NovelToon NovelToon
Cermin Retak

Cermin Retak

Status: tamat
Genre:Poligami / Tamat
Popularitas:105.9k
Nilai: 5
Nama Author: Atha Diyuta

Pondasi sbuah hubungan adalah kepercayaan, jika kepercayaan telah retak bahkan pecah hubungan itu akan hancur. Kejujuran, keterbukaan dan juga saling mengisi satu sama lain itu juga pnting dalam sebuah hubungan. Ikuti kisahnya dan jangan lupa like, komen dan subscirbenya gais.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31

Setelah mendengar ucapan karin, lujeng merasa hatinya tersentil bagaimana tidak. Dengan terang-terangan karin melarang lujeng mendekati putra putrinya. Lujeng sebenarnya sangat ingin berbicara panjang lebar pada karin namun jika teringat peraturan yang berlaku lujeng terpaksa menunda keinginannya karna ini hari pertamanya dia bekerja dan dia tidak ingin mengecewakan juragannya.

Tiba-tiba hati karin merasa was-was dan takut jika suatu saat lujeng mengambil paksa anak-anaknya. Stelah pekerjaanya selesai karin lantas buru-buru masuk kedalam rumahnya.

Bersamaan dengan masuknya karin ,alika juga bersiap untuk keluar. Mereka sampai bertabrakan didepan pintu.

" Astaga adek! Kamu ini mau kemana si nak ko buru-buru sampai mau nabrak bunda." Ucap karin yang pura-pura tak tau sebenarnya karin sudah tau jika putrinya pasti ingin menemui ayahnya.

" He ,itu bun alika mau keayah. Boleh kan bun, sebentar aja. Alika janji alika gakan lama-lama, alik cuman mau ngobrol sama ayah. " Ungkap alika,wajahnya mendadak mendung.

" Bol.. "

" Adek lupa kalau ayah sering bikin bunda nangis?adek lupa ayah udah bahagia sama istri dan anaknya? " Ucap damar yang tiba-tiba keluar dari kamar.

Belum juga karin menyelesaikan ucapannya damar sudah lebih dulu mencegah adiknya menemui ayahnya.

" Damar, jangan begitu nak. Gak baik sayang, adek kan cuman mau ngobrol sama ayah. Kaka juga boleh ko, alika sana ngobrol sama ayah tapi bunda minta jangan lama-lama ya nak. " Ucap karin sembari berusha menahan getaran hatinya.

Karin sama sekali tak menduga luka hati damar karna sikap ayahnya membekas begitu dalam.

Merasa jengkel dan tak sependapat dengan ibunya damar lantas kembali lagi kekamarnya. Sesampainya didalam kamar damar menyingkap tirai yang menutupi jendelanya. Matanya lantas menatap keluar sana, dari dalam kamar damar melihat dengan jelas alika yang berdiri menjaga jarak dengan ayahnya.

" Kenapa ayah harus datang disaat kami sudah hidup bahagia tanpa ayah. Damar sayang ayah, tapi damar gak suka liat ayah terus-terusan bikin bunda nangis. Damar gak suka liat ayah lebih menyayangi ibu wulan dibanding bunda. " Tes tes

Tanpa sadar air mata damar menetes membasahi pipinya.

Dari celah pintu yang tak tertutup sempurna karin melihat kondisi damar dengan hati tersayat. Bagaimana tidak, anaknya sudah sedewasa itu hingga tau situasi yang dialami orangtuanya. Karna tak kuasa melihat airmata damar, karin lantas menutup pintunya perlahan. Karin pergi kekamarnya karna dia harus bersiap pergi mengambil beberapa obat untuk tanamannya kerumah fatma.

" Maaf bund, damar belum bisa maafin ayah. Damar belum bisa berdamai dengan keadaan. Damar sakit bun, sakit melihat bunda yang selalu diam-diam menangis. " Lirih damar,tanpa menoleh damar tau jika karin baru saja pergi. Damar melihat bayangan karin karna sinar matahari menerobos masuk kedalam kamarnya. Sehingga damar bisa melihat dengan jelas bayangan tubuh karin yang berdiri didepan pintu.

Sementara diluar sana alika tampak masih diam mematung melihat kondisi ayahnya. Alika belum mengatakan sepatah katapun, bahkan alika begitu menjaga jarak dengan ayahnya. Alika berdiri satu memeter didepan lujeng.

" Alika sayang, kenapa kamu berdiri begitu jauh nak? Kemarilah, ayah merindukanmu sayang! "Ucap lujeng karna melihat alika tak kunjung mendekat apa lagi mengatakan satu patah kata pun.

Hening, alika masih saja bungkam.

Namun saat lujeng berusha mendekat alika mengangkat tangannya dan memberi kode agar lujeng tetap berada ditempatnya semula.

Lujeng semakin dibuat bingung dengan sikap alika.

" Tetap disitu ayah, ini tak terlalu jauh dibanding jarak yang ayah buat diantara kita. " Alika sekaan tau apa maksud dengan ekspresi yang lujeng tunjukan.

Mendengar ucapan putrinya lujeng mundur satu langkah. Hatinya berdenyut nyeri mendengar apa yang putrinya katakan.

1
Dewi 1234
bodoh aja si karim mana ada rmh.tangga yg seperti ini..walaupun cmn novel.. tspi tdk.masuk akal nobel ini
Amilawati
karakter Karin bodoh lemah tolol miskin jelek lagi
Amilawati
karin pantas di tindas bodoh tolol jelek miskin,mati ajh si so
dias elrasya
jahat sekali suamiku karin
dias elrasya
aneh suamimu selingkuh
Zidni Zakir
kar8n bodohhh
Raisa anti
anaknya dukung semua
Raisa anti
damar Mak comblang terkeren
Raisa anti
anak durhaka
Raisa anti
nyesel gak Lo,makanya jangan jadi pelakor
Raisa anti
cieee cieeee jatuh cinta berjuta rasanya 😂😂😂
Raisa anti
wkwkwkwkwk lengkap banget
Raisa anti
lakinya ngurusin mantan istri, perempuan nya iri dengan kehidupan baru mantan madunya
Raisa anti
kasian dimas
Raisa anti
iri bilang booos
Raisa anti
mantep gak tuh kata-kata danang
Raisa anti
apa salahnya satu paket
Raisa anti
ulet bulu muncul lagi
Raisa anti
damar kata-katamu mengandung bWang
Raisa anti
dimaafkan Bu hajah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!