Seorang MABA (Mahasiswa Baru) Tengah menata barang di kamar barunya.
Gadis itu adalah Aprilia Eka Sari yang biasa di panggil April. Gadis Cantik ini baru akan memasuki masa orientasi di fakultas ilmu komunikasi Universitas Erl*****A.
.
April yang sedari SMA merupakan penggemar Membaca terutama membaca Novel, mengisi waktu luangnya untuk membaca Novel online maupun Novel beli di Gramedia.
.
Suatu ketika April membaca salah satu novel yang tak bosan-bosannya ia baca, Novel Online berjudul " Pengganti " yang menceritakan tentang adik yang menggantikan/berkorban kakak maupun keluarganya, April memang suka cerita yang diluar nalar manusia seperti hidup kedua kalinya, transmigrasi, sejarah, cinta yang tak akan terjadi di dunia nyata dll.
.
setelah membaca sampai tengah malam tak terasa April ketiduran, dan tak lama setelah bangun April merasa heran, heran karena ia terbangun di tempat yang berbeda.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N.N.A.22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31
Sudah hampir satu setengah jam Nita belum ada tanda-tanda turun dari kamar Rega. Sedangkan Alle sudah perjalanan mengurai kemacetan kota kembali kerumah dengan berbagai makanan dan cemilan.
.
.
Mami Alle sebenarnya merasa was-was karena Nita sahabat putrinya belum juga menampakkan diri.
"Pi.. Itu si Rega kok gak keluar-keluar dari kamar, mana ada Nita sahabat Alle juga belum keluar lagi." cemas mami Alle.
"biarin Mi.. Habis ini juga turun." belum sempat berhenti berbicara, Rega dan Nita turun dari lantai 2, dengan muka Nita tampak tak bersahabat.
.
.
"Astaga kalian berdua hampir 2 jam di kamar , ngapain aja sih.. Pasti kamu Rega susah dibangunin." omel mami Alle.
"apaan sih Mi.. Nyuruh anak kayak Nita bangunin Rega.. Bukannya dibangunin tapi di tungguin Sampai reganya bangun sendiri." ujar Rega dengan tingkah dibuat senormal mungkin.
"masakkk..." ledek sang papi yang sudah tahu gerak gerik aneh dari sang putra sulungnya itu.
.
perdebatan mereka berempat berhenti, saat alle sampai dengan berbagai kresek di tangannya.
"ya ampun Alle... Mami nyuruh beli makan siang bukan borong makanan buat makan siang." mami Alle semakin frustasi melihat tingkah putra putrinya yang membuat emosinya tidak terkontrol
"ya maaf mi..." ujar Alle Dengan wajah tampak tak bersalah.
Makan siang yang seharusnya jam 12 siang malah menjadi jam setengah 2 siang karena banyaknya kejadian diluar dugaan.
.
"Nita , pulang jam berapa?" ujar mami Alle
"mami ngusir Nita..?" potong Alle.
"yah wajar... Nita punya keluarga.. Nanti mamah papahnya nyariin Alle.."
"Nita pulang jam 2 Tante.. Makasih makan siangnya ya." ujar Nita tidak enak.
"Nita .. Mami gak ngusir loh ya.. Soalnya mami sama papi habis ini mau keluar kota, si Alle mau kerumah pak de Prapto, terus anak sulung mami mau kembali ke habitatnya alias apartemen.. Mami bingung.. Kalau misal disini ada orang pasti mami nyuruh Nita main lebih lama." ucapan Nita membuat mami Alle merasa tak nyaman.. tapi mau gimana lagi.. memang satu keluarga akan pergi.. Gak mungkin Nita tetap ada di mansion sementara pemilih rumah tidak ada.
.
.
Nita sebenarnya memahami situasi saat ini, untuk itu Nita hanya tersenyum geli melihat perdebatan Alle dengan maminya itu.
.
"maaf ya Nita.. Aku lupa kalau harus kerumah pak de Prapto." sesal Alle.
"santai Alle..." jawab Nita.
"Abang.. Tadi rencananya Alle sama Nita mau bimbingan skripsi .. Minimal judul lah bang." alle mengutarakan tujuan utamanya yang tadi ke pending gara-gara abangnya susah di bangunin (setahu Alle padahal mah ceritanya beda).
"besok aja di kampus.. Jangan bimbingan pribadi walaupun kalian berdua kenal sama Abang." ungkap Rega.
"ih.. Abang mah pelit.. Eh tadi ada mantan pacar Abang loh di depan ruangan ." jahil Alle yang sangat tahu kalau kedua orangtuanya tak suka Rega berhubungan dengan Hanna.
"kau masih dengan perempuan gak jelas itu?" suara papi Alle terdengar lebih berat dan penuh dengan makna yang sangat dalam.
"gak Pi.. Rega dulu niatnya hanya balas Budi.. Tapi di salah artikan.. Tak hanya itu Rega juga salah orang.. Apes kan Pi." jawab Rega menatap Alle dengan tatapan yang sangat teduh dan itu tak luput dari penglihatan Alle dan mamahnya.
.
.
Makan siang sudah selesai, dan sat ini Nita bersama Rega didalam satu mobil.
Tadi mami Alle bersikeras menyuruh Nita bareng sama Rega.
selain tempatnya satu arah, mami Alle juga berdalih lebih tega Nita dengan Rega daripada taxi online.
.
.
Nita bingung harus memulai percakapan darimana, karena Rega sangat focus dengan jalan raya, alunan musik menjadi satu-satunya suara yang memecah keheningan didalam mobil
.
"sayang mau langsung pulang atau mampir dulu?"
"kalau mampir, emang mau mampir kemana?"
"ke apartemen mas sayang.. Sambil kamu ngerjain skripsi.. Toh masih jam 2 siang.. Nanti mas antar pulang."
Nita dengan kesadaran penuh menganggukkan kepalanya saat mendengar kata "mengerjakan skripsi."
.
.