisi di kantor cabang kota C. Adit meminta semua laporan keuangan selama tiga bulan, lalu dia periksa perbulannya dan disamakan dengan nota pembelian barang.

Memang ada ketidakcocokan nominalnya antara jumlah pengeluaran uang dari kas perusahaan dengan jumlah seluruh nota barang setelah dikumpulkan. Manager keuangan harus mempertanggungjawabkan seluruh laporan yang dibuatnya selama tiga bulan ini.

Adit menanyakan kemana uang sisa dari seluruh nota pembelian barang, manager keuangan itu akhirnya mengaku telah memakai uang tersebut untuk kepentingan pribadi.

Dan saat itu juga manager keuangan dipecat oleh Adit dan untuk sementara dialihkan pada asisten manager keuangan untuk mengelolanya.

Meeting selesai pukul dua belas siang. Adit mengajak Bara istirahat makan siang di kafe Risa. Meskipun Risa masih sakit namun Adit masih memilih menu makanan di kafe Risa.

Nampak teman-teman Risa sedang sibuk melayani para pengunjung yang membeli makanan dan minuman di kafe Risa ini. Namun di sisi lain terasa ada yang kurang, yaitu keberadaan Risa di kafe itu.

Icha mempersilahkan Adit dan Bara menikmati hidangan yang disajikan di meja.

"Makasih Icha," ucap Adit dan Bara bersama-sama.

"Iya kak, maaf Icha tinggal dulu ya kak," kata Icha.

"Silahkan, lanjutkan kerjanya," balas Adit ramah.

Pengunjung terlihat mulai berkurang, rata-rata mereka selalu menanyakan kabar Risa dan dijawab oleh Sally beserta teman-temannya sebatas yang mereka tahu saja.

Kemudian Sally mendekati meja Adit dan Bara.

"Mau lagi Seblaknya kak?" tanya Sally pada Adit sambil menahan tawa karena melihat Adit kepedesan.

"Sudah, sudah, aduh mulutku terasa terbakar... huh, huh, huh ... " jawab Adit meniupkan udara dari mulutnya itu.

"Hahaha... makanya jangan sok jago makan pedas!" seru Bara tertawa terbahak-bahak.

"Ih, kak Bara jahat, lihat kak Adit kepedesan begitu malah ditertawakan sih. Ini kak Adit, minum air putih hangat dulu untuk menetralisir rasa pedasnya," Sally segera memberikan segelas air putih hangat pada Adit.

"Terima kasih Sally," jawab Adit kemudian meminum air putih itu.

"Lagi pula kenapa juga coba-coba makan Seblak dengan level tinggi? Sudah tahu tidak suka makanan pedas, harusnya pilih level satu saja." protes Bara pada Adit.

"Maksudku tadi biar pusing di kepalaku bisa segera pergi," jawab Adit dengan santai.

"Kak Adit sakit kepala? diambilkan obat sakit kepala dulu ya," kata Sally menawarkan obat pada Adit.

"Tidak perlu Sally, dia tidak butuh obat sakit kepala seperti itu. Kepalanya sakit karena hatinya sedang patah... Bidadarinya diambil orang! Hihihi... " celetuk Bara menggoda Adit.

"Ya ampun, kasihan sekali kak Adit. Kenapa tidak diperjuangkan kak?! " tanya Sally penasaran.

"Bulan depan mereka menikah Sal ... " jawab Adit lesu.

"Aku ikut prihatin ya kak, tapi siapa sih gadis itu kak?" Sally semakin penasaran.

"Sahabat kamu Sal ..." jawab Bara mendahului Adit yang akan bicara.

"Hah, Risa maksud kakak?!" Sally tercengang mendengar kata Bara.

"Iya," jawab Adit singkat.

"Ya ampun, nah kan, benar dugaanku selama ini!" seru Sally pada Adit dan Bara.

"Apa maksudmu?" tanya Adit ganti yang penasaran.

"Kak Adit, kalau boleh aku berkata jujur nih ya, sebetulnya Risa itu sudah suka sama kak Adit dari dulu. Sejak kalian bertemu lagi di pernikahan sepupu aku. Tapi Risa tidak pernah mengungkapkan perasaannya itu, masih disimpan baik-baik sampai sekarang," cerita Sally membuat kedua pria dewasa itu menjadi terkejut, karena tidak menyangka ternyata Risa juga memiliki perasaan yang sama dengan Adit.

"Tapi kenyataannya dia sudah bertunangan dan akan menikah bulan depan!" seru Adit yang belum memahami apa yang terjadi pada Risa.

"Panjang ceritanya Kak," ucap Sally.

Kemudian Sally menceritakan apa yang sedang terjadi pada Risa selama ini, harus menuruti keinginan kedua orang tuanya untuk dijodohkan dengan anak teman ayah Risa saat masih sekolah dulu.

Adit dan Bara semakin terkejut dengan cerita Sally tentang yang dialami oleh Risa. Adit menghela nafas panjang dan menghembusnya dengan kasar.

Ingin rasanya dia segera bertemu dengan Risa dan mengungkapkan perasaannya selama ini sebelum semuanya semakin terlambat.

"Jadi kak Adit jangan khawatir, sebenarnya antara Risa dengan Rohman tidak ada perasaan khusus, mereka hanya korban perjodohan dari kedua orang tua mereka sendiri." ujar Sally meyakinkan Adit.

Bara akhirnya ikut memberikan pendapatnya pada Adit, "Kak, kalau kamu memang mencintai Risa, maka perjuangkan Cintamu itu. Katakan sejujurnya padanya kalau kakak tuh sayang dan cinta padanya."

"Benar apa yang dikatakan kak Bara, setelah itu kalian harus berterus terang juga pada kedua orang tua Risa. Nanti aku dan kak Bara akan bantu bicara dengan A' Rohman," ujar Sally bersemangat membantu sahabatnya itu.

"Semangat Brother !!" seru Bara sambil menepuk bahu Adit dan dibalas anggukan oleh Adit.

"Ayo kak Adit, semangat!!! kami semua mendukung kak Adit," tiba-tiba Aisyah dan Icha ikut memberikan semangat kepada Adit.

Adit pun bernafas lega dan tersenyum pada teman-temannya, "Terima kasih atas perhatian dan dukungan kalian. Aku akan terus berjuang untuk mendapatkan cintaku kembali!" ucap Adit dengan penuh keyakinan.

Semuanya pun tertawa gembira dan mendukung hubungan antara Risa dengan Adit.

"Ehem ... ehem ... eheemm..." tiba-tiba Adit terbatuk-batuk saat melihat Bara duduk bersebelahan dengan Sally. Nampak Bara sedang mengambil mangkuk berisi sop buntut dan Sally menyiapkan sayuran di piring pesanan Bara.

"Eh, kenapa batuk kak? Bukannya tadi baik-baik saja?" tanya Bara keheranan memandang Adit.

"Iya, aku tiba-tiba batuk melihat kalian berdua duduk sedekat itu. Jadi iri nih," ucap Adit mencoba menggoda Bara dan Sally.

"Oh, mmm, tidak apa-apa kok, kami tidak sengaja berdekatan seperti ini," jawab Sally dengan wajah memerah menahan rasa malu sambil melirik ke arah Bara yang asik menatap sop buntut pesanannya.

"Kalaupun ada apa-apa juga tidak ada masalah kok. Hayo kalian juga harus jujur satu sama lain!" ujar Adit menggoda.

"Ih, jujur apa sih kak?" tanya Bara berusaha bersikap santai.

"Jujur kacang ijo!" celetuk Adit sambil mulutnya maju lima sentimeter.

"Biasa saja lah, jangan berpikir negatif sama sepupumu yang tampan ini!" ucap Bara sambil mengunyah daging dengan lahap.

"Dasar, tidak mau mengakui juga nih buaya satu ini!!" seru Adit dengan tertawa cekikikan.

Lalu Sally segera bergeser menjaga jarak dengan Bara. Dia mengalihkan perhatian ke hal lain.

"Bagaimana kalau nanti sore kita ke rumah sakit menjenguk Risa, sekalian kak Adit membicarakan hal tadi. Bagaimana, apa kalian setuju?" kata Sally memandang wajah Adit dan Bara bergantian.

Kedua pria dewasa itu mengangguk. Adit tersenyum tidak sabar menunggu waktu sore hari.

Sally duduk berdekatan dengan Bara.

######

Bagaimana gaeess.... makin seru ngga nih?

Jangan lupa like, komentar, vote, rate dan jadikan Risa sebagai favorit kalian ya 🙏🤗👍

1
rahmawaty
emangnya buka jualan jam brp thor ? jam 2 udh abis . klo pagi2 mh ga mungkin kn mkn seblak yg ada moncor😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘: dagangan Risa masih belum terlalu banyak yang dijual, jadi cepat habis meskipun masih jam 2 siang. Maklum, baru awal jualan di rumah 😄
Makasih ya kak apresiasinya 😍👍
total 1 replies
Yoen Sing
lanjut kak
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
aku baru nemu cerita mu kak... alurnya bagus kak
Alif
emaknya lucu masak sekelas pengusaha mikir dwit hbis hahahaha mungkin authornya bingung mikir nulis alur ceritanya jd terkesan dipaksakan SARU klo orang Jawa bilang,salah pada penempatan situasi dan kondisi saat itu dalam cerita ini,tp tetep smangat thor smg cpt berkembang tulisanya dn jgn mau kalah senior2nya
Alif
visualnya bagus sih.. cm agak ke dewasaan ya.. tp soo far soo good😊
Alif
siapapun mereka knpa hrs kepo, namanya jg orang berjualan yg orang beraneka ragam lah yg dtang dan membeli
Rina Nurvitasari
ceritanya bagus seru👍👍👍👍
budak jambi
pasti Maya jalng t.dak malu
nissa
enak cerita nya, seru
nissa
akhir nya selamat ya risa akhir nya baby nya lahir juga laki2 lagi
nissa
kalau mertua nya kayak risa para menantu pasti bahagia, as pa lagi tidak melihat dari bibit bebet nya
nissa
bagus deh kalau sudah di tangkap si maya nya
nissa
dasar si maya kurang ajar dia
nissa
pasti mantan pi acar nya si adit tuh
nissa
saingan bisnis biasa lah
nissa
aduh kasian sekali si adit, sakit bener tu pasti kaki nya
nissa
lanjut
nissa
semoga berhasil ya risa
nissa
lanjut
nissa
si bara ini mulut nya asal dajha ngomong depan orang tua adit lagi hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!