NovelToon NovelToon
Pengganti Istri Pertama

Pengganti Istri Pertama

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:281.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nita.P

Menjadi istri pengganti istri pertama, begitulah yang Deandra alami. Ketika dirinya terpaksa harus menikah dengan Majikan di rumahnya ini, hanya karena dia membutuhkan sosok seorang istri pengganti di saat istri pertamanya masih dalam keadaan koma.

"Jadi istri pengganti untukku, selama istri pertamaku belum sadar"

Sebuah kalimat yang membuat Deandra sangat terkejut. Namun sebuah pilihan yang akhirnya dia ambil. Entah bagaimana pernikahan ini berlanjut, mungkin akan tetap bersama dengan saling mencintai? Atau bahkan saling melepaskan dengan rasa sakit?

Saksikan kisahnya di PENGGANTI ISTRI PERTAMA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pancaran Pelangi Dalam Hidup Afkha?!

Deandra menatap suaminya dengan lekat, saat ini mereka sedang berada di sebuah Restaurant. Sedang menunggu makanan yang mereka pesan datang. Deandra masih belum mendapat jawaban dari permintaan maaf Afkha padanya yang begitu tiba-tiba.

Afkha yang terus di tatap oleh istrinya mulai merasa jengah. "Ada apa kau terus menatapku seperti itu? Aku tahu jika aku ini tampan dan pastinya membuat kau terpesona. Tapi jangan terus menatapku seperti itu"

Deandra tetap tidak mengalihkan pandangannya. Dia masih saja penasaran dengan sikap suaminya yang tadi tiba-tiba meminta maaf seperti itu padanya. "Sayang, kenapa tadi kamu meminta maaf? Memangnya kamu punya salah apa sama aku? Atau kamu merasa bersalah karena semalam sudah merusak aku dan merenggut kegadisanku?"

Apasi kamu ini Dean, kenapa malah berpikir seperti itu. Kalau sampai dia mengatakan iya, apa kamu akan siap untuk kecewa lagi?

Deandra yang malah tidak mengerti sendiri dengan apa yang dia ucapkan barusan pada suaminya. Padahal niatnya hanya ingin bertanya saja. Eh, dia juga tidak mengerti kenapa malah membahas tentang kejadian tadi malam. Mungkin karena hati dan pikirannya yang masih belum tenang meski sudah melakukannya dan saling mengungkapkan cinta. Karena masih ada Sarah diantara mereka saat ini.

Afkha menatap Deandra dengan lekat, dia tahu jika saat ini pikiran istrinya sedang begitu gelisah. Terlihat jelas dari tatapan matanya jika dia tidak pernah percaya pada Afkha, seolah dirinya sangat takut di buang oleh Afkha setelah apa yang dia berikan padanya.

"Kita bahas ini nanti saat sudah berada di rumah" ucap Afkha.

Deandra hanya menghembuskan nafas kasar, padahal dirinya sudah sangat penasaran dan ingin tahu kenapa Afkha yang tiba-tiba minta maaf padanya. Tapi dia juga tidak bisa memaksa Afkha untuk menjelaskan semuanya saat ini, ketika suaminya itu memang belum mau menjelaskan sekarang.

Deandra tetap tidak seberani itu untuk memaksa suaminya, karena meski sudah saling mengungkapkan cinta dan bahkan sudah melewati malam pertama. Tapi Afkha tetap menjadi sosok yang dingin dan tidak bisa dia bantah, menurut Deandra.

"Habis makan, kita langsung pulang saja kalau begitu" ucap Deandra, dia ingin segera mengetahui semuanya, dan dia juga ingin menanyakan tentang perjanjian diantara mereka itu.

"Kita baru saja sampai dan langsung makan siang disini. Kenapa harus langsung pulang? Bukannya kamu juga ingin pergi ke Green Sakura dulu" ucap Afkha.

Benar, Deandra memang sangat ingin melihat Green Sakura. Tapi karena sikap Afkha yang menurutnya aneh, malah membuatnya ingin segera pulang dan ingin mendengar penjelasannya akan seperti apa.

"Kapan-kapan saja ke Green Sakura, sekarang kita langsung pulang saja" ucap Deandra yang masih kekeuh dengan keinginannya itu.

"Kau..."

"Makannya Tuan dan Nona, silahkan dinikmati"

Ucapan Afkha yang langsung terpotong dengan kedatangan pelayan yang mengantar pesanan mereka. Akhirnya dia tidak jadi melanjutkan ucapannya. Menunggu sampai pelayan itu pergi.

"Terima kasih" ucap Deandra pada pelayan Resto itu.

Setelah pelayan pergi, Afkha ingin melanjutkan ucapannya. Tapi dia malah melihat istrinya yang sibuk memotret makanan di atas meja. Membuat dia mengerutkan keningnya bingung.

"Kenapa harus foto makanan itu?" tanya Afkha dengan bingung.

Deandra tersenyum, dia menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas setelah dia melihat hasil foto yang bagus untuk dirinya upload nanti. "Untuk story, biar nanti orang-orang tahu kalau Deandra ini masih hidup dan gak hilang begitu saja di sosial media"

Afkha menggeleng pelan melihat tingkah istrinya itu. Dia tersenyum tipis dengan tingkah istrinya yang selalu saja membuatnya merasa sangat gemas.

"Sudahlah, ayo makan. Lagian kalau orang-orang menyangka kamu hilang dari media sosial kenapa?"ucap Afkha sambil mengambil alat makan yang sudah tersedia disana.

"Ya rugi dong, orang-orang yang benci dan julid sama aku gak bakal bisa kepo dengan keseharian aku selama ini. Dia mikirnya aku sudah gak eksis lagi di media sosial" ucap Deandra santai, dia mulai menyuapkan makanan ke mulutnya.

Lagi-lagi Afkha dibuat geleng-geleng kepala dengan sikap istrinya itu. Terkadang hidupnya yang begini-begini saja, hanya memikirkan tentang pekerjaan dan perusahaan. Semua berkas kerjasama dan proyek baru. Jauh lebih berbeda saat dia bersama dengan Deandra. Selalu ada hal baru yang menurutnya aneh, namun Afkha bisa melihat keceriaan di balik tatapan mata istrinya itu. Membuat Afkha ikut merasa senang dan bahagia.

Seolah Deandra adalah pancaran pelangi penuh warna dalam hidup Afkha yang gelap tanpa warna.

"Terima kasih"

Deadnra langsung mendongak, menatap suaminya dengan kening berkerut dalam. "Terima kasih untuk apa?"

Afkha tidak menjawab, dia hanya tersenyum dan kembali melanjutkan makannya. Membuat Deandra semakin bingung saja dengan suaminya. Tadi tiba-tiba meminta maaf tanpa alasa, sekarang berterima kasih juga tanpa penjelasan. Dia ini memang suka sekali membuat orang kebingungan ya. Gumamnya.

Selesai makan, keduanya kembali jalan-jalan sebentar, Afkha mencari pakaian untuk dia bekerja. Deandra hanya mengikuti saja, dia juga tidak terlalu mengerti selera suaminya itu. Yang sering dia lihat, Afkha hanya memakai jas berwarna hitam, coklat dan abu-abu. Merasa belum pernah memakai warna lain. Membuat Deandra memegang satu jas berwarna biru pastel cerah. Merasa akan cocok jika dipakai suaminya.

Sebenarnya memakai warna apapun, kalau pria tampan tetap tidak akan merusak ketampanannya si.

"Sayang.." panggil Deandra pada Afkha yang sedang berbicara dengan seorang pelayan di butik itu. Lalu Afkha segera menghampirinya.

"Ada apa?" tanya Afkha

Deandra mengambil setelan jas itu dan mencocokannya ke tubuh Afkha. Menatap dengan kepala di miringkan seolah dirinya sedang menilai kecocokan baju itu jika nanti di pakai oleh suaminya.

"Sayang, kenapa tidak beli yang ini saja. Bagus loh warnanya, dan kamu akan terlihat lebih muda kalau pakai jas ini saat bekerja" ucap Deandra asal.

Alis Afkha langsung berkerut tajam, menatap istrinya itu dengan lekat. "Maksud kamu aku ini sudah tua gitu?"

Deandra malah tertawa melihat Afkha yang kesal karena salah menafsirkan maksud dari ucapannya itu. "Enggak Sayang, kalau kamu sudah tua mana mungkin aku jatuh cinta sama kamu. Pokonya kamu akan terlihat lebih tampan deh kalau pakai jas ini"

BIsa-bisanya dia hanya mengambil arti kata lebih muda saja, dasar ya ni orang sensitif sekali.

Afkha mengambil jas itu, menatapnya dengan kening berkerut. "Tapi apa warnanya gak terlalu cerah ya?"

"Enggak Sayang, ini cocok sama kamu. Biar hidup kamu itu lebih berwarna, jangan hanya memakai warna itu-itu saja" ucap Deandra sambil tertawa kecil.

Afkha jadi tertawa gemas melihat itu, membuat dirinya langsung mengacak rambut istrinya itu.

"Ish, Sayang rambut aku jangan di acak-acak kayak gini" kesal Deandra dengan wajah cemberut dan Afkha hanya tertawa saja.

"Tuan Afkha"

Deg..

Bersambung

1
Ririn Nursisminingsih
no koment thor kok semakin ruwet...
Ririn Nursisminingsih
sabar diandra kmu ndak salah...afkalah yg egois.....
Ririn Nursisminingsih
kebanyakan ngomong dalam hati...jdi gak asik bacanya
Lilik Juhariah
baca lagi , tapi masih enak
Neng Ati
udah ketemu
Neng Ati
kok saya cari ga ada judul ini
Dewi @@@♥️♥️
sepertinya bagus ceritanya
Lilik Juhariah
oalaaah ternyata gini toh
Lilik Juhariah
lah knp gk nyari atau TLP suaminya kl masih hidup
Dewi @@@♥️♥️: kan Sandra hilang ingatan kak ,baru kembali ingatan beberapa hari ini
total 1 replies
Lilik Juhariah
alur dan tokohnya gk lebay jadi enak bacanya, beda dg karya novel lain , biasanya ada kekerasan pelecehan Krn awalnya nikah Krn pengganti
Lilik Juhariah
bagus banget ceritanya , makasih thor
Nita.P: Mampir di cerita terbaruku yuk.. Judulnya MENGEJAR RENJANI YANG HILANG
total 1 replies
Lilik Juhariah
emang gk peka , dia sendiri yg mau diperhatikan , istrinya mual tiap pagi Yo diem ,emang apa modelan rafkha klngk ditegur gk sadar,
Lilik Juhariah
Davin sama sanra baik lembut, sama adiknya sama orang tuanya jahat banget
Lilik Juhariah
cukup.dg.kata maaf , hebat si Davin ini, saat kamu sdh sukses knp gk cari adikmu
Dewi @@@♥️♥️: karena yg ada dalam pikiran Davin hanya cintanya,,wanitanya,bahkan pas pertama datang menemui Dean lngsng main tampar aja tanpa nanya keadaan Dean
total 1 replies
Lilik Juhariah
Krn Dean baik dan tulus, kecuali Davin yg jangan sama dean
Lilik Juhariah
untung Dean sabar
Lilik Juhariah
selalu meminta maaf , itu yg aku suka dari pasangan ini , Dean yg sabar dan afka yg gk segan meminta maaf
Lilik Juhariah
banyak di dunia nyata , ada di keluarga saya , istri kedua menyerah
Lilik Juhariah
ya SMA sama nyaman kan Sandra sudah sama Davin , pdhl kakak iparnya tinggal di rumahnya, sebenarnya idem sih
Lilik Juhariah
lah ya ngapain cuekin Dean , lah yg minta Dean jadi istrimu itu siapa , yg cinta dan nyaman siapa , kok Dean jadi kambing hitam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!