NovelToon NovelToon
Pesona Mas Brewok

Pesona Mas Brewok

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:583
Nilai: 5
Nama Author: septia19

saat sekolah dulu , Zahra hanya sekedar mengenal nama Rendra saja, tak pernah bertegur sapa sama sekali. setelah lulus, mereka tidak bertemu bertahun tahun , hingga akhirnya di pertemukan kembali.rendra yang mulai duluan menghubungi duluan. padahal awalnya Zahra sama sekali tak memiliki perasaan apapun begitupun rendra.bahkan Zahra ada berniatan menjodohkan Rendra dengan sahabat karibnya yaitu rana. namun anehnya malah zahra yang merasa cemburu melihat kedekatan mereka. padahal tak di sangka, hati rendra tertuju pada Zahra bukan rana. ini lah kisah cinta halal mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septia19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 27.ikatan yang semakin menguat

Berbulan-bulan berlalu tanpa kabar pasti dari Raka maupun Rana. Namun waktu yang berjalan perlahan itu justru menyatukan hati Zahra dan Rendra semakin kuat. Di saat dunia di sekitar mereka terasa sunyi dan penuh tanda tanya, kehadiran satu sama lain menjadi satu-satunya hal yang paling nyata dan menenangkan. Apa yang dulu terhalang rasa ragu, rasa bersalah, dan rahasia, kini tumbuh menjadi kasih sayang yang utuh, hangat, dan tak lagi ingin berpisah sedetik pun.

Dulu mereka harus menyembunyikan pertemuan, harus menjaga jarak, dan harus berhati-hati dalam setiap kata. Kini, tak ada lagi yang perlu ditutupi. Ke mana pun mereka pergi, hampir selalu beriringan. Saat Rendra pergi ke toko atau mengantar barang, Zahra sering ikut menemani, duduk tenang di samping sambil membawakan bekal makanan kesukaannya. Saat Zahra membantu Ibu di kebun atau di dapur, Rendra pasti akan menyempatkan waktu untuk mampir, sekadar membantu mengangkat beban berat atau sekadar berbagi senyum lewat tatapan mata.

Orang-orang di desa yang dulu sempat berbisik-bisik kini mulai menerima kenyataan itu. Mereka melihat betapa Rendra yang dulu kaku dan dingin kini selalu tampak lembut dan sabar saat bersama Zahra. Dan melihat betapa Zahra yang dulu sering murung dan gelisah kini bersinar ceria setiap kali berada di dekat lelaki berbrewok itu.

“Benar-benar seperti lem dan gula, tak bisa dipisahkan lagi,” kata tetangga sambil tersenyum melihat mereka berjalan beriringan pulang dari pasar. “Mana ada yang berani memisahkan dua hati yang sudah begitu saling melengkapi.”

Kedekatan mereka tak hanya terlihat dari perjalanan jauh, tapi juga dari hal-hal paling sederhana sehari-hari. Rendra yang biasanya pelit bicara kini tak pernah lupa menyapa saat pagi tiba, dan selalu memastikan Zahra sudah makan serta beristirahat dengan cukup. Ia tahu kebiasaan gadis itu yang sering lupa minum saat sibuk, jadi ia selalu menyiapkan air hangat di dekatnya. Ia juga tahu Zahra tak suka angin dingin, jadi setiap berjalan di luar, ia selalu memastikan selendang Zahra menutupi bahu dengan rapi.

Bagi Zahra, Rendra adalah pusat dunianya. Ia hafal selera makan lelaki itu, cara ia memegang cangkir, hingga kebiasaan kecil saat ia sedang memikirkan sesuatu. Ia selalu menyiapkan pakaian yang nyaman, mengurus luka kecil di tangan Rendra yang sering tergores saat bekerja, dan menjadi pendengar paling setia saat Rendra bercerita tentang harinya.

Suatu sore yang mendung, mereka duduk berdua di beranda belakang. Rendra tanpa sadar merangkul bahu Zahra, menariknya mendekat hingga tubuh mereka saling bersandar.

“Rasanya waktu berjalan terlalu cepat saat kau ada di sampingku,” bisik Rendra pelan, matanya menatap langit yang kelabu. “Dan rasanya terlalu lama jika hanya terpisah sebentar saja.”

Zahra tersenyum manis, menyandarkan kepalanya di bahu yang kokoh itu. “Aku juga, Mas. Rasanya aku tak mau lagi berjalan sendiri. Ke mana pun kau pergi, aku ingin ikut di sana.”

Rendra mengecup puncak kepalanya dengan lembut. “Kau tidak akan pernah sendirian lagi. Aku janji.”

Kehilangan jejak Raka dan Rana sempat membuat mereka merasa kosong dan takut. Namun kebersamaan yang semakin erat ini justru menjadi obat bagi kekhawatiran itu. Mereka saling menguatkan saat rindu melanda, saling mengingatkan untuk tetap berdoa bagi keselamatan dua sahabat mereka yang hilang.

“Mungkin mereka sedang berusaha menemukan diri mereka sendiri di tempat lain,” kata Zahra suatu malam saat mereka berjalan berdua di bawah sinar bulan. “Dan kita... kita menemukan diri kita satu sama lain.”

Rendra menggenggam tangan Zahra erat, merasakan hangat yang menjalar hingga ke seluruh tubuhnya. “Kita sudah melewati banyak badai, Zahra. Tak ada lagi yang akan memisahkan kita. Kita akan berjalan beriringan, sampai kapan pun.”

Meskipun belum ada kabar kepulangan, hari-hari mereka kini terasa penuh warna. Rendra menjadi lebih bersemangat mengurus usahanya, karena ia tahu ada orang yang menantinya pulang dengan senyum hangat. Zahra pun mulai berani bermimpi kembali mimpi tentang rumah kecil yang damai, tentang masa depan yang sederhana namun penuh kasih, dan tentang hari di mana mereka bisa menyambut Raka serta Rana dengan hati yang lega.

Kini tak ada lagi rahasia, tak ada lagi jarak, dan tak ada lagi keraguan. Hanya ada dua hati yang telah saling memilih, saling menjaga, dan semakin lama semakin tak terpisahkan seperti dua benang yang kini telah terjalin menjadi satu ikatan yang kuat dan indah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!