Kecelakaan yang terjadi pada Abian Reegan membuat sebagian ingatanya menghilang. Dan hal tersebut membuat Zahira harus berjuang mati-matian untuk membuktikan kepada Sang Suami, Abian bahwa dia adalah istrinya. Dia bahkan terpaksa menjadi pembantu di rumah suaminya sendiri untuk bisa membuktikan hal tersebut dan membuat Abian mengingatnya.
Dikelilingi oleh ibu dan adik tiri yang manipulatif membuat Abian semakin lupa siapa itu Zahira.
Bagaimana cara Zahira untuk membuat Sang Suami mengingatnya ketika ibu dan kakak tiri Abian menghadirkan cinta masa lalu pria itu? Dapatkah Abian mengingat tentang istrinya kembali?
Yuk, terus ikuti kisah rumah tangga Abian dan Zahira. Jangan lupa, like, komen, vote, dan giftnya.
Follow juga akun media sosial author
- IG: samudra_lee_19
- Samudra Lee
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Beberapa hari sudah berlalu sejak rencana Inge dan Devita gagal. Kedua wanita tamak itu tidak melakukan sesuatu lagi. Entah karena sudah menyerah atau keduanya sedang merencanakan hal yang lagi. Yang jelas, keadaan ini dimanfaatkan oleh Zahira untuk bisa mendekati suaminya lagi. Apalagi, Devita terlihat sibuk sendiri dengan urusannya. Entah hal penting apa yang membuat wanita ambisius itu sedikit melupakan tentang rencananya untuk bisa menyatukan Abian dengan Inge.
"Mas, ini teh hangat untukmu." Zahira meletakkan secangkir teh hangat di atas meja.
Abian yang saat itu sibuk dengan berkas di tangan pun menoleh.
"Terima kasih, Sayang," ucap Abian sambil tersenyum. Laki-laki itu kemudian meletakkan berkas di tangan dan mengambil cangkir berisi teh hangat tersebut lalu meneguknya.
Zahira yang mendengar Abian mengatakan kata Sayang pun terdiam seketika. Dia memperhatikan Abian yang sedang menikmati teh hangat buatannya.
"Mas," panggil Zahira.
"Hm," jawab Abian.
"Apa ingatanmu sudah kembali?"
Mendengar pertanyaan tersebut membuat Abian menghentikan gerakannya.
"Mas," panggil Zahira lagi.
"Kenapa aku bisa kelepasan seperti ini? Aku belum menemukan keberadaan papa. Jika mama dan Inge tahu bahwa ingatanku sudah kembali, mereka pasti akan bersikap waspada terhadapku," batin Abian.
Laki-laki tampan itu mengangkat kepalanya dan menatap Zahira.
"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti," jawab Abian. Dia kembali bersikap dingin.
"Aku yakin kalau aku tidak salah dengar tadi. Barusan Mas Abian memanggilku dengan kata sayang, kan?" ucap Zahira sambil menatap Abian.
"Hei, anak pembantu. Jangan mentang-mentang akhir-akhir ini aku baik kepadamu, terus kamu jadi lancang ya. Kamu tahu kan kalau aku sudah punya calon tunangan? Lalu untuk apa aku memanggilmu seperti itu?" Abian menjawab dengan sinis.
Zahira terkesiap saat melihat Abian melempar cangkir di tangannya dengan kasar. Itu memang perangai Abian dulu sebelum pria itu dekat dengannya. Tapi, sudah lama sejak mereka dekat, perangai buruk itu sudah hilang. Apalagi saat mereka sudah menikah dan hidup bersama, Abian tak pernah sekalipun berbicara kasar apalagi melakukan hal kasar seperti itu lagi. Dan kini?
Hati Zahira sakit melihat tersebut. Namun, istri sah Abian itu berusaha untuk tetap memaklumi.
"Sabar Hira. Jangan lemah gara-gara ini! Abian membutuhkanmu, kamu harus tetap kuat agar bisa tetap berada di dekatnya dan bisa melindunginya dari Inge dan Mama Devita." Zahira menguatkan dirinya sendiri.
"Bersihkan itu!" suruh Abian. Laki-laki itu kembali fokus dengan berkas dan laptop di hadapannya.
"Iya, Mas," jawab Zahira dengan nada melemah. Dia keluar dari ruangan tersebut untuk mengambil sapu dan serok.
"Maafkan aku, Hira. Aku terpaksa bersikap seperti ini. Aku tidak mau mama atau pun Inge curiga kalau sebenarnya ingatanku sudah kembali. Apalagi aku baru tahu kalau mama memasang CCTV di ruang kerja dan kamarku. Dan semuanya terhubung langsung ke ponsel Mama Devi," batin Abian. "Bersabarlah sampai aku mendapatkan informasi tentang keberadaan papa."
Dia melirik CCTV yang ada di ruangan tersebut. CCTV yang entah sejak kapan dipasang pada vas bunga. Abian mengetahui hal tersebut tanpa sengaja beberapa hari yang lalu.
Zahira kembali ke ruang kerja Abian dengan sapu dan serok di tangan. Dia mulai membersihkan pecahan kaca dari cangkir yang dilempar oleh Abian. Entahlah,.Zahira merasa ada yang berbeda dengan Abian. Pria itu seperti sedang berlakon. Hidup selama dua tahun bersama Abian, membuat dia bisa menangkap ada sesuatu yang sepertinya sedang disembunyikan oleh suaminya.
"Kalau Mas butuh sesuatu jangan sungkan. Saya ada di dapur bersama Bik Darsih," ucap Zahira. Wanita berhijab krem itu menatap wajah Abian sebentar, setelah itu dia kembali ke luar meninggalkan ruang kerja Abian tersebut.
Diam-diam Abian menghubungi Ernando melalui chat untuk menanyakan perkembangan penyeledikan soal keberadaan papanya.
Abian; [Gimana? Apa kamu sudah berhasil menemukan keberadaan papa, Er?]
Ernando: [Belum. Tapi, kemarin siang tanpa sengaja aku mendapat gambar ada laki-laki dengan kumis dan jenggot panjang berada di sekitar kantor. Sepertinya dia sedang mencari seseorang]
Ernando lalu mengirimkan rekaman CCTV yang berada di sekitar perusahaan Abian.
Abian mulai memutar rekaman CCTV yang dikirimkan oleh orang kepercayaannya tersebut. Dia langsung meng-zoom rekaman video tersebut saat kamera CCTV berhasil menangkap wajah orang itu.
Mata Abian melotot. Ia yakin laki-laki yang tertangkap kamera tersebut adalah papanya. Abian menangis haru saat melihat sosok papa yang dikira sudah meninggal dunia benar-benar masih hidup dan terlihat sehat wal afiat.
Abian: [Er, temukan orang itu segera! Dia benar-benar papaku]
Tak lama balasan YA terpampang dilayar. Abian segera mengakhiri itu sebelum orang suruhan ibu tirinya datang mengecek kamarnya. Tak lupa ia menghapus chat-nya dengan Ernando.
Di tempat lain dengan usaha yang sama. Devita juga sedang menerima laporan dari orang suruhannya. Kedua bola matanya membulat kala melihat foto-foto yang baru diserahkan oleh orang bayarannya tersebut.
"Kamu yakin, Reegan berada di rumah wanita ini?" tanya Devita memastikan.
"Iya, Nyonya. Dari data yang saya dapat, Pak Ree bekerja di rumah itu sebagai tukang kebun," jelas orang bayaran Devita. "Ohya, kemarin orang-orang saya juga melihat Pak Ree berada di sekitar perusahaan Tuan Abian."
"Apa?!" pekik Devita, dia tidak menyangka jika laki-laki yang masih berstatus suaminya itu sudah berani menemui Abian. "Apa dia berhasil menemui Abian?" tanyanya.
"Tidak, Nyonya. Dia hanya mengawasi di sekitar perusahaan. Mungkin menunggu waktu yang tepat untuk menemui Tuan Abian atau Tuan Armand," jawab orang tersebut.
Devita kembali menatap foto di tangannya lalu meremasnya.
"Tidak! Jangan sampai Si Tua itu berhasil menemui Abian atau pun Armand. Jika hal itu terjadi, semua yang kurencanakan selama ini akan sia-sia. Tidak hanya Abian, Armand juga pasti akan membenciku karena sudah membuatnya kehilangan waktu bersama papanya. Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Tidak bisa!" Devita membatin.
"Bawa Si Tua itu ke hadapanku secepatnya! Bagaimana pun caranya jangan biarkan dia menemui Abian dan Armand! Perketat penjagaan di sekitar perusahaan, baik itu di perusahaan pusat maupun perusahaan cabang milik Armand. Jangan biarkan juga Si Tua itu mendekati rumah! Mengerti!" seru Devita. Dia memberikan instruksi kepada anak buahnya. Bagaimana pun caranya dia harus berhasil menangkap Reegan lagi dan kali ini dia akan langsung menyingkirkan laki-laki yang masih berstatus suaminya tersebut dengan tangannya sendiri.
"Baik, Nyonya," jawab orang itu. Dia membawa beberapa anak buahnya untuk ikut bersamanya guna menangkap Reegan.
"Lihat saja, Mas. Aku tidak akan membiarkanmu berhasil menemui Abian dan Armand. Kali ini kamu harus benar-benar pergi dari dunia ini untuk selamanya," gumam Devita sambil menyeringai.
to the point dan g bertele-tele.. 🥰🥰🥰
makasih banyak udah mau namatin kisah ini..
walopun aku jg bukan reader yg baik buat kakak, tapi aku tetap mendoakan kakak semoga tetap sehat selalu..
terus semangat berkarya dimanapun kakak berada dan semoga sukses selalu.. 💪🏻😘😍🥰🤩
semoga masih mau nerusin cerita yg belum selesai..
atau bikin cerita baru sampai tamat apapun hasil yg diterima..
aamiin.. 🤩🤩🤩
eh tau ding takut salah nnti dikatain sok tau ma kak othor 🤣🤣🤣