NovelToon NovelToon
Pesona Mas Brewok

Pesona Mas Brewok

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: septia19

saat sekolah dulu , Zahra hanya sekedar mengenal nama Rendra saja, tak pernah bertegur sapa sama sekali. setelah lulus, mereka tidak bertemu bertahun tahun , hingga akhirnya di pertemukan kembali.rendra yang mulai duluan menghubungi duluan. padahal awalnya Zahra sama sekali tak memiliki perasaan apapun begitupun rendra.bahkan Zahra ada berniatan menjodohkan Rendra dengan sahabat karibnya yaitu rana. namun anehnya malah zahra yang merasa cemburu melihat kedekatan mereka. padahal tak di sangka, hati rendra tertuju pada Zahra bukan rana. ini lah kisah cinta halal mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septia19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 31.diterima dari sebagian keluarga

Setelah perlahan meluluhkan hati Ayah Zahra dan mendapatkan izin penuh untuk melangkah lebih serius, kini giliran Rendra yang ingin menunjukkan kepada Zahra kau bukan sekadar kekasihku, tapi kau sudah menjadi bagian dari keluargaku. Hari itu, Rendra mengajak Zahra berkumpul dengan kerabat besarnya paman, bibi, sepupu, hingga kakek dan neneknya yang tinggal tak jauh dari rumah.

Saat tiba di rumah besar keluarga Rendra, jantung Zahra berdegup agak kencang. Ia tahu, di sini banyak orang yang sudah mengenal Rendra sejak kecil, yang tahu segala kisah masa lalunya, dan yang tentu saja memiliki harapan tersendiri untuk lelaki itu. Namun begitu Rendra menggenggam tangannya erat, rasa cemas itu perlahan hilang.

“Jangan takut. Anggap saja ini rumahmu sendiri. Mereka sudah mendengar banyak tentangmu,” bisik Rendra menenangkan.

Begitu masuk, sambutan yang mereka terima begitu hangat. Ibu Rendra langsung menyambut dengan senyum lebar, memeluk Zahra seperti menyambut anak sendiri. Para bibi menyambutnya dengan ramah, bertanya tentang kabar orang tua, tentang kesukaannya, dan sering kali memuji betapa beruntungnya Rendra menemukan gadis selembut Zahra.

Namun ada juga tatapan menyelidik terutama dari kerabat yang dulu sempat berharap Rendra bersanding dengan Rana atau gadis lain. Namun saat melihat bagaimana Rendra memperlakukan Zahra dengan penuh perhatian, bagaimana tatapan mereka saling bertaut penuh kasih, perlahan keraguan itu berganti menjadi pengakuan.

“Kau pandai sekali memilih, Ren,” ujar salah satu bibinya sambil tersenyum. “Gadisnya sopan, rendah hati, dan matanya memancarkan ketulusan.”

Zahra merasa sangat dihargai. Ia tidak sungkan membantu di dapur, ikut bercanda dengan sepupu-sepupunya, dan menjawab setiap pertanyaan dengan jujur serta santun. Ia ingin menunjukkan bahwa ia layak mendampingi Rendra, dan siap menjadi anggota keluarga yang baik.

Tak berhenti di perkenalan saja, sore itu Rendra mengajak seluruh keluarga besarnya untuk pergi berjalan-jalan ke tempat wisata alam yang tak jauh dari desa sebuah danau kecil yang indah dengan pemandangan hamparan sawah yang menenangkan. Ini adalah cara Rendra agar Zahra bisa lebih akrab, lebih santai, dan benar-benar merasa menyatu dengan mereka semua.

Di perjalanan, Rendra memastikan Zahra duduk nyaman di sebelahnya. Ia tak segan mengambilkan minuman, menyiapkan makanan, atau sekadar mengipasi gadis itu saat udara terasa agak panas. Perlakuan itu membuat semua orang semakin yakin bahwa Rendra benar-benar mencintai Zahra dengan sepenuh hati.

Sesampainya di lokasi, mereka duduk bersama di atas tikar yang terhampar. Suasana begitu riang ada yang tertawa, ada yang bercerita masa lalu Rendra yang lucu, hingga ada yang mulai melontarkan candaan tentang rencana pernikahan mereka nanti.

“Kapan kita bisa mengadakan syukuran yang sesungguhnya?” goda salah satu pamannya sambil tertawa.

Wajah Zahra memerah malu, namun Rendra justru tersenyum mantap sambil menatap Zahra. “Segera, Paman. Setelah kami yakin semua pihak sudah merestui sepenuhnya.”

Saat suasana mulai tenang, Nenek Rendra memanggil Zahra untuk duduk di sebelahnya. Wanita tua itu menatap Zahra lekat-lekat, lalu mengusap punggung tangan gadis itu dengan lembut.

“Nenek sudah lama ingin bertemu denganmu, Nak,” ucap Nenek pelan. “Dulu Nenek sempat khawatir melihat cucu Nenek yang sering tampak murung dan bimbang. Tapi sejak kau datang, wajahnya kembali bersinar. Itu tanda bahwa kau adalah orang yang tepat untuk dia.”

Zahra menahan haru. “Terima kasih, Nek. Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan Mas Rendra.”

“Kami tidak meragukan itu,” sahut Kakek Rendra. “Yang kami minta hanyalah kalian saling menjaga, saling menguatkan, dan tidak pernah lupa pada Tuhan serta orang tua. Itulah kunci rumah tangga yang bahagia.”

Saat hari mulai gelap dan mereka bersiap pulang, perasaan Zahra terasa begitu ringan dan bahagia. Ia bukan lagi sekadar tamu di keluarga Rendra ia sudah diterima, dihargai, dan disayangi. Rendra yang melihat senyum tulus di wajah kekasihnya pun merasa sangat lega dan bangga.

“Terima kasih sudah mau berusaha sekeras ini, Zahra,” ucap Rendra saat mereka berjalan beriringan menuju kendaraan. “Melihatmu diterima dengan baik oleh mereka semua adalah kebahagiaan terbesarku.”

“Terima kasih juga sudah membawaku masuk ke dalam hidupmu, Mas,” jawab Zahra lembut. “Rasanya aku sudah memiliki keluarga yang utuh sekarang.”

Perjalanan pulang terasa begitu hangat. Dua hati yang sempat terhalang banyak rahasia dan luka, kini semakin kokoh berdiri di atas landasan yang kuat restu orang tua, dukungan keluarga, dan kasih sayang yang tulus satu sama lain.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!