NovelToon NovelToon
Istri Siriku, Sayang!

Istri Siriku, Sayang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Nikahmuda / Poligami
Popularitas:81.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rose Mia

Narendra sang pengusaha sukses terjebak dalam situasi yang mengharuskan dirinya untuk bertanggung jawab untuk menikahi Arania, putri dari korban yang ia tabrak hingga akhirnya meninggal. Karena rasa bersalahnya kepada Ayah Arania akhirnya Rendra bersedia menikahinya sesuai wasiat Ayah Arania sebelum meninggal. Akan tetapi kini dilema membayangi hidupnya karena sebenarnya statusnya telah menikah dengan Gladis. Maka dari itu Rendra menikahi Arania secara siri.

Akankah kehidupan pernikahan mereka akan bahagia? Mari kita ikuti ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyadari Sesuatu

"Lihat saja kelakuan istri pertama mu itu. Ndak tau sopan santun sama orang tua yang bela-belain jauh-jauh datang. Dasar, wanita ndak tau anggah-ungguh. Tidak berguna. Tau akan seperti ini jadinya, kami tak akan sudi menjodohkan mu dengan wanita egois itu." Sungut Ny. Ratih pada Rendra yang berjalan mendekati mereka ke sofa. Saat ini yang ada di kepala Rendra adalah rasa heran dengan kelakuan Gladys kali ini yang tidak mau menyapa orang tuanya. Mengapa bisa begitu? Bukankah selama ini Gladys selalu bersikap ramah walaupun mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan dari orang tuanya?

"Apa dia mendengarkan semua pembicaraan kami tadi siang, ya?" Pikir Rendra.

"Ndra!" Pekik Ny. Ratih saat perkataannya tak mendapat respon, karena saat ini Rendra terlihat melamun.

Rendra kembali terkesiap saat sang Mami menyentak namanya. "I-iya, Mih?" Gugupnya.

"Kamu ndak dengerin omongan Mamih gara-gara mikirin wanita itu?!"

"Bukan seperti itu, Mih..." Ujar Rendra memelas.

"Sampai kapan hubungan kalian akan seperti ini terus tanpa kemajuan? Jangankan peduli pada kami, untuk bersama-sama dengan mu saja, dia enggan. Boro-boro mau melayanimu layaknya suami saat sedang berada di rumah." Ny. Ratih menoleh ke Arania yang terlihat diam serta kalem. "Untungnya saat ini kamu sudah memiliki Ara. Jadi Mamih sudah ndak perlu khawatir lagi. Sepertinya Ara juga melayani mu dengan baik selama ini."

Arania yang dipuji sedemikian rupa hanya bisa tersipu malu dengan wajah yang semakin merona merah. Memang benar yang dikatakan Ny. Ratih jika Rendra sangat tertolong dengan kehadiran Arania di dalam hidupnya karena gadis itu selalu ada kapan pun untuk Rendra, sehingga kini hidup Rendra yang tadinya hampa dan merana kini kembali bergelora, bersemangat, serta penuh warna. Maka dari itu sangat mudah meluluhkan hati Rendra yang lembut untuk mencintai serta menyayangi istri sirinya itu.

"Apa istri pertama mu juga belum mengetahui hubungan kalian?" Ujar Tn. Herry.

"Aku sengaja tidak mengatakannya kepada Gladys, Pih." Jawab Rendra.

"Sudah Papi duga. Kalau begitu katakanlah tentang pernikahan ke dua mu ini pada nya. Papih berani taruhan, pasti dia tidak akan keberatan. Karena jangankan mencintai mu, bahkan dia terlihat sama sekali tidak peduli padamu ataupun menghargai mu, le. "

"Dia tidak mencintai ku? Itu tidak mungkin, pih. Karena dia selalu bilang dia mencintai ku."

Tn. Herry tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan polos Rendra. "Le.. le.. Ternyata pria sukses seperti mu mudah saja di bohongi olehnya. Papih tidak habis pikir." Tn. Herry menggelengkan kepalanya disela tawanya.

"Kamu pintar dalam berbisnis tapi bodoh dalam urusan asmara. Kamu terlalu naif dan tidak peka sebagai laki-laki yang dibutakan oleh kecantikannya yang palsu. Selama ini adakah moments dimana kalian duduk bersama hanya sekedar bercanda atau bercerita dari hati ke hati? Atau pernahkah sekali saja Gladys mengabaikan pekerjaannya demi diri mu? Tidak pernah kan?" Papar Tn. Herry.

"Hal itu memang tidak pernah dia lakukan, tapi dia sering berkata mesra padaku dan melayani kebutuhan batin ku dengan baik, pih." Jawab Rendra.

Tn. Herry kembali tertawa. "Lalu apa bedanya dengan wanita malam? Mereka bahkan mampu melayani para tamunya walaupun tanpa cinta?" Tn. Herry menarik satu alisnya ke atas seraya menatap Rendra lekat.

Plak!

Sekali lagi satu ucapan tamparan keras dari sang Papih menyadarkan Rendra. Bahkan diapun pernah dalam posisi seperti itu saat pertama kali menyentuh Arania tanpa adanya rasa cinta. Namun mereka bisa melakukan hubungan biologis itu tanpa kendala.

Tapi kali ini hadir pertanyaan di hatinya. Apakah setelah selama ini mereka bergaul sebagai suami istri apakah sama sekali Gladys belum juga memiliki rasa cinta untuknya? Lalu bagaimana dengan perkataan cinta yang selalu dilontarkan Gladys selama ini kepadanya? Apakah hanya kebohongan belaka?

Rendra kembali memijit dahinya serta menyugar rambut belakangnya dengan kekalutan.

"Mas..." Arania yang peka terhadap keadaan Rendra saat ini meraih tangan kanan Rendra kemudian di usapnya lembut untuk memberikan suaminya ketenangan. Rendra menoleh ke wajah lugu Arania yang terlihat khawatir padanya.

"Arania..." Lirih Rendra dengan mata yang kini tengah berkaca-kaca. Rendra membawa tubuh mungil itu ke dadanya untuk bersandar. Kemudian ia mengecup kembut kepala yang terbungkus hijab itu dengan seluruh perasaan yang bercampur aduk di hatinya.

Tn. Herry kemudian bangkit dari duduknya, "Coba pikirkan semua yang Papih katakan. Sekarang sudah malam, sebaiknya kalian masuk kamar. Papih juga mau beristirahat." Setelah mengucapkan hal itu Tn. Herry pergi meninggalkan Rendra dan Arania, kemudian disusul oleh Ny. Ratih yang mengekori sang suami dari belakang.

Setelah beberapa saat lamanya Arania menenangkan perasaan Rendra, gadis itupun mengajak Rendra untuk masuk ke kamar. "Ayo mas, kita beristirahat di kamar."

Rendra mengangguk, kemudian Arania menggandeng Rendra berjalan ke arah lift, karena ia pikir Rendra sangat lemah untuk berjalan ke lantai dua melalui anak tangga.

Setelah masuk ke dalam lift, telunjuk besar Rendra refleks saja menekan tombol angka 3. Arania sempat melirik ke arah tombol yang ditekan Rendra. Gadis itu mengerutkan dahinya.

"Kenapa Mas menekan angka 3," Ujar Arania. Karena dirasa salah menekan, refleks jemari Arania mengulangi tombol yang Rendra tekan menjadi angka 2. Namun sebelum arania berhasil menyentuh tombol angka 2, Rendra mencegahnya.

"Biarkan! Kita ke kamar kita saja." Ujar Rendra.

"Tapi nanti malam Nyonya Gladys akan pulang, kan?" Ujar Arania penuh pengertian.

"Abaikan saja. Saat ini Mas ingin bersama istri yang mencintai dan mengerti Mas saja." Rendra menatap ke wajah ayu Arania yang terlihat bingung.

"Benar sayang, kamulah istri yang mencintai Mas sebagai suami. Walaupun kamu tidak mengatakannya Mas tau kamu mencintai Mas, bahkan cintamu lebih besar daripada Gladys."

Gleg!

Arania menelan ludahnya yang terasa tercekat di tenggorokan. "Kini.. Mas bisa merasakannya, sayang. Kamu juga mencintai Mas kan?" Arania dengan mata yang mulai berembun hanya mampu menganggukkan kepalanya. Rendra tersenyum bahagia.

Telunjuk Rendra kemudian menekan lagi tombol angka 3, dengan otomatis pintu lift tertutup. Bertepatan dengan itu Rendra mencium bibir merah Arania dengan lembut dan dalam karena membawa seluruh perasaannya pada ciuman itu. Hingga saat lift terbuka barulah mereka melepaskan tautan bibir mereka. Arania menangis merasakan ciuman penuh cinta kasih dari Rendra.

"I love you my best wife, Arania Febriana."

"I love you more, my dear husband, Mas Narendra Wibisana." Arania berhambur ke pelukan dada bidang Rendra yang kokoh dengan rasa yang mengharu. Rendra mengembangkan senyum bahagia nya.

"Terimakasih karena kamu telah mencintai Mas, sayang."

Kemudian mereka keluar dari dalam lift tersebut menuju ke kamar mereka. Kamar yang kemudian menjadi saksi sepasang sejoli yang memadu cinta kasih di atas peraduan yang membara dan bergelora. Hingga mereka mencapai kepuasan batin bersama.

***

***

Gladys di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi di tengah gelapnya malam ibukota, terus berkelana dengan segala gundahnya, sepinya, kerinduannya yang tak mau lepas dari dirinya selama 4 tahun belakangan ini. Wanita itu tidak tau bagaimana caranya untuk mengobati kerinduan yang membebani dan menyakitkan nya itu. Sedangkan pria yang sangat dirindukannya saat ini telah berkalang tanah. Tak bisa lagi di lihat nya, tak bisa lagi di sentuhnya. Sangat berat baginya menanggung rasa rindunya itu. Setiap hari semakin terasah, semakin tajam, semakin menusuk, semakin sakit, semakin ingin mati.

"...Walaupun tanpa cahaya serta terhalang awan hitam aku masih tetep mencintai mu."

Gladys memutar memory di otaknya kala orang tua mereka menentang hubungan mereka saat itu. Sangat miris dan menyedihkan kisah percintaan mereka.

Wuss!

Mobil terus berlari kencang di jalanan basah ibukota yang kian gemerlap cahaya lampu namun sepi. Sama seperti hatinya.

,

"Meskipun hidup mu berhenti, namun cinta ku tak kan pernah mati..."

,

"Aku harus bagaimana...."

,

" ... Haruskah aku akhiri segalanya sampai di sini..."

,

"... untuk bisa bersama mu ..."

,

"... Aku tak sanggup lagi..."

,

"...Menjalani derita ini, tanpamu..."

,

"... Aku mati..."

,

"... Tertusuk rinduku yang teramat menyakitkan..."

,

Terlarut Gladys dalam pikirannya yang putus asa, saat ini terlintas kesepakatannya di hatinya.

"Baiklah. Akan ku akhiri segalanya..." Ujar Gladys datar dengan sorot mata yang menyala pada mata basahnya.

"Bersiaplah sayang, aku akan segera menyusulmu."

Gladys seketika menambahkan lagi dan lagi kecepatan mobilnya untuk sesuatu yang gila dan nekad.

"Kini saatnya aku harus... Meninggalkan dunia ini. " Gladys memejamkan matanya dengan kemudi yang terus di pegangnya dengan kuat.

,

'Berjanjilah kau akan tetap hidup. Kau akan tetap bahagia, my girl.'

Tiba-tiba satu tatapan sendu yang sarat permohonan dari pria yang selalu di hatinya muncul dalam pikirannya saat ini.

"No! Dareen!" Pekik Gladys seketika.

Ckiiiittt ....

Gladys menginjak rem mendadak mengakibatkan ban berderit di aspal kemudian terseret dan oleng hingga beberapa meter sebelum akhirnya mobil berhenti dengan sendirinya.

Gladys seketika tertawa kemudian detik berikutnya ia menangis dan menjerit sekencang-kencangnya.

"DARREENN!" Suaranya memekakan telinga.

***

1
D_wiwied
tidak semua kebaikan akan dibalas dg kebaikan Ara.. jadikan ini sbg pelajaran yang berharga, jangan sampai terulang kembali ok, boleh jadi orang baik tp jangan jadi orang bodoh.. bahkan orang bodohpun masih bisa diajarin biar jd pinter tp kalo sudah dikasih tau berkali-kali tp tdk didengarkan tdk diindahkan itu namanya orang bebal, paham kan
D_wiwied
yups bener banget pak dibandingkan Gladys yg pinter memanipulasi, jauh lebih baik si Winda yg tulus hatinya.. buka sedikit aja dulu hatimu buat Winda pak drpd ngarepin Gladys
D_wiwied
wolhaaa ternyata eh ternyata cuma trik murahannya si Gladys to, hmmm namanya jg artis pinter akting dan si lugu Arania kena masuk jebakannya
D_wiwied
kapokmu kapan..
boleh jd orang baik, tp jangan terlalu baik sampai mengabaikan kesehatan sendiri
dah, sebel aku sam authornya kenapa bikin karakter Ara ky gini 😤
Rose Mia: cerita ini masih berlanjut ya kak 🤗
total 1 replies
D_wiwied
kalo sampe Ara kenapa2 pasti yg disalahin Gladys, udah ketebak
lagian masa ga ada asisten di dlm rumah yg standby gitu, Ara nya sendiri jg suka ngeyel jd orang ga usah terlalu baik lihat jg kondisi diri sendiri gausah terlalu memaksakan diri smpe mencelakakan diri sendiri, yg ada cm penyesalan nantinya
D_wiwied: ☺☺☺🤭🤭
total 2 replies
D_wiwied
dulu wKt aku hamil 2x USG hasilnya ktny jenis kelamin laki-laki, USG ke 3 tdk kelihatan, pas hari kelahiran jeng jeng.. yg lahir perempuan 😆😁😁
jadi.. semua hal bs terjadi ya Gladys, apalagi kehamilan kamu baru 4 bulan, udh bagus bgt itu jenis kelamin lgs kelihatan jelas 😁
D_wiwied: betul banget
total 2 replies
D_wiwied
setiap perbuatan ada konsekuensi yg harus dibayar, maaf ya Gladys bukannya ak ga empati tp ya tolong dimaklumi kalo cinta Rendra ke kamu sdh tdk ada lg
D_wiwied
Rendra melihara ular berbisa,, jahat dan licik sesuai sifatnya
D_wiwied
penyesalan memang datangnya belakangan, terima nasib aja Dis toh itu sdh jd piliihanmu jangan kamu usik kebahagiaan mantan dg istrinya yg baru😆😁
Rose Mia
Terimakasih sudah setia mengikuti cerita ini. 🙏🙏🙏
D_wiwied
kasihan kamu Gladys,, ternyata di hati Rendra sdh tdk ada namamu.. apalagi dg tindakanmu yg menyakiti Ara semakin membuat Rendra ilfil, mau kamu jungkir balik ky gimana ga bakalan dilirik lg yg ada mlh semakin dibenci 😆😁
D_wiwied
jadi orang ga usah terlalu baik Ara, biarkan sj Gladys dg kesombongannya.. cukup kamu pikirkan kehamilanmu saja
D_wiwied
setelah sekian lama akhirnya up lagi
semangat kak ditunggu selalu update story nya👍
Feti Feti
semangat trs thor,menantikan kelanjutan nya..🔥
D_wiwied
kasihan Gladys, tp mau gimana lg yaa itu resikonya krn buah dr pekerjaan dan pergaulan kamu selama ini, anggap aja kepercayaan Rendra padamu sdh tdk sebesar dulu
Rose Mia
Terimakasih sudah setia menunggu bab terbaru cerita ini. Maaf lama terbengkalai, karena kesibukan author sendiri yang sangat padat. Semoga kedepannya author bisa terus update bab terbaru cerita ini walaupun tidak teratur. 🙏🙏

Terimakasih, semoga riders semua sehat dan murah rejekinya. aamiin
D_wiwied
makasih sdh up lagi thor
Widya Herida
lanjutkan Thor
Widya Herida
lanjutkan Thor cerita nya bagus
D_wiwied
sebaik itu hatimu ara masih memikirkan gladys, andai benar itu anak Rendra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!