NovelToon NovelToon
My Lovely Presdir From The Mars

My Lovely Presdir From The Mars

Status: tamat
Genre:CEO / Playboy / Pengantin Pengganti / Romansa / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Gadis cantik ber'dress bunga itu adalah Cut Aisyah Zahra Ananta, lulusan universitas keperawatan yang harus menerima takdir perjodohan akibat kelakuan absurd kakak keduanya. Dipertemukan di sebuah pusat perbelanjaan, membawa keluarga Zahra pada keputusan menjodohkannya dengan salah satu dari 2 orang saudara kembar seorang pengusaha ternama.
Siapa sangka, si kembar berbeda sifat ini adalah teman dan musuh kecilnya dulu. Lantas siapakah yang akan menjadi pendamping sejati Zahra.

"Abi, Umi! Zahra ngga mau sama dia! Yang tampilannya kaya alien dari Mars, kelakuannya minus kaya kacamata umi!"

"Cewek cerewet bin harimau, gembul gitu jauh dari tipe gue. Buat lu aja!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGAKUAN

Jihad segera tancap gas, menjeda pertemuannya dengan Milo saat membahas bisnis untuk menertibkan kerusuhan, kerusuhan yang lebih dahsyat dibandingkan kejadian kampus Trisula.

"Mil, gue mesti pergi. Ica sama Dewa bikin rusuh lagi, langka banget akurnya nih emak ma anak!" Jihad merapikan jasnya dan segera beranjak. Jika sudah begini, keduanya hanya bisa dilerai oleh sang pawang, Alvian Jihad, bukan dengan water cannon apalagi gas air mata.

Terang saja ucapan Jihad membuat ayah satu orang anak itu pun ikut beranjak, "gue ikutlah!" seolah tak ingin ketinggalan satu moment kamvrett pun untuk ikut dalam kehebohan keluarga Jihad, apalagi menyangkut tingkah Dewa, salah satu anak asuhannya. Sejak kecil Dewa memang sering ikut jika Lendra pergi kemanapun, Dewa sudah seperti anaknya sendiri.

"Ha-ha-ha! Ica sama Dewa kenapa lagi, Ji? Tempat mana lagi yang mereka luluh lantahkan?" pertanyaan si CEO absurd, Armilo yang membuka kancing jasnya. Percuma saja supir bermanuver layaknya pengemudi di film transporter kalau ujung-ujungnya kejebak macet, toh gaji besar yang diberikan Jihad abis dipake beli kesabaran.

"Barusan Kara telfon, di cafe Keanu."

Milo mengangkat alisnya tapi sedetik kemudian ia tertawa, "bilang mereka, abisin aja tuh cafe. Dari dulu ampe sekarang tuh cat cafe ngga ganti-ganti! Gedek banget gue, berasa makan bareng minion, kuning-kuning!"

Hal ini tentu saja menyita seluruh atensi pelanggan cafe di siang ini, sampai-sampai pelayan cafe ikut berhamburan keluar demi melihat drama pintu berkah ini. Sayang sekali disana tak ada sutradara dan produser film.

"Pulang! ! ! Abang Dewa tuh seneng banget liat momy darting! ! ! Kamu tuh kepengen momy mati cepet gitu?!" ia menarik lengan putra pertamanya itu dari atas panggung setelah cosplay jadi biduan dengan suara berkekuatan 8 oktafnya yang mengguncang cafe Keanu, membuat telinga orang lain seketika berdengung, congean, dan kotoran di dalamnya terlempar keluar, cocok buat gantiin proses *irigasi telinga*.

Ica menghentikan lagu yang sedang mengalun indah menghibur para pelanggan cafe dengan sadisnya, saat para pelanggan tengah terhanyut suara merdu Dewa dan ikut bernyanyi memyumbangkan suara pas-pasannya, emak 2 orang putra ini mengacaukan bagian reff'nya.

"Mii, tunggu dulu mii...ini abang belum sempet nyatain perasaan dulu sama Zahra!" ia kekeh bertahan di atas panggung. Tapi tangan Ica tetap menarik Dewa memintanya untuk turun.

"Ra...aku..."

"Sadewaaaaa!" teriak Ica, ia bahkan menarik gitar yang masih tergantung di pundak Dewa.

"Tapi mi, Dewa---"

"Bo do amat! Ngga ada perasaan---perasaan! Kamu abang ngga tau diri, Zahra itu calon adik ipar kamu Sadewa ! ! Kamu sadar ngga sih?!"

Zahra hanya bisa meringis ngilu dan meminta momy Ica untuk berhenti menarik Dewa mengingat luka operasi di kakinya, "tante udah tante, kasian Dewa...itu kaki Dewa masih pemulihan," ucapnya. Jangankan untuk melepaskan, tangan Ica mencengkram begitu kuat jaket Dewa. Wajar saja ia syok dengan ucapan Dewa yang ia publikasikan barusan, bak disambar paruh elang yang lagi tajem-tajemnya berburu, ia terkejut bukan main...bagaimana ceritanya calon kakak ipar malah jatuh cinta pada calon istri adiknya sendiri, anaknya itu pasti sudah kelewat gila.

"Bawa ke kantor gue aja Ra, Nesh...bawa momy sama abangmu ke ruangan om," pinta Keanu menggaruk keningnya yang sudah mengkerut mirip lipatan pakaian kusut.

"Iya om,"

"Mii--sabar dulu mii, lepasin dulu tangannya, kita selesain ini baik-baik. Denger dulu penjelasan bang Dewa, ini malu diliatin orang-orang," Ganesha mencoba melepaskan jemari ibunya. Ica mengedarkan pandangannya ke sekeliling, tapi memang dasarnya ia yang cuek bebek, makanya ia tak peduli.

"Ca, Ganesha bener...kita selesain ini di rumah," Kara ikut menyentuh pundak sahabatnya itu.

Demi ketertiban suasana cafe akhirnya mereka semua masuk ke dalan ruangan Keanu, persis copet emas yang lagi digelandang ke kantor keamanan. Zahra mengekor saat momy Ica tetap bersikukuh menyeret anaknya itu, ia tak bisa menyalahkan momy Ica yang tak tau jika Dewa baru saja dioperasi.

🍃 Ruangan kantor berukuran 4 × 6 m itu kini dimasuki 6 orang.

"Nyebut kamu Dewa! !" teriak Ica kini menjewer daun telinga Dewa. Rasa gemas dan kesalnya masih menguasai diri.

"Astagfirullahaladzim," jawab Dewa menurut, ia meringis saat tangan momynya menjewer telinga dengan keras. Keanu yang awalnya menertibkan suasana chaos mengulum bibirnya melihat kelakuan istri dan anak Jihad itu.

"Ngidam apa gue waktu hamil dulu?! Dosa apa gue, Ra?!" serunya seraya melirik Kara bergantian dengan kedua anak kembarnya.

"Mii, abang akui abang salah mii. Tapi abang sayang Zahra mii," bujuk Dewa mengakui perasaannya.

"Cukupppp! !" momy Ica rupanya belum bisa menerima kenyataan jika jodoh mereka malah saling silang begini kaya tts. Apa yang harus ia katakan pada keluarga Zahra, bukankah ini seperti mempermainkan?

Ica duduk di kursi sofa yang tersedia, menghempaskan pan tat dengan pasrah dan lemas. Dewa tak tinggal diam...ia ikut mengekor, meski harus merasakan ngilu yang teramat saat memilih bersimpuh di kaki Ica.

"Dewa," Zahra sampai refleks bergerak maju, sontak saja aksi Zahra itu mengundang kernyitan aneh dari Kara dan Keanu, sementara Ganesha masih diam tanpa ekspresi berarti.

*Gue yang jodohin bang Dewa sama Zahra, gue juga yang sengaja biar mereka bisa bareng terus*, tapi kenapa hatinya terasa tersentil dan berdenyut, Ganesha memandang Zahra, *apakah ia* ???

Ica memukul-mukul pundak Dewa melampiaskan rasa kecewa, menyayangkan kejadian ini, "ngga bisa sehari aja kamu ngga bikin momy jantungan?! Sehari aja bang, ngga berulah yang bikin orang-orang pengen gantung diri di tiang jemuran?!"

*Nyut---nyutt---nyuttt*! Kepala Ica terasa akan meledak saat ini. Bagaimana reaksi keluarga Ananta yang terhormat jikalau sudah begini, siap-siap saja Al Fath dan Rayyan melempar granat ke kediaman Alvian.

"Gue ambilin minum ya Ca, biar tenang."

"Kalo bisa satu bak, Ra! Sambil guyur nih anak biar sadar apa yang udah dia perbuat!" sengit Ica.

Kara melengos ke luar ruangan untuk meminta air putih, tapi saat kembali ia sudah tak sendiri melainkan bersama Jihad dan Milo.

"Maaf mii, tapi memang Dewa ngga bisa nahan perasaan Dewa lagi," matanya penuh keyakinan, apapun yang akan momynya perbuat, akan ia tanggung resikonya.

Tangan Ica bergetar gemas, ia mencengkram jaket Dewa dan mengguncang-guncangnya keras.

"Kamu mau momy mati rebahan Dewaaaa!"

"Tante, tante!"

"Miii--mi jangan mi,"

"Ca, Ica!"

Mereka mencoba melerai, lebih tepatnya mencoba melepaskan Dewa yang diam tak melawan dari cengkraman ibunya.

"Waduhh!" Milo terjengkat kaget dan ikut berlari masuk saat Jihad ikut melerai.

"Ada apa ini?!" pungkas Jihad menengahi.

"Daddy,"

"Abang," Jihad duduk di samping Ica dan membawa Ica ke dalam pelukannya.

"Ck, kapan sih akurnya ampun gue! Sekarang apa lagi, bukan rebutan seafood kan?" omel Jihad. Di belakang mereka Zahra semakin menunduk dalam, rasanya ingin tenggelam saja di dasar lautan bersama para plankton, ia merasa ia lah yang menjadi biang keroknya disini. Zahra memutuskan untuk diam saat ini daripada hanya akan semakin membuat suasana semakin panas bak hot plate.

"Kean, stok seafood di cafe lo banyak kan?!" tanya Jihad, diangguki Keanu ragu, "ya banyak lah. Sembarangan lo Ji, ngatain cafe gue kurang stok bahan makanan," dumel Keanu.

"Terus ribut kenapa lagi ini?" tanya Jihad memandang Ica dan Dewa bergantian.

"Tanya nih, anak abang!" Ica sudah menjambak sendiri rambutnya, untung saja ia sering shampooan pake ekstrak akar-akaran, urang aring, kemiri, seledri, ginseng, telur, terigu, backing soda, segalanya lah! Demi menguatkan akar rambut kalau tidak mungkin ia sudah botak.

Kini pandangan Jihad beralih pada putra pertamanya, "kamu bikin salah apa lagi?"

"Dewa sayang sama Zahra, dad."

"Wowww!" seru Milo yang sontak saja dihadiahi pukulan telak oleh Kara dengan tas jinjingnya di area perut, lumayan isinya ada 2 ponsel, bedak dan dompet tebal. Seharusnya ia isi tas kulit buayanya itu dengan batu kali, biar lebih yahud pukulnya.

"Sshhh," desis Kara. Suaminya itu, tidak dimana-mana selalu ikut heboh.

Jihad hanya mengangkat kedua alisnya tak percaya dan menggelengkan kepala.

"Dia nyatain perasaan di depan panggung barusan! Mana pake nyanyi-nyanyi!" sewot Ica menatap tajam putra pertamanya, "kamu ngga liat Ganesh, Dewa. Dia adik kamuuuu!" Ica melepaskan sepatu hak tingginya dan hendak mendaratkan di bahu Dewa namun di tahan Jihad, "eee----"

"Tante," Zahra refleks menghampiri dan menjadi penengah, tangannya bahkan sudah melindungi Dewa, "Dewa jangan dipukul lagi, ini juga salah Zahra...Zahra yang ijinin Dewa buat sayang sama Zahra."

Gadis itu menunduk dalam, sementara Dewa masih menatapnya lekat penuh rasa sayang. Di lain sudut, Ganesha tersenyum tipis meski kini perasaannya campur aduk tak karuan mirip gado-gado.

Ica dan Jihad mengerutkan dahinya, "gimana---gimana?" tanya Jihad memastikan jika pendengarannya masih berfungsi.

Gleuk! Zahra menelan salivanya sulit.

"Jangan hukum Dewa om, Zahra juga salah...seharusnya Zahra nolak waktu Ganesha sering titip Zahra sama Dewa, menghindar dari setiap pertemuan yang bikin Dewa sama Zahra jadi nyaman satu sama lain," cicit Zahra.

Kini lirikan mereka kompak pada Ganesha yang anteng disana, sadar akan pandangan menginterogasi Ganesha mengangguk singkat, "iya. Ganesh yang sering titip Zahra sama bang Dewa."

"Awalnya dititip baby kaya barang, terus dilindungi, eh dinikahi...best! Anak gue tuh," bisik Milo, sekali lagi Kara mendaratkan pukulan telaknya di perut Milo.

.

.

.

.

.

1
choky_chiko_r
Dewa aja dipanggil anaknya yg kembar..abang..lucu banget
choky_chiko_r
brarti aku baca thn 2023..jd lupa crita tengahnya..tp seneng baca ulang..tetep ktwa..mksh kak
choky_chiko_r
aduuuh..ampuun.deh..mami Ica sma yg komen lucu😄😄
choky_chiko_r
😄😄😄padahal uda baca ulang..msih ketawa ngakak
choky_chiko_r
aah ibunya Santan Kara.bpknya susu Milo🤭🤭
choky_chiko_r
ibunya siapa lupa..🤭🤭🤭
choky_chiko_r
nahh kan inget Syaeledra anak Milo..
choky_chiko_r
aku lupa thn brapa baca Zahra Dewa..tp karna bru baca Ganesh yg balikan sm mantan istri..sm baca Russel Lingga..jd baca ulang ini..lupa crita tengah sampe akhir🤭🤭keren.bagus smua karya kakak...kel Ananta
Cini Kudo
seru.
UMM
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Maryana Fiqa
itulah orang tua yg takut anaknya kenapa2 yg jauh dr pantauan dr pandangan mata orang tua selalu khawatir biarpun sdh tua
Maritanias
😘😘😘😘😘
Dicky Sugandi
kereen
Sri Ariyanti
aku mampir lagi thor
Mini Amora
ucapan adalah doa loh Dewa...
istri yaaaa

nahhh zahra gak mau pnya kk ipar kayak dewa... lah nanti kan jadinya suami yaaaa😄😄😄
Mini Amora
ya Alloh author ku sayang... aku padamu bgtttttttt dehhhh... bener² yaaa kerennnnn lahhh mommy ica besanan sama umi salwa😍
Mini Amora
klan Ananta ini tuh justru saya bacanya dari Sagara dulu baru abi Zaky umi Salwa, lanjut al fath Fara trus Rayyan Eirene skrg si bontot Ananta dehhh de Zahra.... 😍
Ganendra Dimitri
iya bener mana ada perawat sampe segitunya. apalgi cuma pasien bpjs. urusan minum obat ya urusan keluarganya. mau pasien minum obat apa g perawat g ngurus. 😄
Nani Haryatiyati
astaga 🤣🤣🤣🤣🤣
Nayra Apriliani
ngarang lu ya bang...😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!