NovelToon NovelToon
Wanita Tawanan Tuan Grey

Wanita Tawanan Tuan Grey

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Beda Usia / Anak Kembar
Popularitas:168.9k
Nilai: 5
Nama Author: anggi (@ngie_an)

Alicia Delmora adalah wanita mandiri sejak kecil, dia menjadi tulang punggung keluarga semenjak ayahnya meninggal dunia dan hanya tinggal bersama ibu dan kakak tirinya yang hanya bisa mengandalkan Alicia untuk membayar hutang-hutang mereka.

Kehidupan Alicia berbanding terbalik dengan saudara kembarnya yang bernama Alice, kembarannya itu hidup bergelimang harta bersama kedua orangtuanya dan memiliki seorang kekasih yang sangat terkenal di kota tersebut bernama Nicholas.

Alicia yang tidak tahu bila dia memiliki saudara kembar begitu juga sebaliknya, kehidupannya berubah setelah orang asing masuk dalam kehidupannya dan menjadikan dia sebagai wanita tawanan dari Pria asing tersebut yang menganggap dirinya sebagai Alice.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anggi (@ngie_an), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebodohan Hakiki

Alicia sudah siap berpenampilan cantik memakai dress berwarna dasty dengan panjang selutut, memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih dan mulus.

Tidak lupa Alicia menyemprotkan sedikit minyak wangi pada tubuhnya, kemudian mengambil tas dan berjalan keluar dari dalam apartemen.

"Ya Tuhan, J? Kamu bikin aku kaget, saja! Kamu memang selalu siap ya, 24 jam. Bagus, aku suka bodyguard yang siap siaga!" ujar Alicia yang menepuk bahu Jacob dengan senyumannya.

Jacob tersenyum seraya menunduk kemudian mengikuti langkah kaki wanita itu menuju pintu lift, dia menekan tombol lift sesudah mereka berada di dalam.

Sorot mata Jacob terus terfokus melihat pantulan pada dinding lift, memperhatikan penampilan Alicia yang begitu cantik dan feminim. Debaran jantungnya kembali berdetak ketika dia melihat bibir berwarna merah mudah begitu menggoda birahinya.

"J, tolong tiup dong!" Alicia menggercepkan matanya saat kelilipan terkena debu.

"Haa?" tanya Jacob dengan bingung.

"J, buruan!" pinta Alicia yang mendekat ke arah bodyguard-nya.

Terpaksa Jacob meniup lembut kornea mata Alicia, membuat desiran itu kembali bangkit. Usia meniup mereka kembali ke posisi semula.

"Astaga, J ... maskerku ketinggalan! Tunggu sebentar ya!" ucap Alicia yang kini mereka sudah naik ke dalam mobil.

Tangan Alicia ditahan oleh Jacob sebelum keluar dari dalam mobil, sontak saja dia terdiam dan melihat tangan kekar bodyguard-nya menyentuh tanpa seijinnya.

"So–sorry, tidak usah turun!" Jacob melepaskan tangannya dan menyerahkan masker pada Alicia yang berada di kursi belakang.

"Thanks!" Alicia langsung mengambil masker milik Jacob.

Perjalanan menuju kantor Grey pun hanya memerlukan waktu lima belas menit, begitu sampai Alicia ingin membuka pintu tetapi Bodyguard itu memanggilnya.

"Al!" Jacob berhasil menghentikan Alicia untuk turun dari mobil, tentu saja panggilan nya pada Alicia membuat sang empu bingung. Menyadari hal itu dia pun langsung kembali berucap, "Ah, maksudku ... biar aku saja yang memberikannya!"

"Oh, tidak perlu. Biar aku saja, kamu tunggu saja sebentar!" Alicia langsung membuka pintunya dan segera masuk ke dalam.

Melihat Alicia pergi menemui Grey, seakan hatinya tidak rela, matanya pun melihat masker yang tertinggal di kursi, menandakan bahwa Alicia tidak membawanya. Sehingga dia turun dari mobil dan menyusul atasannya.

Sementara itu, Grey yang tengah memimpin rapat penting di ruangan rapat, sudah menunggu kedatangan Alicia mengantar berkas penting.

"Peter, coba tanya Sisca, apa dia sudah datang?" tanya Grey ketika semua sudah menunggu terlalu lama.

"Belum, Bos!" sahut Peter dengan singkat saat baru saja semenit yang lalu dia bertanya dengan sekertaris atasannya.

"Kalau sudah datang suruh Sisca langsung masuk dan biarkan wanita itu pulang!" pinta Grey yang memijat keningnya. "Kita langsung mulai saja!"

Grey yang tidak sabar menunggu kedatangan istrinya memilih langsung memulai rapat tersebut, dia menyuruh Peter menjelaskan apa saja yang harus ditindaklanjuti proses pembangunan dilahan daerah kota B.

Di posisi sekertaris Grey, Sisca yang menunggu kedatangan istri Bosnya memilih untuk pergi ke kamar mandi karena sudah tidak tahan, meninggalkan meja kerjanya begitu saja tanpa penjagaan.

Sehingga, Alicia yang sudah sampai di lantai atas sesuai petunjuk yang diberikan oleh resepsionis di bawah. Namun, dia menjadi bingung ketika tidak ada siapapun di lantai tersebut. Sampai akhirnya, berinisiatif untuk membuka ruangan yang tengah tertutup.

"Permisi?" tanya Alicia yang membuka pintu dan melihat orang-orang melihat ke arahnya termasuk juga Peter.

"Siapa?" tanya Grey dengan intonasi suara dingin saat matanya belum melihat ke arah sumber suara.

"Saya cari sua—"

Sontak saja, Alicia langsung terkejut saat melihat seseorang yang dia kenal tengah memutar kursi lantas melihat ke arahnya. Kedua mata mereka sesaat bertemu, membuat Alicia terdiam mematung.

"Ma–maaf, sa–saya ... sepertinya, saya salah masuk ruangan, permisi!" ucap Alicia dengan gugup, dia segera berlalu dari ruangan tersebut dan menutup pintunya setelah tahu ada seseorang yang dia kenal.

Grey terdiam untuk beberapa menit, perasaannya begitu syok dengan apa yang baru saja dilihat. Beberapa saat dia lupa caranya bernapas, sampai Peter kembali menyadarkan dari terkejutnya.

"Bos, dia—"

"Kita tunda rapat kita!" ucap Grey yang langsung bangun untuk mengejar Alicia dan tentu saja membuat yang lain kecewa dan kesal.

"Loh, Anda siapa?" tanya Sisca baru saja kembali ke meja kerjanya.

"Ah, saya mengantar ini!" Alicia menyerahkan map kepada wanita itu lalu bergegas pergi dari sana menaiki lift.

Belum sempat pintu lift tertutup, Alicia sudah melihat Grey keluar dari ruangan tersebut dan berlari ke arahnya, hingga membuat dia ketakutan dan gugup saat menekan terus menerus tombol untuk menutup pintu lift.

Hal hasil Alicia bisa bernapas lega ketika pintu lift itu tertutup dengan rapat, segera dia menelpon Jacob untuk menunggunya di pintu lift.

"Baik, aku akan menunggumu di depan pintu lift!" balas Jacob membuat Alicia kembali lega.

Sorot mata Alicia melihat ke arah angka yang semakin lama semakin berkurang, lalu pada angka kesatu pintu lift terbuka. Baru saja dia ingin melangkahkan kakinya tetapi alangkah terkejutnya melihat orang yang dia takuti tengah berdiri tepat di depannya.

Alicia langsung kembali terkejut kemudian mundur secara perlahan ketika pria itu masuk ke dalam sembari menekan tombol lift, saat itu juga rahang yang sudah mengeras sedang mendekat ke arahnya sembari melempar tatapan sinis

"No! Please, jangan mendekat! Aku sudah menikah, kalau sampai kamu mendekat aku akan adukan pada suamiku!" ancam Alicia yang tahu apa yang akan diperbuat oleh Grey.

"Menikah? Adakah yang mau dengan barang bekasku?" tanya Grey dengan menghina. "Dengar ya, kali ini kamu tidak akan lolos dari genggamanku! Biarpun kamu sudah menikah, kamu tetapi wanitaku! WANITAKU!"

Grey langsung menahan kedua tangan Alicia ke atas saat wanita itu terus memukulnya untuk menjauh, dia mencengkram kuat-kuat dagu Alicia sampai wanita itu meneteskan air mata.

"Aku tidak peduli kamu sudah menikah atau tidak! Yang jelas aku tidak akan melepaskanmu hari ini!" tanpa aba-aba Grey langsung melampiaskan gelora hasratnya yang sudah tidak bisa terbendung lagi.

Suara ciri khas dari decapann terdengar begitu melodi, mengiringi setiap gerakan lidah yang menari mengisi dalam rongga mulut.

Pada saat itu juga Jacob melihat dengan kedua bola matanya sebelum lambat laun pintu lift mulai tertutup, dia melihat bagaimana Grey sudah berhasil menguasai wanita yang dia suka.

"Aaargggh, breng sek!" Jacob memukul dinding dengan emosi, meluapkan amarah pada dirinya.

Sementara di dalam lift, Grey terus mencumbu wanita yang masih belum dia ketahui sebagai istrinya dengan memburu, setiap kecupan dia berikan seakan sudah tidak tahan melampiaskan rasa rindunya yang membara.

"Kamu benar-benar, breng sek!" Alicia terus memberikan umpatan pada laki-laki itu ketika tubuhnya mendapatkan gigitan kecil dari bibir Grey. "Aaak ... sakit ... Grey!"

Grey terseyum ketika mendengar namanya di sebut. "Aku senang Honey, kamu masih mengingat namaku dengan benar!"

Pada saat pintu lift sudah terbuka, Grey langsung menggendong tubuh Alicia seperti karung beras. Semua mata yang berada di sana terkejut dan langsung terdiam termasuk Peter.

"Lepasin, Grey! Turunin!" Alicia terus memberontak dalam gendongan Grey membuat yang lain hanya bisa menunduk tidak bisa berbuat apa-apa.

Sampai pada ruangan pribadi yang menjadi tempat istirahat Grey dalam ruangan kerjanya, Alicia langsung dibanting ke atas tempat tidur. Tubuhnya gemetar hebat ketakutan saat melihat pria itu membuka gesper dan kancing bajunya satu persatu.

"Grey, aku peringatkan sekali lagi, kamu akan menyesal bila menyentuhku!" ancam Alicia yang memperlihatkan cincin nikahnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

"Oh, ya? Siapa suamimu? Hah, apakah dia karyawan di sini?" tanya Grey yang penasaran dengan sosok suami Alicia dan akan langsung memecatnya.

Tangan kekar itu menarik kaki Alicia dalam satu tarikan tapi mampu membuat tubuh wanita itu terjerembab ke kasur, tapi bukan Alicia namanya bila menyerah begitu saja.

Kaki putih mulus itu menendang perut Grey hingga pria yang sudah membuka bajunya dan celana panjangnya terjatuh ke lantai. Tidak ingin membuang kesempatan, Alicia langsung bangun dan berlari ke arah pintu.

Namun, Alicia mendapat tarikan dari Grey sehingga tubuhnya pun sedikit terbanting ke dinding, membuat tubuh kekar pria itu langsung menghampit tubuhnya.

Grey meremas kuat jemari Alicia sembari terus memaksa menerobos masuk ke dalam bibir merah mudah, tangan kanan itu memaksa mencopot cincin yang dipakai oleh Alicia hingga terlepas dan jatuh ke bawah.

Alicia hanya bisa pasrah tidak bisa berkutik, dia meneteskan air mata saat dirinya kembali mendapatkan pelecehan bahkan kini Grey sudah menyatukan tubuh mereka dengan sempurna.

"Aaaakkkh, saakiit ...." Alicia membalas remasan jemari Grey sebagai bentuk menahan sakit yang dia rasa saat Grey terus mengulang gerakan secara teratur.

Grey pun mengusap air mata Alicia dan berhenti sejenak untuk membiarkan tubuhnya berinteraksi sejenak, tangannya mengelus rambut panjang itu saat bibirnya terus memberikan kecupan manis.

Lambat laun pun Alicia akhirnya mau membalas kecupan manis tersebut, ternyata usaha Grey tidak sia-sia untuk merayu Alicia agar ikut masuk alur bersama.

"Bercerai lah darinya, because you are mine!" bisik Grey saat bibirnya mengigit lembut telinga Alicia untuk melemaskan otot-otot agar tidak tegang dan rileks.

"Kalau kau bisa bersikap lembut padaku dan berhasil memisahkanku dari suamiku!" pinta Alicia yang kini tidak tahu berbuat apa di saat Grey sudah berhasil kembali berkuasa pada dirinya.

"Fine, asal kau jangan menolak setiap apa yang kulakukan!" Grey menatap mata Alicia lalu mengecupnya dengan lembut.

Dalam hitungan beberapa detik, Grey bisa menunjukkan sikap lembutnya yang dia tunjukkan pada Alicia. Sampai keduanya kini terhanyut dan terbuai dengan apa yang mereka ciptakan.

Grey pun menunjukkan perlakuan lembutnya dan mampu membuat Alicia terbang melayang, sampai dirasa tubuh wanita itu siap menerima serangan darinya. Dia kembali memulainya hingga tercipta rintihan suara yang merdu dari bibir wanita itu.

"Good," ucap Grey yang merindukan suara itu.

Semua babak pun telah Grey kuasai bersama Alicia, sampai tak terasa jam bergulir begitu cepat baginya. Karena biar bagaimanapun juga rasanya masih kurang.

Grey memeluk tubuh itu dari belakang, tanganya mengelus lembut perut ramping yang halus. Bibirnya juga mengecup pundak putih mulus meski banyak tanda yang dia ciptakan.

"Thanks," ucap Grey sembari mengecup pipi Alicia ketika sang empu tertidur akibat kelelahan.

Tangan kekar itu juga menarik selimut untuk menutupi tubuh Alicia dan melangkah pergi ke arah kamar mandi. Akan tetapi, kakinya menginjak sesuatu hingga dia pun mengambil apa yang sudah membuat kakinya kesakitan.

"Keenan?" Grey membaca tulisan nama pada cincin nikah Alicia saat dia lihat dengan seksama, ingatannya tentang suara bicara Alicia, rintihan wanita itu, potongan-potonngan dia cemburu pada dirinya sendiri membuat Grey tersenyum bahkan menertawai kebodohannya sendiri.

"Cih, apakah si bodoh itu aku?" tanya Grey pada dirinya sendiri, kemudian berjongkok dan mengecup kening Alicia yang masih tertidur nyenyak dibalik selimutnya.

To be continued...

1
Mira Erlan Sopi Erlan
selingkuh boleh tp jgn smpi gituan ya.takutnya hamil bingung ank siapa
Rere Niae Cie'kecee
kok ga up"tour🙏🙏🙏
Amelia Harianja
thord kenapa belum up
bolak balik ke sini belum up juga
semangat thord
Ning Ning
kok aku kesal sama Alicia ya ga tau diri udah di tolongin sama keluarga nya selingkuh pula dan bibirnya udah di cium sama si Jacob sungguh menjijikan kalo aku jadi grey sih lebih baik cerai dari pada sama wanita murahan itu ga bisa jaga iman lebih baik Alice yang terus bersama sang kekasih
Megabaiq
ini bukn novel tp certa petak umpat,,,bkin crta yg msuk di akal knp torrr...trllu byk yg gk logis....
Ning Ning
aku mampir Kaka
Megabaiq
alahhhh crta novelmu trllu mmbosankn,,jeduluan bosen bca....maaf smpe sni jha...
Megabaiq
terllu byk liku2nya toorr
Megabaiq
cerita novelmu terllu lebay....masak 50 m,ak jg gk trllu suka dgn nma2nya,hmpir smua sma
Ema Sukmawati
👍
༄༅⃟𝐐Vita Shafira𝆯⃟ ଓε💞🌏
apa Dinda gk ada rasa rindu pada Alicia yg telah di tinggalkan bertaun tahun
Fatimah D'Ratu
kok Dinda dingin ke anak kandungnya sendiri
Coretan Kertas
Cemungut 😍
Sedang mengetik...
aduhh typo nya bnyak bgt.... 🤦🤦🤦
HIATUS: iya kak, maklum jumkat 😂 wait di perbaiki
total 1 replies
Sedang mengetik...
kira kira gimna ya reaksi Nicholas nanti ketika dia tau penyebab Alice tertembak karna data yg sudah dipalsukan grey,,,
mOnd3 ℘ꫀׁׅܻׅ݊꯱ꫀׁׅܻ݊ƙׁׅ🤗ᵇᵃˢᵉ
semangat selalu ka'... ini cerita sangat menarik sekali sayang kalo di lewatkan🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sedang mengetik...
gak ada terima kasih nya sama sekali si dinda ,,, padahal udah di tolongin anak kesayangan nya ,,,
mOnd3 ℘ꫀׁׅܻׅ݊꯱ꫀׁׅܻ݊ƙׁׅ🤗ᵇᵃˢᵉ
q bahagia q juga sedih dan juga sakit hati... ini rasa'y nano" sekali, q bahagia kini Alicia tau dia kembaran Alice q terharu sama Nicholas yang mau menjatuhkan harga diri'y untuk Grey, dan q sakit hati karna ma" kandung Alicia dia masih egois bahkan tidak mengucapkan kata makasih pada Alicia yang telah mendonorkan darah buat Alice😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Sedang mengetik...
nah loh lagi keadaan gawat darurat aja Lo ingat sama Alicia kemaren kemaren kemana aja Lo Bu...
ummi_Շɧ𝐞𝐞ՐՏ🍻muneey☪️
ceritanya bagus kak.. cuman agak diperbaiki lagi ya kata2nya.. ada beberapa yang bikin bingung 🙏🙏.. tp aku suka ceritanya..
HIATUS: iya kak... hahah makasih ya jangan bosen ingetin 😂 lagi kejar jumkat
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!