NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:81.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Inara Khadeeja Prameswari menikah dengan Mahesa Dirgantara. Mereka menikah sudah satu tahun, pernikahan perjodohan yang di lakukan dua keluarga. Saat itu Mahesa berstatus duda. Sedangkan Inara baru saja lulus kuliah.

Selama pernikahan, tak pernah ada percekcokan apapun. Dua tahun pernikahan mereka terasa dingin. Tak ada panggilan sayang atau apapun yang romantis dari Mahesa. Inara tahu jika dalam hati suaminya masih ada mantan istri yang pergi entah kemana. Clarissa

Inara berusaha menjadi istri yang baik walau tak pernah di anggap oleh suaminya. Dia berharap dengan kesabaran dan ketulusannya, akan membuat Mahesa jatuh cinta padanya. Melihatnya sebagai seorang wanita, sebagai istrinya. Bukan sebagai teman satu rumah. Bahkan Mahesa tak segan bersikap kasar padanya. Seolah Inara tak ada artinya untuk Mahesa.

Namun, akhirnya Inara menyerah setelah Clarissa kembali dengan cerita sedih dan penyakitnya. Pakah setelah ini Mahesa akan menyesal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ianra13

Hari Senin tiba, membawa kembali rutinitas yang mencekam. Setelah menghabiskan sisa akhir pekan penuh kepalsuan di kediaman utama keluarga Dirgantara, topeng kehangatan Mahesa runtuh total begitu mereka menginjakkan kaki keluar dari gerbang mansion.

Pukul tujuh pagi, mobil sedan mewah milik Mahesa membelah jalanan ibu kota yang mulai padat. Di dalam kabin mobil, kesunyian terasa begitu pekat dan menekan. Inara duduk bersandar di kursi penumpang, menatap kosong ke luar jendela. Sisa sup sarang burung walet yang dipaksakan masuk ke perutnya pagi ini terasa mengganjal, memicu rasa mual yang terus-menerus naik ke tenggorokannya.

Saat gedung pencakar langit Dirgantara Group sudah mulai terlihat di ujung jalan, sekitar dua blok dari area perkantoran, Mahesa mendadak menginjak rem dengan kasar. Mobil berhenti mendadak di tepi jalan yang cukup sepi, tepat di dekat sebuah halte bus yang berdebu.

Inara tersentak, menoleh ke arah suaminya dengan kening berkerut.

"Mas? Kenapa berhenti di sini?"

Mahesa tidak menoleh. Tangannya masih mencengkeram kemudi, matanya menatap lurus ke depan dengan raut wajah yang dingin dan tak bersahabat.

"Turun," perintah Mahesa, suaranya datar namun sarat akan penekanan yang mutlak.

Inara mematung. Dia melirik jam dinding digital di dasbor mobil yang menunjukkan pukul 07.20.

"Tapi... ini masih agak jauh dari kantor, Mas. Jalannya masih sekitar lima ratus meter lagi."

"Saya bilang turun, Inara," Mahesa kini menoleh, menatap istrinya dengan pandangan mata yang sedingin es dan penuh kilat merendahkan.

"Mulai hari ini, saya tidak mau ada staf kantor atau relasi bisnis yang melihat kamu keluar dari mobil saya. Di rumah, kita memang suami istri. Tapi di kantor, kamu hanya karyawan biasa yang beruntung bisa memegang laporan keuangan saya. Saya tidak mau ada gosip murahan yang beredar dan mengganggu kenyamanan saya."

Kata-kata itu menghantam dada Inara seperti godam. Ternyata, ketakutan Mahesa akan status mereka tidak hanya berlaku saat ada Clarissa. Di hari kerja biasa pun, pria ini menganggap keberadaan Inara di dalam mobilnya sebagai sebuah aib yang harus disembunyikan rapat-rapat.

"Mas... tapi kepalaku masih sedikit pening," lirih Inara, mencoba mengemis sedikit saja rasa kemanusiaan dari pria yang dinikahinya selama setahun ini.

"Bolehkah setidaknya turun di gerbang samping? Aku tidak akan keluar lewat lobi utama."

Mahesa mendengus sinis, senyuman meremehkan kembali terukir di bibirnya yang baji-ngan.

"Jangan manja, Inara. Tiga hari manja-manjaan di kamar mewah kemarin rupanya membuat kamu lupa diri, ya? Ingat posisimu. Kamu di sini untuk bekerja melunasi utang, bukan untuk menjadi nyonya besar yang diantar sampai depan pintu. Turun sekarang, atau saya telepon rumah sakit untuk menghentikan dosis obat ibumu jam ini juga."

Ancaman itu selalu menjadi kartu as yang mematikan bagi Inara. Tanpa sepatah kata lagi, dengan tangan yang bergetar hebat, Inara membuka sabuk pengamannya. Dia meraih tas kerjanya, lalu melangkah keluar dari mobil mewah tersebut.

Brak!

Belum sempat Inara menutup pintu dengan sempurna, Mahesa sudah menginjak gasnya dalam-dalam. Mobil itu melesat pergi, meninggalkan kepulan asap tipis dan embusan angin jalanan yang menerpa wajah pucat Inara.

Inara berdiri di tepi trotoar dengan setelan kerjanya yang bernuansa gelap. Dia menarik napas dalam-dalam, mencoba menguasai rasa pening yang kembali mendera kepalanya. Dengan langkah yang dipaksakan tegak, dia mulai berjalan kaki menyusuri trotoar menuju gedung kantor. Sepatu hak tingginya mengetuk aspal dengan ritme yang lambat, seirama dengan detak hatinya yang kian patah. mencoba memesan ojek online juga jam segini pasti sulit. Jam sibuk kantor.

Matahari pagi mulai terasa menyengat kulitnya yang pucat. Beberapa karyawan dari perusahaan lain yang berjalan searah sesekali meliriknya dengan pandangan heran. Seorang wanita dengan pakaian formal bermerek, namun berjalan kaki.

Dua puluh menit kemudian, Inara tiba di lobi utama Dirgantara Group. Napasnya terengah-engah, dan keringat dingin tampak membasahi pelipisnya. Dia langsung menuju lift untuk naik ke lantai tempat kubikel kerjanya berada.

Begitu pintu lift terbuka di lantainya, hal pertama yang dia lihat adalah Mahesa yang sedang berdiri di dekat meja sekretaris utama, dikelilingi oleh beberapa kepala divisi. Pria itu tampak begitu berwibawa, rapi, dan wangi. Sangat kontras dengan Inara yang baru saja menempuh perjalanan kaki di bawah terik matahari pagi.

Saat Inara berjalan melewati kerumunan itu dengan kepala tertunduk, Mahesa mendongak. Tidak ada raut panik, tidak ada gurat bersalah di wajah pria itu. Dia menatap Inara seolah-olah wanita itu hanyalah seonggok angin lalu yang tak sengaja lewat di depannya.

"Ah, Bu Inara," panggil Mahesa dengan nada suara baritonnya yang sangat profesional, membuat langkah Inara terhenti kaku.

Inara berbalik perlahan, mencoba memasang wajah datarnya.

"Iya, Pak Mahesa?"

Mahesa melangkah mendekat, menyerahkan sebuah bundel dokumen tebal ke tangan Inara. Saat serah terima itu terjadi, ujung jari mereka sempat bersentuhan, mengirimkan sensasi dingin yang langsung menusuk ulu hati Inara.

"Ini data audit kuartal pertama dari anak perusahaan. Saya minta kamu lakukan rekonsiliasi total. Jam dua siang nanti, bawa hasilnya ke ruangan saya untuk bahan rapat direksi," ujar Mahesa tanpa ekspresi.

Dia kemudian merendahkan suaranya sedikit, memberikan tatapan yang sangat tajam dan mengancam.

"Dan pastikan kali ini tidak ada alasan pingsan atau sakit-sakitan lagi. Saya tidak butuh karyawan yang lemah di tim saya." bisik Mahendra.

Di depan rekan-rekan kerjanya yang mulai berbisik-bisik melihat ketegasan sang Direktur Utama. Inara hanya bisa mendekap dokumen tebal itu erat-erat di dadanya. Dadanya kembali terasa sesak, nyeri yang teramat sangat mulai menjalar di lambungnya yang kosong.

Dia menyadari, setelah semua sandiwara pelukan hangat di depan mertuanya kemarin, di tempat ini, Mahesa telah kembali menjadi hakim yang siap mengeksekusi harga dirinya kapan saja, menurunkannya serendah mungkin ke dasar lantai, tempat di mana Inara tidak lagi memiliki hak untuk dianggap sebagai seorang manusia.

"Baik, Pak Mahesa. Kalau begitu saya permisi menuju meja saya!" jawab Inara pamit dari hadapan Mahesa dan yang lainnya.

Lelah, hati Inara benar-benar sangat lelah. Namun dia kembali mengingat keadaan ibunya di ICU. Dan dia harus kuat di ibunya.

1
Muft Smoker
seneng kan liat mereka ,, inara Dan mahesa udh bnr2 berdamai ,,
inara udh memiliki pendamping yg tepat ,, begitu pun mahesa nanti ,,
Muft Smoker
inara udh bahagia dg keluarga kecil ny ,,
sedangkan mahesa msh menata hidup ny di luar pulau ,,
kak kabar si Clarissa gmn ,, Masih sehat kah????
Ilfa Yarni
semoga disana mahesa menemukan jodoh seorang perempuan yg sama baiknya seperti inara biar bayangan inara dlm hatinya menghilang sepenuhnya
Oma Gavin
akhirnya mahesa jadi diri sendiri dan lebih baik
Ilfa Yarni
inara udah bahagia mahesa gmn kabarnya
nely_48
halo arka, udh gede az
nely_48
menepi dl,, siapa tau dgn tinggal d pulau Kalimantan mereka bs ketemu dgn gadis Dayak yg terkenal cancik n baik hati
Muft Smoker
inara tu arka apa nangka mateng di kebun tetangga ,, bunyi ny mantap pisan😁😁😁😁😁😁
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,

yx sypa tau kak si arka jatuh pas bareng nangka tetangga juga pas kebetulan jatuh juga ,🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Muft Smoker
untung si Gavin gx minta di gendong si inara 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁😁 ,,
sypa tau aj kak 😁😁😁
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
ko lucu ya bayangin nya 🤭😁
Ambu Rinddiany Thea: /Grievance/
total 2 replies
Ilfa Yarni
inara udah bahagia tinggal mahesa beri doa bahagia jg tjor
Muft Smoker
berdamai itu indah kan ,, meski terlambaat tp itu lebih baik Dari pada tdak sama sekali kn mahesa ,,
skrang tinggal km yg menata dirimu menjadi lebih baik mahesaa ,,
Ambu Rinddiany Thea
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ilfa Yarni
syukurlah kalian berdua udah berdamai dgn diri sendiri semoga jdpnnya kalian sama2 bahagia aku paling g suka laki2 yg. mengakui kesalahan dan berubah kpd yg lbh baik
Soraya
mampir thor
Ilfa Yarni
berjuang dan berdamailah dgn dirimu sendiri mahesa
Muft Smoker
mungkin inara hanya satu mahesa ,, tp di luar sana mungkin msh ad yg seperti inara ,, yg bisa nerima km apa adany ,, tanpa dy melihat dirgantara ad di belakang mu ,, tanpa melihat masa lalu mu ,,
Muft Smoker
pergi jauh bukan hanya tuk menghindar ,, tp tuk menenangkan hati ,mmenyembuhkkan diri , membentuk diri menjadi pribadii yg lebih baik ,,
masa lalu mungkin gx kan hilang mahesa ,, tp gx perlu juga selalu di ingat yg dmna akan mempersulit dirimu untuk menemukan jati dirimu yg hilang ,,
Ilfa Yarni
inara perempuan yg naik dan tulus tidak mgkn dia mengabaikanmu ha ya u tuk mi ta maaf tuk yg terakhir kalinya
Ilfa Yarni
pergilah mahesa sembuhkan dirimu semoga disana km udah bisa melupakan masa lalu dan berdamai dgn dirimu sendiri semoga jg ada pengganti inara km temukan disana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!