NovelToon NovelToon
Istri Bayangan Tuan Adhitama

Istri Bayangan Tuan Adhitama

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Tidak ada perempuan yang bermimpi menikahi suami kakaknya sendiri.

Namun itulah takdir yang harus diterima Aisyah.

Demi mempertahankan garis keturunan keluarga Adhitama, ayahnya memaksa Aisyah menggantikan sang kakak, Salsa, yang divonis mandul untuk memberi penerus kepada keluarga Adhitama. Semua orang menganggap itu adalah jalan keluar terbaik.
Tidak ada yang pernah bertanya apakah Aisyah menginginkannya. Aisyah memasuki pernikahan dengan harapan sederhana. Meski menjadi istri kedua, ia percaya waktu akan melahirkan kasih sayang. Namun semua harapannya hancur pada malam pertama.

Di hadapan perempuan yang baru saja sah menjadi istrinya, Ammar Adhitama mengucapkan kalimat yang merobek harga dirinya.

"Aku menikahimu hanya untuk memenuhi keinginan keluargaku. Hatiku hanya milik Salsa. Jangan pernah berharap aku akan mencintaimu apalagi menyentuhmu. Mulai malam ini, kau hanya akan menjadi istri di atas kertas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Di balik pintu, Aisyah menutup mulutnya. Isaknya semakin keras, tubuhnya gemetar hebat. Selama ini ia hanya mengetahui hasil pemeriksaan dokter namun ia tidak pernah tahu bahwa setiap hari kakaknya harus hidup di bawah tekanan sebesar itu.

"Aku benar-benar minta maaf, Dek." Salsa kembali berkata. "Kalau permintaan Kakak menghancurkan masa depanmu. Tapi, Aku benar-benar tidak sanggup melihat Ammar menikah dengan perempuan lain." Kalimat itu membuat napas Aisyah tercekat. "Kamu tahu kan Ammar itu laki-laki yang baik. Aku sangat mencintainya. Kalau suatu hari ada perempuan lain masuk ke rumah itu, kakak takut. Tidak semua perempuan bisa menerima istri pertama. Bisa saja dia meminta Ammar lebih sering bersamanya. Bisa saja dia membuat Ammar menjauh dariku. Bisa saja dia berusaha mengambil semua yang selama ini kakak pertahankan." Salsa kembali menangis. "Tapi kalau itu kamu, kakak percaya kalau kamu tidak akan melakukan itu. Kamu tidak akan merebut suamiku. Kamu tidak akan mengambil kasih sayangnya dengan sengaja. Kamu tetap adikku. Kamu tetap perempuan yang aku besarkan sejak kecil." Air mata Salsa kembali jatuh. "Itulah kenapa, kakak hanya bisa meminta tolong kepadamu."

Keheningan kembali memenuhi lorong sampai akhirnya suara kunci pintu terdengar diputar dari dalam. Pak Umar yang sejak tadi berdiri tak jauh dari sana langsung mengangkat wajahnya, begitu pula Salsa. Pintu putih gading itu perlahan terbuka.

Ceklek...

Daun pintu bergerak sedikit demi sedikit. Di baliknya, berdirilah Aisyah. Matanya sembab, wajahnya pucat, cadar krem yang dikenakannya masih menyisakan bekas air mata di bagian pipi. Pandangannya langsung bertemu dengan mata Salsa. Tak ada senyum, tak ada sapaan, Hanya dua pasang mata yang sama-sama dipenuhi luka. Beberapa saat, tak seorang pun yang berbicara. Salsa menatap adiknya dengan mata yang semakin berkaca-kaca sementara Aisyah menggenggam erat ujung lengan gamisnya. Bibirnya bergetar sebelum akhirnya bersuara.

"Tapi..." Suara itu terdengar sangat pelan. "Itu suamimu, Kak." Kalimat sederhana itu membuat air mata Salsa kembali jatuh sementara Aisyah melanjutkan perkataannya.

"Bagaimana aku bisa hidup tenang di rumah kalian? Bagaimana aku bisa memanggil laki-laki yang selama ini ku panggil Kak Ammar, menjadi suamiku?" Dada Aisyah kembali naik turun. "Aisyah tidak sanggup. Aisyah benar-benar tidak sanggup menjadi istri kedua Mas Ammar. Aisyah tidak akan pernah tenang. Setiap melihat kakak, Aisyah pasti akan merasa bersalah. Aisyah akan merasa seperti sedang mengambil sesuatu yang bukan hak Aisyah." Suara Aisyah mulai dipenuhi tangis. "Aisyah tahu Kakak sedang menderita, Aisyah tahu Kakak sedang ketakutan. Tapi... Hatiku juga sakit, Kak. Aku juga perempuan. Aku juga punya hati. Aku tidak pernah membayangkan akan menikah dengan suami kakakku sendiri."

Tangis Aisyah akhirnya pecah lagi. Salsa langsung menutup mulutnya. Dadanya terasa sesak saat mendengar setiap kata yang keluar dari bibir sang adik. Perlahan ia melangkah mendekati Aisyah dengan air matanya terus mengalir.

"Kakak tahu." Suara Salsa bergetar hebat.

"Kakak juga tidak sanggup menghadapi kenyataan ini. Kakak juga benci keadaan ini. Kalau boleh memilih, Kakak lebih memilih menjadi ibu dari anak-anak Ammar. Kakak lebih memilih mengandung sendiri. Kakak lebih memilih semua ini tidak pernah terjadi."

Salsa menangis semakin keras. "Tapi... Kakak lebih tidak sanggup," Kalimat itu terputus oleh isaknya. "Kalau Ammar menceraikanku."

Suasana terasa hening. Aisyah tidak menjawab, Ia hanya berdiri mematung sementara tatapannya kosong. Hatinya benar-benar tercerai-berai. Tak ada jawaban yang mampu ia berikan karena apa pun yang ia pilih, akan tetap melukai seseorang. Melihat Aisyah tetap diam, Salsa perlahan menundukkan kepalanya lalu di luar dugaan siapa pun,

Bruk.

Tubuh Salsa jatuh berlutut tepat di hadapan adiknya.

"Kak!" Aisyah langsung terkejut sementara matanya membelalak. "Kakak, jangan!"

Ia buru-buru berusaha menarik kedua lengan Salsa agar berdiri. Namun Salsa justru menggeleng kuat. Air matanya terus mengalir tanpa henti.

"Tidak.... Kakak tidak akan berdiri kalau kamu belum mau mendengarkan permohonan Kakak."

"Kak, jangan begini...." Aisyah ikut berlutut di hadapannya. Tangannya tampak gemetar saat mencoba mengangkat tubuh sang kakak.

"Tolong berdiri, Kakak jangan lakukan ini."

Namun Salsa kembali menggeleng. Ia menggenggam erat kedua tangan Aisyah. Tatapannya terlihat penuh harap sekaligus putus asa.

"Maafkan Kakak, Untuk pertama kalinya dalam hidup... Kakak memohon kepadamu sebagai seorang adik. Kalau memang harus berlutut, kalau memang harus menjatuhkan harga diri Kakak, Kakak rela." Salsa menarik napas yang terasa begitu berat. "Dan Kakak akan tetap bersimpuh di hadapanmu sampai kamu mau menikah dengan Ammar."

Kalimat itu menggantung di udara sementara Aisyah hanya bisa menatap kakaknya dengan tubuh yang membeku, seolah dunia di sekelilingnya berhenti berputar. Lorong rumah yang biasanya dipenuhi suara tawa dua saudara itu kini berubah menjadi saksi bisu dari kehancuran hati mereka. Aisyah masih berlutut di hadapan kakaknya, kedua tangannya terus berusaha menarik lengan Salsa agar mau berdiri, tetapi perempuan itu tetap tak bergeming seolah apa pun yang terjadi, ia benar-benar tidak akan bangkit sebelum mendapatkan jawaban yang diinginkannya.

"Kak, jangan begini." Suara Aisyah terdengar pecah. "Aisyah mohon jangan seperti ini."

Salsa hanya menggeleng pelan. Air matanya terus mengalir membasahi pipinya.

"Kalau kamu belum mau menolong Kakak, kakak akan tetap di sini."

"Kak, Aisyah tidak sanggup melihat Kakak begini."

"Kalau begitu," Salsa menggenggam tangan adiknya semakin erat. "Tolong kabulkan permintaan Kakak."

Kalimat itu membuat dada Aisyah semakin sesak. Ia menarik tangannya perlahan, lalu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Tangisnya kembali pecah.

"Kenapa semuanya jadi seperti ini?" lirih Aisyah di sela isak nya. "Aisyah benar-benar tidak tahu harus bagaimana."

Di belakang mereka, Pak Umar yang sejak tadi memilih diam akhirnya melangkahkan kakinya untuk mendekat. Tatapan pria paruh baya itu berpindah dari Salsa kepada Aisyah. Hatinya ikut hancur melihat kedua putrinya berada dalam keadaan seperti itu. Yang satu menangis sambil bersimpuh, yang satu lagi menangis sambil memohon agar kakaknya berdiri. Tak ada satu pun yang benar-benar menjadi pemenang. Mereka semua sedang kalah oleh keadaan. Pak Umar mengembuskan napas panjang.

"Aisyah," Suara berat itu membuat Aisyah perlahan mengangkat wajahnya. Matanya merah dan sembab, sementara air matanya masih terus mengalir tanpa henti. Pak Umar menatap putri bungsunya begitu lama sebelum akhirnya berkata, "Apa kamu tega,"

Kalimat itu terputus sejenak. "Membiarkan kakakmu terus berlutut di hadapanmu seperti ini?"

Jantung Aisyah seolah berhenti berdetak. Tatapannya langsung beralih kepada Salsa yang masih bersimpuh.

"Kakak," lirih Aisyah, "Tolong berdiri."

Namun lagi-lagi Salsa menggeleng.

"Aku akan berdiri kalau kamu sudah memberi jawaban."

Air mata Aisyah kembali jatuh. Dadanya terasa semakin sesak sementara pak Umar kembali berbicara.

"Aisyah, apa kamu masih ingat waktu kamu masih SMA?" Aisyah perlahan menoleh. Tatapannya tampak kosong. "Apa kamu ingat bagaimana keadaan keluarga kita setelah ibu kalian meninggal?"

1
Marini Suhendar
Melihat Aisyah bikin nangis😭😭
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: sama kak/Sob/
total 1 replies
Marini Suhendar
Itu konsekwensinya..coba bukan adik kmu yg jd madunya .sakitnya g terlalu kan
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: padahal Ammar udah terima salsa apa adanya, tapi salsanya yang repot sendiri /Slight/
total 1 replies
Lembang Azam
klw kamu takut Aisyah mencuri perhatian mertua dan suamimu, harusnya dr awal kamu tuh sadar salsa jgn memaksa suamimu untk menikah lagi, disini kamu yg egois, menyakiti hati suami dan adikmu sndiri,, amar ja GPP kamu enggak punya anak, knpa kamu justru yg repot sih,,sebellll tau enggak sih thor😭
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: sabar kak sabar, jangan emosi 🙏🤭
total 1 replies
Nda
novelmu luar biasa thor
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: terima kasih bintang limanya kak🙏😍
total 1 replies
Marini Suhendar
d mata amar & salsa pasti salah. d kira cari perhatian
Ical Habib
boleh ta dlm hukum Islam 2 saudara sekaligus...yg boleh t KL DA meninggal satu trs pindah k adiknya.othor in ad2 aj
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
hmmmm 🙄, sudahlah yah jejak di sini.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Pret ah
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ngaran Weh Wira tapi kalakuan TeusaWira 😤
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
hemmm iya gitulah ya 🤷
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
udh tua juga kelakuan kayak gitu bukannya nikmati masa tua aja Ama bini malah ngurusin rumah tangga anak Lo 🙄🫤
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
nggak tahu ah
Lembang Azam
ini neh yg plg bikin sebelll dan bingung,,,klw smw pemeran utamanya baik😭 knpa enggak pak wira ja sih yg punya anak thor🤣🤣
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: udah tua kak pak Wira nya🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Marini Suhendar
kamu dengar kan amar doa yg d panjatkan Aisyah...Sabar aisyah 🥰
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
dasar kampret semua 😩 sudahlah pusing, jejak aja dulu yeh.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Lo memang bodoh, kelak kmu salsa dgn suamimu akan lebih parah menyakiti Aisyah. kalian pasti jadi villain berakhlak binatang berbentuk manusia.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
udh gw pusing.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya Aisyah tidak akan menyakitimu sal, tapi kamu sendiri yg akan menyakitinya kelak bahkan setelah mendapatkan anak kau akan merebutnya. bahkan bisa saja amar pun akan sama sepertimu.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya siapa lagi si mar, kok di tanya 🙄
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ini bininya sumpah demi apa oon nggak tahu di untung suaminya di pihak Lo.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!