menginjak usia pernikahan ke tahun ke lima. aku dan suamiku masih tinggal dirumah orang tua dari suamiku.
bersama dengan dua saudara ipar yang setiap hari tiada henti nya merengek pada suamiku untuk memenuhi gaya hidup mereka.
padahal mereka tau suami ku hanya seorang buruh pabrik yang gajinya tidak seberapa, bahkan uang dapurpun aku hanya diberi separuh dari gajinya. itu pun masih untuk jajan anak anak kami juga untuk membeli listrik.
mau tau gimana kelanjutannya, ikutin terus ceritanya yaa .
terus dukung outhornya dengan like dan komen ya readers😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amie.H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31
"hehe maafin Aska ya nek, ayok nenek boleh kok ikut" kata Aska membuat senyum sang nenek kembali terbit.
aku dan bapak pun menggelengkan kepala melihat tingkah ibu yang kekanak kanakan seperti ini, namun ini memberikan kebahagian tersendiri bagi kami. seperti kemarin, kali ini kami berangkat kekantor kecamatan menggunakan angkutan nanti setelah dari kecamatan baru mencari mobil rental untuk mengajak Aska kekebun binatang seperti yang dijanjikan bapak.
tak lama kami pun sampai dikantor kecamatan, bapak pun langsung kebagian penandatanganan. setelah itu kami langsung mencari rental mobil, kebetulan mobil yang tersisa hanya mobil dengan tipe yang biasa. kami pun tak mempermasalahkannya karna yang terpenting mendapatkan mobil untuk mengajak Aska jalan-jalan ke tempat yang ia inginkan, kami menyewa mobil sekaligus dengan supirnya karna diantara kami sesama sekali tak ada yang bisa menyetir.
setelah mendapatkan mobil berikut supirnya, kami pun memulai perjalanan menuju kebun binatang yang diinginkan Aska. tak lupa kami membeli cemilan untuk dimakan saat dijalan nanti, karna perjalanan memerlukan waktu sekitar dua jam.
beberapa hari dirumah orangtua ku, Aska selalu saja dimanjakan diberikan apapun yang Aska mau dan diajak kemanapun yang Aska ingin kan. bahkan Aska sama sekali tak membahas soal papa nya, dan papanya pun tak pernah sekalipun mencoba menghubungi kami. meskipun sesekali aku mengirim pesan, tapi sama sekali tak pernah diberi balasan oleh mas Radit. padahal ini sudah hari ke empat kami dirumah orangtua ku, entah apa yang berada dipikirannya.
aku sempat berfikir jika mas Radit termakan omongan ibu mertuaku, bahkan mungkin ibu mertua berusaha mendekatkan mas Radit dengan wanita itu. apalagi saat ini aku jauh darinya dan sedang dalam masalah rumah tangga, memang betul aku pergi disaat kami sedang memanas tapi aku sudah izin dan mas Radit mengizinkan bukan karna aku menghilang dari mas Radit tapi lebih karna aku merindukan kedua orangtuaku. mungkin sepulang dari sini aku akan menanyakan pada mas Radit alasannya berubah sikap padaku seperti ini.
"Radit bagaimana kabarnya sari?" tanya bapak yang bahkan aku sendiri tidak tau bagaimana kabar suamiku tersebut.
"baik pak Alhamdulillah" jawabku berbohong.
"apa dia rutin menghubungi kamu sar?" kali ini ibu yang bertanya.
"iyaa Bu, lewat pesan" jawabku lagi
maafkan aku pak Bu sudah berbohong pada kalian berdua,-batinku.
bapak dan ibu pun hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti, kemudian kembali mengalihkan lagi bercanda dengan Aska sedangkan bapak yang berada dikursi depan sesekali mengajak Supit berbincang ringan.
"nanti Aska disana mau liat jerapah nek, terus kalo bisa Aska juga pengen banget naik ke badan gajah nek" kata Aska membuat ibu seketika terkejut.
"Aska mau naik gajah? emang bisa nak? nanti kalo jatuh gimana? setau nenek kuda yang loh yang bisa dinaiki orang" jawab ibu dengan mengerut kan kening.
"yaa Aska gatau nek, makanya Aska nanti minta tolong tanyain sama petugasnya nek" jawab Aska dengan polosnya.
"yasudah iyaa iyaa nanti ditanyakan ya Aska" jawab ibu yang membuatku tertawa.
dua jam pun berlalu, akhirnya kami sampai di kebun binatang. Aska terus tersenyum sepanjang pintu masuk kebun binatang, terlihat raut bahagia dimatanya.
"ayok Aska kita turun" kata bapak mengajak Aska, bapak menggendong Aska setelah kami turun dari mobil.
"kakek, kok kita turun sih. Aska kan mau ketempat jerapah sama gajah kek" kata Aska yang tak rela turun dari mobil.
"loh iyaa lah kita harus turun, kita kesananya jalan Aska. disini gaada yang boleh pake kendaraan kalo mau ketempat satwanya, mobilnya harus diparkir disini" jawab bapak sambil tersenyum.
"hmm yaudah deh, tapi kalo Aska capek kakek gendong Aska ya" kata Aska membuatku melotot.
"Aska ga boleh gitu sama kakek, nanti kakeknya ikut capek gimana" tegurku.
"gapapa sari" jawab bapak.
"jangan pak, nanti repot kalo bapak kecapean. nanti kalo aska capek kita istirahat dulu ya, sewa tikar" jawabku memberi saran.
"yaahh kalo gitu berenti dong ma liat hewannya" jawab Aska yang masih tak mau.
"yaa iyaalah Aska, masa mau jalan terus. kalo gitu nanti mama juga capek dong" jawabku
"yaahh terus kalo capek semua, nanti yang gendong Aska siapa?" tanya Aska.
"yaa Aska jalan lah" kataku dan ibu berbarengan, digelak tawai oleh bapak dan pak supir rental.
"sudah sudah,,, ayok kita jalan. ayok pak mari, kita nikmati waktu santai hari ini" kata bapak mengajak supir yang membawa kami.
"iyaa pak terimakasih, saya disini aja . saya takut kelelahan sementara saya harus bawa mobil nanti pulang nya" jawab pak sopir.
"oohh yasudah kalo gitu, ini ada sedikit buat bapak ngopi disini sama untuk makan siang. diterima ya pak" kata bapak memberikan dua lembar uang berwarna merah untuk pak supir.
"terimakasih banyak pak" jawab pak supir menerima pemberian bapak.
"ayok pak, mari. ayok Aska, kita let's goooo" kata bapak dengan semangat menggendong Aska.
"letsgooo kakekk" teriak Aska dengan riang.