NovelToon NovelToon
Suamiku Hanya Mencintai Jantungku'

Suamiku Hanya Mencintai Jantungku'

Status: tamat
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Cintapertama / Tamat
Popularitas:412.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rosma Sri Dewi

Sebuah takdir yang tidak pernah terduga, membuat Qirani Andara, terpaksa menikah dengan pria yang merupakan kekasih dari kakaknya sendiri, yang meninggal akibat kecelakaan.Namun,sebelum mengembuskan napas terakhir, kaluna masih sempat meninggalkan wasiat agar jantungnya didonorkan pada Qirani yang memang sudah mengalami kelainan jantung dari kecil. Langit Radhitya Ganendra, pria tampan yang sangat mencintai Kaluna, kakak dari Qirani itu, terpaksa mau menikah dengan adik kekasihnya. Kenapa? Karena jantung wanita yang dia cintai itu bersemayam di tubuh Qirani. Harusnya pernikahan mereka menjadi kebahagiaan bagi Qirani karena gadis itu selama ini juga sudah jatuh cinta pada pria itu. Namun, bukan kebahagiaan yang dia dapat, karena suaminya sama sekali tidak pernah bisa mencintainya. yang dia pedulikan hanyalah jantung sang kakak yang ada di tubuhnya. Akankah Qirani tetap bertahan dan sabar melihat suaminya yang hanya mementingkan jantung almarhumah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Sri Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langit frustasi

"Papa benar-benar kecewa padamu Langit. Papa tidak menyangka, kalau kamu bisa seegois itu," ucap Leo setelah menantu dan besannya meninggalkan kediamannya.

"Maaf, Pa," sahut Langit singkat.

"Maafmu tidak akan bisa merubah keadaan. Kalau Papa ada putri dan putri papa diperlakukan seperti Qirani oleh suaminya, papa juga pasti akan melakukan hal yang sama seperti papa mertuamu," ada emosional yang tersimpan di balik ucapan Leo yang lembut.

"Papa jangan asik menyalahkan Langit dong. Harusnya Papa bisa maklum, kalau Langit sangat mencintai Kaluna. Jadi, pantas dia merasa bersalah kalau menyentuh wanita lain," melihat putra kesayangannya yang terpojok, Mona tidak mau tinggal diam. Dia pun seperti biasa melakukan pembelaan untuk putranya itu.

"Stop memaklumi sesuatu yang salah, Mah! Seharusnya sebagai ibu, kamu harus menasehati putramu, bukan malah memaklumi apa yang dia lakukan," suara Leo mulai meninggi.

"Coba tarik ke dirimu sendiri, seandainya kamu punya anak perempuan dan diperlakukan seperti itu, apa kamu bisa terima?" ucap Leo, yang nada suaranya kembali normal.

Sementara, Mona diam saja dengan ekspresi datar. Tidak terlihat seperti merasa bersalah dan tidak peduli dengan ucapan suaminya.

"Emang ya, orang tidak akan pernah mengerti kalau tidak merasakan. Atau mungkin yakin tidak akan mungkin merasakannya," ucap Leo ambigu.

"Maksud Papa?" Mona mengerenyitkan keningnya.

"Aku rasa kamu tidak terlalu bodoh untuk memahami apa yang aku katakan barusan. Kamu tidak punya putri, jadi kamu merasa tidak akan merasa apa yang dirasakan oleh Baskoro dan Soraya, makanya rasa empatimu tidak ada. Aku bisa melihat jelas ekspresi wajahmu yang sama sekali tidak punya rasa bersalah," sindir Leo.

"Papa apa-apaan sih? kenapa sampai segitunya membela mereka? Emangnya yang mama ucapkan tadi salah? Tidak kan?"

"Yang kamu ucapkan tidak salah, tapi hatimu yang bermasalah. Bisa-bisanya kamu seorang wanita yang pernah mengalami bagaimana sakitnya dikatain rahim punya masalah, karena sulit hamil, memperlakukan hal sama pada Qirani," Leo berdecak sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Pah, aku melakukannya demi keturunan keluarga ini. Apa salah aku takut kalau rahim Qirani bermasalah. Lagian aku tidak langsung menuduh, aku hanya meminta untuk periksa, agar semuanya jelas. Mana aku tahu kalau kejadian sebenarnya seperti yang diceritakannya tadi," suara Mona mulai meninggi, tidak terima disalahkan oleh suaminya itu.

Leo menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya kembali ke udara.

"Mah, terima kasih kalau sudah memikirkan keberlangsungan keturunan keluarga kita. Tapi, satu hal yang aku mau tanya, apa menurutmu tujuan menikah itu hanya untuk punya keturunan? Bagaimanapun kalau tidak diberikan, apa kamu akan meminta Langit menceraikan isterinya? Bagaimana seandainya dulu aku berpikir seperti itu? setahun setelah menikah kamu belum hamil juga, aku langsung menceraikanmu dan menikah lagi? apa yang kamu rasakan?" tanya Leo seraya menatap Mona dengan tatapan yang sukar untuk dibaca.

Mona terdiam seribu bahasa, tidak bisa menjawab apa yang ditanyakan suaminya itu.

"Aku bersabar menunggu sampai 7 tahun, karena aku merasa kalau tujuan kita menikah bukan hanya untuk mendapatkan keturunan, tapi agar kita bisa bersama mempersatukan cinta kita dan hidup bahagia. Masalah keturunan ... itu menunggu rejeki dari Tuhan," sambung Leo lagi, membuat Mona semakin terdiam.

"Papah, tidak menyangka kalau Mamah tadi bisa bersikap seegois itu pada Qirani dan kedua orangtuanya. Bahkan Mama juga tidak mau meminta maaf, saat sudah tahu kebenarannya. Dan apa tadi? Tadi, bahkan mama memaklumi kesalahan yang dilakukan putramu. Kamu benar-benar membuatku kecewa,"

Kemudian, Leo mengalihkan pandangannya ke arah Langit yang kini terlihat lesu.

"Dan kamu Langit, Kekecewaan Papa lebih besar ke kamu. Kenapa? Karena kamu sudah tahu sebenarnya, tapi kamu tetap membiarkan mamamu, mengatai istrimu sendiri. Sekalipun kamu tidak mencintainya, kamu itu tetap wajib melindungi harga diri istrimu. Tapi apa? Tadi kamu hanya diam, seperti seorang pengecut. Kamu tidak lebih dari seorang pecundang!"

"Maaf, Pa! Langit benar-benar minta maaf!" suara Langit terdengar sangat lirih.

"Jangan minta maaf ke Papa, tapi minta maaf pada Qirani dan kedua orang tuanya. Itu pun kalau mereka masih mau memaafkanmu," Leo berdiri dari tempat dia duduk dan hendak berlalu pergi.

"Pa, tolong bantu Langit. Aku mohon , Pa!" cegah Langit sembari menghalangi jalan papanya.

"Kamu mau dibantu apa lagi?" tanya Leo Dingin.

"Tolong bantu Langit untuk bicara pada Qirani, Pa. Bantu aku untuk minta maaf padanya," mata Langit sudah berkaca-kaca. Dan entah kenapa kali ini pria itu merasa takut kehilangan istrinya itu.

"Jangan pengecut. Kamu harus berusaha sendiri untuk meminta maaf sendiri. Kamu sudah cukup dewasa untuk bisa menyelesaikan masalahmu sendiri. Jangan melulu melibatkan papa dalam menyelesaikan masalah yang kamu hadapi," ucap Leo lagi, sembari mau melangkah kembali.

"Tidak, Pa, tidak!" Langit menggeleng-gelengkan kepalanya, panik.

"Tolong jangan biarkan kali ini.Aku mohon untuk tetap membantuku. Aku yakin Qirani akan mendengarkanmu, Pa. Aku mohon!" Langit terlihat frustasi, tidak jauh berbeda ketika dia frustasi dengan meninggalnya Kaluna dulu. Pria itu bahkan sampai berlutut di kaki Papanya.

"Berdiri Langit! Apa pun yang kamu katakan dan bagaimanapun caramu memohon, Papa tidak akan membantumu kali ini. Papa sudah terlampau malu untuk sekedar menunjukkan wajah papa di depan Qirani dan kedua mertuamu. Kali ini kamu harus siap menerima konsekuensi atas perbuatanmu," ucap Leo dengan tegas.

"Tidak, Pa! Jangan bicara seperti itu! Aku Mohon, tetaplah bantu aku kali ini, Pa! Aku Janji setelah ini aku akan memperlakukan Qirani dengan baik,"

"Langit! Jangan jadi semakin pengecut!" bentak Leo dengan suara menggelegar.

"Jika kamu benar-benar tidak ingin kehilangan Qirani, usaha sendiri! tunjukkan kalau kamu memang mau berjuang sendiri, tanpa bantuan siapapun. Paham kamu! Tapi yang perlu kamu tahu, kali ini jalanmu pasti akan sangat sulit!" sambung Leo lagi sembari beranjak pergi.

"Arghh, Papa!" Langit berteriak, masih berusaha untuk mencegah papanya untuk pergi.

Mona merasa kasihan dengan kondisi putranya. Wanita paruh baya itu pun melangkah menghampiri Langit dan menyentuh pundak putranya itu dengan lembut.

"Sudahlah, Nak! Kamu __"

"Mama bisa diam, Nggak! Tolong jangan bicara kali ini!" untuk pertama kalinya Langit membentak wanita yang sudah melahirkannya itu. Bentakan Langit itu sontak saja membuat Mona tersentak kaget, benar-benar tidak menyangka kalau putranya bisa meninggikan suara di depannya.

"Langit, kamu membentak, Mama?" tanya Mona dengan mata membesar.

"Ini semua salah, Mama. Padahal aku sudah berencana kalau malam ini aku akan menarik janjiku dan menyentuh Qirani sebagai seorang istriku, tapi mama sudah menggagalkannya dengan penghinaan-penghinaan mama tadi. Mama mengacaukan semuanya," Emosi Langit sudah mulai tidak terkontrol.

"Langit, Mama ...."

"Sudah cukup, Ma. Aku tidak mau dengar apapun lagi. Semuanya kacau, kacau dan ini semua karena Mama!" teriak Langit dan berlalu pergi meninggalkan mamanya, tapa permisi lagi.

Tbc

1
ahyuun.e
eh halah halah ancen gatel wedoan gatel 🤣 utek ke ra dinggo yo ngene iki, ayu tok tapi uteke ksong wes angel angel 🤣
ahyuun.e
wohho jngan mau balek kau ya qirani bodoh kalu mau 🤣
ahyuun.e
gtu dong hidup cuma sekali udah nafas ngap"an ente dri kecil pas udah bisa napas lega kok mau"nya tersiska dngan keadaan yg laen 🤣
ahyuun.e
definisi makan cinta dah kenyang 🤒 kodratnya manusia lapar ya makan, ga bersyukur dah diksih hidup 🤣 bukannya berubah jdi lebih baik krn dah sehat malah makin makin 🤣
ahyuun.e
definisi rose ke dua ya qirani ini bego plus pekok, hiduplah dngan laki" yg menginginkan kita dan mencintai kita bukan sebaliknya 😄🤣 susah kan urip mu pekok sih 🤣
ahyuun.e
ortu yg berbuat anak" yg jdi korban
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
tׁׅhׁׅ֮ꫀׁׅܻ݊ ɑׁׅ݊ꪀժׁׅ݊
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
mulai romansa" nih
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
Alhamdulillah sadar
umi istilatun
Luar biasa
Aghnia Raina
sayang" pala lu peyang
Aghnia Raina
Luar biasa
Hilmiya Kasinji
betah juga ya diperlakukan sprt itu selama setahun
Hilmiya Kasinji
Luar biasa
Hilmiya Kasinji
si langit keterlaluan , tapi si Rani juga kyk e terlalu lebay ya ... tapi ya maklum si dari kecil dimanja jadi masih kaget dg segala sesuatunya
Hilmiya Kasinji
dan pada akhirnya tetap Aluna yang mengalah 🥺
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
Ari Randz
Luar biasa
Ari Randz
bawangnya kebangetan thorrrr.. /Sob//Sob/.
kira kira bawangnya sampe bab berapa Thor, AQ mau siapin mental buat baca biar kuat /Grin//Grin/
futurewife
mantaps
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!