Sebuah kisah cinta antara masa lalu dan masa sekarang. Seorang pasangan mudah berpindah dari satu hati ke hati yang lain. Begitulah kisah Cinta seorang gadis bernama Larasati. Dia di hadapakan dengan sebuah masalah dari kisah cintanya. Pertunangannya harus kandas oleh keegoisan, dan perbedaan karakter. Hingga Larasati memutuskan untuk menyudahi hubungan mereka, lalu menjalani hidup barunya.
Apakah Larasati bisa terlepas dari jerat masa lalu? atau justru dia bisa menemukan yang terbaik?
Simak kisah mereka sampai habis ya.
Ikuti terus kisah Cinta Larasati
Terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nur Hastaman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ep 31
Kebetulan sekali ketika Tian melintas di sebuah jalan raya, tanpa sengaja melihat anak laki laki berlarian bersama teman temannya. Dari jauh ia mencoba mengamati gerak gerik anak tersebut, senyum di sudut bibirnya sama persis dengan senyuman Larasati. Melihat itu Tian jadi teringat masa dulu, di mana mereka saling bersuka cita, bercerita,saling bergandeng tangan di bawah pohon rindang. Mereka berbaring di alas rerumputan nan hijau. Beberapa dauh gugur membelai wajah mereka.
Kala itu musim panas baru saja di mulai, Tian dan Laras baru saja pulang sekolah, mereka memutuskan pergi ke suatu tempat. Di bawah lereng bukit terdapat sebuah tanah lapang dengan di tumbuhi rumput ilalang, tepatnya di salah satu sudut terdapat satu pohon besar dengan dedaunan lebat. Tian mengajak Laras ke sana karena tempat itu dulunya menjadi tempat istimewa bagi kedua orang tuanya, di mana mereka bertemu di sana sampai akhirnya menikah. Suasana nampak hening nan sejuk, kiri kanan terdapat hamparan rumput ilalang lumayan tinggi, ada pula kebun tebu di sekitar sana.
Sebeastian membaringkan badan sambil kedua tangan menelengtang, sedangkna Laras berbaring di sampingnya dengan kepala bertumpu pada lengan kanan Sebastian. Mereka saling bercerita kesana kemari layaknya pasangan pada umumnya.
"Kamu mau tidak berjanji untuk selalu ada di sampingku apa pun yang akan terjadi" Ucap Sebastian kala dulu. Saat itu usia mereka baru menginjak remaja atau berkisar 17 tahun. Masa di mana seseorang berdadi titik puncak emosional. Masa masa paling berharga. Masa remaja tidak datang dua kali, jadi nikmatilah masa remaja kalian sebelum dunia mengajarimu tentang bagaimana cara berjuang dan mempertahankan.
Laras menatap kedua bola mata Tian, nampak begitu dalam cinta keduanya. Dengan masih memakai baju putih abu abu mereka mengikat janji di bawah pohon tersebut "Aku janji akan selalu menemani kamu sampai tua nanti" Ucapa. Laras selalu teringang di telinga hingga saat ini. Mungkin kalau sifar Tian tidak berubah, semua cerita akan berbeda.
Seiring berjalan waktu sifat seseorang akan berubah secara sendirinya. Entah karena sering bersama atau bosan dengan hubungan yang itu itu saja. Akhirnya Tian mulai berlain hati sampai hubungan mereka kerap di terpa masalah. Sekarang Tian sadar bahwa dia sudah kehilangan wanita paling di cintai selama hidupnya.
Seseorang anak terlihat berharga jika mereka tidak menjadi milik kita lain. Kalau sudah begitu baru kita sadar seberapa berartinya dia dalam hidup kita. Begitulah hidup, ketika suadah tiada baru terasa.
Masih di bawah pohon rindang. Sebastian memberikan sebuah hadiah berupa mahkota dari rumput ilalang "Suatu saat nanti kalau aku sudah banyak duit, kamu akan aku jadikan ratu sejagat raya" Sembari memakaikan makota ilalang yang sebelumnya telah ia siapkan untuk sang pujaan hati.
Meski hanya ssbuah mahkota ilalang, tapi Laras sangat senang. Kedua pipi nampak merona bagaikan sebuah buah apel merah.
"Tuan...." Tiba tiba saja seseorang membuat lamunannya pecah. Dengan tatapan gamas Tian menatap ke arah suara "Kenapa kamu mengganggu lamunanku?"
Sang supir langsung menundukkan kepala sambil mengatupkan kedua tangan setara dada "Mohon maaf, Tuan. Tapi baru saja saya mendaoat kabar jika meeting akan segera di mulai"
Masih dengan perasaan kesal "Lalu tunggu apa lagi? Cepat jalan" Titah Tian.
Tak lama kemudian mobil kembali melaju. Dari kaca mobil masih terlihat sosok Briyan bermain dengan teman temannya. Ia tengah memamerkan mainan baru yang baru saja ia miliki.
*pemeran utama wanita paling enak, dia sangat murka kalau suaminya salah dan tidak mudah memaafkan tapi kalau dia salah paling jauh minta maaf semua beres, bahkan dia ditiduri pria karena kebodohanya dianggap bukan masalah yang harus dibesarkan
*pria lain PEBINOR juga enak, menghancurkan rumah tangga orang, dan memperkosa istri orang tapi hanya dipukuli, enak dipukuli dengan imbalan tujuh istri orang,
korban novel sesunguhnya
*pemeran utama pria jika buat salah (walaupun salah paham) dibuat menderita, menyesal, sujud2 minta maaf, mengemis maaf, berjuang keras, sangat lama baru dapat maaf, dibuat menderita bertahun2, dibuat bucin, dibuat bodoh kayak tidak ada wanita lain saja
sampai disini pahamkan kalau wanita buat novel ya pasti egois
sakit emng d khianati orng yg kita cintai aplgi d sakita raga & jiwa..
sedih aku tuh.. kereen tor crita nya