Don't Bom Like ‼️ jika ingin mendukung boleh baca nyicil. Beri like, komentar, atau hadiah seikhlasnya.
Awal pernikahan secara mendadak karna sebuah kecelakaan membuat Reza dan Caramel terpaksa di nikahkan demi menghilangkan sebuah aib. Caramel yang belum siap secara mental terpaksa harus menikah dengan Reza seorang pria yang tidak di cintainya. Reza membawa Caramel di tengah-tengah keluarganya. Banyak hal dan masalah terjadi selama Caramel berada di rumah Reza karna Mama Reza tidak menyukai Caramel. Bagaimana kisah selengkapnya semuanya akan di ceritakan di sini. Mari ikuti ceritanya sampai selesai Besty.🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Airin mengajak Caramel pergi.
Airin menenangkan Caramel ia membawanya ke kamarnya dan menyuruhnya menceritakan semua yang telah terjadi. Airin ikut sedih atas apa yang menimpa Caramel tapi niat Airin juga tidak bagus pada Caramel ia ingin Caramel bekerjasama dengan nya untuk sebuah tujuan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri
"Caramel tenang dulu, kamu jangan bingung masalah itu akan segera teratasi, kamu jangan sedih lagi, ayo ikut aku!" ajak Airin meraih tangan Caramel dan mengajaknya pergi.
"Kemana Kak?" tanya Caramel dengan ragu.
"Ada deh, semua pakaian itu jangan kau bawa, aku ada sesuatu yang akan aku tunjukan padamu," ucap Airin bersemangat. Tanpa sepengetahuan Mama dan juga Reza Airin telah pergi bersama Caramel.
"Kamu ikut aku saja aku, setelah di sana kamu akan tau juga apa yang akan aku lakukan buatmu yang pasti ini akan membuat hidupmu berubah."
"Baiklah Kak," ucap Caramel yang mengikuti Airin jalan masuk ke mobil dan mereka pun berangkat.
Di tengah perjalanan Airin menjelaskan apa yang harus ia lakukan untuk Caramel awalnya Caramel menolak tapi karna ingin menghargai Airin ia pun menerima tawaran Airin yang memintanya untuk berkerja di perusahaannya.
Dengan senang hati Airin berjabat tangan dengan Caramel karena akhirnya ia mau menerima tawaran Airin. Mereka pun pergi menuju perusahaan Airin.
Setelah sampai di perusahaan Airin, Caramel merasa panik karna perusahaan itu tidak asing bagi nya lagi ia juga pernah mendatangi perusahaan itu, saat bersama ayahnya di masa masih kuliah. Papanya pernah memperkenalkan Caramel pada seseorang karyawan di perusahaan itu.
Dengan rasa serba salah mau menolak sudah tidak bisa lagi apalagi ia sudah berjanji pada Airin akan membantunya berkerja di tempat itu.
"Caramel kenapa diam saja? ayo masuk ajak!" Airin terseyum.
Caramel ... Caramel sebentar lagi indentitas mu akan terbongkar di saat itu pula kamu sudah masuk perangkap. Aku yakin kamu pasti tidak bisa menghindar lagi, ucap Airin membatin.
Dengan ragu Caramel masuk dan ia mengingat semua hal saat di tempat itu Ayahnya ingin menjodohkan dia dengan pria yang berkerja di perusahaan itu anak rekan bisnis Papanya. Tapi, Caramel memilih pergi dari pada harus di jodohkan dengan pria itu selain usianya yang cukup jauh berbeda, pria itu juga dikenal sebagai seorang yang ringan tangan dan arogan. Akibat dari tindakan Caramel orang tua Caramel tidak akur lagi bahkan sekarang mereka musuhan.
Ternyata pria tersebut adalah Paman Airin yang bernama Anton. Anton bekerja sama dengan Airin akan menjatuhkan perusahaan Pak Wijaya ayahnya Caramel. Tapi, selalu saja tidak bisa karna perusahaan Pak Wijaya tidak bisa di kalahkan mereka mempunyai kinerja yang bagus dan karyawan juga tidak mudah terpengaruh oleh hasutan beberapa orang mata-mata perusahaan Anton yang ingin selalu mengetahui rahasia perusahaan mereka.
Dalam persaingannya perusahaan Pak Wijaya selalu saja menang Tapi belum lama ini oleh sebab kelalaian dan perusahaan Anton dan Airin bisa menang karna kecurangannya. Saat itu pula perusahaan Pak Wijaya sudah mengalami penurunan. Anton dan Airin menghasut beberapa rekan bisnisnya agar tidak bekerjasama dengan nya lagi semua klayan di kuasai dihasut agar membenci Pak Wijaya. Para karyawan sudah banyak terhasut agar meninggalkan perusahaan Pak Wijaya dan berpindah ke perusahaan Anton dan Airin.
Airin mengajak Caramel masuk di kantornya dengan ragu Caramel masuk dengan sejuta rasa di hatinya ia tidak bisa berbuat apa-apa selain menurut apa yang dikatakan Airin karena ia sudah telanjur berjanji dan janji harus di tepati ia pun sudah pasti akan berkerja di tempat itu.
Semua karyawan memberi hormat pada Airin dan ketika melihat Caramel semuanya memandang memeperhatikan dirinya sambil berbisik-bisik. Caramel jadi tidak enak hati pasti lah karyawan-karyawan itu penasaran karna kehadiran dirinya bersama Airin untung saja semua karyawan disitu tidak mengenali Caramel mungkin mereka karyawan baru di tempat itu. Tapi Caramel sangat kuatir ada karyawan yang mengenalinya. Ia pun tampak gugup dan was-was.
Setelah sampai di kantor Airin membicatakan mengenai hal-hal di perusahaannya itu pada Caramel ia menunjukkan dan mengajarkan apa yang harus di lakukan Caramel di perusahaan itu. Dan besok pagi ia akan memperkenalkan Caramel ke seluruh karyawannya. Ia juga akan memberikan jabatan sebagai sekretaris di perusahaan itu.
Caramel mendengar arahan dari Airin dengan sedikit bingung ada hal yang mencurigakan terlintas di benak Caramel. Tapi ia tampak biasa saja karna takut Airin mencurigainya.
Caramel di beri surat kontrak tapi ia masih ragu untuk mendatanginya. Caramel tidak langsung bertanda tangan. Karna takut Airin bersikap licik dan punya maksud lain.
"Caramel ayo tanda tangan surat kontrak nya!" pinta Airin.
"Em maaf Kak, aku masih ragu apa aku bisa berkerja dengan baik atau tidak karena kondisi badan aku tidak stabil sepertinya aku sedang tidak enak badan aku mau periksa dulu ke dokter. Beri aku waktu beberapa hari ya Kak," ucap Caramel.
"Oh ya sudah biar aku antar kamu ke dokter dulu, sebenarnya hal itu tidak masalah, kapan pun kamu bisa mendatanginya kalau sudah siap kamu tinggal bilang saja ya. Lagian ini perusahaan aku yang punya jadi kamu bebas. Tapi, dengan catatan kamu kamu mau membantu aku karna kamu sudah janji."
"Itu sudah pasti Kak, aku gak akan bohong kok, hanya sekarang aku masih perlu istirahat dulu dan sambil belajar juga," ucapnya.
"Baik lah, aku akan memberi kamu waktu tapi aku minta jangan lama-lama ya, soalnya bulan ini ada misi yang harus dikerjakan untuk meningkatkan kinerja beberapa karyawan. Karyawan yang rendah kinerjanya akan di seleksi dan di turunkan posisinya."
"Oh bagitu. Makasih sudah memberi kesempatan kepada ku untuk istirahat beberapa hari," ujar Caramel sedikit tersenyum.
"Sama-sama," ucap Airin dengan nada kecewa.
Aduh kok perasaanku aneh ya gimana caranya aku menolak kontraknya? Ya ampun aku kan sudah pergi dari rumah, kemana aku akan tinggal? batin Caramel tiba-tiba panik.
Selama beberapa saat mereka berdiam diri sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Airin juga merasa kesal karena Caramel masih meragukan masalah perkejaan yang ditawarkan padanya itu. Ia pun dapat ide baru untuk menjalankan rencananya agar bisa berjalan dengan lancar.
"Caramel hari ini aku ada hal yang ingin aku tunjukan lagi, padamu. Apa kamu mau ikut denganku?" tanya Airin tiba-tiba memecah keheningan.
"Sesuatu? apa itu Kak?" tanya Caramel.
"Kamu ikut saja dengan aku ntar kamu juga tau apa itu."
"Oke," jawab Caramel singkat.
Airin bersemangat keduanya pergi lagi.
Para karyawan kembali memperhatikan Caramel saat melintasi mereka. Tapi Caramel bersikap cuek saja tidak mau tau dengan sejumlah karyawan yang berpapasan dengannya.
"Aku dan Teman kamarku"
semangat