cerita ini mengenai perjalanan waktu , tokoh wanita dari masa depan yang terdampar ke masa lalu , melalui persaingan dan tipu muslihat musuh di kerajaan juga berbagai hal yang kadang di luar nalar , akhirnya dia bisa menjadi permaisuri kesayangan putra mahkota , dan apakah kisah cinta mereka akan bisa terus berlanjut sampai di masa depan , mungkinkah perbedaan ruang waktu ini bisa mematahkan cinta sejati , silakan baca sampai tamat untuk tahu lebih jelas .
Terimakasih atas vote , like ,comment dan rate nya , Tuhan memberkati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nezha Ageha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa Rindu yang Berkepanjangan
🙏 Please Vote , Rate , Like and Comment 😍👍❤
Sejak jaya menyatakan cinta dan hubungan kami menjadi sepasang kekasih , aku malah belum bisa bertemu dengan nya , selama beberapa hari ini , dia tidak kembali dari istana utama .
huft (helaan nafas panjang) , bosen banget, memang benar kata orang , kalau menunggu adalah pekerjaan yang paling menguji kesabaran dan membuat jenuh.
kata Fitri , saat jaya mau balik pulang , ternyata datang utusan dari kerajaan Banjar , sehingga dia tidak bisa kembali kemari dan harus menemani utusan kerajaan lain itu , karena ku dengar kerajaan Banjar merupakan saudara dari selir utama raja . yah seperti saudara dari pihak ibu tiri nya jaya lah .
saat kutanya ke Fitri seperti apa utusan itu , Fitri tidaklah mengenai nya , karena kabar ini pun cuma di sampaikan oleh Supri kepadanya . hanya informasi itu saja yang aku dapatkan .
lama lama kelakuan jaya ini buat kesal deh , kenapa ngga kirim surat atau apa gitu , ah males deh , daripada mood ku semakin turun lebih baik aku jalan jalan saja hari ini, aku suruh Fitri siapkan kereta kuda saja , aku mau melihat lihat pasar sambil berbelanja . gumam ku
"Fitri, tolong kamu minta ke Kasim Liu , katakan aku ingin jalan keluar , ingin berbelanja di pasar, bolehkah memindahkan sebuah kereta kuda untukku?" pinta ku
"baik tuan putri akan hamba sampaikan" kata Fitri
"terimakasih yah fit, Ningrum tolong siapkan baju untuk aku keluar istana dan bawa beberapa koin agar bisa berbelanja di pasar" kata ku
"baik tuan putri" kata Ningrum
Tidak lama sampailah kami di pasar
wah ramai sekali hari ini , aku mau mampir ke warung makan di depan sana ah , pengen makan mie ayam .
saat ada di warung makan , kebetulan di meja depan duduk sekumpulan pria , dan dari percakapan mereka seperti mereka adalah kurir yang bertugas mengantar bahan pokok ke dapur istana utama .
karena mereka bersuara sangat nyaring , sehingga semua percakapan mereka terdengar oleh ku yang duduk di meja belakang .
wah pantas saja yah beberapa hari ini kita rutin mengantarkan bahan pokok yang spesial ke istana , ternyata kerajaan kita kedatangan seorang Dewi yang sangat cantik . ujar pria yang agak berisi badannya
iya beruntung sekali pangeran bisa menemani putri cantik itu jalan jalan dan makan bersama, kata pria yang berkepala pelontos.
andaikan aku seorang pangeran , pastilah beruntung bisa dekat dan berinteraksi dengan wanita secantik itu , kata pria yang bertubuh kurus
iya , pasti tuan putri itu mau di jadikan istri oleh pangeran. kata pria bertubuh berisi
kalian lihat kan tadi , tuan putri memeluk lengan tangan pangeran , kata pria berkepala pelontos lagi
iya , seperti ada lem saja , dia selalu mendekati pangeran , kata pria kurus
ih hatiku meradang mendengar hal tersebut , pantas saja dia tidak pulang , sudah ada Perry yang lebih cantik untuk ditemani , dasar jaya playboy , ku geram
Fitri seperti menyadari kalau aku sedang menahan amarah dan Fitri pun menyuruh para lelaki itu untuk diam .
"hei kalian bisa tenang sedikit tidak , suara kalian sangatlah nyaring, tertawa dengan keras , mengganggu orang lain yang sedang makan , memang nya hanya kalian yang ingin berbicara" bentak Fitri kepada mereka
"sudahlah Fitri, jangan bertengkar lebih baik kita pergi saja dari sini" kata ku
"baiklah Tian putri" kata Fitri
sambil berjalan-jalan di pasar , aku menanyakan kepada Fitri , apa dia tidak kangen dengan orang tuanya , Fitri menjawab tentu saja dia kangen dengan ibunya , lalu aku menanyakan dimana rumahnya , dan dia bilang ada di kampung . yah Fitri adalah salah satu putri jenderal , pastilah orang tuanya Bangga melihat karir anaknya .
"Fitri bagaimana kalau kita pulang ke rumah mu?" kata ku
"apa maksud putri?" kata Fitri
"hari ini kirim utusan ke rumahmu , bilang besok kita akan pergi ke kediaman jendral dan beristirahat di sana beberapa hari , aku ingin mencari beberapa tanaman obat " kataku
"tuan putri tidak bercanda kan, beneran kita akan pulang ke rumah saya?" kata Fitri
" iya , besok kita pulang, aku akan bilang ke kasim Liu mengenai hal ini" kata ku
"wah terimakasih tuan putri, hamba sudah lama tidak bertemu dengan ibu hamba" kata Fitri
sebenarnya aku hanya ingin lari dari keadaan ini, malas sekali melihat jaya yang tidak menghiraukan aku dan sibuk dengan wanita lain . setidaknya aku butuh refreshing bagi pikiran ku dan lebih baik kalau jaya ingin bersama wanita itu, aku saja yang mengalah. toh aku bukanlah berasal dari zaman ini .
cinta tidaklah harus memiliki , jodoh pasti akan bertemu .
🙏 Please Vote , Rate , Like and Comment 😍👍❤
seperti dialog dikasih tanda petik kak biar bacanya enak