#ENEMYTOLOVERS
Xander Thompsom menderita mysophobia, ketakutan berlebih dan tidak masuk akal terhadap sesuatu yang tampak kotor, kontaminasi kuman, atau virus. Tapi, apa jadinya jika dia di jodohkan dengan seorang wanita bar-bar, dan jorok?
"Menjauh dariku, Kuman!" usir Xander seraya mengibaskan tangannya, lalu menyemprot sekelilingnya dengan cairan desinfektan yang selalu dia bawa di kantong jasnya.
"Cih!! Sok bersih! Makan nih upil!" balas Jeje sangat kesal seraya mengorek hidungnya dengan ujung jari telunjuk dan mengusapkan jarinya itu ke jas pria tersebut.
Bagaikan air dan minyak seperti itulah rumah tangga mereka, tidak pernah akur dan tidak pernah bisa menyatu.
Seperti apa keseruan mereka? Simak terus kelanjutannya!
FOLLOW IG @thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
"Dasar wanita sinting!" umpat Xander pada istrinya yang sudah keluar dari ruangannya. Dia kembali fokus pada layar laptopnya sesekali melirik secangkir teh yang tersaji di hadapannya, lalu kembali fokus ke laptopnya, dan melirik teh itu lagi. Dan begitu seterusnya, dia sangat penasaran dengan rasa teh hangat buatan istrinya, tapi mengingat ucapan Jeje memberikan sianida ke dalam teh tersebut membuat Xander mengurungkan niat untuk meminumnya.
"Dia sudah membuatku resah! tapi kalau aku mati, maka dia akan aku gentayangi di seumur hidupnya!" ucap Xander seraya memusatkan pandangannya pada secangkir teh itu. Pada akhirnya tangan kanannya terulur mengambil cangkir teh tersebut, mencium aroma teh yang terasa menyegarkan seperti teh pada umumnya, lalu mencoba menyesap air teh sedikit demi sedikit, rasanya sama seperti pada umumnya, hanya saja teh buatan Jeje lebih kental dan manisnya sangat pas di lidah. Ini adalah teh terenak yang pernah dia minum.
"Rasanya lumayan," ucap Xander lalu meminum teh tersebut dengan nikmat.
*
*
Setelah dari ruangan suaminya, Jeje menemui ibu mertuanya yang sedang berada di halaman belakang. Ibu mertuanya ternyata suka berkebun, di halaman belakang sana ditanami berbagai macam bunga, sayuran palawija.
"Mama boleh aku membantu?" tanya Jeje ketika sudah berjongkok di samping Airin yang sedang sibuk memanen wortel.
Airin menoleh dan tersenyum pada menantunya. "Nanti tanganmu kotor, lebih baik jangan ya," jawab Airin, dia tidak ingin menantunya menyentuh tanah, karena takut kalau Xander akan marah nantinya.
"Nggak apa-apa, Ma. Kan nanti bisa cuci tangan." Tanpa mendengarkan larangan ibu mertuanya, Jeje langsung turun tangan mencabut wortel dengan hati-hati. "Wah, wortelnya gemoy-gemoy. Mama hebat banget bisa nanam wortel sebagus ini," puji Jeje sambil mengacungkan dua wortel yang baru dia cabut lalu di masukkan ke dalam keranjang.
"Kamu bisa aja bikin hati Mama senang." Airin tersenyum menanggapi pujian Jeje. "Udah, sana cepat cuci tangan, nanti Xander bisa marah," titah Airin.
"Nggak mau, Ma. Aku mau bantu Mama sampai selesai." Jeje kembali memanen wortel tersebut dengan penuh semangat.
Airin menatap Jeje dengan pandangan yang sulit di artikan saat rasa senang dan haru menyambangi hatinya. Bagaimana tidak senang kalau sejak dulu dia sangat berharap jika Daisy menemaninya berkebun sambil berbincang, tapi anaknya sendiri tidak pernah peduli padanya.
Sekarang ada Jeje yang sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri.
"Makasih banyak, Je, karena udah mau menemani Mama," ucap Airin pada akhirnya.
Jeje tersenyum dan menganggukkan kepala tanpa menoleh karena saat ini dia sedang fokus memanen wortel. Tapi pada saat sedang asyik memanen, dia terkejut karena melihat cacing bergerak di tanah.
"Kenapa, Je?"
"Ada cacing, Ma. Geli," jawab Jeje seraya menutup seekor cacing itu dengan tanah.
"Halah, cacing itu kecil masa takut sih, belum lagi kalau nanti kamu lihat cacingnya suamimu," sahut Airin sambil terkekeh-kekeh.
"Memangnya Xander punya cacing, Ma?" tanya Jeje, polos.
Airin tergelak keras saat mendengar pertanyaan polos menantunya. "Kamu polos banget sih, nggak salah aku jodohin Xander sama kamu. Xander itu punya peliharaan cacing alaska, nanti kamu juga melihatnya." ucap Airin pada menantunya.
"Hah, cacing alaska? Gede banget dong." Pikir Jeje sambil membayangkan cacing alaska yang ada di film karton spongebob sequartpants.
mumpung lagi priode gak puasa. 🤭✌🙏