NovelToon NovelToon
I Am Torres

I Am Torres

Status: tamat
Genre:Sistem / Tamat
Popularitas:38.4k
Nilai: 5
Nama Author: DaoistXvucw

Seorang pemuda bintang biru terlahir kembali menjadi El Nino Fernando Torres, lihatlah bagaimana ia menaklukkan lapangan hijau.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DaoistXvucw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Kengerian Real Madrid dan AS Roma

Setelah menyaksikan gol menakjubkan Torres, bintang-bintang Real Madrid seolah membuka alam semesta kecil dalam tubuh mereka dan mengeluarkan permainan puncak mereka.

Zidane yang mahakuasa di lini tengah, Figo di kanan segera meledakkan Grosso, Raul yang lincah dan menari-nari di kotak penalti AS Roma, Morientes yang meledak seperti tank perang, Carlos yang menembakkan peluru meriam, dan Hierro yang hampir tanpa solusi membuat Casillas dengan tegas menyatakan gawangnya aman.

Kurangnya pengalaman pemain-pemain AS Roma terlihat sepenuhnya, meskipun sebelumnya para pemain AS Roma sering kali membuat kesalahan-kesalahan kecil ataupun besar, hal itu tertutupi dengan penampilan fenomenal Torres.

Hal tersebut sebenarnya telah dilihat oleh Capello namun demi mempercepat perkembangan pemahaman diam-diam antara pemain AS Roma, Capello memilih untuk bertaruh.

Bertaruh bahwa pemain AS Roma berkembang dengan sangat cepat dalam setiap pertandingannya dan Torres terus mencetak gol untuk menjamin kemenangan tim.

Mungkin terdengar sedikit egois, tapi Capello sangat bergantung pada Torres, setidaknya saat masa transisi AS Roma.

Untungnya, AS Roma berhasil memenangkan seluruh piala di Italia dengan hasil yang menakjubkan, Supercoppa Italia, Copa Italia, dan Serie A, AS Roma sukses membawa piala tersebut kembali ke Roma.

Diiringi dengan penurunan Lazio, AS Roma malah bangkit menuju puncak, penggemar AS Roma terlambat untuk bahagia, menikmati kebangkitan AS Roma dan mengolok-olok rival abadi mereka.

Setelah menjual beberapa pemain inti mereka, Lazio tidak bisa menghindari penurunan kekuatan tim setelah penandatanganan pemain baru yang gagal mengisi kekuatan Lazio yang kosong.

Meskipun Lazio masih memiliki Crespo sebagai pembawa bendera ofensif mereka dan Nesta menjadi jenderal pertahanan yang dapat diandalkan, tapi jika hanya mengandalkan mereka, itu masih jauh dari cukup untuk mengejar tim-tim papan atas Italia lainnya.

Namun hanya Torres yang mengetahuinya, Lazio terpaksa akan menjual kapten mereka, Nesta ke AC Milan dan Crespo ke Inter Milan setelah pemilik mereka tersandung kasus skandal keuangan yang melibatkan perusahaan makanan multinasional, Cirio, yang membuat Cragnotti, pemilik Lazio harus meninggalkan Lazio dan terpaksa menjual bintang utama mereka.

Meskipun Torres ingin menjadi rekan satu tim dengan Nesta, tapi mungkin Nesta dan Lazio tidak akan setuju kecuali AS Roma sanggup membayar dengan jumlah cek besar.

Selain Nesta, sebenarnya Torres juga melirik lawannya saat ini, Makelele.

Makelele saat ini hampir mirip dengan Kante di masa depan, intersepsi yang akurat dan penempatan posisi yang tepat.

Setelah Torres mendapatkan umpan untuk melakukan serangan balik, Makelele langsung menjatuhkannya tanpa berbasa-basi.

Torres bangkit dengan penuh semangat, kini dia dapat merasakan ketegangan atmosfer pertandingan Final Liga Champions dan bersaing dengan bintang-bintang yang hanya bisa ia lihat dalam layar televisi.

Perasaan ini membuat Torres sedikit mabuk.

Wasit hanya memberikan peringatan lisan pada Makelele yang membuat para penggemar AS Roma sedikit tidak puas.

Karena setelah gol Torres, Real Madrid melancarkan gempuran dari darat, laut, dan udara yang membuat penonton sedikit terengah-engah dengan laju permainan yang intens.

Penggemar AS Roma yang berada di stadion, diluar stadion, dan penggemar yang menonton dari layar televisi di bar dan di rumah merasakan detak jantung mereka berdebar dengan sangat kencang saat setiap kali Real Madrid menyerang AS Roma.

Real Madrid di Final menjadi lebih ganas jika dibandingkan saat bertemu dalam fase grup, pemain AS Roma dapat merasakannya secara pribadi.

Totti berdiri di titik pelanggaran dan mengumpan bola menuju sekumpulan pemain AS Roma.

Namun Hierro memenangkan duel udara melawan Torres dan menyundul bola kearah Carlos.

Carlos menerima bola dan mulai berlari kencang di sebelah kiri, melihatnya, Totti buru-buru berteriak untuk segera kembali ke pertahanan.

Pemain AS Roma dengan cepat kembali menggunakan kecepatan penuh mereka.

Tapi saat ini, Carlos melakukan umpan lambung ke depan area penalti, melihat jenis operan tersebut, Samuel segera menghela nafas lega, saat berikutnya, matanya menyusut melihat Zidane setengah terbang dan melakukan tembakan voli keras.

Baik itu Tommasi, Samuel, Vidic, hingga Antonioli, mereka tidak bisa bereaksi saat Zidane melakukan tembakan voli keras setengah terbang.

"Golll! Zizou!"

Zidane tertawa kecil dan mencium logo Real Madrid di dadanya untuk melakukan selebrasi.

Melihat Zidane yang secara bertahap ditumpuk menjadi tumpukan gunung manusia, Torres sedikit tersenyum saat melihat gol menakjubkan dari Zidane.

Namun, seingatnya, Zidane melakukan tembakan tersebut saat menghadapi Bayer Leverkusen di Final Liga Champions di kehidupan sebelumnya saat menit pertandingan menunjukkan menit ke 22, hampir setengah kali lebih cepat karena saat itu Zidane melakukannya di menit ke 45.

Kelahiran gol abad ini yang lainnya membuat Torres sedikit bersemangat.

Mungkin kedatangan Torres menyebabkan efek kupu-kupu yang perlahan-lahan melenceng dari garis dunia Torres sebelumnya.

Tapi, Torres sama sekali tidak mengambil hati, menurutnya, dunia ini sama sekali berbeda dengan dunianya dulu, ia hanya menggunakan beberapa persamaan antara dua dunia.

Setelah Zidane selesai melakukan selebrasi, AS Roma melakukan kick off kembali.

Wajah Totti penuh dengan bermartabat, ban kapten miliknya diguncang perlahan, matanya menatap Torres dengan serius, Torres yang dipandang sedikit tersenyum.

Torres menendang bola kearah Totti saat wasit meniup peluitnya, segera Totti mengembalikannya kepada Torres.

Saat Morientes ingin menekel bola, Torres telah mengoper bola kepada Kaka.

Bintang-bintang bersaing dan jenius akan bersinar.

Mungkin itulah yang tepat untuk ungkapan hari ini.

Raul menekan Kaka namun Kaka telah mengembalikan bola pada Totti.

Totti mengumpan kepada Torres saat Zidane tertarik padanya.

Hierro merasakan firasat buruk saat trisula AS Roma menembus lini tengah Real Madrid, "Semuanya, hentikan mereka!"

Tapi Torres telah berhasil mengecoh Makelele dan menghindari intersepsinya, Roberto Carlos dan Salgado menyerang secara bersamaan.

Saat keduanya menghalangi dua sisi kanan dan kiri Torres, Torres menggunakan tumitnya untuk mengoper bola kepada Totti yang mengikutinya di belakang.

Totti mengoper langsung pada Kaka, Hierro menggertakkan giginya dan memaksa melakukan tekel.

Tapi Kaka selesai mengumpan, Kaka terjatuh tapi wasit belum meniupkan peluitnya sebagai tanda pelanggaran karena Torres berhasil memenangkan duel udara melawan Pavon.

Dengan tembakan keras menggunakan kaki kirinya, Torres kembali mencetak gol ke gawang yang dijaga oleh Casillas.

"Golll! Kerja sama imajinatif dari 3 jenius AS Roma!"

Torres meraung keras menuju penggemar AS Roma yang hadir, Torres merentangkan kedua lengannya seolah menerima pujaan dan sorakan dari penggemar AS Roma.

Menit ke 25, skor kembali imbang dengan skor sementara 2-2.

Baik Capello maupun Del Bosque terlihat mengerutkan keningnya, kedua tim menunjukkan performa terbaik mereka dan dengan mudah mencetak gol.

Tapi, bagi kedua pelatih yang mementingkan stabilitas, perang ofensif merupakan hal terakhir yang ingin mereka lihat karena hal tersebut penuh dengan resiko.

Dan keduanya sama-sama tidak puas dengan pertahanan tim mereka, namun meski begitu, kedua pelatih tidak memberikan instruksi terbarunya dan tetap menggunakan taktik awal mereka.

Karena mereka takut jika hal yang mereka putuskan akan membuat kondisi para pemain terpengaruh dan membuat penampilan mereka menurun.

Mungkin di babak kedua, mereka akan menemukan jawabannya.

1
orang_gabut16
saking jelek nama nya Ampe Di sensor 🤣🤣🤣
Mr HUGA
Luar biasa
Mr HUGA
sayang s'x.... padahal ini cerita yang menarik
ardian lewatz
trus semangat min
Lari Ada Wibu
😞
Suryavajra
sebenarnya ceritanya bagus, hanya sayang sekali nama striket disensor karena alasan tidak jelas. Bacanya jadi kurang nyaman saja.
Suryavajra
*** 😭😭😭😭😭😭
Suryavajra
😭😭😭😭😭
Suryavajra
****** *** ***** *** 😭😭😭
Suryavajra
😭😭😭😭😭 kebanyakan sensor.. nama pemain bola jadi ****
Suryavajra
wah, sedang seru baca, ketemu sensor yang kali ketiga 😭😭😭
Suryavajra
nama striket yang disensor dari Deportivo la Coruna B siapa kak?
Lari Ada Wibu
lanjut thor
Rama Suryawan
up/Drool//Drool//Drool//Drool/
Buana Lukman
bagus
Shedy
jika dia sudah jadi raja bola apakah akan langsung tamat thor?
Shedy
lamjut thor
Buana Lukman
bagus
White Fang
lama gak up ni wk
Lari Ada Wibu
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!