Karena fitnah dari calon suami saudara tirinya, Rita diusir dari rumah. Seluruh keluarga menolak kehadirannya di rumah ayahnya. Bahkan sang ayah tidak bisa membelanya untuk bisa tetap tinggal, karena rumah ini milik keluarga ibu tirinya.
Hidup Rita cukup beruntung. Dia mendapat pekerjaan sebagai pembantu di rumah keluarga kaya atas belas kasihan seorang pembantu disana. Semua berjalan baik-baik saja, sampai dia bertemu Putra, anak dari sang pemilik rumah yang baru pulang dari Amerika.
Bagaimana perjalanan cinta Rita dan Putra, ikuti kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eni pua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Promosi karya baru " Menantu Yang Tak Dianggap"
"Mila …!"
Suara panggilan ibu mertua Mila, terdengar nyaring di telinga Mila. Mila bergegas menuju meja makan yang tidak jauh dari dapur tempatnya berada. Mila melihat ibu mertuanya tampak kesal saat melihatnya.
"Ada apa, Bu?" tanya Mila panik.
"Makanan apa ini, cih." Ibu mertuanya memuntahkan makanan yang dimakannya kembali di atas piring.
"Kenapa, Bu? Apa ada yang salah dengan makanannya?" tanya Mila lagi.
"Coba kamu rasain sendiri. Dasar istri tidak berguna. Bisa masak tidak? Kamu sengaja mau buat darah tinggi ibu kambuh? Buat sayur begitu saja bisa keasinan. Bagaimana kamu bisa menjadi istri yang baik kalau kamu tidak bisa masak?" Suara ibu mertuanya terdengar keras dan jelas di telinga Mila.
"Benarkah, kok bisa keasinan. Padahal tadi Mila sudah sesuai porsinya," jawab Mila yang semakin membuat ibu mertuanya kesal.
"Kamu tidak percaya, sini kamu coba sendiri!" bentak ibu mertuanya.
Mila mencoba mencicipi sesendok sayur yang telah dia buat. Dan ternyata memang rasanya asin. Mila menjadi takut dan dia meminta maaf kepada ibu mertuanya. Dia berkata akan membuatkan ibu mertuanya masakan lain yang akan lebih baik.
Sayangnya ibu mertuanya sudah terlanjur marah dan kesal pada Mila. Dia memaksa Mila memakan masakan yang Mila buat sendiri. Dengan kasar, ibu mertuanya menyuapi Mila yang berusaha berontak.
Melihat Mila berontak, ibu mertuanya menekan wajah Mila ke piring bekas makannya hingga wajahnya dipenuhi makanan. Perut Mila terasa mual dan dia berlari ke kamar mandi karena ingin muntah.
Ibu mertuanya tersenyum puas melihat Mila saat ini. Ternyata, semua itu sudah direncanakan. Bu Siti sengaja menambahkan garam tanpa sepengetahuan Mila, ke dalam masakan yang dibuat oleh Mila. Sehingga Bu Siti mempunyai alasan untuk memarahi dan mengerjai menantunya itu.
Mila membasuh mukanya yang kotor dengan air dan di sabun supaya tidak bau makanan. Hatinya sedih dan sakit mendapat perlakuan kasar dari ibu mertuanya. Air matanya mengalir bercampur menjadi satu dengan air yang dibasuhkan ke wajahnya.