NovelToon NovelToon
Ramuan Ajaib: Bangkitnya Bumi

Ramuan Ajaib: Bangkitnya Bumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Asep agustian

Diusir dari desa karena fitnah kemiskinan, Bumi terdampar di kerasnya ibu kota sebagai kuli panggul pasar yang kerap. Satu-satunya alasan ia bertahan hidup adalah Alya, gadis sederhana yang tulus merawat luka-lukanya.

Nasib Bumi berubah total setelah ia di beri ramuan ajaib oleh kakek misterius yang membuat perubahan pada tubuh dan otaknya. Terbangun dengan kecerdasan mutlak sekelas superkomputer, Bumi bertransformasi menjadi The Ghost Trader—raja saham baru yang ditakuti di dunia bisnis. Ia bahkan berhasil menyelamatkan perusahaan milik Kirei, seorang CEO wanita dingin yang akhirnya jatuh hati pada harga diri Bumi.

Namun, berdiri di puncak takhta berarti mengundang badai. Adrian, konglomerat kejam sekaligus rival asmaranya, siap menghancurkan Bumi lewat sabotase berdarah. Di tengah perang bisnis yang mematikan, hati Bumi juga terkoyak dalam dilema pelik antara ketulusan Alya dari masa lalunya, atau pengorbanan Kirei yang mempertaruhkan nyawa demi masa depannya.

Mampukah mantan ku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asep agustian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Makan di Cafe

Bumi walau sekarang sudah menjadi orang yang sangat disegani, ditakuti, dan dihormati di seluruh kawasan pasar induk, kehidupannya sehari-hari tidak banyak berubah. Ia sama sekali tidak menjadi sombong atau pamer kekuatan. Bumi masih tetap memilih tinggal di kamar kosan petak lamanya yang sempit milik Mak Surti. Alasan utamanya adalah agar ia bisa tetap dekat dengan lingkungan pasar dan mengawasi keadaan secara langsung. Selain mengurus ketertiban pasar bersama Barong, Bumi masih rutin bermain saham setiap hari di kamar kosannya menggunakan handphone android barunya. Aktivitas trading ini ia lakukan demi terus menambah pundi-pundik tabungan di rekening banknya, sebab Bumi memiliki cita-cita besar di masa depan, membangun sebuah perusahaan nyata yang legal dan besar agar bisa merekrut banyak pekerja, terutama dari kalangan orang-orang susah dan kuli panggul pasar.

Seperti pagi itu, suasana kamar kosan Bumi tampak tenang. Bumi sedang asyik duduk bersila di atas kasur busa tanpa sprei, matanya fokus menatap tajam ke arah layar ponsel. Jarinya lincah menggeser grafik pergerakan pasar untuk menentukan saham emiten mana yang paling potensial dan menguntungkan untuk di-trading-kan hari itu.

"Hmm, sektor komoditas ini polanya lagi jenuh jual. Kemungkinan besar siang nanti bakal ada pembalikan arah karena sentimen ekspor," gumam Bumi santai pada diri sendiri, otaknya dengan cepat mengalkulasi angka dan volume perdagangan secara presisi.

Dalam bermain saham, Bumi tipe orang yang tidak terlalu ambisius atau serakah. Ia tidak pernah menaruh semua uangnya dalam satu keranjang. Bumi selalu membagi modalnya untuk membeli beberapa saham berbeda yang menurut analisanya pasti akan naik hari itu. Dengan membagi modal, risikonya jauh lebih terukur dan aman.

Strategi matang itu kembali membuahkan hasil manis. Sore harinya, tepat saat lonceng penutupan perdagangan pasar modal berbunyi, keuntungan yang didapat Bumi pun kembali berlipat-lipat dari beberapa emiten yang ia beli tadi pagi. Bumi langsung mengecek saldo akhir di aplikasi perbankannya dan mengembuskan napas penuh kebahagiaan.

"Alhamdulillah... keuntungan segini aja udah buat gua sangat bersyukur banget," ucap Bumi tersenyum puas sambil menatap deretan angka di layar. "Kalau dihitung-hitung sama hasil dari beberapa kali trading kemarin, sekarang di rekening gua udah ada total sekitar delapan puluh jutaan rupiah. Langkah awal buat bikin perusahaan sendiri perlahan udah mulai kelihatan jalannya."

Sore hari setelah jam tutup pasar saham selesai, handphone Bumi berdering. Ternyata ada pesan dari Alya yang mengajaknya untuk makan malam bersama di sebuah cafe modern yang terletak di kawasan pusat kota. Tidak sendirian, Alya juga mengajak Dika untuk ikut bergabung.

Bagi Bumi, makan di tempat estetik seperti cafe modern dengan lampu temaram dan alunan musik jaz lembut adalah hal yang pertama kali seumur hidupnya. Selama ini, tempat makannya paling mewah hanyalah warung nasi ibunya Alya atau warung tenda pecel lele di pinggir jalan pasar induk. Namun, Bumi tidak menolak ajakan tersebut. Ia justru merasa ini adalah kesempatan bagus. Bumi ingin memperluas wawasannya tentang gaya hidup masyarakat perkotaan dan dunia luar, tidak hanya melulu tahu soal seluk-beluk di dalam lingkungan pasar saja.

"Wah, Mas Bumi! Akhirnya datang juga. Sini duduk, Mas!" seru Dika gembira menyambut kedatangan Bumi di meja sudut cafe yang cukup luas.

Alya yang duduk di samping Dika langsung tersenyum manis, matanya menatap kagum penampilan Bumi yang sore itu mengenakan kemeja rapi yang bersih. "Iya nih, Mas Bumi sempat nyasar gak tadi pas nyari alamat cafenya? Soalnya tempatnya agak masuk ke dalam area perkantoran."

Bumi terkekeh pelan sambil menarik kursi kayu di hadapan mereka. "Gak kok, Mbak Alya. Kan sekarang saya udah punya hp baru, tinggal cari di peta digital langsung ketemu jalannya. Tapi jujur, ini pertama kalinya saya masuk ke tempat makan yang tampilannya keren kayak begini. Agak canggung juga rasanya, hahaha."

Dika langsung melambaikan tangannya santai. "Halah, gak usah canggung, Mas! Lu kan sekarang udah jadi bos besar penguasa pasar induk, lagian duit lu pasti udah banyak dari saham juga. Santai aja kali, di sini menunya enak-enak kok. Lu musti cobain kopi premium sama steak-nya."

"Iya, Mas Bumi," timpal Alya sambil menyodorkan buku menu. "Tujuan kita ke sini kan emang mau santai-santai sekalian ngerayain nilai kuliah aku sama Dika yang kemarin dapet nilai bagus gara-gara bimbingan kamu."

"Ya sudah, kalau gitu saya ikut rekomendasi dari kalian aja deh soal makanannya," jawab Bumi ramah.

Sembari menunggu pesanan makanan datang, mereka bertiga terlibat dalam obrolan yang asyik dan seru. Dika sibuk menceritakan target investasi sahamnya yang baru, sementara Alya sesekali menanggapi dengan candaan kuliahnya.

Namun, di tengah-tengah obrolan asyik itu, fokus Bumi mendadak terpecah. Berkat khasiat ramuan herbal misterius dari leluhurnya, indra pendengaran Bumi menjadi sangat sensitif dan tajam di atas rata-rata manusia biasa. Di antara riuhnya suara musik cafe dan dentingan sendok, telinga Bumi menangkap suara perdebatan yang cukup sengit dari dua orang yang duduk di meja tepat di samping mereka.

Meja itu diisi oleh seorang wanita muda berpakaian jas kantoran sangat rapi dan elegan, serta seorang pria paruh baya yang tampaknya adalah asisten pribadinya. Dari posisi duduk dan gestur tubuhnya, si wanita merupakan bos atau pemilik perusahaannya. Mereka berdua tampaknya sedang memperdebatkan masalah internal yang sangat serius.

"Kita gak bisa diem aja, Bu! Krisis keuangan perusahaan kita bulan ini sudah masuk tahap lampu merah akibat aksi sabotase internal dari divisi keuangan kemarin!" bisik si pria paruh baya dengan nada suara yang penuh tekanan dan panik.

Si wanita muda itu memijat pelipisnya dengan wajah yang tampak sangat frustrasi dan lelah. "Aku tahu, Roni! Tapi masalah utamanya sekarang bukan cuma kas yang kosong, tapi kepanikan publik di pasar modal! Penurunan harga saham perusahaan kita sangat tajam dalam tiga hari ini sampai menyentuh batas bawah. Kalau besok harga saham kita anjlok lagi, para investor besar bakal langsung menarik seluruh dana mereka, dan perusahaan kita resmi bangkrut!"

Awalnya, Bumi berniat tidak peduli dengan urusan pribadi orang lain dan ingin kembali fokus pada obrolan Alya. Namun, begitu mendengar kata krisis keuangan, sabotase internal, dan penurunan harga saham tajam, jiwa analisanya mendadak merasa sangat tertarik. Permasalahan pelik yang sedang dihadapi oleh perusahaan wanita di sampingnya itu bisa dia jadikan sebagai bahan studi kasus analitis yang sangat bagus untuk pembelajaran pribadinya dalam memahami seluk-beluk manajemen dunia perusahaan skala besar.

Bumi tanpa sadar mengambil selembar tisu makan yang bersih dari atas meja, lalu mengeluarkan pulpen dari saku kemejanya. Dengan otak supernya yang bekerja secepat kilat, Bumi mulai membuat coret-coretan analisis bagan struktur, skema restrukturisasi modal, hingga formula teknikal untuk membalikkan sentimen negatif pasar saham perusahaan tersebut di atas kertas tisu.

Alya dan Dika yang sedang asyik berbicara mendadak menghentikan obrolan mereka begitu melihat tingkah aneh Bumi. Mereka berdua menatap coret-coretan rumus rumit di atas tisu itu dengan ekspresi keheranan yang amat sangat.

"Eh, Mas Bumi... kamu lagi ngapain sih? Kok mendadak bikin rumus akuntansi tingkat dewa lagi di atas tisu?" tanya Alya bingung sambil memiringkan kepalanya.

Dika ikut mendekatkan wajahnya ke arah tisu Bumi. "Iya, Mas. Ini kan skema intervensi pasar modal buat nahan dumping saham. Lu lagi ngerjain tugas apa gimana? Perasaan kita lagi gak bahas emiten itu deh."

Bumi mendongak, lalu tersenyum kecil tanpa menghentikan ketukan pulpennya. "Oh, ini bukan apa-apa kok, Mbak Alya, Mas Dika. Gua cuma lagi bikin coret-coret cara mengatasi krisis perusahaan yang kena sabotase internal aja. Konsepnya sederhana, kalau ada penurunan harga saham yang sangat tajam akibat kepanikan publik, manajemen perusahaan gak boleh langsung ngeluarin duit kas buat buyback saham secara terang-terangan karena itu bakal abis sia-sia dibuang bandar."

Bumi kemudian memutar posisi tisunya agar bisa dilihat oleh Alya dan Dika, lalu menerangkan alur solusinya dengan suara yang cukup jelas dan mengalir tenang. "Langkah pertamanya, si bos perusahaan harus kunci dulu sisa aset likuidnya lewat pihak ketiga secara senyap. Terus, buat ngatasi sabotase internal keuangan, mereka musti bikin fake report atau laporan keuangan palsu sementara yang sengaja dibocorin ke publik buat ngejebak si pelaku sabotase biar dia buru-buru lepas sisa short-selling sahamnya. Begitu harganya menyentuh titik terendah psikologis malam ini, perusahaan masuk pakai sekuritas samaran buat borong balik saham di harga murah. Dengan skema pembalikan ini, besok pagi harga sahamnya dijamin bakal langsung auto rejection atas, krisis keuangan teratasi, dan pelaku sabotasenya bakal langsung ketahuan karena terjebak posisi short-nya sendiri."

Alya dan Dika melongo mendengar penjelasan Bumi yang sangat runtut, logis, dan sangat jenius itu. Namun, tanpa sengaja, suara penjelasan Bumi yang cukup detail dan jelas itu terdengar langsung oleh dua orang di meja samping yang sejak tadi sedang bersitegang.

Perdebatan di meja sebelah seketika terhenti total. Si wanita muda dan asistennya menoleh serempak ke arah meja Bumi dengan tatapan mata yang penuh keterkejutan.

Si asisten pria bernama Roni itu langsung mengerutkan keningnya, menatap Bumi dari atas ke bawah dengan pandangan yang penuh keraguan dan agak meremehkan karena melihat usia Bumi yang masih sangat muda. "Maaf ya, anak muda. Kami gak sengaja denger obrolan kamu tadi. Tapi solusi pembalikan pasar yang kamu sebutin tadi itu kedengarannya cuma teori fiksi yang gak realistis di dunia nyata! Memangnya kamu tahu seberapa rumitnya regulasi pasar modal kalau sampai ketahuan bikin skema sekuritas samaran? Jangan asal bicara kamu di tempat umum!"

Namun, reaksi yang sangat berbeda justru ditunjukkan oleh si wanita muda yang merupakan bos perusahaannya. Matanya menatap tajam ke arah coret-coretan bagan di atas tisu makan milik Bumi. Otak bisnisnya yang matang langsung menyadari bahwa skema radikal yang ditawarkan oleh pemuda asing ini adalah sebuah mahakarya strategi bisnis tingkat tinggi yang bahkan tidak terpikirkan oleh jajaran direksi konsultan keuangannya sendiri.

Wanita muda itu langsung berdiri dari kursinya, menatap Bumi dengan pandangan yang dipenuhi rasa tertarik dan penasaran yang amat mendalam. "Roni, diam kamu! Jangan lancang... Anak muda, maaf kalau saya memotong waktu makan kalian. Tapi, boleh saya melihat lebih jelas coret-coretan analisis di atas tisu kamu itu? Strategi yang kamu sebutkan tadi... kedengarannya sangat masuk akal bagi saya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!