NovelToon NovelToon
Kakak Ku Ternyata Pangeran Vampir

Kakak Ku Ternyata Pangeran Vampir

Status: tamat
Genre:Vampir / Cinta Terlarang / Dunia Lain / Roh Supernatural / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: meli meilia

~NOVEL KE 15~
Nama ku Myrtle. Aku telah jadi yatim piatu sejak masih bayi. Kemudian aku ikut tinggal di rumah sepupu ibu ku dan menjadi bagian dalam keluarga nya.
Sebuah tragedi kemudian terjadi pada keluarga sepupu ibu ku itu. Hampir semua anggota keluarganya meninggal dalam kecelakaan pesawat. Hanya menyisakan Sang Sulung, Rayn Millard seorang saja.
Sejak itulah Aku tinggal berdua dalam asuhan Kak Rayn. Sampai kemudian aku menyadari rahasia tersembunyi terkait Rayn.
Bahwa sebenarnya, kakak sepupu ku itu ternyata adalah vampir!
Bagaimana kelanjutan hidup ku setelahnya?
Haruskah aku tetap hidup bersama Rayn, atau pergi sejauh-jauhnya?
Bagaimana juga kehidupan ku bersama Ray nanti, bila sosok wanita vampir lain muncul dan mengaku sebagai pemilik Rayn? Wanita yang telah mengubah Rayn menjadi seorang vampir..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putusan Dewan Vampir

Setelah raungan Cisella menghilang dalam ruang aula yang mendadak jadi hening, para algojo itu lalu melayang kembali dan berdiri di belakang tiga dewan vampir yang datang bersama mereka.

"Sekarang, Adili Andrew Billaron! Karena dikhawatirkan yang terduga adalah spesies vampir yang berbahaya!" pekik dewan vampir yang tadi juga telah meneriakkan titahnya untuk mengadili Cisella.

Mendengar seruan itu, aku pun langsung menatap tegang ke wajah Andrew. Dan ternyata ia pun sama tegangnya seperti ku.

Lebih tegang lagi adalah ketika para algojo vampir itu melesat kembali dan kini tujuan nya adalah ke arah Andrew berada saat ini.

"Berhenti! Dewan Ra! Bukankah aku sudah mengajukan klausul untuk pembebasan terhadap Andrew? Dia terbukti waras seperti kita semua yang ada di sini!"

Tiba-tiba saja Kak Rayn sudah berdiri di samping ku. Ia mencoba membela Andrew dari pengadilan algojo menyeramkan itu.

"Yang Mulia Rayn.. mohon maaf. Tapi permintaan Anda terkait klausul itu masih sulit untuk dibuktikan kebenarannya. Kita tak bisa memastikan kalau Andrew akan tetap waras dan tak mengancam eksistensi vampir seluruhnya, bukan?" sahut dewan vampir yang bernama Raa.

"Tapi dalam bab 470XA pasal 5 dikatakan, bahwa terdapat penangguhan pengadilan bagi para vampir tertentu yang sudah menampakkan kewarasan selama kurun waktu tertentu. Dan sudah jelas Andrew termasuk dalam kriteria itu!"

"Tapi Yang Mulia..!"

"Apa kau tak melihat catatan yang ku sertakan dalam syarat pengajuan yang sudah ku berikan kepada mu, Dewan Raa? Di sana terbukti oleh para vampir ilmuwan yang terakreditasi Spekta, bahwa Andrew benar-benar waras 99, 99 persen. Apa menurut mu persentase dalam catatan itu masih cukup kurang?"

Vampir ilmuwan yang terakreditasi adalah sekumpulan vampir yang sudah terakreditasi memiliki kemampuan analisis ilmu anatomi dan fisiologis kevampiran yang sangat tinggi.

"Itu.."

"Bagaimana kalau kita mengukur semua persentasi kewarasan vampir yang ada di sini? Dengan begitu, kita akan mengetahui apakah ada vampir yang kewarasannya di bawah Andrew atau tidak. Jika ada, sudah tentu kau harus mengadili mereka semuanya juga bukan?"

Seketika itu juga semua vampir undangan di pesta ini langsung mengajukan protes nya.

"Jangan begitu, Yang Mulia! Kami semua di sini cukup waras!"

"Iya! Sudah lah jangan ada pengukuran persentase kewarasan segala! Kalau memang vampir itu (Andrew) persentasi nya terbukti tinggi, ya sudah, lepaskan saja dia!"

"Ya! lepaskan saja dia!"

"Lepaskan Andrew!"

"Lepaskan Andrew!"

Teriakan untuk melepaskan Andrew dari hukum peradilan para algojo vampir oun terus digaungkan oleh para vampir undangan yang berada di aula.

Aku langsung melirik ke samping. Dan Kak Rayn yang sedang ku perhatikan pun ikut menoleh ke arah ku. Kami lalu bertukar senyuman.

Ini memang adalah rencana kami. Seperti yang sudah kami bincang kan sekitar tiga pekan yang lalu, sejak kami mendapatkan hasil persentase kewarasan vampir milik Andrew.

Flashback.

"Jadi menurut Kak Rayn, kita membongkar tentang kejahatan Kak Cisella itu nanti saja?"

"Ya, Myrt. Mungkin saat pesta pernikahan saja kita baru bisa membongkar kejahatan Cisella. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan dukungan dari para tamu undangan untuk pembebasan Andrew,"

"Memangnya dengan bukti saintis saja tak cukup, kah, Kak? Bukannya kata Kak Rayn, ada cara untuk bisa membuktikan kewarasan seorang vampir?"

"Seharusnya sih bisa, Myrt. Hanya saja, sepengetahuan Kak Rayn, seringnya para Dewan vampir selalu bersikap lebih berhati-hati dibandingkan membiarkan sesuatu hingga menjadi masalah besar,"

"Tapi Andrew kan sudah jadi vampir yang normal, Kak? Dia sama warasnya juga seperti kita! Dia bahkan juga ikut bersekolah di sekolah manusia!" Aku tetap bersikukuh dengan pendapat ku. Sementara Kak Rayn masih begitu sabar untuk menjelaskan tentang sikap dan kebijakan yang sekiranya akan diambil oleh para Dewan vampir yang agung itu.

"Sikap para Dewan itu juga sebenarnya tak salah sih, Myrt. Kita jelas tak bisa memastikan masa depan Andrew nanti akan bagaimana. Tapi Kakak tetap akan berusaha untuk mengusahakan yang terbaik untuk dia,"

"Caranya gimana, Kak?"

"Caranya ya dengan itu tadi, Myrt. Kita akan membuat suatu kondisi di mana para Dewan vampir mau gak mau harus mempercayai bukti santis yang kita punya. Dan itu bisa kita ciptakan dengan kekuatan mobilisasi,"

"Mobilisasi? Apaan sih itu, Kak?"

"Biarkan kumpulan para vampir yang mendesak para Dewan untuk menerima bukti saintis milik Andrew. Jadi nanti kalau para Dewan tetap tak mempercayai bukti persentase kewarasan mili Andrew, kita usulkan saja untuk menguji kewarasan vampir yang datang menghadiri pesta saat itu,"

"Ohh!! Apa menurut Kak Rayn, akan ada tamu undangan yang persentase kewarasannya lebih rendah dari Andrew??"

"Yah.. besar kemungkinan sih seperti tiu. Karena nanti Kakak juga akan mengundang beberapa vampir yang dikenal suka melakukan pelanggaran hukum vampir secara diam-diam. Kak Rayn cukup yakin. Hasil persentase kewarasan mereka pasti lebih rendah dari Andrew,"

"Waahh!! itu ide yang bagus, Kak!"

Flashback selesai.

Tiga Dewan vampir tampak tertekan oleh sorakan semua vampir undangan yang berada di aula.

"Lepaskan Andrew!"

"Lepaskan Andrew!"

"Lepaskan Andrew!"

Pada akhirnya, karena terus disoraki seperti itu, Ketua Dewan vampir, yakni Dewan vampir Raa berkata.

"Baiklah! Ijinkan kami para Dewan bermusyawarah terlebih dulu untuk memutuskan akhir perkara Andrew. Kami harap semua yang ada di sini, bisa tetap sabar menunggu hasil musyawarah kami nanti,"

Sesaat kemudian, tiga Dewan vampir pun o menepi ke ujung aula. Fi sana mereka tampak mendiskusikan akhir peradilan yang harus dihadapi oleh Andrew.

Aku sungguh merasa gugup untuk mendengar hasil putusannya nanti. Apalagi Andrew, tadinya kupikir begitu.

Tapi ketika aku melirik Andrew, lelaki itu mala tampak tenang sekali. Dan itu jelas membuatku terheran-heran.

"Andrew, don't you feeling scared? (Andrew, apa kamu gak merasa takut?)" tanya ku penasaran.

"Well.. i do. But i wouldn't let it bug my mind, Myr. If i'm dying today, then it's my fate. i'll embrace my fate fairly and bravely," ujar Andrew dengan gagahnya.

(Yah.. aku merasa takut. Tapi aku tak akan membiarkan rasa takut itu mengganggu pikiran ku, Myr. Kalaupun aku akan mati hari ini, maka itu berarti takdir ku. Aku akan menghadapi takdir ku dengan jujur dan berani)

"Nice words, buddy! (Kata-kata yang bagus, Sob!)" puji Kak Rayn dengan tulus.

Selama beberapa menit berikutnya, kami semua menunggu hasil musyawarah para Dewan vampir dengan hati yang campur aduk.

Syukurlah prosesnya tak terlalu lama. Hanya sepuluh menit saja.

"Ehem! Baiklah! Kami Tiga Dewan vampir telah membuat keputusan. Keputusan ini didasarkan pada segala kebijakan dna pertimbangan yang bisa kami ikut sertakan perihal Saudara Andrew. Menimbang pada Hukum Perundang-undnagan Vampir, maka dnegan ini kami memutuskan bahwa Saudara Andrew Billaron.. terbebas dari peradilan algojo!"

Seketika itu jua sorak sorai dan tepuk tangan menggema di seluruh ruang aula istana milik Kak Rayn.

"..Dengan begitu ia akan diberi kesempatan untuk membuktikan sepanjang hidupnya bahwa ia bisa menjadi vampir yang bertanggung jawab dan mematuhi segala peraturan vampir yang ada."

Aku langsung melonjak girang dan memeluk Andrew. Namun Kak Raun langsung menarik rubuh ku dan memelototi ku.

Aku baru tersadar, kalau Kaka Rayn ternyata begitu mudah merasakan cemburu.

Lebih lanjut lagi aku mendengar suara Dewan Raa berkata,

"..Meski begitu Saudara Andrew akan tetap berada dalam pengawasan para dewan. Sehingga ia diwajibkan untuk rutin melakukan tes ulang sepanjang hidupnya pada setiap tahunnya. Sampai ia dibuktikan memiliki standar kewarasan di bawah yang diharuskan, maka barulah kemudian Saudara Andrew akan menghadapi peradilan algojo vampir nantinya."

"Well.. does it mean that i'm free now, Myr? (Apa itu berarti sekarang aku terbebas, Myr?)" tanya Andrew dengan senyuman tipis.

Ku dapati kelegaan dalam tatapan pemuda bule itu kepada ku. Dan itu ikut membuat ku merasa terharu.

"Yeah! You're free.. Congrat's, Andrew!" sahut ku dengan mata berkaca-kaca.

***

1
Ryan Jacob
semangat Thor
Fay
👍👍
Herawati Savanna
cerita nya menarik
Herawati Savanna
baru mampir
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Makin Seru Kk
PaMud Mampir
Nightingale Soakage
Kalau kata nak jaman sekarang sih karya thor-nim damage-nya ga nahaaaan! Alias ah duh aku kebawa suasana banget
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Hwaiting Kk Mel
PaMud Papa Muda mampir
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY: Iya Kk Mel
total 2 replies
SizzlingTeapot
Semangat Thor! Jiwa membaraku masih semangat baca semua update-anmu! Mau berapa ratus aku tungguin!
meli meilia: wahh.. senangnya.. makasih ya Kak untuk semangat nya.. sehat selalu, Kak..
total 1 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Makin Seru Kk Mel
Ry Benci Pakpol Mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!