NovelToon NovelToon
My Fake Knight

My Fake Knight

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Roman-Angst Mafia
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit Las Angeles, Scarlett Langford bertarung melawan kemiskinan dengan kecerdasan dan percaya diri.

Demi mempertahankan harga dirinya di High School, gadis yatim ini nekat menciptakan sebuah kebohongan besar sebagai kekasih rahasia Millian Vale-Knight—Pria yang tak pernah ia temui.

Namun, takdir gemar bercanda.

Saat bekerja paruh waktu sebagai pelayan pesta borjuis, Scarlett terlibat bentrokan sengit dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan bermata heterochromia.

Tanpa rasa takut, Scarlett memaki pria tersebut seraya berteriak bahwa ia hanya takut jika pria itu adalah Millian Vale-Knight .

Scarlett tidak pernah tahu bahwa pria 'brengsek' yang baru saja ia maki di depan mukanya justru adalah Millian yang sesungguhnya.

Ketika tameng kebohongan menabrak realitas, akankah kepalsuan ini berubah menjadi jerat cinta, atau justru menjadi awal dari kehancuran Scarlett?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#29

Malam terakhir di perkemahan hutan pinus ditutup dengan megah. Di tengah lapangan utama, sebuah api unggun besar telah disulut oleh panitia.

Ukurannya jauh lebih besar dan kobarannya jauh lebih tinggi daripada malam kemarin, seolah sengaja dibangun untuk mengusir hawa es musim dingin yang kian ekstrem merayap turun dari puncak gunung.

Lidah-lidah api yang menari kemerahan melemparkan bayangan panjang dan memantulkan cahaya hangat ke wajah ratusan mahasiswa baru yang duduk melingkar.

Scarlett Langford mengambil tempat di sisi barat lingkaran besar tersebut.

Di sisi kirinya, Millian Vale-Knight duduk dengan santai, meluruskan satu kaki panjangnya sementara tangannya bertumpu rileks di atas lutut yang lain.

Di sisi kanan Scarlett, Delaney duduk dengan posisi yang jauh lebih tenang. Setelah melewati berbagai ketegangan sejak siang tadi, Delaney tampaknya sudah berhasil mengatasi rasa gugupnya dan mulai terbiasa berada di dekat sosok sedingin Millian.

Di seberang lingkaran, James sedang mengalami penderitaan mental yang luar biasa.

Ponsel pintarnya ditempelkan erat ke telinga, dan bahkan dari jarak beberapa meter, samar-samar terdengar suara pekikan melengking seorang wanita yang sedang memarahinya habis-habisan.

James hanya bisa mengusap tengkuknya dengan wajah pias, berulang kali menggumamkan kata maaf dengan nada pasrah.

Melihat pemandangan mengenaskan itu, Millian sama sekali tidak berniat memberikan simpati.

Sejak sepuluh menit lalu, ia tidak berhenti menggoda sahabat pirangnya itu.

"Hei, James," panggil Millian dengan suara baritonnya yang sengaja dikeraskan, memicu kekehan dari beberapa mahasiswa di sekitar mereka.

"Pastikan kau tidak menangis di depan layar ponselmu setelah ini. Reputasimu sebagai buaya Bel Air bisa hancur dalam semalam hanya karena satu omelan."

Arthur yang duduk di sebelah James ikut menimpali tanpa tahu malu.

Pria itu menepuk bahu James dengan gaya sok bijak, lalu berseru, "Sudahlah, James! Jangan melas begitu. Prinsip kita kan jelas: satu wanita hilang, dijamin akan tumbuh seribu wanita baru yang mengantre untukmu!"

James langsung melotot tajam, menurunkan ponselnya sejenak demi memaki Arthur.

"Halah... tutup mulutmu, Arthur! Kau pun pasti akan langsung kesetanan dan bersujud memohon ampun kalau kekasihmu sendiri mengamuk karena kau lupa memberikannya kabar selama dua belas jam berturut-turut!"

Millian hanya bisa tertawa lepas mendengar balasan James. Suara tawa rendahnya terdengar sangat renyah, berbaur dengan deru angin malam dan retakan kayu terbakar.

Namun, ada sesuatu yang berbeda dari sikap Millian malam ini.

Sang "Kadal Gurun" tampaknya benar-benar sedang mendalami perannya sebagai kekasih dengan teramat sangat baik.

Meskipun sesekali ia menoleh untuk menggoda dan menertawakan kedua sahabatnya, sepasang manik mata heterochromia ganjil miliknya hampir tidak pernah benar-benar lepas dari figur Scarlett yang duduk di sampingnya.

Tatapannya intens, mengunci setiap ekspresi wajah gadis itu di bawah temaram cahaya api.

...oOo ...

Di sudut lingkaran yang lain, Anna menyaksikan seluruh interaksi akrab tersebut dengan hati yang terasa terbakar hebat.

Rasa cemburu dan dendam pasca-konfrontasi sore tadi membuat dadanya sesak.

Namun, berada di bawah pengawasan mentor senior lainnya, Anna terpaksa memasang topeng, memaksakan sebuah senyuman tipis yang terlihat sangat kaku di wajah cantiknya agar tidak terlihat menyedihkan di depan publik.

Sesi resmi malam keakraban akhirnya dimulai.

Beberapa mentor senior berdiri di depan kobaran api, mengambil alih kendali menggunakan megaphone.

Mereka berbicara panjang lebar, menyampaikan pidato evaluasi sekaligus kalimat-kalimat sambutan yang hangat untuk menyambut angkatan baru kampus Los angeles.

"Kami berharap kalian semua bisa merasa nyaman di asrama tempat baru kalian nanti," ucap ketua mentor dengan nada berwibawa.

"Mulai besok, kehidupan akademik yang sesungguhnya akan dimulai. Belajarlah untuk saling berbaur, turunkan ego kelompok, dan jangan pernah takut untuk meminta bantuan kepada kami, para senior kalian. Karena di kampus ini, kita semua adalah saudara."

Mendengar kata "saudara" yang digaungkan dari podium darurat, Millian mendadak mencondongkan tubuh tegapnya ke arah Scarlett.

Jarak mereka begitu dekat hingga Scarlett bisa merasakan kehangatan napas pria itu di permukaan kulit pipinya.

"Kau mendengar apa yang dikatakan ketua panitia tadi, hm?" bisik Millian dengan nada menggoda, senyuman sinisnya yang khas kembali terukir.

"Kau harus menunjukkan rasa hormat yang tinggi padaku kalau kita tidak sengaja berpapasan di koridor kampus nanti. Aku ini senior sahmu, Baby."

Scarlett tidak memundurkan wajahnya. Ia justru menoleh, menatap Millian dengan binar mata yang sarat akan kelucuan yang menantang.

"Oh, jelas sekali, Tuan Senior yang Terhormat. Dan sebagai bentuk tanggung jawab seorang senior yang baik terhadap juniornya yang miskin ini... kau harus rajin-rajin mentraktirku makan siang di kafetaria mahal setiap harinya."

Millian terkekeh, menggelengkan kepalanya pelan atas jawaban Scarlett yang selalu di luar dugaan.

Tak lama kemudian, suara peluit panjang kembali berbunyi, menandakan sesi formal telah berakhir.

"Baiklah, semuanya! Acara malam ini resmi ditutup. Silakan bubar ke tenda masing-masing dan kalian boleh beristirahat total malam ini untuk persiapan pulang besok pagi!" seru senior dari depan podium.

Riuh suara ratusan mahasiswa yang bangkit berdiri seketika memecah keheningan lapangan.

Scarlett ikut terbangun dari posisi duduknya. Ia membalikkan tubuh, menunduk sedikit untuk membersihkan bagian belakang celana training-nya yang terkena serpihan tanah kering dan rumput mati.

Grep!

Gerakan tangan Scarlett mendadak terkunci mati di udara.

Secara tidak terduga, sebuah sepasang lengan kekar bermerek jaket hitam mahal mendadak melingkar erat, memeluk tubuh mungil Scarlett dari arah depan.

Dada bidang Millian menempel sempurna pada bahunya, mengurung seluruh figur Scarlett di bawah dekapan hangatnya yang begitu protektif di tengah keramaian lapangan yang mulai membubarkan diri.

Scarlett membeku, Otaknya mendadak mengalami korsleting masal akibat tindakan nekat pria itu di depan umum.

Namun, sebelum ia sempat meluncurkan makian, suara bariton Millian terdengar berbisik sangat rendah, tepat di atas puncak kepalanya dengan intonasi yang mendadak terdengar sangat tulus.

"Aku... sama sekali tidak punya saudara perempuan," ucap Millian pelan, dagunya bertumpu ringan di atas rambut Scarlett. "Ke lima saudaraku... semuanya adalah laki-laki yang sangat menyebalkan. Boleh aku... menganggapmu sebagai adik perempuanku mulai malam ini?"

Millian menjeda kalimatnya, memberikan pelukan yang sedikit lebih erat seolah sedang menyalurkan kekuatan tak kasatmata.

"Karena jujur saja... selama beberapa hari berada di perkemahan ini, aku benar-benar merasa sangat terhibur oleh setiap ledakan kemarahan dan ketajaman lidahmu, Scarlet."

Deg.

Dada Scarlett mendadak berdenyut dengan ritme yang aneh.

Kata-kata Millian yang terdengar jujur tanpa adanya bumbu sarkastis itu menembus langsung ke dalam pertahanannya.

Scarlett mengerti arah pembicaraan pria ini—Millian tampaknya sedang berusaha menawarkan sebuah batasan hubungan yang aman setelah mengetahui fakta bahwa dirinya adalah seorang yatim piatu siang tadi.

Pria arogan ini sedang mencoba melindunginya dengan caranya yang aneh.

Scarlett mengulas seulas senyuman tipis di bibirnya.

Walaupun ia sempat merasa kesal dan ingin menendang tulang kering Millian karena pria ini berani memeluknya tanpa rasa malu di depan ratusan pasang mata yang mulai berbisik heboh, Scarlett memilih untuk menanggapi situasi ini dengan gaya taktik-nya yang konyol.

"Menganggapku sebagai adik?" Scarlett mendongakkan kepalanya di dalam dekapan Millian, menatap dagu tegas pria itu dengan pandangan mengejek.

"Kalau begitu... apakah di antara ke lima saudara laki-lakimu itu ada yang masih berstatus jomblo?"

Millian langsung memutar sepasang mata heterochromia-nya dengan ekspresi tidak habis pikir. Ia melonggarkan sedikit dekapannya, menatap Scarlett dengan pandangan gusar yang sarat akan kekesalan yang lucu.

"Wah, sialan kau, Scarlett," dengus Millian tidak percaya. "Kenapa pikiran pertamamu langsung tertuju pada saudara-saudaraku? Di depan matamu saat ini... sudah ada sosok seorang Millian Vale-Knight yang jauh lebih sempurna, bukan?"

"Heyy..." Scarlett melepaskan diri dari lingkaran lengan Millian, melipat kedua tangannya di depan dada sembari menaikkan sebelah alisnya dengan gaya angkuh.

"Asal kau tahu saja, tipe pria impianku sejak dulu adalah seorang pria yang kaya raya, tampan, dan aku pernah memiliki sebuah kriteria gila: 'Tolong sakiti aku fisik dan mental'. Tapi melihat tingkah lakumu beberapa hari ini... sepertinya tipe ideal dalam seleraku harus segera diganti total. Ternyata kau benar-benar pria yang sangat menyebalkan, sama sekali tidak manis seperti rumor fiktif yang beredar sampai San Marino."

Millian meledak dalam tawa, menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tangan berkacak pinggang.

"Perempuan gila mana di dunia ini yang memiliki kriteria hubungan mengerikan seperti itu? 'Tolong sakiti aku'? Kau benar-benar sudah tidak waras, Scarlett."

Pria itu kembali melangkah mendekat, memangkas jarak mereka hingga ujung sepatu mereka saling bersentuhan.

"Biarlah seperti ini untuk sebentar saja. Lagipula, status acakmu saat ini adalah seorang jomblo yang menyedihkan. Kau seharusnya merasa sangat tersanjung dan berterimakasih karena seorang Knight bersedia memelukmu di depan umum seperti ini."

"Oh, aku memang sangat tersanjung, Tuan Egois," sahut Scarlett, nada suaranya mendadak berubah menjadi lebih tenang dan serius, sepasang mata indahnya menatap lekat garis wajah tampan Millian yang diterpa cahaya sisa bara api unggun.

"Aku benar-benar merasa menjadi perempuan paling beruntung di perkemahan ini karena bisa memeluk dan berada sedekat ini denganmu."

Millian tertegun, tidak siap dengan perubahan nada bicara Scarlett yang mendadak terdengar jujur.

"Aku... benar-benar tidak menyangka bisa melihat seluruh detail wajah menyebalkanmu ini secara gratis di tempat seperti ini," lanjut Scarlett dengan senyuman tipis yang teramat tulus, binar matanya memantulkan sisa kobaran api.

"Jujur saja... aku memang begitu mengagumi reputasimu dari jauh, sebelum akhirnya aku tahu bagaimana watak aslimu yang seperti kadal gurun ini."

Deg.

Kata-kata jujur yang meluncur dari bibir Scarlett seketika mengunci mati seluruh sistem pertahanan Millian.

Detik itu juga, Millian terdiam seribu bahasa.

Rongga dadanya mendadak terasa bergemuruh oleh sebuah getaran asing yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Pria itu melepaskan sisa pelukannya dengan gestur yang mendadak kikuk. Ia memalingkan wajahnya sejenak, berdehem pelan untuk menutupi rasa gugupnya yang tiba-tiba menyerang tanpa izin.

"Kau..." Millian kembali menatap Scarlett, mencoba mengembalikan kendali suaranya yang sempat tercekat. "Kau masih berutang sebuah penjelasan logis padaku, Scarlett. Kenapa saat di depan Bus kemarin siang, kau dengan begitu beraninya mengaku Pernah menggunakan Aku sebagai kekasih khayalan mu di depan seluruh birokrasi kampus?"

Scarlett menaikkan bahunya dengan santai, mengulas senyuman manis yang sarat akan jawaban khas dirinya.

"Alasan? Bukankah sudah jelas? Kau sangat kaya, kau memiliki jumlah uang yang tidak akan habis tujuh turunan, dan kau adalah pria yang cukup terkenal di kota ini. Hanya itu alasan logis yang kuperlukan untuk memanfaatkan situasimu."

Millian kembali tertegun, menatap Scarlett dengan pandangan takjub yang bercampur aduk.

Di dalam lubuk hatinya yang terdalam, ia harus mengakui bahwa perempuan seperti Scarlett Langford ini benar-benar makhluk langka yang tidak akan pernah ia temukan di dalam lingkaran sosial elite Bel Air yang penuh kepalsuan.

Gadis ini begitu jujur dengan ambisinya, namun memiliki hati yang kokoh di balik kemiskinannya.

Ia menatap lurus ke dalam binar mata indah Scarlett yang tampak berkedip jenaka, dipadukan dengan senyuman manis di bibir mungilnya saat gadis itu mulai bercerita tentang hal-hal konyol lainnya.

Dipicu oleh rasa penasaran yang mendadak membakar seluruh akal sehatnya, Millian perlahan kembali memajukan tubuh tegapnya. Ia menundukkan kepalanya, mengunci ruang gerak Scarlett di antara tubuhnya dan kegelapan malam.

Tatapan matanya turun, tertuju lurus pada permukaan bibir mungil Scarlett yang kemerahan diterpa sisa hangat bara api.

Ada sebuah rasa penasaran yang teramat pekat menjalar di dalam sanubari Millian—sebuah rasa ingin tahu tentang seperti apa rasanya permukaan bibir tajam yang selalu berhasil membuatnya mati kutu itu jika menyentuh bibirnya sendiri.

Dan jika harus jujur pada dunia, seorang Millian Vale-Knight yang terkenal sebagai berandal... sebenarnya sama sekali belum pernah melakukan ciuman pertamanya dengan wanita mana pun sepanjang dua puluh tahun hidupnya.

Di bawah taburan bintang malam terakhir perkemahan, Millian perlahan memajukan wajah tampannya, bersiap untuk mencari tahu bagaimana rasanya mencium seorang Scarlett Langford—gadis tangguh yang ternyata memiliki status yang sama persis seperti dirinya: seseorang yang belum pernah merasakan sentuhan ciuman pertama seumur hidupnya.

1
Mita Paramita
lagi Thor yang banyak 😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author sibuk dunia nyata 🙏🏾🫶🫶 besok Double Up 🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
gk doble up nih kak🤭?
Rosdianah 🌷: huhu maapin author 🫶 author Sibuk dunia nyata 🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
halloooo kak, mana lanjutannya nih???
Rosdianah 🌷: author Up hari ini ya kak🫶
total 1 replies
Debu Nakal
thor... daku lagi mager bgt hari ini
apa bisa up yg banyak biar aku semakin mager
pleaseeee
Rosdianah 🌷: Huhuhu author Hari ini ada acara keluarga. ada si Di Draff nanti author up ya kak. ma'aciww banget kak Readers undah selalu tungguin up🫶🏻🫶🏻🥰
total 1 replies
Mita Paramita
pasti ibu scarlet udah diculik Nene lampir nih😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author silent 🤭🤣
total 1 replies
Ainun Mahya
😍😍😍😍 bagusssss
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
lanjut terus, doble up🤭
Rosdianah 🌷: Huhuhu blm bisa double Up untuk Minggu ini kak🙏🏻🫶
total 1 replies
Mia Camelia
nah gitu dong mereka akur😂🤣
Rosdianah 🌷: sesuai maunya kak Readers 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
wah udah mulai Deket nih pasangan ini🤣🤣🤣 tinggal nunggu jadian aja
Rosdianah 🌷: wkkwkw 🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Pulang kamp scarlett ketempelan,, masak titisan setan ketempelan,, jd yg titisan setan siapa sebenernya🤭
Rosdianah 🌷: entahlah author mau menghilang 🤣
total 1 replies
Ayusha
sekalian modus si kadrun😄
Rosdianah 🌷: modus terus dia 🤣
total 1 replies
Ayusha
kadrun beraksi 🤭
Rosdianah 🌷: plish dia harus dibawa pulang 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
first kiss dua dua nya nih😍😍😍
tinggal ketahap talking stage 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: uhu🥳🤣
total 1 replies
Ayusha
bukan nya "ayo pergi ke altar" /Sleep/
Rosdianah 🌷: Hihihi 😅
total 1 replies
Ayusha
yaelah, belom juga digigit udah sarimaman aja
Rosdianah 🌷: wkwk🤣
total 1 replies
Ayusha
tak kasih tau ya, bajing an itu hewan sejenis dg tupai 🤣🤣
Rosdianah 🌷: ya Ngakak 🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
Scarlett - millian gak bosen main peran sandiwara cinta gini🤣🤣🤣 mending pacaran beneran aja sih
Rosdianah 🌷: Besok ya kak🫶
total 3 replies
Mita Paramita
maksud sih millian mau bikin scarlet mupeng liat bibir ny mau dicium 🤣🤣🤣 blom tau kalo scarlet otak ny lurus 🤨
Rosdianah 🌷: ngakak loh aku kak🤣
total 1 replies
Mita Paramita
🤣🤣🤣udah berprasangka buruk aja nih scarlet
Rosdianah 🌷: maklumlah kak🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ayusha
jilat apa hayoo😄😄
Rosdianah 🌷: Scarlett Ndak bagi mimpi kak🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!