Berawal dari patah hati karena dikhianati oleh sang kekasih, wanita bernama Floella Kayshila menghabiskan waktu di sebuah Club malam dan berakhir mabuk.
Hingga saat ia terbangun di pagi hari, mendapati dirinya sudah berada dalam pelukan seorang pria tidak dikenal. Namun, langsung pergi meninggalkan pria yang tidak ia ketahui asal-usulnya dengan memberikan uang.
Petaka cinta satu malam yang membuatnya berakhir hamil, membuatnya harus menerima perjodohan demi menjaga nama baik keluarga.
Akankah Floella menerima perjodohan? Ataukah ia akan mencari pria yang merupakan ayah dari janin di rahimnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permohonan
Erland sengaja tidak melawan sosok pria yang lebih tua darinya karena menganggap hanyalah seorang pengecut jika membalas. Bahkan saat ini menahan rasa nyeri di wajah yang terkena pukulan dan juga sudut bibirnya pun robek hingga meninggalkan rasa perih.
'Tahan, Erland! Ini semua demi papa yang ingin membalas dendam pada pria ini. Hugo Madison tidak akan berani melawan papa lagi jika putrinya ada dalam kuasaku,' gumam Erland yang saat ini seketika tersenyum begitu melihat orang tuanya baru saja memasuki ruang tamu keluarga Madison.
"Akhirnya Papa datang juga," sahut Erland yang saat ini tengah mengusap sudut bibirnya yang berdarah.
Sementara itu, Edrick Felix yang tadi mengebut begitu diberitahu putranya, bahkan tidak membawa apapun karena hanya ingin segera memastikan sendiri dengan mata kepalanya. Bahwa putranya sama sekali tidak main-main ketika berniat untuk menikahi putri musuh besarnya.
Bahkan sama sekali tidak menyangka sekaligus penasaran bagaimana mungkin putranya bisa berbuat sejauh itu. Namun, begitu yang dilihat pertama kali melihat putranya dipukul oleh Hugo Madison, refleks ia berjalan cepat menghampiri.
Tatapan tajam diarahkannya pada pria yang sudah ditahan tangannya agar tidak kembali memukul putranya. "Aku yang merupakan ayahnya saja sama sekali tidak pernah memukulnya. Berani sekali kau yang bukan siapa-siapa malah membuat putraku babak belur seperti ini."
Dua pria sebaya yang saat ini tengah saling menatap tajam karena selama ini tidak pernah menyukai, bahkan sama sekali tidak ada yang mau mengalah.
Bahkan Hugo Madison kini tertawa terbahak-bahak karena ia merasa jika musuhnya tersebut membuatnya seperti seorang badut yang dipermainkan. "Aku tidak akan pernah tinggal diam saat putriku menjadi incaran kalian untuk membalas dendam karena tender yang kumenangkan dan membuatmu tidak terima."
"Jadi, jangan bertingkah seolah putramu benar. Bukankah kau yang menyuruhnya untuk menjebak putriku hingga hamil?" sarkas Hugo Madison dengan raut wajah memerah penuh kilatan amarah.
Bahkan ia sama sekali tidak memperdulikan apapun lagi saat ini karena tidak ingin hidup putrinya hancur gara-gara musuh besarnya tersebut. Namun, ia memicingkan mata begitu melihat respon dari Edrick Felix yang seperti baru pertama kali mendengarnya.
"Hamil?" Edrick Felix kini membulatkan matanya karena pertanyaan yang menari-nari di otaknya seolah terjawab sudah.
Ia bahkan kini menatap putranya bergantian dengan sosok gadis yang dari tadi sama sekali tidak bersuara tak jauh dari hadapannya. 'Bagaimana mungkin putraku menghamili putri Hugo Madison? Lagipula putraku sudah mempunyai kekasih. Memangnya kapan Erland melakukannya?'
Saat ini, merasa waktunya sangat pas, Erland yang melihat dua pria paruh baya itu berdebat, kini mulai berjalan mendekati sang ayah. "Sebenarnya kami tidak sengaja bertemu di Club dan sama-sama mabuk, Pa."
"Jadi, penyebab utama kami melakukannya karena efek minuman keras. Jadi, aku tidak perlu menjelaskan panjang lebar agar kesalahpahaman ini tidak makin merebak." Erland kini beralih menoleh ke arah wanita yang berdiri tak jauh darinya.
Kemudian menggenggam erat telapak tangan kiri Floe yang bahkan sangat terkejut dengan perbuatannya, tapi sama sekali tidak diperdulikannya. Ia hanya menatap wanita di hadapannya tersebut.
"Aku akan bertanggungjawab atas janin dalam rahimmu dan tidak akan kubiarkan pria lain mengakui darah dagingku. Dalam darahnya mengalir darah keturunan keluarga Felix." Kemudian ia mendengar suara Floe begitu menutup mulut.
"Baiklah. Itu memang kewajibanmu sebagai seorang ayah dari janin ini. Aku menerimamu sebagai suami dan ayah dari janin di dalam rahimku." Floe kini mengusap perutnya dan menatap ke arah sang ayah serta ayah Erland.
"Restui pernikahan ini dan hentikan permusuhan di antara kalian demi cucu yang sebentar lagi akan hadir di dunia ini." Floe sebenarnya saat ini hanya fokus pada video yang dimiliki oleh Erland, bukan karena tersentuh dengan kata-kata pria itu.
'Aku harus berakting sampai berhasil memusnahkan video yang jika tersebar, maka nama keluarga besar Madison akan tercemar,' gumam Floe yang saat ini tengah menatap penuh permohonan pada dua pria yang masih belum menjawab permohonannya.
To be continued...
Sehat sehat ya thor, jangan dipending kelamaan, sayang, critanya bagus loh🙂
Rehat rehat aja dulu ya, yang penting nanti kembali lagi🤗