NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi Sang Dewa

Jalan Kultivasi Sang Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Adit

Di sebuah desa kecil yang terlupakan dunia, seorang anak pemburu hidup dalam kemiskinan sambil merawat ibunya yang sakit parah. Setiap hari ia mempertaruhkan nyawanya di hutan demi bertahan hidup, tanpa mengetahui bahwa takdir besar sedang menunggunya.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, sang ibu mengungkap rahasia yang selama ini disembunyikan—ayahnya masih hidup, dan berada di Dunia Atas, tempat para kultivator kuat menguasai langit dan bumi.
Dengan tekad untuk menemukan ayahnya dan mengubah nasibnya, pemuda itu memulai perjalanan kultivasi dari dunia paling bawah. Bersama teman yg ditemui Nya waktu dia masih kecil, ia menghadapi monster, sekte, pengkhianatan, dan perang antar dunia demi mencapai puncak kekuatan.
Sebuah perjalanan dari seorang pemburu desa… menuju penguasa langit tertinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14 - Pertemuan Setelah Empat Tahun

Beberapa saat kemudian, Cang Xuan akhirnya berjalan menuju meja kasir yang berada di dekat bagian depan restoran. Suasana di dalam masih cukup ramai, dengan para pelanggan yang menikmati makanan mereka sambil berbincang santai. Sesampainya di depan meja kasir, ia mengeluarkan kantong koin yang diberikan Tuan Xin lalu berkata, "Aku ingin membayar makanan yang berada di meja sana. Dua porsi Daging Serigala Abyss Panggang."

Kasir yang bertugas segera menganggukkan kepala lalu memeriksa catatan pesanan yang berada di depannya. Setelah menghitung sebentar, ia kembali mengangkat pandangan dan tersenyum sopan. "Baiklah, aku hitung dulu... totalnya dua belas koin emas."

Mendengar jumlah tersebut, Cang Xuan langsung melihat koin-koin yang sebelumnya diberikan oleh Tuan Xin. Ia menghitungnya satu per satu untuk memastikan tidak ada yang kurang.

Ternyata jumlahnya memang tepat.

"Baiklah."

Tanpa berpikir lebih jauh, ia segera menyerahkan seluruh koin tersebut kepada kasir.

Kasir menerima pembayaran itu lalu memasukkannya ke dalam laci penyimpanan. "Pembayarannya sudah selesai. Terima kasih telah berkunjung."

Cang Xuan mengangguk sebagai balasan. Setelah urusan pembayaran selesai, ia pun bersiap meninggalkan restoran untuk menyusul Tuan Xin yang sejak tadi menunggunya di luar. Namun di dalam hatinya, rasa penasaran mengenai tingkah aneh lelaki tua itu masih belum hilang. Semakin ia mengingat ekspresi panik yang sempat muncul di wajah Tuan Xin, semakin ia merasa bahwa alasan tentang penginapan yang penuh hanyalah alasan yang dibuat-buat.

Saat itulah sesuatu yang tidak terduga terjadi.

Di salah satu kursi yang berada tidak jauh dari meja kasir, Ling Yue sedang memperhatikan suasana restoran dengan santai. Awalnya, pandangannya hanya menyapu ruangan tanpa tujuan tertentu. Namun ketika matanya tanpa sengaja jatuh pada sosok pemuda yang baru saja selesai membayar makanan, ekspresinya perlahan berubah.

Ia sempat melihat sekilas lalu mengalihkan pandangan.

Namun beberapa detik kemudian, kepalanya langsung menoleh kembali.

Tubuhnya membeku.

Matanya perlahan membesar.

Wajah itu terasa sangat familiar.

Terlalu familiar.

Seolah pernah muncul berkali-kali dalam ingatannya selama bertahun-tahun.

"Mustahil..." gumamnya pelan.

Tanpa memedulikan orang-orang di sekitarnya, Ling Yue langsung berdiri dari tempat duduknya. Semakin lama ia memperhatikan pemuda tersebut, semakin kuat keyakinan yang muncul di dalam hatinya. Akhirnya ia berjalan cepat menghampiri Cang Xuan yang masih berada di depan kasir.

"Maaf," katanya sambil berusaha menenangkan dirinya sendiri. "Aku ingin bertanya sesuatu."

Cang Xuan yang hendak pergi segera menoleh.

"Iya, ada apa?"

Ling Yue menatap wajahnya dengan sungguh-sungguh, seolah takut salah mengenali orang. Setelah menarik napas pelan, ia akhirnya bertanya, "Apakah namamu Cang Xuan?"

Mata Cang Xuan sedikit membesar.

Ia sama sekali tidak mengenali gadis cantik yang berdiri di hadapannya.

"Iya benar, namaku Cang Xuan." Ia lalu mengernyit bingung. "Tapi bagaimana kau tahu namaku?"

Begitu mendengar jawaban tersebut, keraguan yang tersisa di hati Ling Yue langsung lenyap.

Wajahnya seketika dipenuhi kegembiraan.

"Itu benar-benar kau!"

Sebelum Cang Xuan sempat memahami apa yang sedang terjadi, Ling Yue sudah melangkah maju dan tanpa sadar langsung memeluknya.

"Cang Xuan!"

Seluruh tubuh Cang Xuan langsung membeku di tempat.

Bukan hanya dirinya.

Seluruh restoran mendadak menjadi jauh lebih sunyi dibandingkan sebelumnya.

Banyak pelanggan yang sedang makan langsung menoleh ke arah mereka dengan ekspresi terkejut. Beberapa orang bahkan menghentikan sendok mereka di tengah jalan. Para pelayan yang sedang bekerja juga ikut memandang ke arah kasir dengan wajah bingung.

Di tengah keheningan itu, Cang Xuan hanya bisa berdiri kaku sambil menatap ke depan.

Ia benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Yang ia tahu hanyalah seorang gadis cantik yang belum pernah ia lihat selama bertahun-tahun tiba-tiba mengetahui namanya, lalu memeluknya di depan seluruh restoran. Sementara itu, Ling Yue masih tersenyum bahagia, seolah akhirnya berhasil menemukan seseorang yang sudah lama ingin ditemuinya kembali.

Sementara itu, Cang Xuan masih berdiri dengan wajah bingung. Peristiwa yang baru saja terjadi terlalu mendadak hingga otaknya belum sempat memproses semuanya dengan baik. Setelah beberapa saat membeku di tempat, ia akhirnya berkata, "Tunggu dulu, bisakah kau melepaskan pelukannya terlebih dahulu?"

Barulah Ling Yue menyadari apa yang sedang dilakukannya.

Wajahnya langsung memerah tipis. Menyadari bahwa hampir seluruh restoran sedang memperhatikan mereka, ia segera mundur beberapa langkah dan melepaskan pelukannya.

Untuk sesaat suasana menjadi sedikit canggung.

Cang Xuan menggaruk kepalanya sambil menatap gadis di hadapannya dengan bingung. "Maaf, tapi aku benar-benar tidak ingat. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?"

Mendengar pertanyaan itu, Ling Yue langsung memelototinya.

"Aku tahu kau pasti lupa."

Nada suaranya terdengar kesal, tetapi tidak benar-benar marah.

"Lelaki memang kebanyakan pelupa."

Setelah menghela napas panjang, ia akhirnya memberi petunjuk. "Empat tahun lalu, kau menyelamatkanku dari kawanan serigala di hutan."

Begitu mendengar kalimat tersebut, tubuh Cang Xuan sedikit membeku.

Potongan-potongan ingatan yang selama ini tersimpan di sudut benaknya perlahan muncul kembali.

Hutan.

Kawanan serigala.

Seorang gadis yang tidak sadarkan diri.

Dan sebuah nama...

Ling Yue.

"Oh..." Ekspresi bingung di wajahnya perlahan berubah menjadi terkejut. "Kau gadis itu!"

Melihat akhirnya ia mengingat, senyum lebar langsung muncul di wajah Ling Yue.

"Akhirnya kau ingat."

Cang Xuan tidak bisa menahan tawa kecilnya. Setelah empat tahun berlalu, penampilan Ling Yue memang berubah cukup banyak. Tidak heran ia gagal mengenalinya sejak awal.

"Aku benar-benar tidak menyangka akan bertemu lagi denganmu," katanya jujur. "Apalagi di tempat seperti ini."

Ia kemudian memperhatikannya sekali lagi sebelum bertanya, "Kalau tidak salah, namamu Ling Yue, kan?"

Mendengar namanya masih diingat, kebahagiaan di wajah Ling Yue langsung bertambah.

"Benar!"

Jawabannya keluar begitu cepat hingga membuat beberapa pelanggan di sekitar mereka ikut tersenyum melihat reaksinya.

"Aku senang kau masih mengingatnya."

Untuk sesaat, keduanya hanya saling memandang sambil tersenyum. Empat tahun yang lalu, mereka hanya bertemu dalam waktu yang sangat singkat di tengah hutan. Namun takdir rupanya memiliki rencananya sendiri, karena setelah bertahun-tahun berlalu, mereka kembali dipertemukan secara tidak terduga di sebuah restoran yang jauh dari tempat pertemuan pertama mereka.

Beberapa saat kemudian, Cang Xuan melirik ke arah pintu restoran. Tuan Xin sudah keluar lebih dulu, dan jika ia terus mengobrol di sini, lelaki tua itu mungkin akan menunggu terlalu lama.

"Sepertinya aku harus pergi sekarang," katanya sambil tersenyum tipis.

Mendengar itu, ekspresi Ling Yue sedikit berubah. Ada rasa kecewa yang tidak berhasil ia sembunyikan sepenuhnya, tetapi ia tetap berusaha tersenyum. Setelah terdiam sesaat, ia akhirnya bertanya, "Cang Xuan, apakah kau masih tinggal di desa yang dulu pernah kau ceritakan?"

Senyum di wajah Cang Xuan perlahan memudar.

"Desaku sudah tidak ada lagi."

Jawaban singkat itu membuat Ling Yue langsung terdiam.

Ia dapat merasakan kesedihan yang tersembunyi di balik kata-kata tersebut.

"Maaf..." ucapnya pelan. "Aku tidak tahu mengenai hal itu."

Cang Xuan menggeleng ringan.

"Tidak apa-apa. Itu bukan salahmu."

Suasana sempat hening beberapa saat sebelum Ling Yue kembali memandangnya. Namun kali ini, ia menyadari ada sesuatu yang berbeda dari pemuda yang pernah ditemuinya empat tahun lalu. Tatapannya jauh lebih dewasa dan lebih tegas.

"Apa yang akan kau lakukan sekarang?"

Cang Xuan tidak ragu menjawab.

"Sekarang aku sedang mencari cara untuk pergi ke Dunia Atas."

Mata Ling Yue langsung berubah.

"Dunia Atas?" ulangnya. "Kau ingin pergi ke sana?"

Cang Xuan mengangguk.

"Iya. Ada seseorang yang harus kutemui."

Mendengar jawaban itu, Ling Yue seakan ingin mengatakan sesuatu. Bibirnya sempat bergerak, tetapi pada akhirnya ia hanya mengembuskan napas pelan.

"Kau tahu tempat itu sangat berbahaya, kan?"

"Aku tahu."

Nada suara Cang Xuan tetap tenang.

"Tapi aku tetap akan pergi."

Tidak ada sedikit pun keraguan dalam tatapannya.

"Untuk sampai ke sana, aku harus mengelilingi seluruh benua di dunia ini, mencari berbagai petunjuk yang dapat membawaku menuju Dunia Tengah. Dan dari apa yang kudengar, perjalananku akan sangat panjang."

Ling Yue terdiam.

Ia dapat melihat kesungguhan yang terpancar dari mata Cang Xuan.

Tatapan itu sama sekali tidak menunjukkan keraguan.

Ia langsung mengerti bahwa keputusan tersebut tidak akan berubah meskipun siapa pun mencoba membujuknya.

Pada akhirnya, ia hanya bisa menyimpan semua kata yang ingin diucapkannya di dalam hati.

Sementara itu, Cang Xuan perlahan berbalik dan mulai berjalan menuju pintu keluar restoran. Ketika sampai di depan pintu, ia menoleh untuk terakhir kalinya lalu mengangkat tangannya.

"Sampai jumpa lagi, Ling Yue. Semoga kita bertemu lagi di lain waktu."

Ling Yue segera membalas lambaian itu.

"Hati-hati di jalan."

Senyum tipis muncul di wajah Cang Xuan.

"Terima kasih."

Setelah mengatakan itu, ia mendorong pintu restoran hingga terbuka dan melangkah keluar.

Cahaya matahari siang langsung menyambutnya.

Di belakangnya, Ling Yue masih berdiri di tempat sambil memperhatikan sosoknya yang perlahan menjauh.

Setelah sosok Cang Xuan benar-benar menghilang dari pandangan, Ling Yue masih berdiri di dekat pintu restoran sambil memperhatikan jalan di luar. Tatapannya tetap tertuju ke arah yang sama, seolah berharap dapat melihat pemuda itu sekali lagi di tengah keramaian desa.

Tidak lama kemudian, salah seorang pelayan yang sudah lama bekerja di restoran itu menghampirinya.

"Bos, sepertinya Bos memiliki hubungan yang dekat dengan pemuda itu."

Mendengar pertanyaan tersebut, Ling Yue tersenyum kecil.

"Iya, apa yang kau katakan memang benar."

Tatapannya kembali mengarah ke pintu keluar. Kali ini, sorot matanya terlihat jauh lebih lembut dibandingkan sebelumnya.

"Kau tahu, empat tahun lalu dia pernah menyelamatkan hidupku dari kematian."

Pelayan itu langsung terkejut.

"Pantas saja..." gumamnya. Setelah memperhatikan ekspresi Ling Yue beberapa saat, ia kemudian menambahkan dengan senyum penuh arti, "Bos pasti menyukai pria itu."

Biasanya Ling Yue akan membantah perkataan seperti itu.

Namun kali ini ia tidak melakukannya.

Sebaliknya, senyum tipis justru muncul di wajahnya.

Senyuman yang membuat pelayan tersebut mendadak memiliki firasat aneh.

Dan benar saja.

Beberapa saat kemudian, Ling Yue berkata dengan nada santai, "Kurasa aku sudah membuat keputusan."

"Keputusan?"

Ling Yue menganggukkan kepala.

"Aku akan pergi berpetualang."

Mata pelayan itu langsung membelalak.

"Apa?!"

Melihat reaksinya, Ling Yue hanya tertawa kecil.

"Dia akan mengelilingi seluruh benua untuk mencari petunjuk menuju Dunia Atas." Tatapannya kembali mengarah ke luar restoran. "Karena itu, aku juga akan ikut melakukan perjalanan."

Pelayan itu mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres.

Ling Yue melanjutkan dengan nada yang jauh lebih tenang.

"Aku akan melindunginya selama perjalanan itu berlangsung."

Kemudian ia berhenti sejenak.

Entah karena memikirkan sesuatu atau karena menyadari apa yang baru saja diucapkannya, wajahnya sedikit memerah.

"Dan... aku juga ingin menemaninya."

Kini pelayan itu benar-benar mengerti.

Namun ia cukup bijaksana untuk tidak mengatakannya secara langsung.

Ling Yue kemudian mengeluarkan sebuah kunci penyimpanan yang selama ini digunakan untuk mengelola restoran dan menyerahkannya kepada pelayan tersebut.

"Selama aku pergi, tolong urus restoran ini untukku."

Pelayan itu menerima kunci tersebut dengan kedua tangan.

"Aku mempercayaimu."

Mendengar kepercayaan itu, pelayan tersebut terlihat tersentuh. Ia segera membungkukkan badan dengan hormat.

"Baik, Bos. Aku akan menjaga restoran ini sebaik mungkin sampai Bos kembali."

Ling Yue mengangguk pelan.

Ia tahu bahwa keputusan ini mungkin terdengar mendadak bagi orang lain, tetapi sebenarnya ia sudah membuat keputusan itu sejak melihat Cang Xuan melangkah keluar dari restoran. Empat tahun lalu, pemuda itu telah menyelamatkan hidupnya tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Kini, ketika jalan hidup mereka kembali bertemu, ia tidak berniat membiarkan pertemuan itu berakhir begitu saja.

Sementara itu, jauh di luar restoran, Cang Xuan sedang berjalan menyusuri jalan desa bersama Tuan Xin tanpa mengetahui apa pun yang baru saja terjadi di belakangnya. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa seseorang telah membuat keputusan besar karena dirinya.

Dan tanpa disadari oleh keduanya, takdir yang mempertemukan mereka empat tahun lalu di tengah hutan kini mulai kembali menenun benang-benang baru yang akan membawa mereka menuju perjalanan yang jauh lebih besar daripada yang pernah mereka bayangkan.

End Chapter 14

1
asri_hamdani
tangkap 1-2 kan bisa untuk ganjel perut lapar 🤔
.: karena menurut Cang xuan menangkap hewan hewan kecil seperti kelinci ataupun kucing hutan itu hanya membuang-buang waktu karena hewan tersebut memiliki pergerakan yg cukup lincah Apalagi walaupun berhasil menangkap dia hanya mendapatkan koin yg sedikit apalagi dia mempunyai waktu terbatas yaitu jangan sampai malam hari karena banyak monster abbys yg berkeliaran oleh karena itu daripada membuang buang waktu ke hewan yg memiliki nilai koin yg sedikit menurut Cang xuan lebih baik mencari hewan yg ukuran nya cukup besar dan mendapatkan koin yg lebih banyak dibandingkan harus bersusah payah menangkap hewan ukuran kecil
total 1 replies
Kevandra
B🌻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!