Dapat pacar satu negara ❌️
Dapat pacar beda dimensi ✅️
Alexa Olivia Jonshon,gadis cantik yang harus rela terjebak di dimensi berbeda hingga menjadi buruan orang tak di kenal.
Hal itu terjadi di saat dia di beri gelang oleh seorang nenek nenek yang pernah dia tolong karena di ganggu para preman.
Dan sebagai ucapan terima kasih,nenek tersebut memberikan sebuah gelang batu giok berwarna hijau pada Alexa.
Dan dari sinilah awal petualangan Alexa di mulai.
Mampukah dia mengatasi rintangan yang datang di hidupnya ?
Atau apakah dia memilih berhenti dan kembali ke tempat semula ?
Lalu siapa nenek yang memberikan Alexa gelang itu ?
Ada banyak kejutan yang ada di cerita ini.
Jadi silakan mampir dan jangan lupa tinggal kan jejaknya ya...😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Adiramanis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PBD ( 31 )
🪷🪷🪷🪷🪷🪷
**Dialam bawah sadar Alexa**.
"*Kenapa aku di sini lagi?" gumam Alexa saat melihat hamparan bunga yang berwarna biru di sepanjang mata memandang*.
*Tempat yang sama di saat Alexa yang dulu pernah tak sadarkan diri sama seperti sekarang*.
*Alexa kembali duduk di ayunan yang penuh dengan berbagai macam bunga di sisinya*.
"*Kenapa aku bisa di sini lagi*?"
"*Itu karena kau terluka cukup parah Alexa"ucap Ive yang tiba tiba muncul di belakangnya*.
"*Hais....bisakah kau tidak mengagetkanku dengan muncul tiba tiba seperti itu"gerutu Alexa yang terkejut dengan munculnya Ive yang tiba tiba dibelakangnya , sedangkan Ive hanya tersenyum melihat Alexa mengerutu padanya*.
"*Masa seperti itu saja kau terkejut sih... , bagaimana jika kau tahu sekarang Axelle sedang mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkanmu*?"
"*Maksudnya?"bingung Alexa*.
"*Axelle sedang bertarung dengan monster hutan penungu bunga Primrose itu , agar dia bisa mengeluarkan racun makhluk Aretor dari dalam tubuhmu"sambil memperlihatkan bagaimana Axelle yang sedang bertarung dengan monster hutan bertubuh besar itu pada sebuah bola kristal yang muncul dari tangan Ive dan melayang di hadapan mereka*.
"*Kenapa dia tidak melawan?"bingung Alexa yang melihat jika Axelle hanya menghindari monster tersebut tanpa melawannya*.
"*Kondisi Axelle juga sudah sampai batasnya Lexa , karena setengah dari api phoenix ada pada mu , dia jadi butuh waktu untuk memulihkan dirinya*"
"*Apa tidak ada cara untuk membantunya*?"
"*Tapi kondisimu juga sedang tidak baik Lexa , jika kau memaksakan diri maka luka itu akan semakin parah*"
"*Setidaknya kau tahu bagaimana caranya Ive"sambil melihat kearah Ive*.
"*Kau yakin Lexa"ucap Ive memastikan*.
"*Iya..."ucap yakin Alexa*.
*Entah kenapa saat dia melihat Axelle yang telah kesulitan membuat Alexa jadi ingin menolongnya*.
"*Mungkin ini yang bisa ku lakukan untuk membalas semua yang sudah dia lakukan padaku"batin Alexa yang melihat Axelle yang terlihat sudah sangat kelelahan*.
"*Baiklah kalau itu sudah menjadi keinginan mu , tetapi kau harus siap jika mungkin akan terjadi perubahan pada dirimu nantinya"ucap Ive*.
"*Memangnya apa yang akan terjadi denganku nantinya?"penasaran Alexa*.
"*Kau tahu jika kondisi tubuhmu sedang tidak baik baik saja Alexa , jika kau terlalu banyak mengeluarkan energi itu akan membuatmu semakin melemah , dan lagi racun di tubuhmu mungkin akan cepat menyebar hingga membuat mu semakin parah nantinya*"
"*Baiklah ayo lakukan"ucap Alexa sambil berdiri dari duduknya dan menghampiri Ive yang hanya tersenyum padanya*.
"*Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan mu , dan konsentrasi Alexa"sambil memegang pergelangan tangan Alexa yang terdapat gelang giok tersebut*.
*Alexa melakukan apa yang di instruksikan Ive , lalu selang beberapa menit giok tersebut mengeluarkan cahaya biru yang di lihat Yunia dan melesat jauh ketempat dimana Axelle berada lalu tepat mengenai monster hutan yang langsung terdiam di tempatnya*.
*Setelah menyaksikan Axelle baik baik saja , Alexa tiba tiba terbatuk dan mengeluarkan cairan hitam dari mulutnya hingga membuatnya lemas dan di tuntun Ive untuk duduk kembali ke ayunan tersebut*.
"*Kau merasakannya bukan , kondisi tubuhmu sedang tidak baik baik saja , kuharap Axelle tiba tepat waktu"harap Ive pada Alexa , dan melihat sedih kerah Alexa yang terlihat lemas*.
"*Jika dia tidak datang tepat waktu mungkin dia hanya akan melihatku yang sudah tak bernyawa"ucap Alexa sambil terkekeh*.
"*Kau tidak takut Alexa?"ucap Ive yang melihat sikap santai Alexa meski dia sedang terluka parah*.
"*Takut? tentu saja aku takut Ive , namun aku tidak bisa melakukan apapun jika memang ini sudah menjadi takdirku , jadi aku hanya sedang menikmati takdir yang telah di berikan padaku*"
"*Ive...kenapa mataku semakin berat"ucap Alexa lagi saat dia merasakan jika tiba tiba dia merasa mengantuk yang tak bisa di tahan*.
"*Istirahat lah Alexa , kau sudah bekerja keras kali ini , jadi Istirahat lah sejenak"ucap Ive yang kemudian membaringkan Alexa yang sudah tertidur di sebuah kasur awan yang melayang di hadapan nya*.

**Kembali kedunia nyata**.
Marlo terlihat kerepotan menghadapi Azka dan Raymond yang selalu menyerangnya , sedangkan para antek antek dari Marlo sudah tumbang tak berdaya di sana.
"Menyerah lah Marlo , anak buahmu sudah tak berdaya di sini , sedangkan kau terlihat sudah kelelahan"ucap Diego.
"Kurang hajar , apa kau meremehkan ku!!"ucap tak terima Marlo.
"Tidak bisakah kita bicara baik baik saja tanpa harus melakukan pertempuran ini Marlo?"
"Kau sudah terpojok , jadi menyerah sajalah"sahut Gilang sambil sesekali menguap sebab dia yang sudah kelelahan.
Marlo terdiam , karena memang benar apa yang di katakan Gilang barusan jika dia sedang terpojok sekarang , jadi daripada dia mengantar nyawa lebih baik dia pergi untuk sementara pikirnya.
Tanpa banyak berdebat lagi Marlo pergi begitu saja tanpa memperdulikan anak buahnya yang masih ada di sana.
Dan kepergian Marlo barusan bersamaan dengan kedatangan Axelle yang langsung menuju kamar Alexa yang masih terbaring di tempat tidur tersebut.
Merasa penasaran Azka dan Raymond juga ikut menghampiri Axelle , sedangkan Gilang memilih tidur di salah satu kursi panjang yang ada di sana , lalu Diego di bantu oleh orang orangnya terlihat sedang membereskan antek antek Marlo yang tergeletak di sana.
Di dalam kamar rahasia Diego , Axelle dapat melihat jika kondisi Alexa yang semakin memburuk , Savian yang ada di sanapun tidak bisa membantu apapun untuk membuat kondisi Alexa kembali stabil.
Tanpa membuang waktu Axelle mengambil bunga Primrose yang dia bawa tadi dan meletakkan nya di pergelangan tangan Alexa yang terluka , dan secara perlahan bunga itu menyerap racun yang ada di pergelangan tangan Alexa.
"Sudah berapa lama kondisinya memburuk?"tanya Axelle melihat kearah Savian.
"Sekita dua jam yang lalu , setelah gelang miliknya mengeluarkan cahaya biru yang tiba tiba melesat keluar"jelas Savian yang juga melihat kejadian itu.
Sedangkan Yunia memilih kembali ke kamarnya untuk membaringkan Ara yang tertidur di pelukannya.
"Cahaya biru?"bingung Axelle.
"Iya , sama seperti dia yang memanggil busur waktu itu , hanya saja tadi cahayanya berwarna biru"
Axelle terdiam lalu sedetik kemudian di mengingat mengenai cahaya biru yang melesat melewatinya hingga membuat monster hutan itu diam tak bergerak lagi.
"*Apa jangan jangan kau yang sudah menolongku Lexa*?" batin Axelle sambil memperhatikan Alexa yang masih betah terbaring di sana.