NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:238.2k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Dalam istilah kata orang yang makan nangkanya kita yang kenak getahnya.

Apa jadinya jika kita sebagai pria yang harus menikahi wanita yang sudah hamil dan anak yang di kandung wanita itu bukan darah daging kita. Pengabdian seorang pria yang berusia 24 tahun harus menikah dengan gadis 17 tahun yang masih seorang pelajar.

Arhan dan Adara yang terlibat pernikahan dalam perjodohan dan bisa di katakan paksaan dari orang tua Azizie Kalea Adara. Gadis yang masih duduk di bangku SMA itu hamil di luar Nikah.

Arhan harus menikahinya karena perintah dari orang yang paling di hormatinya dan sangat di segani nya.

Mari kita baca bagaimana rumah tangga dari pasangan yang pasti terpaut usia cukup jauh itu dan belum lagi dengan konflik yang akan mereka hadapi.

Jangan lupa koment, Vote dan like.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 Mode manja

Adara yang takut ketahuan Arga langsung kembali ke tempatnya semula dengan buru-buru. Adara menghela napasnya dan kembali duduk di tempatnya semula dengan mengatur napasnya yang takut Arga datang dan tau apa yang di lakukannya.

"Hampir aja ketahuan Arhan, bisa berabe kalau sampai ketahuan," gumam Adara dengan mengusap-usap dadanya dan tidak lama Arhan datang dengan membawa susu tersebut meletakkan di samping laptop Adara.

"Minumlah!" titah Arhan. Adara mengangkat kepalanya.

"Ayo di minum!" titah Arhan lagi. Adara menganggukkan kepalanya. Lalu meminumnya sedikit saja.

"Bibi mana?" tanya Adara.

"Tadi lagi keluar," jawab Arhan.

"Memang kenapa mencari Bibi?" tanya Arhan.

"Aku mau makan sate," pinta Adara tiba-tiba yang sepertinya mengidam makan sate.

"Selesaikan ujianmu dulu. Lalu setelah itu kita keluar mencari makan malam," jawab Arhan yang tidak masalah membiarkan Adara untuk makan sate.

Adara menganggukkan kepalanya dan menurut saja apa yang di katakan Arhan dan memang tumben-tumbenannya dia menurut dan bisa-bisanya meminta pada Arhan. Adara sudah mulai mode manja nih. Ya namanya juga hamil muda dan pasti biasa ada manja-manjaan dan itu sangat wajar.

***********

Setelah selesai mengerjakan ujiannya Adara pun melihat ke arah Arhan yang sejak tadi duduk menemaninya dengan Arhan punya kesibukan pada laptopnya.

"Aku sudah selesai," ucap Adara. Arhan melihat ke arah Adara.

"Kamu masih mau makan sate?" tanya Arhan.

"Pasti," jawan Adara.

"Ya sudah ayo kita pergi cari sate!" ajak Arhan.

"Aku ganti baju sebentar,"

"Baiklah, aku tunggu di sini," ucap Arhan.

Adara mengangguk dan langsung berdiri menuju kamar untuk mengganti pakaiannya. Sementara Arhan membereskan ujian Adara. Ya Arhan memang sangat baik yang membereskannya meja dan semua perlengkapan Adara.

Adara sangat eksaitit ingin makan sate. Jadi Adara tidak sempat membereskan ujiannya.

********

Arhan dan Adara akhirnya pergi membeli sate. Arhan berjalan untuk mencari penjual sate. Kebetulan tidak jauh dari Villa mereka memang ada bajar makanan yang di adakan sepekan sekali dan kebetulan mereka ada di sana. Jadi sangat mudah mencari makanan yang apapun yang kita inginkan.

"Di sana jualannya!" tunjuk Arhan pada gerobak sate.

Adara menganggukkan kepalanya dan mengikuti Arhan. Di tempat itu banyak orang yang berkunjung dan Adara melihat di sekitarnya saja. Melihat berbagai orang-orang yang datang ketempat itu. Ada yang pasangan ada juga yang keluarga yang muda dan tua sangat beragam datang ketempat bajar tersebut.

"Mas satenya satu porsi!" titah Arhan.

"Mau sate ayam apa sate kambing?" tanya penjual.

"Sate ayam aja," jawab Arhan.

"Tapi aku mau sate kambing," sahut Adara pelan membuat Arhan melihat ke arahnya.

"Kamu sedang hamil. Jadi jangan makan kambing terlalu banyak. Nanti kamu kenapa-napa," ucap Arhan dengan lembut yang mengingatkan Adara.

Adara diam. Ya memang pasti Arhan jauh lebih tau dari pada dia apa yang boleh dan tidak mungkin saja di pikiran Adara Arhan pernah hamil. Makanya banyak tau.

"Satu tusuk untuk sate kambingnya," sahut Arhan yang tiba-tiba meminta sate kambing.

Karena melihat wajah Adara yang cemberut. Arhan tidak tega juga. Ya makan satu tusuk sepertinya tidak akan masalah. Dari pada tidak makan sama sekali dan Adara tampak tersenyum tipis dengan Arhan memberikan apa maunya walau hanya satu tusuk saja.

"Pake cabe?" tanya penjual.

"Tidak pak," sahut Arhan.

Penjual mengangguk dan langsung membungkus. Setelah itu memberikan pada Arhan dan Arhan membayar. Lalu pergi bersama Adara.

"Kita cari minum!" ucap Arhan. Adara mengangguk saja.

Saat mereka yang berjalan bersebelahan. Tiba-tiba ada anak remaja yang menaiki skead boat yang melaju ke arah Adara. Arhan yang menyadari hal itu langsung menarik pinggang Adara untuk mengindari anak remaja tersebut yang alhasil membuat Adara menabrak dada bidang Arhan dengan wajah mereka yang saling berdekatan yang hasilnya saling beradu pandang.

Ke-2 bola mata yang sama-sama indah itu saling berkeliling menatap satu sama lain dengan teliti. ketampanan dan kecantikan sepertinya sama-sama di sadari keduanya. bahkan ada getaran yang di rasakan keduanya.

"Maaf," ucap Arhan yang pertama mengakhiri saling tatap itu dan melepas tangannya dari pinggang Adara dan Adara menghela napas yang kelihatan lumayan canggung.

"Kamu baik-baik saja?" tanya Arhan.

Adara menganggukkan kepalanya dan terlihat gugup dengan pipinya yang memerah.

"Ayo kita cari minum!" ajak Arhan lagi.

Adara menganggukkan kepalanya dan langsung mengikuti Arhan yang kali ini Arhan memegang tangannya yang membuat Adara kaget. Namun Adara tidak melepas atau memberontak. Mungkin Adara juga terkejut apa maksud Arhan. Mungkin saja Arhan takut Adara itu hilang. Karena tempat itu lumayan rame dan tubuh Adara juga sangat kecil yang mungkin juga takut

**********

Adara dan Arhan makan sate bersama di tempat itu juga yang duduk di atas karpet. Lesehan berdua yang menikmati sate tersebut. Dari pada pulang lebih baik menikmati makanan di sana dan lebih enak yang bisa sekalian mendengarkan musik tradisional yang membuat ketenangan.

Arhan melihat di sekelilingnya yang yang melihat orang-orang. Sementara Adara yang duduk di sampingnya sejak tadi menikmati sate ayam dan 1 tusuk sate kambing.

"Apa kepalanya tidak sakit melihat terus di sekitarnya. Dia bahkan tidak makan sama sekali, apa dia tidak lalar melihat ku makan," batin Adara yang bergerutu sendiri.

"Kamu mau apa lagi?" tanya Arhan yang menawarkan Adara nanya makanan.

"Memang aku selahap itu sampai kamu bertanya terus yang padahal ini saja belum habis. Kenapa bukan kamu saja yang makan," sahut Adara dengan kesal yang berbicara dengan mulutnya yang masih mengunyah.

"Aku baru sekali bertanya dan siapa tau aja. Kamu mau apa lagi? Apa ada yang salah dengan pertanyaan ku?"tanya Arhan.

"Ya tidak ada yang salah. Terus kamu kenapa tidak makan?" tanya Adara.

"Aku tidak lapar," jawab Arhan.

"Ohhh," sahut Adara yang hanya oh saja.

"Jadi bagaimana kamu mau apa?" tanya Arhan

"Apa itu buah kecapi?" tanya Adara tiba-tiba.

"Buah kecapi! Kenapa tiba-tiba bertanya?" tanya Arhan.

"Aku mendengar ada orang membicarakan buah kecapi dan aku tidak tau apa itu. Aku penasaran dan sepertinya enak yang setauku alat musik yang ada namanya kecapi," ucap Adara dengan permintaannya yang ada-ada saja.

"Tetapi di sini tidak ada buah kecapi," ucap Arhan.

"Ya sudah kalau tidak ada. Seharusnya tadi tidak bertanya kepadaku kalau aku mau apa. Orang tidak ada juga," ucap Adara kesal.

Arhan terdiam. Mungkin saja Adara tiba-tiba ingin buah kecapi. Walau dia tidak tau seperti apa buah kecapi itu.

"Aku akan mencarinya nanti. Tetapi bukan malam ini. Karena tidak mungkin dapat," ucap Arhan.

"Terserah," sahut Adara yang kembali melanjutkan makannya.

Bersambung

1
novi a.r
sela lu suka dg karya othor yg satu ini
Dyah Oktina
ngak sopan sama suami panggil nama doang.. mana lebih tua pula
Dyah Oktina
iya betul...emang kalian tega
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 kasihan kalian... alvian jangan benci mama adara sm papa arhan ya
Dyah Oktina
kok gitu....ayok bergerak papa herlambang sm arhan.. punya uang masa ngak bisa sewa pengacara.. malah terus galau.. tuntut balik..bahwa adara ngak tahu apa2
Dyah Oktina
bagian ini ceritanya sulit aku mengerti...ya skip aja deh... 😁
Dyah Oktina
kla benih kalian benar..tp kla darah daging ya engaklah.. pasti punya adara..krn dia yg mengandung,menyusui & membesarkan.. knapa ngak balik menuntut.. uang banyak pengaruh besar...kurang apa adara bt herlambang
Dyah Oktina
herlambang sm arhan.. kalah taktik dgn anak muda/lucia 🤭
Dyah Oktina
horeeeee thor.. kebanyakan kata itu..jd horden.. 🤭😂😂😂😂😂😂
Dyah Oktina
apa iya d kehidupan nyata ada anak sma yg licik bin jahat kayak lucia... ck...ck.. penuh iri & dengki mana pd saudara nya sendiri.. yg mana sdh d tampung d rumahnya pula..
Dyah Oktina
hah.. brian mulu thor..
Dyah Oktina
ya udah...simpen aja rapat2 rahasiamu andara... biar arhan semakin jauh darimu.. menyimpan rahasia besar tetang kehamilanmu ... harusnya jangan takut dengan laki2 pengecut yg ngaku papa kandung alvian.. lapor aja polisi dgn kasus perkosaan
Dyah Oktina
ya udah sih cerita...terus terang sama arhan.. apa kamu mau ..semua d simpan sendiri.. apapun hasilnya belajar ikhlas..pasti adda jalan keluar
Dyah Oktina
kayaknya nih orang ...bapak kandungnya alvian... dulu bekerja sama dgn lucia untuk memperkosa andara yg d buat ngak sadar sampai hamil.. sekarang mau ambil alvian 😔😠😢
Dyah Oktina
nama alvian....salah mulu thor...jd brian...kan yg baca jd bingung... lagi mbahas alvian tiba2 muncul brian... jd ngak nyambung ceritanya... untung sayang
Dyah Oktina
nah lo...bapak kandungnya alvian kah?
Dyah Oktina
lagian kok bisa lulu bebas keluar masuk apartemen arhan.. kapanpun dia mau.. kla hubungannya ngak dekat.. pantas aja andara begitu emosi... sdh memang gadis labih krn usia... juga blm punya pengalaman berhubungan dgn kawan jenis selain teman.. wah pr besar biat arhan sebagai suami
Dyah Oktina
panggil kakak atau mas dong andara... masa arhan doang ngak sopan sama yg lebih tua apa lagi suami
Dyah Oktina
noni thor... bukan lucia
Dyah Oktina
ish jahat banget sih udah d tampung ..ngak tahu diri lucia ini... biar om herlambangmu yg turun tangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!