NovelToon NovelToon
Pengasuh Ibuku

Pengasuh Ibuku

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Angst / Romansa / Pengasuh / Tamat
Popularitas:520.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Danie A

Mencari paengasuh bagi seorang ibu yang lumpuh bukan perkara mudah, apalagi, jika wanita tua itu sangat rewel dan bawel. Ardi memperkerjakan perawat hingga belasan, namun tak ada yang bisa mengatasi sang ibu. hingga akhirnya, kedatangan seorang Diah, membawa banyak perubahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31

Diah merasa sangat malu, memandang tubuhnya yang kini terlihat sangat seksi dengan lingerie berwarna merah muda.

"Aku seperti wanita penggoda saja." Gumam Diah mengeluh melihat tubuhnya. Diah menyilangkan tangan di dada, merasa sangat malu.

Jika bukan karena Bu Dewi yang memaksanya dan Ardi yang mengamini. Diah tak akan mau memakainya. Ia tak mengerti, kenapa Ardi masih patuh pada Bu Dewi. Padahal Bu Dewi juga tak akan tau meski mereka berbohong. Ia merasa hanya menjadi beban bagi Ardi saja.

Diah menenangkan dada nya yang bergemuruh. Rasa malu, dan marah karena merasa seperti wanita penggoda saat ini. Tapi, ia tak bisa berkata apa-apa untuk menolak. Diah berjalan keluar dari kamar mandi, dengan wajah yang menunduk dalam. Diah bahkan tak berani menatap Ardi, juga tak berani dengan memikirkan apa yang mungkin Ardi pikirkan tentangnya.

"Angkat kepala mu."

Diah sudah pasrah, terserah bagaimana Ardi nanti akan memandangnya. Diah akan mencoba menerima pandangan buruk dari suaminya. Diah mengangkat wajahnya melihat Ardi yang berdiri di samping ranjang. Masih berbalut handuk, pria itu berjalan mendekat. Tangannya menyentuh saklar mematikan lampu. Lalu memeluk tubuh Diah dalam keremangan.

Jantung Diah berdetak kencang, merasai desiran aneh di dalam tubuhnya. Tapi ia suka dan merasa senang. Saat bibir Ardi Menyentuh pengucapnya. Desiran di tubuh Diah semakin tak bisa Diah kendalikan. Ia biarkan saja Ardi menyelesaikan kewajibannya, nafkah batin pertama yang Diah dapatkan.

Diah membuka matanya, tetesan dingin terasa menyentuh wajahnya. Diah tersenyum, wajah pertama yang ia lihat saat pertama membuka mata, adalah wajah segar milik Ardi yang baru saja selesai mandi. Tetesan air yang jatuh mengenai wajah Diah, dengan segera Ardi usap dengan jempolnya.

"Hari ini kita kepantai lagi." Ucap Ardi terasa datar. Setelah malam pertama mereka, bahkan diah tak merasakan kehangatan dari kata-kata suaminya.

Diah rasa, memang benar jika Ardi melakukan semua itu demi ibunya. Ia tak boleh terlalu berbesar hati, ataupun merasa bahagia hanya karena sudah mendapat nafkah batin dari suaminya. Yang Diah sendiri tak yakin bagaimana perasaan Ardi padanya.

"Tuan."

Ardi yang saat itu sedang menyisir rambut Diah di depan meja rias seusai gadis itu membersihkan diri, melirik dari kaca.

"Tuan tidak harus melakukan ini, saya bisa menyisir sendiri."

"Mama yang minta. Jadi harus aku lakukan."

"Bu Dewi minta tuan menyisir rambut saya?"

"Enggak. Tapi dia bilang aku harus melakukan hal yang membuat mu senang." Ucap Ardi beralasan sambil terus menyisir rambut Diah.

Diah tersenyum getir, sangat tau Bu Dewi menyayanginya, tapi, tidak dengan Ardi.

Setelah berbulan madu selama hampir satu minggu, Diah dan Ardi pulang. Diah tak lupa membelikan oleh-oleh untuk mertua dan mbok Tini. Baju khas Bali, beserta sarung nya yang kotak-kotak itu.

Hari berganti dengan cepat, setiap harinya, Diah mendapat perhatian dari Ardi. Meski kini Ardi tak mengatakan apapun, Diah tetap menerima dengan pikiran bahwa itu semua dari Bu Dewi, karena Bu Dewi. Bukan dari hati Ardi sendiri. Seperti pagi ini, Diah sudah merasa mulai dan memuntahkan isi perutnya di kamar mandi.

"Huweekk, huweeekk."

Ardi dengan telaten memijit tengkuk Diah. Memberi istrinya minyak angin agar merasa lebih baik.

"Sebaiknya, kita Ke Dokter saja. Ini sudah tiga hari kamu muntah." Saran Ardi menuntun Diah ke ranjang. Membantu Diah berbaring dan menyelimutinya.

"Nggak usah, tuan. Saya cuma masuk angin." Ucap Diah menolak halus.

Ia tak ingin merepotkan suaminya, yang jelas tak akan mau mengantar dirinya ke rumah sakit, jika pun mau, itu pasti lah karena Bu Dewi. Bukan karena benar-benar mengkhawatirkan dirinya. Meski kenyataannya tidak begitu. Ardi sangat perduli, sangat cemas, sangat khawatir, tapi tidak menunjukan nya. Ia takut hanya akan di manfaatkan dan dikecewakan seperti dengan Mila dulu.

"Aku akan minta mbok Tini buatkan wedang jahe. Itu bagus untuk meredakan mual." Ucap Ardi berjalan keluar kamar.

"Tidak usah, tuan..." Cegah Diah, namun, Ardi sudah keburu pergi.

Di dapur.

"Diah mana, Di? Kok tumben jam segini cuma kamu yang turun." Bu Dewi merasa heran melihat Diah yang biasanya rajin kini justru tak terlihat.

"Diah masuk angin ma," jawab Ardi singkat, lalu mengambil beberapa batang jahe dan membakarnya di atas kompor.

"Itu bakar jahe buat apa?"

"Buat Diah ma, kasian dari tadi muntah terus. Jadi mau aku bikinkan jahe anget." Jawab Ardi.

"Diah muntah?" Bu Dewi dan mbok Tini saling berpandangan. "Sejak kapan, Di?"

"Udah tiga hari ini. Tiap pagi muntah terus. Di ajakin ke dokter nggak mau.” ucap Ardi curhat, "ma, coba bujuk Diah lah biar mau ke dokter."

"Boleh, mama liat Diah dulu ya, Di." Ucap Bu Dewi beranjak ke kamar Diah dan Ardi.

"Jangan-jangan Diah hamil, tuan?"

"Hamil?" Ardi tersentak menatap mbok Tini.

"Iya, Diah mual nya cuma pagi kan? Jika iya, itu tanda-tandanya, tuan."

Ardi terdiam.

1
NaNa
Luar biasa
meelove
bagusss
" sarmila"
klu cerita diah & ardi kurng greget
ttp msih lnjut.tpi kyknya seru cerira rangga & pagi🤣🤣🤣🤣
" sarmila"
eeeee bru tau jang ardi🤣🤣🤣🤣🤣
kmna wae atuh kasep🤣🤣🤣🤣🤣
" sarmila"
lnjut d sini semngat n sukses selalu💪💪💪
rindu rindu
diah baper amat sih g dicintai ya gpp yg penting anaknya disayang
rindu rindu
ada CCTV-nya non
Bzaa
vote sudah terkirim ya tor 😘
Danie a: makasih😆
total 1 replies
Bzaa
sehat, semangat dan sukses ya tor💪👍😘
Danie a: makasih.. makasih
total 1 replies
Bzaa
Alhamdulillah ketemu dyah
Bzaa
Untung selamat
Bzaa
jahatnyaa
Bzaa
Mila bikin kezellllll....
keysha Azzahra
kakara aing manggih lalaki nu belgug jiga sia ardi,,aneh aing mah kat hyng we ngempesan tah kana terong mnh da
keysha Azzahra
goblog d piara,,jtnya ada cctv,,author bner2 dah bkin esmosi ane naek aja,,keren thor
Bzaa
cek cctv donk ar
Bzaa
si Mila....
Bzaa
aihhhh mila
Bzaa
semangat Diah💪😘
Bzaa
kesabaran yang berbuah manis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!